Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Tuesday, October 1, 2019

Pintar Pelajaran Dirndl, Gaun Berlapis Ala Jerman

Perpustakaan Cyber (25/2/2015) - Mengenal suatu negara biasa dilakukan dengan mengenal ragam kuliner negara yang ada. Mengenal bangunan apa yang paling diagungkan. Mengenal budaya yang dikembangkan hingga pada pakaian khas dari sebuah negara. Bumi yang terdiri dari banyak sekali macam negara ini ternyata bisa menampilkan keberagaman gaya berpakaian. Bahkan di negara Jerman Selatan pun mempunyai pakaian atau yang lebih dikenal dengan gaun Dirndl. Bagi Anda yang begitu terpikat dengan negara satu ini tentu akan mengenal baik gaun Dirndl. Perkembangan zaman yang dirasakan sekarang pun juga tidak menciptakan gaun zaman dahulu ini dilupakan begitu saja. Masih banyak juga terlihat orang-orang Jerman mengenakan gaun ini. Gaun Dirndl termasuk gaun yang sangat menarik untuk disimak melalui fakta-fakta berikut ini:


1. Gaun Rakyat Jerman

Fakta pertama mengenai gaun Dirndl ialah merupakan gaun rakyat atau lebih sempurna disebut sebagai gaun tani. Konon berdasarkan dongeng yang ada, gaun ini biasa dikenakan sebagai gaun oleh para gadis tani. Karena telah ada semenjak zaman dahulu maka gaun ini pun juga termasuk gaun tradisional bagi negara Jerman. Keberadaan gaun ini pun tidak murni dari negara Jerman melainkan Austria. Di negara Austria, gaun Dirndl biasa dikenakan oleh para gadis yang berprofesi sebagai pelayan.

2. Gaun Dengan Banyak Lapisan

Fakta kedua ialah kalau Anda melihat secara seksama model dari gaun Dirndl mungkin menganggap hanya biasa atau wajar. Namun ternyata model dari gaun ini tidak sesederhana apa yang dilihat. Gaun Dirndl termasuk model gaun yang berlapis-lapis. Jika secara umum gaun hanyalah berupa pakaian akses dengan model rok. Berbeda dengan gaun dirndl yang selain berupa gaun dengan akses rok juga masih dilengkapi dengan model pakaian yang lain. pada model gaun Dirndl masih ditambahkan blus. Warna dari blus ini identik dengan warna putih. Kemudian tidak ketinggalan dengan apron atau yang dikenal dengan celemek terikat pada pecahan pinggang.

3. Hanya Digunakan Dalam Waktu Tertentu

Fakta ketiga ialah untuk mengenakan gaun tradisional ini maka harus menunggu moment yang tepat. Sebagai gaun tradisional tentu menjadi asing kalau warga Jerman harus mengenakan gaun ini pada dikala bepergian. Gadis-gadis Jerman gres akan mengenakan gaun Dirndl ketika menghadiri program yang mengangkat kesan tradisional. Seperti program yang bekerjasama dengan perayaan hasil panen atau program tradisional Jerman yang lain.

4. Makna Apron Pada Gaun Dirnl

Fakta keempat ialah mengenai penambahan apron yang ada pada gaun Dirndl. Ketika seorang gadis mengenakan gaun Dirndl dengan pelengkap apron maka beliau sudah bukan gadis lagi melainkan sudah berkeluarga. Sedangkan gadis yang mengenakan gaun Dirndl tanpa apron maka beliau belum berkeluarga.

5. Gaun Musim Dingin

Fakta kelima ialah gaun Dirndl ini ternyata multifungsi. Selain menjadi gaun tradisional juga menjadi gaun ekspresi dominan dingin. Bagi warga Jerman ketika cuaca sudah mulai memasuki ekspresi dominan masbodoh maka cara berpakaian mereka juga akan berubah. Gaun Dirndl dengan model yang lebih panjang dan materi yang lebih tebal menyerupai wol akan dikenakan oleh para gadis Jerman. Sebab dengan mengenakan gaun tradisional ini para gadis akan merasa lebih hangat dan nyaman selama ekspresi dominan masbodoh berlangsung.

Gaun Dirndl sekarang semakin mempunyai model yang dipadu dengan gaya modern warga Jerman. Gaun ini pun masih begitu menempel bagi para gadis Jerman. Sehingga hingga zaman sudah berubah pun gaun tradisional ini masih menjadi gaun penting yang harus para gadis Jerman miliki.

Pintar Pelajaran Laderhosen

Perpustakaan Cyber (27/2/2015) - Mungkin sebagian besar dari Anda masih belum familier dengan kata “Laderhosen”, bila begitu ini saatnya untuk mengetahui apa itu Laderhosen. Laderhosen merupakan sebuah pakaian tradisional kaum Bavaria yang dikenal dengan nama Bavarian Lederhosen leather shorts, dimana pakaian ini biasanya dikenakan oleh kaum laki-laki dari negeri Bavaria dalam sebuah bazar tahunan terbesar di dunia yang berjulukan Oktoberfest yang diadakan di kota Munich, Jerman.

Festival Oktoberfest pada mulanya merupakan sebuah resepsi pesta ijab kabul Pangeran Ludwig dari Bavaria dengan Putri Therese dari Saxe Hidburghausen, Jerman, yang berlangsung pada 12 Oktober 1810. Pada waktu itu seluruh rakyat diudang untuk hadir dan merayakan program pesta ijab kabul di sebuah lapangan di Munich, Jerman. Dan kemudian lapangan tersebut dinamakan Theresienwiese untuk menghargai sang mempelai wanita. perayaan ini setiap tahunnya semakin berkembang dan tahun berikutnya biasanya diadakan serangkaian perlombaan pacuan kuda. Sejak dikala itu perayaan ini dijadikan sebuah tradisi oleh masyarakat Bavaria untuk berpesta bersama setiap tahunnya dan diberi nama Oktoberfest.


10 Fakta Tentang Laderhosen

Berikut ini 10 fakta wacana lederhosen, yakni :

1.   Festival Oktoberfest yang diadakan di Munich, Jerman. Selalu dihadiri oleh bintang-bintang sepak bola Bayern Munich menyerupai Arjen Rubben, Bastian Schweinsteiger, Phillipp Lahm, Manuel Neuer, dan Franck Ribery, dan semuanya mengenakan pakaian tradisional Lederhosen.

2.   Setiap tahun jutaan orang menghadiri Oktoberfest untuk menikmati aneka kuliner khas Jerman, aneka bir Jerman yang melimpah selama festival, menikmati musik tradisional Jerman “Oompah” yang terdengar dimana-mana, dan hampir semua orang termasuk para turis diseluruh dunia menggunakan pakaian tradisional Bavaria Lederhosen untuk laki-laki dan busana dirndl untuk para wanita.

3.   Pakaian lederhosen merupakan celana pendek kulit khas Jerman. Celana ini panjangnya hanya sebatas lutut dan bergotong-royong digunakan oleh orang Jerman dari kawasan Alpine dan wilayah sekitarnya, dan digunakan oleh belum dewasa muda Jerman hingga umur 16 tahun. 

4.   Lederhosen mempunyai kedua kancing dicelana pada posisi bab depan sisi kanan dan kiri, dan terdapat tali pengait yang disanggah pada kedua pudak.

5.   Lederhosen merupakan pakaian favorit bagi para pembalap dan pemburu hewan di pegunungan di Jerman Selatan.

6.   Lederhosen biasa digunakan dengan kemeja, kaos kaki panjang sebatas lutut dan topi.

7.   Hampir semua bintang sepak bola terkenal asal Jerman mempunyai koleksi Lederhosen, menyerupai Lucas Podolsky, Bastian Schweinsteiger, dan Phillipp Lahm.

8.   Setiap tahun diperkirakan hampir 6 juta orang dari seluruh dunia berkumpul di lapangan Theresienwiese di Munich, Jerman, untuk menghadiri program Oktoberfest sekaligus untuk mengenakan pakaian tradisional Jerman Lederhosen untuk kaum laki-laki dan Dirndl untuk kaum wanita.

9.   Dari 6 juta orang pengunjung Festival Oktoberfest yang mengenakan Lederhosen, secara umum dikuasai ternyata tidak mengetahui asal-usul dari program terbesar didunia ini.

10. Festival Oktoberfest sering diasosiasikan dengan para penikmat bir Lederhosen yang ditemani dengan alunan musik Oompah. 

Festival tahunan Oktoberfest juga menjadi tempat merayakan pesta kemenangan bagi “The Bavarians” sebutan bagi supporter fanatik klub sepak boleh Buyer Munich di bulan Oktober. Dimana rata-rata 43 ribuan penonton dari Allianz Arena mampir di Oktoberfest setiap tahunnya. Kaprikornus sanggup Anda simpulkan seberapa terkenal bazar ini dikalangan supporter Bayer Munich.

Informasi diatas biar sanggup menambah pengetahuan Anda mengenai sebagian kecil dari kebudayaan dan tradisi negara Jerman dan khususnya mengenai Lederhosen.

Pintar Pelajaran Niqab

Perpustakaan Cyber (28/2/2015) - Mungkin dalam kehidupan sehari-hari Anda sering melihat perempuan muslimah yang mengenakan kain epilog wajah yang hanya menyisakan mata mereka saja, dan umumnya disebut dengan cadar. Tapi tahukah Anda jika istilah dari epilog wajah tersebut ialah niqab. Bila Anda ingin mengetahui pengertian dan fakta wacana niqab maka luangkanlah waktu Anda sejenak untuk menyimak ulasan dibawah ini.

Pengertian dari Niqab ialah sesuatu atau kain yang berfungsi atau dijadikan epilog wajah oleh para wanita. bagi kaum muslimah yang tinggal didaerah Timur Tengah dan Asia Selatan menyerupai Afganistan, Bangladesh dan Pakistan pemakaian niqab merupakan sesuatu yang hal yang lumrah atau biasa mereka gunakan sehari-hari, namun di Indonesia pemakaian niqab hanya dipakai oleh sebagian kecil kaum muslimah, dan sebagian besar lebih banyak menggunakan jilbab atau hijab untuk menutup aurat.


Berikut ini beberapa fakta wacana Niqab, diantaranya ialah :

1.   Terdapat perbedaan pendapat ulama wacana kewajiban menggunakan niqab bagi muslimah, dimana perbedaan terjadi pada batas-batas dari aurat perempuan.

2.   Bagi sebagian ulama aurat perempuan meliputi seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan, namun sebagian ulama beropini bahwa bagi para laki-laki yang bukan muhrimnya bahkan kukupun ialah aurat.

3.   Sebagian ulama beropini pemakaian niqab oleh muslimah di Timur Tengah hanya merupakan sebuah tradisi bangsa Arab, dan upaya untuk melindungi wajah dari abu padang pasir.

4.   Syekh Muhammad Mutawalii As-Sya’rowi menjelaskan bahwa wajah manis seorang perempuan wajib untuk ditutup dengan menggunakan niqab sebab sanggup mengakibatkan fitnah dan sanggup mensugesti setiap orang yang melihatnya

5.   Sebagian ulama beropini menggunakan jilbab atau hijab bagi kaum muslimah merupakan sebuah tawaran dan kewajiban, sedangkan pemakaian niqab boleh dipakai namun bukanlah sebuah kewajiban

6.   Imam Ali As-Shobuni menjelaskan bahwa wajah perempuan merupakan sumber kecantikan dan sumber fitnah serta memungkinkan untuk mengundang ancaman yang mengancam bagi perempuan tersebut, sebab itu menggunakan niqab ialah wajib.

7.   Syekh Ali Jum’ah menjelaskan bahwa jago fiqih beropini bahwa seluruh badan perempuan merupakan aurat bagi laki-laki aneh atau bukan muhrim, kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, dan perempuan juga perlu untuk berinteraksi dengan kaum laki-laki untuk sanggup saling memberi dan mendapatkan manfaat.

8.   Beberapa aliran Islam tertentu di Indonesia mewajibkan pengikutnya untuk menggunakan niqab

9.   Sebagian besar muslimah Indonesia lebih menentukan untuk menggunakan jilbab atau hijab dari pada menggunakan niqab.

10. Sejak insiden pengeboman WTC di New York, Amerika Serikat, pada tanggal 11 September 2001, perempuan yang menggunakan niqab sering dicurgai sebagai istri atau kepingan dari acara teroris. Padahal bekerjsama anutan Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, namun harus diakui bahwa ada aliran tertentu yang memutarbalikkan ayat Al-Quran untuk membenarkan tindakan kekerasan yang mereka lakukan.

Diluar dari fakta wacana niqab diatas duduk perkara busana dan pakaian dari sebuah masyarakat sangat bersahabat kaitannya dengan tradisi dari masing-masing kaum. Karena pakaian merupakan kepingan yang tak terpisahkan dengan kebudayaan dan tradisi yang telah sejiwa dengan sebagian besar masyarakatnya.

Disini kami hanya mengikuti pendapat dari Imam Abu Hanifah dan sebagian besar ulama di Indonesia yaitu boleh tidak menutup atau boleh membuka wajah dan kedua telapak tangan dan menutup seluruh anggota badan perempuan selain dari pada itu. Adapun sebagian orang atau aliran yang menggunakan niqab maka tidak dihentikan bagi perempuan untuk untuk menggunakan niqab asalkan mereka konsisten dan mengikuti anutan Islam secara Kaffah, dan merasa lebih nyaman dan senang dengan menggunakan niqab.

Demikianlah 10 fakta wacana niqab, biar bermanfaat bagi Anda.

Pintar Pelajaran Sejarah & Legenda Cheongsam / Qipao

Perpustakaan Cyber (1/3/2015) - Setiap negara mempunyai ciri khas tersendiri yang menciptakan masyarakat negara lain akan mengenalnya dengan cara yang ditawarkan oleh negara itu sendiri. Pada umumnya, sebuah negara dikenal lewat pakaian khas negaranya. Pakaian merupakan salah satu cara paling gampang untuk mengenali sebuah negara. Akan tetapi, hanya negara yang mempunyai pakaian yang unik saja yang gampang diingat, menyerupai negara Republik Rakyat Tiongkok. Pakaian tradisional masyarakat Tiong Hoa ini berupa sebuah gaun panjang yang melilit badan hingga ke leher. Sebutan yang paling sering dikenal oleh masyarakat pada umumnya ialah Cheongsam. Tak jarang pakaian tersebut juga dikenal dengan Qipao dalam Mandarin Tiong Hoa.pakaian ini biasanya berwarna merah menyala, dan penggunaannya di Indonesia akan marak ketika datang perayaan tahun gres Imlek.

Seiring dengan perkembangan jaman dari satu dekade ke dekade berikutnya, Cheongsam atau Qipao telah mengalami perubahan yang kentara baik dalam bentuk maupun fungsinya dalam penggunaannya. Mari simak sedikit ulasan sejarah dan sedikit kisah di balik pakaian tradisional masyarakat Tiong Hoa ini.


•       Mengenal Cheongsam atau Qipao

Pakaian unik dari Tiongkok ini mulai dipakai oleh kaum aristokrat pada Dinasti Qing di tahun 1920. Bahan yang dipakai ketika itu ialah kain sutera, alasannya ialah hanya kaum aristokrat yang boleh mengenakannya. Bentuk Cheongsam atau Qipao ketika itu juga tidak menyerupai yang ada pada jaman sekarang. Awalnya jahitan pakaian ini tidak terlalu ketat, justru sangat longgar dan panjangnya bahkan mencapai ujung kaki, sehingga akan sedikit sulit untuk berjalan jikalau tidak terbiasa.

Memasuki 1930, mulai ada kreasi yang menawan dari Cheongsam atau Qipao ini. Panjang pakaian tidak lagi hingga menyentuh tanah, namun ada yang membuatnya pendek, atau hingga tungkak kaki. Kerah yang sebelumnya menutupi leher juga mulai dihilangkan, alasannya ialah mengenakan Cheongsam atau Qipao pada ekspresi dominan panas akan terasa sangat gerah jikalau tetap mempertahankan bentuknya yang sedemikian rupa. Pergeseran pengguna Cheongsam atau Qipao ini juga sudah mulai terjadi. Tidak hanya kaum aristokrat saja yang mengenakan pakaian ini, namun hampir seluruh perempuan di negeri Tiongkok mulai menggunakannya. Perkembangan bentuk dan penggunaan Cheongsam atau Qipao terus menerus terjadi hingga pada tahun-tahun berikutnya.

•       Legenda Cheongsam atau Qipao

Masyarakat Tiong Hoa termasuk dalam golongan masyarakat yang masih percaya dengan legenda. Begitu pun yang terjadi dengan legenda di balik Cheongsam atau Qipao ini. Dipercaya bahwa dahulu kala ada seorang nelayan perempuan muda yang hidup di area Danau Jingbo. Sebagai seorang nelayan, ia mempunyai paras yang teramat bagus yang berkombinasi jago dengan sifatnya yang rajin dan tenaganya yang berpengaruh menyerupai nelayan lelaki pada umumnya. Ada satu permasalahan yang terjadi ketika ia sedang melaut, yaitu pakaiannya yang panjang dan longgar, yang kerap kali mengganggu aktivitasnya tersebut. Berangkat dari alasan tersebut, kemudian ia mulai memikirkan pakaian yang jauh lebih mudah untuknya melaut. Maka sepulangnya ke rumah, ia mulai menjahit sebuah pakaian yang mempunyai kantong di dalamnya yang sanggup dipakai untuk memasukkan bab depan bajunya yang panjang, sehingga menciptakan pekerjaannya tidak terganggu.

Di bab kawasan lain di Tiongkok kala itu, ada seorang pangeran yang memimpikan ayahnya yang telah tiada. Beliau berujar padanya bahwa ia harus segera menemukan seorang nelayan perempuan bagus di Danau Jingbo untuk diperistri. Keesokan harinya, pangeran itu bertolak ke Danau Jingbo dan dengan segera menemukan nelayan perempuan tadi. Tak lama, nelayan perempuan itu menjadi seorang ratu dengan tetap mengenakan pakaian yang ia jahit sendiri, yang kemudian dikenal dengan Cheongsam atau Qipao itu. Tidak perlu menunggu usang untuk kemudian para perempuan lain di sana menggandakan gaya si nelayan bagus tersebut. Walaupun belum tentu benar, legenda ini masih saja diceritakan kepada anak cucu yang bertanya-tanya dari mana asal pakaian yang begitu indah itu.

Pintar Pelajaran Klederdracht: Uniknya Pakaian Negeri Kincir Angin

Perpustakaan Cyber (2/3/2015) - Dalam pelajaran Sejarah di Indonesia, Belanda dikenal sebagai salah satu negara penjajah yang menguasai area di Indonesia dalam beberapa kurun waktu tertentu. Hal ini tentunya bukan merupakan sebuah kenangan yang ingin diingat dalam kehidupan kita selanjutnya. Oleh lantaran itu, mungkin kita kini sanggup melaksanakan perubahan dengan mengenal Belanda lebih dalam. Seperti halnya dengan Indonesia, Belanda mempunyai kebudayaan yang tentunya sangat menarik untuk diketahui. Mulai dari makanan, pakaian, dan masih banyak hal lainnya yang sanggup menjadi ciri khas negeri kincir angin tersebut. Perlu diketahui bahwa Belanda ialah negara asal dari pelukis terkenal, Vincent van Gogh. Hal ini mengambarkan bahwa Belanda merupakan sebuah negara yang kaya akan budaya dan seni.


•       Pakaian Tradisional Belanda

Salah satu kebudayaan dari sebuah negara yang tampak terperinci ialah pakaian tradisional yang mereka kenakan. Pakaian tradisional negeri bunga tulip ini disebut Klederdracht. Dalam Bahasa Indonesia, Klederdracht berarti pakaian tradisional. Pakaian tradisional berarti sebuah pakaian yang dipakai masyarakat suatu kawasan untuk menawarkan bahwa hal tersebut merupakan sebuah kekayaan budaya dari warisan leluhur mereka. Klederdracht mempunyai ciri yang terlihat terperinci sebagai pembeda dengan pakaian tradisional negara sebelahnya, Jerman, yaitu bentuk topi yang menengadah ke atas. Selain itu, sepatu kayu juga merupakan ciri lain dari pakaian tradisional Belanda. Penggunaan sepatu kayu dimulai pada era ke-16 di mana para petani menggunakannya sebagai bantalan untuk mereka berpergian ke ladang yang penuh dengan lumpur. Sepatu kayu membantu mereka untuk terhindar dari benaman lumpur dan sangat gampang untuk dilepas setelahnya.

Penciptaan Klederdracht pada awalnya untuk membedakan masyarakatnya dari kawasan dan kota yang berbeda. Kemudian gagasan ini berkembang sampai pakaian tradisional Belanda ini mmiliki fungsi sebagai pembeda pekerjaan dan juga doktrin yang mereka anut. Sebagai contoh, di Bunschoten-Spakenburg terdapat sekilas perbedaan antara pakaian tradisional yang dikenakan petani dan nelayan. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan pekerjaan yang masing-masing miliki. Lain halnya dengan masyarakat yang hidup di Zuid-Beveland, pakaian tradisinal yang dikenakan mempunyai perbedaan menurut doktrin yang mereka anut, baik itu Protestan maupun Katolik. Jika tertarik untuk mencoba mengenakan Klederdracht, terdapat tempat yang khusus disediakan untuk turis berfoto di Volendam.

•       Ragam Budaya Belanda

Ragam kebudayaan juga sanggup terlihat dari masakan tradisional yang dimiliki suatu negara. Adapun sejumah masakan khas Belanda yang mungkin pernah tersaji di meja makan di rumah. Yang paling populer ialah stamppot. Hidnagan jenis satu ini biasa ditemukan dikala animo masbodoh tiba. Cara mengolah masakan ini ialah dengan direbus. Beberapa materi masakan menyerupai brokoli, kentang, dan wortel merupakan materi utama dalam menu tersebut. Pada dasarnya, yang menjadi materi utama ialah materi yang tersedia di setiap musimnya. Kentang yang telah direbus segera ditumbuk, kemudian dihidangkan selagi hangat bersama sosis pujian masyarakat Belanda, rookworst. Hidangan yang satu ini tentu menjadi sebuah menu yang akan selalu ada di setiap meja makan masyarakat Belanda pada animo dingin, lantaran menu ini termasuk sebagai salah satu penghangat badan mereka.

Snek juga menjadi salah satu ciri khas negeri kincir angin ini untuk berkreasi dalam ragam budaya mereka. Beberapa snek yang juga ada di Indonesia menyerupai kroket dan bitterballen ternyata merupakan menu orisinil Belanda. Cita rasa yang diinginkan masih tergolong sama, hanya saja daging yang dipakai sebagai materi pembuat snek orisinil Belanda ini biasanya memakai daging babi. Di Indonesia, pedagang telah menggantinya dengan binatang ternak lainnya, menyerupai daging sapi.

Pintar Pelajaran Keindahan Kain Sari

Perpustakaan Cyber (3/3/2015) - Bagi kalian yang sering menonton film India atau film Bollywood pastinya tahu wacana sari. Kain sari ialah kain yang biasanya dipakai sebagai kostum wanita. Kain sari akan dengan indah membalut badan perempuan yang akan membuatnya tampil seksi dan menawan, atau sanggup juga elegan. Kain sari merupakan semacam kain yang sudah menjadi kewajiban atau keharusan bagi seorang perempuan berkebangsaan India untuk memakainya dalam setiap program yang mereka hadiri. Pada dasarnya, kain sari merupakan simbol dari pujian setiap perempuan India yang mewarisi kebudayaan nenek moyang mereka untuk terus dilestarikan hingga waktu kini ini. Bisa dikatakan bahwa merupakan hal yang sama bagi seorang perempuan Jawa untuk mengenakan kebaya, yang mana merupakan salah satu warisan leluhur yang harus dijaga keberadaannya hingga kapan pun. Begitu pun dengan kain sari, yang merupakan sebuah karya tangan insan terindah bagi kaum wanita.

Kain sari merupakan sepotong kain yang panjangnya sanggup mencapai 9 meter. Maka dari itu, penggunaan kain sari sanggup dibalutkan dengan banyak sekali variasi pada badan seorang wanita. Kata ‘sari’ itu sendiri mengandung arti sepotong kain berdasarkan Bahasa Sanskrit. Oleh alasannya ialah itu, jikalau kain sari digelar dalam sebuah permukaan yang datar akan mirip sepotong kain besar dan luas. Siapapun boleh mengenakan kain sari ini, baik muda maupun tua, atau kaya maupun miskin. Tidak ada hukum tertentu yang menyatakan kaum tertentu saja yang sanggup mengenakan kain sari. Kain sari akan menciptakan penampilan seorang yang sederhana menjadi tampak lebih berkelas dan cantik.


•       Perkembangan Kain Sari

Seiring dengan majunya jaman, kain sari mengalami perkembangan yang cukup mencengangkan. Seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali jenis kain yang terdapat di pasaran. Kain sari yang pada awal penemuannya hanya berupa sepotong kain biasa dengan ragam warna yang sanggup diubahsuaikan dengan penampilan dalam program apapun, kini telah mengalami pergeseran yang menciptakan kain sari terlihat jauh lebih menarik. Salah satu perkembangan yang terjadi pada kain sari ialah jenis kain yang lalu menggunakan kain sifon. Kain sifon ialah kain yang tipis dan bersifat transparan. Kain sari yang menggunakan kain sifon sebagai materi dasarnya akan tampak sangat indah pada badan seorang perempuan yang menggunakannya. Biasanya perempuan yang menggunakan kain sari jenis ini termasuk perempuan yang mempunyai percaya diri yang tinggi alasannya ialah hampir semua lekukan tubuhnya akan terlihat di balik keindahan kain sari berbahan sifon ini. Kain sari jenis satu in sangat digemari oleh mereka yang mempunyai badan proporsional supaya orang lain sanggup melihat keindahan badan mereka.

•       Cara Pemakaian Kain Sari

Kain sari yang merupakan sepotong kain lebar dan panjang pastinya mempunyai trik khusus dalam pemakaiannya supaya tetap terlihat indah, tidak mirip sedang membalutkan sebuah selimut terhadap tubuh. Sebenarnya cara menggunakan kain sari sangat mudah. Awali dengan mengenakan sebuah rok khusus yang dipasang ketat di pinggang. Selipkan salah satu ujung sari pada rok khusus tersebut dan putar kain sari sebanyak satu putaran penuh terhadap tubuh, biarkan ujung lainnya menyentuh lantai. Untuk menambah kesan bervolume pada kain sari tersebut, buatlah lipatan namun tetap sisakan sedikit kain sari untuk disampirkan ke pundak nantinya.selipkan kembali lipatan tersebut ke dalam rok khusus atau sanggup tambahkan peniti biar tidak lepas. Langkah terakhir ialah menyampirkan kain sari sianya ke bahu, dan pastikan biar ujung sarinya menyentuh lantai.

Pintar Pelajaran Hakama : Pakaian Tradisional Negeri Sakura

Perpustakaan Cyber (4/3/2015) - Jepang dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai keragaman budaya. Hal ini tercermin dari beberapa alat budaya yang dimilikinya, mirip bunga kebanggaan, makanan, dan pakaian tradisional masyarakatnya. Berbicara mengenai pakaian tradisional Jepang, yang terbayang dalam benak kita yakni kimono. Kimono merupakan pakaian tradisional masyarakat Jepang yang sangat populer di banyak sekali negara di belahan dunia lain juga. Akan tetapi, tahukan Anda kalau Jepang mempunyai ragam pakaian tradisional lainnya?

Hakama merupakan jenis pakaian tradisional Jepang selain kimono dan yukata. Istilah hakama jarang terdengar alasannya yakni hakama itu sendiri merupakan bawahan yang sanggup dikombinasikan dengan pakaian lainnya. Hal ini menciptakan gaungnya jarang terdengar meskipun sering digunakan oleh masyarakatnya. Hakama merupakan sebuah kain yang dijahit mirip rok dengan beberapa lipatan yang lebar. Jumlah lipatan yang terdapat dalam hakama ada 7 dengan 5 lipatan di depan dan 2 sisanya di belakang. Lipatan ini mewakili beberapa nilai yang diangkat oleh masyarakat Jepang, antara lain kasih sayang (jin), keadilan (gi), kesopanan (rei), keberanian (yuu), kejujuran (makoto), kehormatan (meiyo), dan kesetiaan (chuugi). Dengan demikian, diperlukan pada setiap pengguna hakama untuk selalu mengusung sejumlah nilai tersebut.


Pakaian tradisional negeri sakura yang satu ini mempunyai bermacam-macam fungsi. Biasanya hakama digunakan dalam upacara minum teh, upacara pernikahan, dan masih banyak lainnya. Hakama sanggup digunakan baik oleh wanita maupun laki-laki. Tentunya ada sejumlah perbedaan yang terlihat dalam bentuk hakama yang digunakan oleh wanita dan laki-laki. Hakama yang digunakan oleh wanita biasanya mempunyai warna yang merupakan sebuah kombinasi atau gradasi. Cara mengikat hakama yang dikenakan oleh wanita juga biasanya terlihat lebih unik dan bergaya. Perempuan hanya mengenakan hakama ketika upacara wisuda saja, jarang sekali mengenakannya ketika upacara minum teh. Sebaliknya, hakama akan lebih sering terlihat dikenakan oleh lelaki ketika datang upacara minum teh. Satu hal yang membedakannya lagi yakni lelaki mengenakan hakama di bawah pinggang, sedangkan wanita mengenakannya sempurna di pinggang.

Yang menarik yakni fakta penggunaan hakama sebagai salah satu pakaian tradisional yang dikenakan dalam bidang olahraga. Olahraga yang meggunakan hakama khususnya pada cabang bela diri, mirip aikido dan kendo. Tentunya hal ini juga menciptakan pembagian jenis hakama, alasannya yakni mustahil mengenakan pakaian yang sama untuk hadir ke banyak sekali upacara dan berlatih bela diri. Sejauh yang pernah diketahui oleh masyarakatnya, hakama mempunyai tiga jenis berbeda. Yang pertama yakni Umanoribakama. Hakama jenis satu ini mempunyai bentuk yang paling sederhana di antara jenis hakama yang lain. Lipatannya dibentuk biar pemakainya sanggup leluasa bergerak. Oleh alasannya yakni itu, jenis hakama yang satu ini biasa digunakan oleh mereka yang tengah berlatih kendo atau aikido.

Jenis hakama yang kedua yakni Andonbakama. Bentuk hakama berikut ini sangat bagus dan menawan, sehingga khusus dikenakan oleh kaum perempuan. Seperti yang sudah disebutkan bahwa kaum wanita menggunakannya ketika datang saatnya upacara wisuda. Biasanya hakama yang satu ini digabungkan dengan penggunaan koburisode, yang merupakan salah satu jenis kimono, biar penampilan terlihat menjadi lebih cantik. Kemudian masyarakat negeri sakura juga mengenal Nobakama. Jenis hakama satu ini hampir terlihat mirip Umanoribakama, alasannya yakni keduanya sama-sama membungkus kedua tungkai pemakainya. Hal inilah yang menyebabkan kedua jenis haka tersebut menciptakan pemakainya leluasa dan gampang untuk bergerak. Biasanya Nobakama digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan tidak memerlukan program khusus.

Pintar Pelajaran Kimono, Baju Tradisional Manis Nan Elegan Dari Jepang

Perpustakaan Cyber (5/3/2015) - Jika berbicara perihal kebudayaan Jepang, kata Kimono tak pernah luput sebagai salah satu topic menarik dalam pembicaraan. Jepang yang memang populer akan kekayaan budayanya memang masih mempertahankan pakaian tradisional tersebut sampai ketika ini. Arti dari Kimono sendiri cukup unik, yaitu “Ki” yang berarti mengenakan, dan “Mono” berarti pakaian. Makara secara harfiah Kimono berarti “mengenakan pakaian”. Kimono yang kini bentuknya ibarat aksara T ini tidak hanya digemari masyarakat Jepang, namun juga orang-orang dari banyak sekali negara. Dibalik baju tradisional yang anggun ini, tersimpan fakta-fakta menarik untuk diketahui.


1. Perkembangan Kimono

Penggunaan istilah Kimono pertama kali dipakai pada jaman Meiji (1868-1912). Sejak jaman Meiji sampai sekarang, bentuk dan desain Kimono telah mengalami beberapa perubahan. Pada masa pra-sejarah, wujud Kimono hanya berupa pakaian yang terdiri dari dua potong kain yang dijahit dan pada bab pinggangnya diikat dengan sebuah tali. Mengikuti perkembangan jaman, Kimono menjelma sepotong pakaian yang bab lengannya panjang dan longgar. Setelah jaman Edo, bentuk Kimono dengan lengan yang sedikit lebih panjang dan Obi (sabuk untuk mengikat Kimono) yang lebih lebar gres dipertahankan sampai sekarang.

Dalam perkembangannya, kunci perubahan Kimono terletak pada cara pemakaiannya. Pada periode Heian (794-1185), perempuan diharuskan untuk secara sekaligus mengenakan 12 lapisan Kimono ketika ada perayaan. Pada jaman dahulu, hukum pemakaian Kimono sangat ketat sehingga pemakainya harus sangat berhati-hati. Namun, seiring berlalunya waktu, penggunaan Kimono jadi sedikit lebih bebas.

2. Harga Kimono

Bentuk dan desain Kimono yang tampak anggun dan elegan menarik perhatian banyak orang dari banyak sekali negara. Jika Anda berpikir semua orang Jepang mempunyai pakaian yang anggun tersebut, makan pedoman tersebut salah. Harga sebuah Kimono cukup mahal, terlebih lagi untuk Kimono berbahan sutra yang harganya dapat mencapai Rp 50 juta. Satu paket lengkap Kimono dengan Obi dan Geta (sandal khusus) serta akserorisnya, harganya bahkan mencapai Rp 300juta. Oleh alasannya yaitu itu, tidak semua orang mempunyai Kimono dan lebih menentukan untuk menyewa.

3. Jenis-jenis Kimono

Kimono tidak hanya terdiri atas 1 jenis saja, namun banyak sekali macam jenis yang berbeda untuk laki-laki dan wanita. Untuk wanita, ada Yukata, Furisode, Kurotomesode dan lain-lain. Dari jenis Kimono yang bervariasi, Yukata yaitu salah satu yang paling banyak dikenal, yang mempunyai bentuk dan desain yang lebih kasual dan sederhana. Yukata yang terbuat dari katun tipis sering dipakai ketika ekspresi dominan panas alasannya yaitu sangat nyaman. Furisode merupakan Kimono formal dengan bab lengan yang lebar dan menjuntai ke bawah, dan dikhususkan untuk perempuan muda dan belum menikah. Sedangkan Kurotomesode yaitu Kimono formal berwarna hitam untuk perempuan remaja yang telah menikah. 

Kimono untuk laki-laki warnanya lebih gelap, mirip hijau, biru dan hitam. Ada 2 jenis Kimono pria, yaitu Montsuki dan Kinasagi. Montsuki yaitu Kimono formal yang dikenakan ketika menghadiri upacara resmi, sedang Kinasagi yang sifatnya informal dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari. 

4. Aturan menggunakan Kimono

Meski kini hukum pemakaian Kimono tak seketat dulu, orang Jepang tetap memerlukan memperhatikan beberapa hal ketika mengenakannya. Aturan yang masih ada sampai kini yaitu pemilihan warna dan motif menurut musim. Aturan ini terkait masih diterapkan guna merefleksikan bagaimana orang Jepang menghargai keindahan alam. Pada bulan Maret-April, sangat disarankan untuk menentukan Kimono dengan warna biru untuk lapisan dalam dan warna ungu untuk lapisan luar. Untuk bulan November-Februari, yaitu bulan yang bertema Umegasane, diharuskan untuk menentukan Kimono dengan perpaduan warna merah pada lapisan dalam dan putih untuk bab dalam.

Pintar Pelajaran Keunikan Hanbok, Pakaian Tradisional Korea

Perpustakaan Cyber (6/3/2015) - Bagi penikmat drama Korea, terutama untuk drama bergenre historis, tentu tidak ajaib lagi dengan baju etika Korea, yaitu Hanbok. Pakaian tradisional yang sudah ada semenjak kala Goryeo  ini masih digemari masyarakat Korea sampai ketika ini. “Han” merupakan sebutan bagi negara Korea, sedangkan “bok” artinya ialah pakaian, jadi arti Hanbok sendiri ialah pakaian Korea. Sebutan Hanbok dipakai oleh Korea Selatan, sedangkan Korea Utara menyebutnya sebagai Choson-ot. Meski sebutannya berbeda, kedua istilah tersebut merajuk pada satu pakaian etika yang sama, yang mempunyai potongan simple dan warna-warni anggun dan menarik mata. Karena sekarang Hanbok mulai digemari juga oleh penggemar budaya Korea dari aneka macam negara, tak ada salahnya untuk menyidik fakta wacana Hanbok berikut ini.


1. Sejarah Hanbok

Hanbok diduga sudah dikenakan oleh orang Korea semenjak jaman dahulu, namun bukti faktual penggunaan Hanbok ditunjukkan oleh lukisan di situs makam Goguryeo. Lukisan tersebut mengatakan gambar perempuan dan laki-laki yang mengenakan baju yang panjangnya mencapai pinggang dan celana panjang ketat. Oleh sebab itu, penggunaan pakaian etika tersebut dimulai semenjak kala Dinasti Goryeo (918-1392). 

2. Elemen Hanbok

Elemen atau bagia utama Hanbok sedikit mempunyai perbedaan bagi laki-laki dan wanita. Hanbok perempuan terdiri dari Jeogori (atasan) dan Chima (rok), sedangkan untuk laki-laki ialah Jeogori (atasan) dan Baji (celana).  Bentuk Chima atau rok yang longgar dan mengembang dibentuk dengan menerapkan pedoman Konfiusius, sehingga para perempuan sanggup bergerak dengan nyaman leluasa ketika duduk maupun melaksanakan pekerjaan. Sedangkan Hanbok pria, atasan atau Jeogori-nya sedikit lebih panjang daripada atasan wanita, sebab mencapai atau lebih dari pinggang. Baji juga dibentuk dengan bentuj yang longgar, sehingga para laki-laki sanggup bersila, berburu atau bertani dengan lebih bebas dan leluasa.  Selain itu, perbedaan Hanbok laki-laki dan perempuan juga terletak pada cara menyimpulkan pita. Penyimpulan pita pada Hanbok perempuan disimpulkan ke sebelah kiri dan menyisakan sedikit juntaian dari sisa kepingan pita lebih panjang. Sedangkan penyimpulan pita Hanbok laki-laki sama sekali tidak menyisakan pita. 

3. Perkembangan bentuk Hanbok

Dibandingkan dengan pria, Hanbok perempuan lebih sering mengalami perkembangan, seiring dengan berjalannya waktu. Pada periode Goryeo, Raja Groyeo menikah dengan Ratu Mongol, sehingga Hanbok sedikit menerima efek budaya Mongol. Lengan Jeogori menjadi sedikit lebih ramping dan Jeogori diikat dengan pita lebar pada kepingan dada. Sedangkan untuk Chima atau rok, menjadi lebih pendek dengan efek gaya Mongol. Hanbok mengalami perubahan lagi pada periode Joseon, tepatnya pada masa tamat Dinasti Joseon. Jeogori perempuan didisain menjadi lebih pendek dan sedikit diperketat, dan Chima dibentuk menjadi sedikit lebih panjang. 

4. Pemakaian Hanbok

Pada jaman dahulu, Hanbok merupakan pakaian yang dipakai baik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Korea maupun pada ritual dan program khusus menyerupai ijab kabul dan ritual kedewasaan. Seiring dengan perkembangan jaman dan efek budaya luar, penggunaan pakaian tradisional Korea semakin berkurang. Kini Hanbok hanya dikenakan pada acara-acara tertentu, terutama pada ketika perayaan hari besar Korea, yaitu Chuseok/Chusok (hari bulan purnama).

5. Hanbok di kala modern

Dengan modernisasi dan efek budaya luar, kepopuleran Hanbok sempat mengalami pasang surut. Dari waktu ke waktu, minat dan perhatian masyarakat Korea semakin memudar, terutama ketika pemerintah menetapkan keputusan wacana penggunaan pakaian barat (jas) sebagai pakaian resmi, pada tahun 1895. Namun, minat dan ketertarikan masyarakat pada Hanbok muncul kembali sesudah Hanbok dipopulerkan lagi, salah satunya ialah melalui drama-drama kolosal.

Pintar Pelajaran Reog Ponorogo

Perpustakaan Cyber (7/3/2015) - Reog Ponorogo merupakan salah satu kebudayaan orisinil Indonesia, khususnya dari Ponorogo, Jawa Timur. Beberapa waktu kemudian reog sempat diklaim sebagai kebudayaan Malaysia. Hal ini tentu menuai protes dari masyarakat Indonesia sebab Reog sendiri telah menjadi budaya yang turun temurun di Ponorogo. Berikut ini yaitu beberapa fakta wacana Reog (Ponorogo) yang perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia

1. Pemain Reog

Pemain dalam pertunjukkan Reog terdiri dari lima tokoh yaitu singo barong, pujangga anom, Raja Klono Sewandono, kelompok Jathilan, dan juga Warok. Dalam petunjukan Reog, ikon utamanya yaitu Singo Barong. Singo Barong berbentuk ibarat kepala harimau yang dihiasi dengan bulu merak sebagai mahkota. Berat Singo Barong ini sanggup mencapai 60 kg dan selama pertunjukan harus digigit dengan gigi tokoh yang memerankannya sehingga penari harus benar – benar kuat. Pujangga anom merupakan penari-penari yang dirias dengan wajah lucu dan seram. Kelompok jathilan jumlahnya harus genap dan menari dengan kuda replika dari kepang. Sementara itu tokoh warok diperankan oleh laki – laki bertubuh kekar yang mengenakan blangkon.


2. Musik Pengiring

Pengiring pertunjukkan reog terdiri dari 2 kelompok yakni kelompok gamelan dan kelompok menyanyi. Kelompok penyanyi menyanyikan lagu tempat ibarat Jathilan Jonorogo atau Jembatan Merah atau Semanggi Surabaya yang merupakan lagu khas Surabaya. Lagu tersebut dinyanyikan dengan bahasa Jawa. Kelompok gamelan terdiri dari 9 anggota yang terdiri dari 2 penabuh gendang, seorang penabuh ketipung, 2 orang penabuh kenong, 2 orang peniup slompret,2 orang pemain angklung, dan 1 orang penabuh gong. Ciri khas dari tabuhan dalam pertunjukan Reog yaitu perpaduan irama gong dan kethuk kenong dengan suara slompret sehingga irama yang dihasilkan terkesan magis.

3. Alur Pertunjukkan

Pertunjukkan Reog ketika ini sering dipentaskan dalam banyak sekali program sebagai sarana hiburan. Alur pertunjukkan reog terdiri dari 2 hingga 3 tarian pembukaan. Tari pertama dibawakan oleh penari laki-laki berjumlah 6 -8 orang dengan pakaian serba hitam dan wajah dipoles dengan warna merah. Tari selanjutnya dibawakan oleh 6-8 perempuan yang menunggangi kuda dari kepang. Namun dalam reog tradisional, penari ini tetap diperankan oleh laki-laki yang menggunakan pakaian wanita. Setelah tari pembukaan dipentaskan adegan inti. Selanjutnya adegan yang terakhir yaitu penampilan singa barong.

4. Ritual Sebelum Pertunjukkan

Sebelum pertunjukkan Reog dimulai, para sesepuh melaksanakan beberapa ritual semoga program sanggup berlangsung dengan lancar. Ritual tersebut yaitu aben sesaji berupa menyan di depan semua alat yang akan dipakai selama pertunjukkan ibarat bujanganom, topeng, dan Dadhak Merak. Selain itu, sesaji berupa kembang tujuh rupa dan rokok diselipkan di belahan indera pendengaran harimau yang menyatu dengan Dadhak Merak. Sedangkan kembang tujuh rupa ditaburkan di sekitar area pertunjukkan.

5. Dadhak Merak

Bagian – belahan dari Dadhak Merak terdiri dari Kepala Harimau yang terbuat dari kerangka bambu, kayu, dan rotan yang kemudian ditutup kulit Harimau Gembong. Kerangka Dadhak Merak terbuat terbuat dari rotan dan bambu sebagai tempat untuk menata bulu merak sehingga terlihat merak seolah sedang menyebarkan bulunya dan mengigit rangkaian manik – manik. Krakap dibentuk dari kain beludru berwarna hitam yang disulam dengan monte. Panjang Dadhak Merak yaitu 2,25 meter dengan lebar 2,3 meter.

Melihat fakta wacana Reog (Ponorogo) di atas, sebagai warga negara yang baik tentu kita harus melestarikan kebudayaan tersebut. Jangan hingga kebudayaan tersebut direbut oleh negara lain. Apalagi kalau tidak dilestarikan dengan baik, tentu saja negara lain akan semakin gampang untuk mengakuinya.

Monday, September 30, 2019

Pintar Pelajaran Karapan Sapi, Lomba Balap Sapi Bergengsi Khas Madura

Perpustakaan Cyber (8/3/2015) - Karapan sapi merupakan lomba pacuan sapi yang dilaksanakan di Pulau Madura, Jawa Timur. Jika mendengar nama Karapan Sapi, tentu semua perhatian eksklusif tertuju ke Madura sebagai daerah di mana tradisi ini lahir. Selain unik, ada beberapa fakta wacana karapan sapi yang sebaiknya diketahui untuk menambah wawasan.

1. Jenis Karapan Sapi

Karapan sapi terdiri dari lima jenis yaitu Kerap Keni, Kerap Raja, Kerap Onjangan,dan Kerap Kariseden. Kerap Keni merupakan karapan yang diikuti oleh sapi – sapi kecil yang masih belum terlatih. Jarak lintasan yang harus ditempuh yaitu sepanjang 110 meter. Sapi yang menang sanggup mengikuti kerap raja. Kerap raja atau kerapan besar diselenggarakan di ibukota kabupaten dengan lintasan sepanjang 120 meter. Sementara itu kerap onjangan merupakan pacuan khusus dengan pesertanya hanya pada undangan. Biaasanya karapan ini dilaksanakan untuk memperingati hari – hari besar. Kerap Karesidenan merupakan program puncak karapan untuk mengakhiri trend karapan. Sedangkan Kerap Jar-Jaran merupakan karapan yang dilakukan hanya untuk sekedar berlatih semoga sapi pacuan lebih siap dikala lomba.


2. Peserta Karapan Sapi

Karapan sapi diikuti oleh beberapa kelompok sapi karapan. Setiap akseptor terdiri dari sepasang sapi yang diikat dengan semacam kereta kayu. Sapi tersebut akan dikendalikan oleh joki yang bangun di atas kereta. 

3. Ketentuan Lomba

Joki akan memacu sapi karapan yang dikendalikannya semoga berlari sekencang – kencangnya dan mengalahkan akseptor yang lain. Peserta yang berhasil melewati trek dengan waktu tercepat akan menjadi pemenangnya. Panjang trek pacuan untuk lomba yaitu 100 meter sehingga waktu lomba berlangsung singkat yaitu hanya sekitar 10 detik hingga 1 meni.

4. Waktu Penyelenggaraan

Karapan sapi telah menjadi ajang yang rutin digelar setiap tahun sekali di Madura. Ajang ini biasa diselenggarakan di bulan Agustus serta September. Pertandingan final berlangsung di selesai bulan September atau Oktober di Pamekasan untuk mendapat Piala Bergilir Presiden.

5. Prosesi

Pada prosesi awal, pasangan – pasangan sapi yang merupakan akseptor lomba akan diarak mengelilingi arena pacuan sambil diiringi dengan gamelan Madura yang disebut dengan Saronen. Babak pertama merupakan penentuan untuk kelompok kalah dan kelompok menang. Babak kedua menjadi penentuan untuk juara kelompok kalah. Sementara itu babak ketiga merupakan penentuan juara dari kelompok menang. Kelompok menang yang akan mendapat Piala Bergilir Presiden

6. Pihak yang Terlibat

Ajang karapan sapi selalu melibatkan banyak pihak selain pemilik sapi. Bahkan setiap orang dikenal dengan sebutan masing – masing. Orang yang bertugas mengendalikan sapi di atas kaleles dikenal dengan tukang tongko. Orang yang menahan tali kekang sebelum sapi dilepas disebut dengan tukang tambeng. Orang yang menggertak sapi semoga sanggup melesat dikala diberi aba – aba disebut dengan tukang getak. Orang yang menuntun sapi disebut dengan tukang tonja. Sedangkan anggota rombongan yang memberi semangat untuk sapi pacuan disebut dengan tukang gubra.

7. Tirakat Sebelum Lomba

Malam hari sebelum ajang karapan tiba, pemilik sapi bersama rombongan membawa sapi ke arena lomba. Mereka mengadakan kemah sehingga malam hari sebelum lomba di arena perlomban sangat meriah alasannya semua akseptor telah berkumpul di sana. Setiap orang mempunyai kiprah masing – masing. Perawat sapi bertugas memijat sapi dan menjaga pembakaran semoga sapi tidak digigit nyamuk. Sebagian anggota ada yang melaksanakan tirakat semoga sapinya menjadi pemenang.

Karapan sapi memang menjadi salah satu kebudayaan yang ikonik di Indonesia, khususnya Madura. Ajang ini harus terus dilestarikan sebagai tradisi Madura di tengah – tengah imbas globalisasi yang semakin marak. Apalagi beberapa fakta menarik karapan sapi di atas juga menambah pengetahuan bahwa banyak hal yang terkandung dalam tradisi yang unik ini.

Pintar Pelajaran Selendang, Dari Ulat Sampai Masakan Dan Legenda

Perpustakaan Cyber (13/3/2015) - Tren mode belakangan ini bisa dikatakan tren mode memakai tambahan aksesoris yang cukup mencolok. Aksesoris yang dimaksud bukan ibarat anting, kalung ataupun gelang, melainkan aksesoris pelengkap ibarat scarf, pasmina ataupun selendang. Terutama selendang. Tidak hanya digunakan pelengkap aksesoris modern saja, selendang juga acap digunakan untuk beberapa program khusus. Beberapa program tersebut ibarat pelengkap busana untuk program pernikahan, untuk acara pengajian dan juga untuk program pemakaman.

Dulu, selendang hanya mempunyai sedikit warna dan modelnya pun cenderung kotak atau persegi biasa. Seiring berjalannya waktu, sekarang selendang pun sudah bertransformasi kedalam beberapa model, motif dan juga warna. Dari sekian jenis selendang, selendang sutra merupakan selendang yang paling diminati dan juga mempunyai harga yang tidak mengecewakan tinggi. Hal ini mungkin sebab pembuatannya yang cukup rumit dan bahannya yang cukup sulit untuk diolah.

Selain sebagai pelengkap busana, selendang pun mempunyai fakta perihal selendang yang  lain, yaitu menjadi sebuah minuman. Minuman yang bertemakan selendang ini cukup digemari oleh pembeli, terutama warga Jakarta. Minuman tersebut berjulukan Es Selendang Mayang. Selain menjadi tema makanan, selendang juga acap dikaitkan dengan dongeng kawasan Indonesia.


Salah satu jenis selendang yang sangat diminati kebanyakan orang ialah selendang sutra. Selendang ini terbuat dari kain sutra yang telah diolah sebelumnya. Yang menciptakan selendang dari materi sutra ini mahal ialah sumber pembuatan dan juga hasil yang diberikan oleh materi tersebut. Bahan dasar kain sutra tersebut tak lain berasal dari serat protein alami kepompong larva ulat sutra yang diternakkan.

Sebenarnya sutra juga sanggup dihasilkan dari serangga lain ibarat laba-laba, semut dan lebah. Akan tetapi, hanya serat sutra dari ulat sutra lah yang bisa dijadikan materi tekstil. Sutra dari ulat tersebut sanggup memperlihatkan hasil tekstur yang nyaman, halus, lembut dan tidak licin. Tekstur ini lah yang menciptakan selendang dari materi sutra sangat diminati oleh banyak orang.

Pembuatan kain memakai larva ulat sutra ini terbilang cukup memakan waktu. Hal pertama yang dilakukan ialah mengumpulkan sekitar 500 telur ulat sutra. Setelah itu, telur tersebut akan menetas 20 hari lalu dan menjadi larva ulat yang kecil. Larva tersebut harus dijaga semoga tidak tercemar dan diberi makan selama 18 hari. Setelah itu, larva-larva tersebut membesar dan menjadi ulat sutra dewasa.

Ulat sutra remaja ini berubah warna menjadi kekuningan dan menjadi kepompong. Setelah itu, kepompong tersebut direbus semoga larva-larva di dalamnya mati. Selanjutnya ialah menguraikan serat di dalam kepompong menjadi serat sutra. Setelah itu, serat tersebut dipintal sehingga menjadi benang sutra. Yang terakhir ialah membentuk kain sutra dengan cara memintal helaian benang sutra tersebut.

Selendang, masakan dan legenda

Selain menjadi aksesoris pelengkap busana, selendang ternyata juga digunakan sebagai tema masakan dan juga dongeng legenda. Makanan yang memakai nama selendang ini ialah Es Selendang Mayang. Minuman ini cukup terkenal di kalangan masyarakat kota Jakarta. Es Selendang Kanya ini berasal dari kawasan Betawi. Minuman ini dinamakan demikian sebab warna cerah pada minuman ini disebut Selendang dan menyebut Kanya pada warna putih yang terdapat di bawah minuman ini.

Selendang juga terkenal sebagai legenda di Indonesia. Masih ingat dengan dongeng Jaka Tarub dan 7 Bidadari? Cerita yang mengisahkan seorang cowok berjulukan Jaka Tarub ini membawa selendang menjadi benda utama dalam dongeng ini.

Pintar Pelajaran Kain Samping

Perpustakaan Cyber (14/3/2015) - Kain samping bagi sebagian besar orang mungkin hanyalah dianggap sebagai kain biasa yang lekat erat budaya Melayu. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar, mengingat samping sanggup disebut sebagai element penting dalam busana melayu yang memang cukup besar akar budayanya. Penggunaan baju melayu yang dipadu dengan kain samping memang terkesan unik dan memancarkan nilai estetik yang tinggi, tapi lebih daripada itu kain samping ternyata menyimpan banyak hal yang berkaitan dengan budaya setempat, terutama berkaitan dengan cara penggunaannya.

Filosofi Samping

Samping ini berasal dari kata sampingan yang sanggup diterjemahkan sebagai tambahan atau pelengkap, dalam hal ini berafiliasi dengan busana melayu. Jadi, kain samping yang dibentuk dari songket ini bahu-membahu yakni suplemen bagi keseluruhan busana melayu. Samping biasa dipakai di bab luar baju, dimana posisinya melintang dari bab pinggang ke bab lutut. Pemakaian samping sanggup menawarkan banyak hal, terutama kedudukan dan status sosial seseorang. Hal ini seharusnya jadi anutan dalam bertindak terutama di hadapan masyarakat umum.


Fungsi Samping

Samping kerap juga disebut sampan, dan mempunyai salah satu fungsi sebagai suplemen pakaian moral yang dipakai pada kegiatan sehari-hari maupun pada upacara adat. Karena luasnya wilayah bangsa-bangsa melayu, pemakaian samping sanggup berbeda-beda. Ada tempat yang mengkhususkan penggunaan kain ini untuk mereka kalangan ningrat maupun keluarga kerajaan, sehingga penggunaannya terkesan terbatas dan lebih ekslusif. Tapi pada tempat lain, penggunaan samping lebih umum, dimana kain ini sanggup dipakai dalam busana sehari-hari.

Pada tempat tertentu, penggunaan samping dengan motif dan corak tertentu juga sanggup memilih strata sosialnya dalam masyarakat sosial, contohnya warna hijau pada samping menawarkan bahwa sang pemakai yakni seorang Datuk. Berbeda dengan warna kuning yang ibarat diketahui bersama kerap kali dipakai sebagai penanda bahwa sang pemakai yakni seorang sultan atau raja.

Tata Cara Pemakaian Samping Wanita

Sebagai bab yang dianggap penting dalam busana melayu, pemakaian samping juga harus diperhatikan. Pemakaian ini dibedakan menurut gender dan juga status komitmen nikah yang pemakai. Misalnya untuk wanita, mereka yang masih perawan harus menggunakan samping di bab depan. Hal ini ibarat penanda bahwa kain tersebut akan melindungi bab vital yang dimiliki wanita. Untuk mereka yang sudah masih mempunyai suami, pemakaian samping berbeda yaitu bab muka di bab belakang. Pengecualian bagi mereka yang menjadi istri seorang tokoh masyarakat alasannya yakni bab muka kain samping harus diletakkan di bab kanan. Untuk mereka yang sudah janda, bab muka akan menghadap bab kiri. Dengan melihat cara seseorang menggunakan samping, kita jadi sanggup mengetahui statusnya, dimana hal ini berlaku juga bagi para pria.

Tata Cara Pemakaian Samping Pria

Untuk laki-laki yang masih cowok atau masih anak-anak, pemakaiannya harus diatas lutut dengan jarak sekitar 2 jari. Untuk mereka yang masih mempunyai istri, hendaknya menggunakan kain samping hingga batas tempurung pada lutut. Terkecuali bagi mereka yang mempunyai kedudukan khusus dalam masyarakat, contohnya pemimpin moral dimana panjang samping hendaknya hingga di bawah lutut. Di beberapa tempat lain ada penambahan dalam tata cara pemakaian samping ini. Dimana pemakaiannya mengacu ibarat pada tata cara pemakaian untuk perempuan (di bab belakang, di samping kanan atau kiri). Pada beberapa kasus, ada laki-laki yang sudah mempunyai istri tapi menggunakan samping di atas lutut, layaknya seorang bujangan. Hal ini kabarnya sanggup diartikan bahwa laki-laki ini berencana untuk mencari istri lagi. 

Pintar Pelajaran Iket

Perpustakaan Cyber (15/3/2015) - Penutup kepala menjadi sebuah hal yang penting terutama untuk masyarakat tradisional. Iket yang banyak dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya Sunda juga menawarkan hal ini. Selain sebagai epilog kepala, ternyata iket atau yang sering juga dikenal sebagai totopong ini dahulu mempunyai banyak fungsi dan manfaat bagi penggunanya. Iket memang bukan satu-satunya epilog kepala yang banyak dipakai masyarakat Sunda, tetapi iket yakni satu elemen penting yang bisa menawarkan kekayaan budaya suku Sunda kepada masyarakat umum dan masih sering dipakai dalam upacara adat. 

Fungsi Pemakaian Iket

Sebagai bab dari busana tradisional masyarakat, iket Sunda ini pemakaiannya bisa menawarkan status sosial seseorang dalam kehidupannya. Iket begitu dikenal sebagai sebuah kekayaan budaya alasannya mempunyai nilai yang cukup tinggi jikalau dibandingkan dengan pelindung kepala yang lain. Selain pembuatannya membutuhkan keterampilan dan ketekunan yang cukup tinggi, juga alasannya sisi estetika yang cukup indah yang dipancarkan dari penggunaan iket ini sendiri.

Sebagai pelindung salah satu bab badan yang paling vital yaitu kepala, bentuk iket yang dibentuk menyerupai simpul ternyata mempunyai makna tersendiri. Simpul sering diidentikkan dengan perilaku silaturahmi. Untuk itu penggunaan iket jikalau dilihat dari budaya setempat sering diibaratkan sebagai sebuah cara melindungi berkat dan derma Yang Kuasa yaitu kemampuan untuk berpikir dan berkarya. 


Perubahan Fungsi Iket

Seiring perkembangan jaman, memang kadang budaya yang ada di masyarakat tradisional ikut berubah. Hal ini terjadi juga pada penggunaan dan fungsi Iket bagi masyarakat Sunda. Pada jaman dahulu, penggunaan iket lebih banyak dipakai sebagai pelindung kepala sekaligus sebagai sebuah media yang dipercaya bisa melindungi diri dari roh-roh jahat. Iket juga dipakai masyarakat dahulu untuk membawa barang, alasannya memang pada jaman itu fungsi iket ini menciptakan pekerjaan yang dilakukan lebih praktis. Iket juga mempunyai fungsi lain sebagai suatu simbol yang menawarkan status sosial diantara masyarakat luas. Dan yang terakhir, fungsi iket sebagai salah satu bentuk untuk menghormati seseorang dengan kedudukan dan strata sosial yang lebih tinggi, baik dalam pemerintahan atau dalam keagamaan. 

Saat ini dengan berubahnya kebiasaan masyarakat, fungsi penggunaan iket pun ikut berubah. Fungsi iket terkesan lebih simple, yang pertama yaitu sebagai penanda bahwa seseorang yang menggunakan epilog kepala tersebut yakni seorang Sunda. Penggunaannya pun tak lagi banyak di daerah umum, tapi hanya pada ketika program budbahasa tertentu dan juga sebagai sebuah embel-embel ketika seseorang hendak melaksanakan pertunjukan tari etnis Sunda dengan pakaian adat.  

Filosofi Bentuk Iket

Iket yang berasal dari sebuah kalimat dengan makna satu ikatan menawarkan dalam kehidupan ini seharusnya ada suatu kesatuan. Hal inilah yang dijunjung tinggi masyarakat setempat dengan pemakaian iket ini. Dalam menghadapi masalah atau dalam menghadapi hidup ini haruslah bersama dan tidak lepas dari jati diri kebudayaan yang dimiliki.

Bujur kandang pada kain pembentuk iket ternyata mencerminkan budaya yang cukup tinggi dari masyarakat Sunda. 4 sudutnya mewakili masing-masing hati, ucapan, raga dan sikap. 4 hal ini yakni hal-hal yang perlu dijaga dalam kehidupan kita sehari-hari dan bisa memilih kemana arah kehidupan kita nantinya. Pada iket, kain ini lalu dilipat menjadi segitiga sama kaki dengan 3 sudut. Sudut-sudut ini juga ternyata mempunyai makna yaitu pemimpin agama, pemimpin wilayah dan juga pemimpin rakyat. Dari sini bisa ditunjukkan bahwa ketika pemimpin inilah yang seharusnya dipatuhi dan dijadikan pemikiran dalam kehidupan. 

Pintar Pelajaran Kebaya

Perpustakaan Cyber (17/3/2015) - Kebaya ialah sebuah busana tradisional bangsa Indonesia dengan materi yang tipis dan mempunyai variasi model dan motif yang cukup beragam. Penggunaan kebaya ini pada jaman modern memang cukup gampang ditemukan, mengingat kebaya dapat dipadupadankan dengan ragam busana lain menyerupai kain batik, sarung dan materi rajutan tradisional. Kebaya sering digunakan dalam program ijab kabul dengan unsur sopan santun yang berpengaruh dan juga menjadi pilihan dalam aneka macam lembaga resmi, baik untuk masyarakat umum maupun tingkat pemerintah.

Sejarah Kebaya

Berbagai versi muncul mengenai asal mula munculnya kebaya ini sebagai baju tradisional yang hingga ketika ini banyak digemari. Salah satunya ialah yang bekerjasama dengan tiga bangsa absurd yaitu Arab, Portugis dan Tiongkok. Hal ini menyerupai diutarakan dalam buku Chic ini Kebaya dimana berdasarkan salah satu sejarawan yang melaksanakan studi ihwal busana ini mengemukakan bahwa asal kata kebaya ialah sebuah kata dalam bahasa arab yaitu  “kaba” yang bermakna pakaian. Hal ini tentu tak lepas dari dongeng jaman kerajaan di Indonesia, dimana ketika itu banyak pedagang masuk dari 3 negara yang telah disebutkan diatas. Selain untuk berdagang, bangsa-bangsa ini kabarnya juga mempengaruhi cara berpakaian dan mempengaruhi busana yang digunakan masyarakat tradisional pada jaman itu.  


Kebaya yang digunakan oleh masyarakat secara luas berkembang hingga hingga awal kedatangan bangsa Belanda. Pada jaman Belanda inilah, kebaya yang mulanya hanya digunakan oleh penduduk Jawa berkembang jadi busana untuk segala strata sosial yang ada, bahkan hingga kepada wanita-wanita absurd asal Belanda yang tiba ke Indonesia. 

Kebaya Sebagai Simbol Perlawanan

Pada masa perjuangan, kebaya banyak digunakan oleh tokoh-tokoh penting perjuangan, contohnya ialah RA Kartini. Dalam setiap foto yang ketika ini dapat kita temui, acap kali dia memang terlihat menggunakan kebaya dalam aktivitasnya. Sebagai seorang pejuang yang dikenal sebab perjuangannya memperjuangkan kesetaraan bagi kaum perempuan di negeri ini, perjuangannya tentu layak diapresiasi lebih. Dan hal inilah yang mempengaruhi dipilihnya busana ini sebagai kostum nasional oleh Presiden Soekarno pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Kebaya tak hanya memancarkan budaya orisinil Indonesia yang sudah lekat dari jaman dahulu, tapi juga menjadi simbol perlawanan yang tidak hanya dilakukan oleh kaum laki-laki tapi juga wanita. Kebaya yang juga dikenal dengan baik oleh publik internasional juga merupakan sebuah Hal inilah juga yang mengilhami setiap peringatan hari Kartini, kaum perempuan sering menggunakan busana kebaya sebagai wujud apresiasi kebaya usaha Kartini.
Perkembangan Kebaya Modern

Disaat banyak busana tradisional ditinggalkan sebab kurang sesuai dengan tuntutan jaman dan perkembangan mode ketika ini, kebaya justru tetap jadi pilihan hingga ketika ini. Kebaya jadi salah satu pilihan yang tetap menawarkan budaya Indonesia dengan nilai estetis yang tinggi. Bahkan, banyak ditemui penggunaan kebaya ini pada kontes kecantikan menyerupai Miss World dan Miss Universe, yang tentunya jadi ajang promosi terhadap kebudayaan local. Hal ini tentu tak lepas dari tugas pada perancang busana yang mengemas kebaya dengan model-model terbaru yang terlihat lebih gres tanpa kehilangan ciri khasnya sebagai budaya tradisional Indonesia. Terlepas dari itu, di Indonesia sendiri kebaya pun jadi salah satu pakaian tradisional yang cukup gampang ditemukan digunakan dalam kegiatan sehari-hari (terutama oleh mereka yang sudah berusia tua) selain penggunaannya dalam acara-acara resmi dan ijab kabul adat.

Pintar Pelajaran Blangkon

Perpustakaan Cyber (18/3/2015) - Blangkon yaitu sebuah potongan yang tak terpisahkan dari pakaian moral Jawa. Penutup kepala yang dikhususkan untuk laki-laki ini juga sering disebut sebagai bentuk sederhana dari iket yang pada jaman dahulu memang lebih banyak digunakan. Dewasa ini penggunaan Blangkon memang terbatas pada kalangan tertentu, atau hanya pada program tertentu saja (misal upacara moral dan pernikahan). Blangkon dengan motif batiknya memang telah dikenal bahkan secara internasional dimana setiap orang yang menggunakan Blangkon menyerupai mencicipi imbas menjadi lebih bersahabat dengan kekayaan budaya Jawa. 

Pemakaian Blangkon

Meskipun lekat dan banyak diidentikkan dengan budaya Jawa, gotong royong penggunaan Blangkon ini tidak hanya di tempat sekitar Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penggunaan epilog kepala yang mempunyai bentuk hampir serupa dapat ditemui di banyak daerah. Meskipun mempunyai nama dan sejarah yang berbeda, tapi intinya banyak sekali macam epilog kepala ini merupakan sebuah kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Seperti dapat ditemukan juga pada suku Sunda dan juga Bali, mereka mempunyai epilog kepala yang menjadi ciri khas tempat masing-masing.


Memahami Bentuk Blangkon

Bentuk Blangkon yang mempunyai tonjolan (pada masyarakat Jawa sering dikenal dengan sebutan mondholan) ternyata erat hubungannya dengan kebiasaan masyarakat Jawa pada jaman dahulu. Mondholan ini mengacu pada potongan rambut panjang yang dahulu banyak dimiliki masyarakat. Rambut panjang ini lalu diikat secara berpengaruh semoga terlihat lebih rapi terutama saat akan bepergian atau menghadiri program adat. Rambut yang diikat tadi tentunya akan menyerupai tersembul di potongan belakang kepala, dan inilah yang lalu ditandakan dengan adanya mondholan pada Blangkon tersebut. Seiring berkembangnya budaya pada suku Jawa, rambut panjang tentunya sudah mulai ditinggalkan, oleh sebab itu pada masa ini mondholan yang ada di Blangkon merupakan hasil jahitan dan bukan dari ikatan rambut yang menyembul. 

Meskipun sebetulnya ada banyak macam Blangkon, tapi ada 2 macam yang lebih lebih banyak didominasi dan banyak dikenal di masyarakat yaitu Blangkon yang berasal dari Surakarta dan dari Yogyakarta. Memang intinya corak dan bentuk kedua macam Blangkon ini terlihat serupa, hanya saja perbedaan paling terlihat ada pada potongan mondholan. Jika pada Blangkon Yogyakarta mondholan terlihat lebih bulat, pada Blangkon Surakarta mondholan yang ada terlihat lebih tipis dan pipih. 

Bentuk Blangkon dilihat dari Kebiasaan Masyarakat Jawa

Masyarakat Jawa sering dikenal dengan budayanya yang suka basa-basi. Hal ini memang telah menjadi kebiasaan yang terjadi secara turun temurun. Masyarakat ini sering menolak secara halus penawaran yang diberikan orang lain, padahal dalam hati ada kemungkinan gotong royong mau. Penolakan dilakukan sebab kalau pribadi mengiyakan proposal orang lain (misal untuk makan) akan terlihat rakus dan tidak sopan. Ternyata bentuk Blangkon ikut mencerminkan hal ini. Mondholan atau juga tonjolan yang ada di belakang kepala sering diasosiasikan dengan apa yang gotong royong ada di pikiran. Makara kalau dilihat dari bentuk Blangkon ini, sifat seseorang ini akan terlihat rapi dan elok dari depan, tapi ternyata di belakang ada tonjolan (maksud lain). Tentu maksud lain yang dibahas ini tidak dapat serta merta dianggap sebagai sesuatu yang negatif, sebab maksud lain tersebut dapat juga bertujuan sesuatu yang baik. 

Asal Mula Blangkon

Untuk asal mula Blangkon sendiri, gotong royong tidak ada isu yang niscaya mengenai hal ini. Yang niscaya diketahui yaitu Blangkon sudah ada saat masa awal jaman kerajaan Hindu dan Islam di Indonesia. Satu teori perihal asal mula Blangkon memang dikaitkan dengan hal ini. Pada jaman itu banyak pedagang Gujarat yang masuk ke negeri ini dan kebanyakan dari mereka menggunakan epilog kepala yang hampir serupa dengan Blangkon. Dan hal inilah yang nantinya mempengaruhi penggunaan Blangkon sebagai epilog kepala khas masyarakat Jawa. 

Pintar Pelajaran Tari Saman

Perpustakaan Cyber (20/3/2015) - Tari Saman dikenal sebagai tari yang bernafaskan Islam. Tarian ini berasal dari Aceh, salah satu provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia. Yang khas dari tari ini yakni gerakan penarinya yang duduk dan dengan gerakan tangan dan kepala yang semakin cepat. Gerakan ini juga diiringi oleh musik gendang yang dimainkan oleh “abang”. Berikut ini fakta wacana tari saman lainnya yang akan menciptakan Anda tertarik untuk menjadikannya sebagai penelitian.

1.     Asal Mula

Tari ini berjulukan “Saman” alasannya diambil dari nama penciptanya, yaitu Syeikh Saman. Syeikh Saman yaitu ulama di Aceh. Tak heran kalau lagu dan syair dalam tari Saman memakai kombinasi bahasa Aceh dan Arab. Syair-syairnya juga berisi pesan dakwah alasannya tari saman memang dipakai sebagai media dakwah. Pesan dalam tari saman lainnya yakni sebagai sindiran dan sanggup juga berisi pantun percintaan dan pantun nasehat.

Di samping itu, tari saman juga diduga sebagai tarian dari Melayu kuno. Hal ini dikarenakan gerakan khasnya yakni tepuk tangan dan tepuk dada, sesuatu yang biasa ditemukan dalam tarian Melayu kuno. Oleh Syeikh Saman tarian ini dikembangkan menjadi media dakwah dan syair-syairnya pun digubah sesuai dengan pemikiran Islam. Hingga sekarang, tarian ini pun masih dipakai sebagai media dakwah. 


2.     Mempunyai Banyak Nama

Karena keunikannya tari saman ini memiliki banyak nama. Dengan gerakan tangan khas yang cepat dan dilakukan oleh banyak orang, tak heran kalau tari saman ini disebut sebagai tari seribu tangan. Sedangkan tiap tempat juga memiliki nama masing-masing. Misalnya di Aceh Tenggara tarian ini disebut sebagai tari Saman Gayo. Di Aceh Barat, tarian ini dikenal dengan nama Saman Aceh Barat. Di Aceh Timur tarian ini dikenal sebagai Saman Lokop. 

3.     Penari

Jaman dulu, tari Saman ini memang ditarikan oleh para laki-laki. Fakta wacana tari saman ini memang benar. Hal ini dikarenakan tarian ini merupakan tarian yang cukup kasar. Banyak gerakan pada tarian ini yang membutuhkan kekuatan pada tepukan tangan, kepala, kekompakan, dan terutama kecepatan. Hampir-hampir tak ada gerakan gemulai menyerupai yang biasa ditarikan oleh para wanita. Tetapi ketika ini sudah banyak penari tari saman yang merupakan wanita. 

Jumlah penari juga berbeda-beda tiap daerahnya. Dulu, jumlah penari tari saman haruslah ganjil. Tapi kini ini penari tari saman sanggup terdiri dari 10 orang dengan 2 orang sebagai pemberi instruksi dan bernyanyi, dan 8 orang lainnya sebagai penari. Di jaman modern ini juga berkembang pendapat bahwa semakin banyak yang menari, maka tarian saman akan menjadi semakin menarik alasannya hal ini termasuk hal yang menantang. 

4.     Masuk dalam Daftar UNESCO

Indonesia memang membanggakan alasannya memiliki banyak kesenian yang masuk ke dalam daftar UNESCO. Salah satunya yakni tari saman itu sendiri. Tari saman ini pada 24 November 2011 kemudian ditetapkan dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia. 

5.     Dilarang oleh Belanda

Fakta wacana tari Saman yang ini memang cukup mengejutkan. Ketika jaman penjajahan Belanda, tari Saman sempat dihentikan alasannya dianggap memiliki unsur magis tertentu yang menyesatkan. Tetapi rakyat Aceh tidak menghiraukan larangan ini. Hingga kini, tari saman masih dipertunjukkan untuk memperingati hari-hari besar contohnya hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Untuk menyambut tamu dari negara lain atau program lain contohnya pameran pun juga dipertunjukkan tarian ini. Tari Saman juga sering dipertunjukkan di luar negeri alasannya keunikannya.

Pintar Pelajaran Angklung

Perpustakaan Cyber (21/3/2015) - Setiap orang Indonesia pastilah tahu apa itu angklung. Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Sunda (Jawa Barat). Seperti kebanyakan musik tradisional lainnya, alat musik ini termasuk yang memakai nada pentatonis yakni laras salendro dan pelog. Tetapi ketika ini angklung juga sudah ada yang memakai nada diatonis. Angklung terbuat dari bambu yang disusun sedemikian rupa dan berderet rapi dan akan berbunyi kalau digoyangkan. Hampir menyerupai mirip organ yang diikat bersama-sama, tetapi untuk memainkannya tentu saja tidak dengan ditekan layaknya organ, cukup digoyangkan saja.

Berikut ini fakta angklung yang perlu Anda baca. Dengan membacanya mungkin Anda akan tertarik untuk berguru angklung. Sebenarnya hal ini merupakan hal baik alasannya ialah selain membantu melestarikan kebudayaan daerah, Anda juga sanggup merilekskan diri Anda dengan mendengarkan bunyi angklung yang indah.  


1. Terdaftar di UNESCO

Sejak November 2010 lalu, angklung sudah terdaftar di UNESCO. Angklung masuk dalam kategori Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia. Dalam list ini juga terdapat wayang dan keris Indonesia.

2. Sudah Ada Sejak Zaman Neolitikum

Diduga angklung merupakan perkembangan dari hasil kebudayaan pada jaman Neolitikum dulu. Hal ini berarti bahwa angklung sanggup disebut sebagai bab dari relik jaman dulu, yakni jaman pra-Hinduisme.

3. Digunakan untuk Memikat Dewi Sri

Fakta angklung yang satu ini memang banyak diketahui masyarakat. Diperkirakan angklung diciptakan sebagai bab dari ritual untuk memulai tanam padi. Hal ini sangat bekerjasama bersahabat dengan masyarakat Sunda itu sendiri, terutama masyarakat Baduy yang merupakan masyarakat agraris sehingga juga memiliki kepercayaan pada Dewi Sri atau Dewi Padi. Contohnya saja permainan angklung di kawasan Bogor yang sudah ada semenjak hampir 400 tahun lalu. Angklung sengaja dimainkan semoga Dewi Sri turun ke bumi. Hal ini dipercaya sanggup menciptakan padi menjadi tumbuh subur. 

Awalnya pada jaman dulu memang diciptakan lagu-lagu yang dipersembahkan kepada Dewi Sri. Lagu-lagu itu dinyanyikan dengan diiringi bunyi-bunyian batang bambu sederhana. Lama kelamaan, alat musik ini kemudian berubah menjadi angklung.

Saat ini masih ada kawasan di Jawa Barat yang mempersembahkan pertunjukkan angklung sebagai ritual padi. Pertunjukkan angklung ini berubah menjadi kesenian dan menjadi iring-iringan ritual lainnya contohnya ritual usung pangan dll. Anda sanggup mengakibatkan hal ini sebagai penelitian.

4. Sempat Dilarang oleh Belanda

Angklung dimainkan untuk menggugah semangat rakyat ketika bertempur. Hal ini teruatam pada jaman kerajaan Sunda jaman dulu. Tak heran pada jaman penjajahan Belanda, Belanda sendiri sempat melarang permainan angklung ini. Hal ini menciptakan angklung hanya dimainkan oleh belum dewasa dan popularitasnya pun menurun. 

5. Seniman Angklung Legendaris

Fakta angklung memang tidak ada habisnya. Salah satu seniman angklung yang cukup melegenda yakni Udjo Ngalagena. Beliau meninggal pada tahun 2001 kemudian di usia 72 tahun. Semasa hidupnya, ia sudah mempelajari banyak sekali lagu untuk angklung dan sering tampil di luar negeri. Beliau juga mendirikan tempat berguru angklung yang diberi nama sebagai Saung Angklung Udjo (SAU). Tempat ini kini tidak hanya merupakan tempat berguru angklung saja, melainkan juga merupakan tempat pertunjukkan serta sentra kerajinan tangan dari bamboo. Salah satu pertunjukkan yang sering dinanti-nanti baik dari wisatawan mancanegara atau masyarakat Indonesia sendiri yakni angklung orchestra. Tahun 2000 lalu, Saung Angklung Udjo pernah berkolaborasi dengan Sherina yang ketika itu masih menjadi artis cilik.

Pintar Pelajaran Wayang Golek

Perpustakaan Cyber (22/3/2015) - Indonesia yakni negara dengan beraneka ragam budaya. Salah satunya yakni wayang. Ada banyak jenis wayang di Indonesia menurut daerahnya, contohnya saja wayang kulit, wayang suket, wayang beber, dan juga wayang golek. Saat ini, pentas-pentas wayang tidak hanya mengikuti pakem tertentu saja tapi ada juga yang divariasi untuk menarik para penonton. Karena itulah sanggup saja ada pentas wayang yang menggabungkan aneka macam jenis wayang dari aneka macam daerah. Hal ini akan sangat menarik untuk dijadikan sebagai penelitian variasi apa saja yang terdapat dalam sebuah pentas wayang, contohnya dari ceritanya atau sanggup juga dari musiknya dan dhagelan atau komedinya.

Salah satu wayang yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dan sering tampil di televisi pada beberapa tahun kemudian yakni wayang golek. Wayang ini merupakan jenis wayang yang berasal dari Pasundan, Jawa Barat. Berikut ini beberapa fakta wayang golek yang harus Anda ketahui sehingga sanggup dipakai sebagai materi penulisan jurnal.


1. Wayang Golek Ada 2 Jenis

Sebenarnya mungkin lebih sempurna disebut bahwa wayang golek memiliki 2 genre. Yakni wayang golek purwa yang biasa dipentaskan di tempat Pasundan, dan satunya lagi yaitu wayang golek cepakyang berkembang di Cirebon. Apakah perbedaannya? 

Wayang golek purwa yakni wayang yang masih dipentaskan memakai pakem wayang yakni Ramayana dan Mahabharata. Selain itu, wayang purwa juga dipentaskan dalam beberapa babak pertunjukkan. Sedangkan wayang golek cepak lebih bervariasi dalam pementasannya sehingga seringkali disebut sebagai sempalan wayang golek purwa. 

2. Muncul Sesudah Wayang Kulit

Menurut beberapa babad, wayang golek muncul dikarenakan wayang kulit. Dulu, pentas wayang kulit pada siang hari yakni hal yang tidak biasa. Hal ini dikarenakan dulu wayang kulit hanya boleh dipentaskan pada malam hari memakai blencong (lampu yang biasa dipakai ketika pentas wayang kulit). Blencong berfungsi untuk memantulkan bayangan alasannya dulu wayang dinikmati dari balik kelir (layar putih). Karena pertunjukan wayang juga ingin dipentaskan pada siang hari, maka dibuatlah wayang berwujud tiga dimensi, yakni golek (boneka). Dengan begini, pentas wayang pun sanggup dinikmati pada siang hari.

Diperkirakan bahwa wayang golek sudah ada sekitar 1500 tahun sebelum masehi, atau sekitar masa dinamisme dan animisme. Wayang bukanlah hasil budaya negara lain yang disesuaikan di Indonesia, meskipun ceritanya sendiri seringkali memakai epos dari India yaitu Ramayana dan Mahabharata. Hal inilah seringkali yang menjadi fakta wayang golek yang mengejutkan. 

3. Awalnya Merupakan Bagian dari Ritual

Memang dulu wayang golek merupakan serpihan dari ritual mengingat wayang hadir pada jaman animisme dan dinamisme. Wayang golek memang dipakai sebagai media untuk berinteraksi dengan arwah para leluhur. Untuk meminta derma leluhur, orang jaman dulu mengundang arwah leluhur dengan memakai media berbentuk boneka dari batang padi yang dinamakan unduk. Yang memanggil arwah leluhur biasa disebut sebagai dukun. Tak heran disebut sebagai “wayang” yakni “wa” yang berarti wadah dan “hyang” yang berarti dewa. 

Tetapi seiring dengan hadirnya agama Islam di Indonesia, wayang golek pun dipakai sebagai media berdakwah. Bentuk wayang golek yang orisinil pun diubah sedemikian rupa sehingga tidak terlalu ibarat insan alasannya hal itu yakni hal yang dihentikan dalam Islam. Yang memperkenalkan wayang golek gres ini yakni Sunan Kudus. 

Saat ini, wayang golek juga dipakai sebagai pertunjukan pada program contohnya pernikahan, khitanan, dll. Itulah beberapa fakta wayang golek yang harus Anda ketahui dan mungkin sanggup Anda kembangkan lagi sebagai materi penelitian.

Pintar Pelajaran Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Dunia Yang Diakui Unesco

Perpustakaan Cyber (24/3/2015) - Wayang kulit atau wayang purwa telah berhasil ditetapkan sebagai warisan dunia pada 7 November 2003 oleh UNESCO.  Dengan pengukuhan ini berarti merupakan pengukuhan dunia atas mahakarya seni pertunjukan yang luar biasa. Masyarakat dunia telah mengakui bahkan banyak orang asing yang berguru dan membuatkan seni budaya asal tanah Jawa ini. Sayangnya perlakuan berbeda di tanah air, alasannya yaitu peminat dan pelaku kesenian ini semakin langka ditemukan. Minat generasi muda pada kesenian wayang kulit terbilang kecil. Sebelum benar-benar punah, bermacam-macam fakta unik berikut ini berkaitan dengan wayang kulit agar sanggup membangkitkan kecintaan pada seni budaya luhur dari nenek moyang.
  1. Keberadaan dalang sangat wajib dalam pertunjukan wayang. Karena dalang ini yang akan memainkan banyak sekali aksara wayang dalam kisah tertentu dengan keahlian khusus. Sehingga dalang sering mendapat julukan sebagai insan ajaib. Karena sanggup memainkan banyak aksara dan sifat wayang dalam satu waktu.
  2. Tokoh sakti mandraguna kerap ditampilkan dalam pertunjukan wayang. Sehingga menciptakan kisah wayang sangat menarik. Diantara toko sakti tersebut, menyerupai Bagawan Bagaspati yang tidak sanggup mengalami final hidup alasannya yaitu mempunyai kesaktian berupa Ajian Chandrabirawa. Antasena juga dikenal sangat sakti alasannya yaitu sanggup masuk ke dalam tanah, menyelam ke dalam air dan sanggup terbang menyerupai burung. Antasena juga mempunyai pusaka sakti yang dikenal dengan Cupu Madusena. Kesaktian pusaka ini yaitu sanggup menciptakan Pandawa yang telah meninggal dunia di dalam penjara bawah maritim sanggup hidup kembali. Antareja juga dikenal mempunyai kesaktian berupa Ajian Upas yang terdapat pada lidahnya. Siapa saja yang dijilat bekas telapak kakinya ia akan mengalami kematian. Cincin Mustikbumi juga melengkapi kesaktian Antareja. Kehebatan cincin ini yaitu sanggup menghidupkan orang yang telah meninggal dunia. Antareja juga mempunyai kesaktian berupa sanggup berjalan hingga menembus bumi.
  3. Beragam pusaka sakti memeriahkan kisah dalam pagelaran wayang. Banyak aksara wayang digambarkan mempunyai pusaka atau senjata sakti yang sanggup dimanfaatkan dalam kondisi darurat. Pusaka sakti itu diantaranya kuku pancanaka yang menjadi senjata andalan Bimasena. Kuku tajam, berpengaruh dan panjang ini berada di belahan jempol tangan. Kuku sakti ini pernah digunakan Bimasena untuk melawan Dursasana dan membabat hutan. Adipati Karna mempunyai pusaka sakti berjulukan Tombak Konta. Pusaka ini populer sangat sakti sayangnya hanya sanggup berfungsi sekali saja. Sebenarnya senjata ini akan digunakan untuk mengalahkan Arjuna, sayangnya alasannya yaitu sudah terpaksa pusaka ini digunakan untuk melawan Gatotkaca. Indrajit mempunyai pusaka sakti berupa Panah Nagapasa. Jika anak panah ini diluncurkan maka ribuan ular berbisa akan keluar. Laksmana dan Rama pernah mencicipi kehebatan panah ini. Arjuna juga mempunyai pusaka berupa Panah Pasopati. Tak menyerupai anak panah lainnya, pusaka ini mempunyai bentuk bulan sabit pada ujungnya. Dalam perang Bharatayudha, panah sakti ini pernah digunakan oleh Arjuna.
  4. Menampilkan insan setengah hewan. Dalam kisah wayang banyak menyuguhkan kisah manusia, yang kuasa dan dewi, raksasa dan bermacam-macam makhluk gaib. Cerita juga makin seru dengan kehadiran tokoh makhluk gaib. Salah satu yang populer yaitu aksara Lembusura. Sesuai namanya raksasa ini mempunyai badan insan namun mempunyai kepada sapi atau lembu. Dia menghuni Gowa Kiskenda dan berperan penting sebagai patih dari Prabu Maesasura. Prabu ini merupakan raja yang mempunyai kepala kerbau. Tokoh lain yang tidak kalah seru yaitu Diradasura yang mempunyai kepala gajah.