Showing posts with label SMK. Show all posts
Showing posts with label SMK. Show all posts

Thursday, March 26, 2020

Jenis Jenis Lampu Panggung Teater

Salah satu alat yang dibutuhkan dalam tata cahaya ialah lampu. Lampu dalam teater tidak mengacu pada kata lamp tetapi lantern. Kata lamp diartikan sebagai bohlam dan lantern sebagai lampu dan seluruh perlengkapan termasuk bohlam. Istilah lantern dipakai sebagai pembeda antara lampu panggung dengan lampu penerangan rumah.

Setiap jenis lamp u mempunyai aksara cahanya-nya sendiri. Bentuk lingkaran cahaya yang dihasilkan berbeda-beda dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan artistik yang berbeda. Untuk mendukung keperluan artistik penataan cahaya dibutuhkan asesoris lampu diperlukan. Aesoris lampu terkait dengan pewarnaan, pembentukan, penajaman, dan area pencahayaan.

Lampu panggung mempunyai banyak jenis lampu. Akan tetapi, secara fundamental dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu flood dan spot. Flood mempunyai cahaya dengan sinar menyebar sedangkan spot mempunyai sinar menyorot terarah dan membentuk titik atau bulatan cahaya. 

Fungsi dari lampu panggung di antaranya ialah menghadirkan cahaya, memberi dimensi, menyinari objek tertentu, menawarkan citra situasi lakon, dan mendukung gaya pementasan. Tata lampu panggung ditentukan jenis dan ukuran, diubahsuaikan tata letak, dan diarahkan penyinarannya untuk mencukupi kebutuhan artistik sebuah pementasan teater. Di bawah ialah jenis-jenis lampu yang dipakai dalam panggung teater.

1. Floodlight
Flood  light ialah lampu yang mempunyai kekuatan yang besar tanpa lensa. Bohlam dan reflektor diletakkan dalam sebuah kotak yang sanggup diarahkan ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah untuk mengatur jatuhnya cahaya. Sinar cahaya yang dihasilkan menyebar membuat besaran area yang disinari tergantung dari jarak lampu terhadap objek.

Beberapa kelemahan lampu floodlight diantaranya ialah alasannya ialah sifatnya yang mengandalkan jarak membuat sinar cahaya mengabur pada objek yang jauh. Luas area penyinaran lampu flood sangat tergantung pada besar watt dan reflektor yang digunakan. Lampu flood efektif untuk menyinari backdrop atau objek dengan jarak dekat. Lampu flood yang memakai watt besar dan dikhususkan untuk menyinari backdrop disebut cyc-light.
 Salah satu alat yang dibutuhkan dalam tata cahaya ialah lampu Jenis Jenis Lampu Panggung Teater
Beberapa lampu flood yang dirangkai dalam satu kotak dan digantung di atas panggung disebut dengan batten atau striplight (lampu strip). Fungsi lampu strip ialah untuk menyinari backdrop dari atas. Tetapi jikalau rangkaian lampu diletakkan di panggung depan bawah bertujuan untuk menyinari bintang film dari bawah dinamakan footlight (lampu kaki). Jika rangkaian lampu strip diletakkan di bawah tetapi tidak di bab depan panggung dengan tujuan untuk menyinari backdrop atau objek tertentu dari bawah disebut groundrow.

2. Beamlight
Lampu beam ialah lampu yang mempunyai reflektor tapi tidak memakai lensa. Cahaya yang dihasilkan tidak melebar (sempit). Lampu beam dipakai mirip lampu PAR. Lampu ini mempunyai kemampuann mengubah ukuran cahaya, sehingga sering difungsikan sebagai lampu follow spot. Lampu beam bisa dipasangi filter warna.
 Salah satu alat yang dibutuhkan dalam tata cahaya ialah lampu Jenis Jenis Lampu Panggung Teater
3. Scoop
Lampu scoop ialah lampu flood yang memakai reflektor ellipsoidal. Sinar cahaya yang dihasilkan memancar secara merata dengan lembut. Lampu scoop secara umum, scoop sanggup memakai bohlam pijar dan tungstenhalogen.

Lampu scoop sangat efisien untuk menerangi areal terbatas dan sangat ideal untuk memadukan warna cahaya. Selain dipakai untuk panggung teater dan teater boneka, scoop juga dipakai dalam studio televisi, studio fotografi, dan gedung yang membutuhkan penerangan khusus mirip museum.

4. Fresnel
Fresnel merupakan lampu spot yang memakai reflektor spherical dan lensa fresnel. Pada bab tengah lingkaran cahaya yang dihasilkan lebih terang dan meredup ke arah garis tepi cahaya. Pengaturan ukuran sinar cahaya dilakukan dengan menggerakkan bohlam dan reflektor mendekati lensa.

Kekurangan dari lampu fresnel ialah intensitas cahaya tertinggi ada pada sentra lingkaran cahaya sehingga jikalau seorang bintang film bangun agak jauk dari sentra lingkaran cahaya, maka ia kurang menerima cukup cahaya. Karena sifat cahayanya yang sedikit menyebar, maka jikalau jarak lampu terlalu jauh dari objek sebaran cahayanya akan menerobos ke objek lain.
 Salah satu alat yang dibutuhkan dalam tata cahaya ialah lampu Jenis Jenis Lampu Panggung Teater
5. Profil
Lampu profil ialah lampu spot yang memakai lensa planno convex sehingga lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan mempunyai garis tepi yang tegas. Jika lampu profil dalam keadaan fokus maka batas lingkaran cahaya akan terperinci terlihat dan jikalau tidak fokus batas lingkaran cahayanya akan mengabur.

Selain bentuk sinar cahaya yang melingkar lampu profil sanggup membentuk cahaya secara fleksibel dengan dukungan shutter. Shutter atau epilog cahaya ini terpasang di empat sisi (atas, bawah, kanan, dan kiri).

Di Amerika lampu profil disebut ERS (Ellipsoidal Relfector Spotlight) atau lampu spot yang memakai reflektor ellipsoidal, juga disebut lekolite atau leko (di Indonesia sering disebut lampu
elips atau profil. Lampu profil mempunyai tiga jenis lampu yaitu standard, bifocal, dan zoom.
  • Lampu standar memakai satu lensa. Pengaturan fokusnya dengan mendekatkan lensa ke bohlam.
  • Lampu bifocal ialah lampu profil standar yang dilengkapi dengan shutter komplemen yang diletakkan di luar fokus sehingga lampu sanggup menghasilkan lingkaran cahaya yang tegas dan lembut sekaligus.
  • Lampu zoom ialah lampu profil dengan memakai dua lensa planno convex yang dipasang secara berhadap-hadapan. Lensa yang pertama mengatur fokus (seperti pada lampu profil standar) dan lensa kedua mengatur ukuran lingkar sinar cahaya.

6. Pebble Convex
Struktur lampu pebble convex sama dengan fresnel, perbedaannya terletak pada penggunaan ialah digunakannya lensa pebble convex. Pada mulanya, terdapat pula lampu semacam ini dengan memakai lensa planno convex dan disebut dengan lampu PC. Garis sinar cahaya yang dihasilkan berada di antara fresnel yang berkarakter lembut dan profile yang berkarakter tegas. Lampu ini sangat bermanfaat dikala garis sinar cahaya yang tegas tidak dibutuhkan sementara garis sinar cahaya yang lembut terlalu kabur.

7. Follow Spot
Lampu follow spot ialah lampu yang dikendalikan pribadi oleh operator untuk mengikuti gerak laris bintang film di atas panggung. Pengaturan besar kecilnya ukuran lingkaran sinar cahaya, fokus, dan warna diatur oleh operator. Lampu follow spot memerlukan dudukan (stand) khusus yang sanggup diputar dan diatur tinggi rendahnya.

Lampu follow spot memakai bohlam jenis discharge yang berpengaruh menahan panas tinggi, bisa menahan goncangan dan sanggup menghasilkan intensitas cahaya tinggi. Garis lingkaran sinar cahaya sangat terperinci terlihat. Lampu ini biasanya mengikuti atau menyorot seorang bintang film secara khusus dalam areal khusus.
 Salah satu alat yang dibutuhkan dalam tata cahaya ialah lampu Jenis Jenis Lampu Panggung Teater
8. Lampu PAR
PAR dari parabolic aluminized reflecto ialah lampu yang bohlam, reflektor, dan lensa terintegrasi. Unit lampu par memakai lensa parabolik. Ukuran diameter dan watt lampu par bermacam-macam, yang umum dipakai ialah par 36, 38, 46, 56, dan 64. Daya yang dipakai berkisar antara 50 watt hingga dengan 1000 watt.

Besaran sinar cahaya yang dihasilkan tergantung dari ukuran diameter lampu. Sedang intensitas dan jarak cahaya tergantung dari besaran daya. Lampu par ditempatkan dalam wadah (housing) yang disebut par can atau kaleng par yang memungkinkan lampu untuk digerakkan, diarahkan, dan diberi warna.

9. Lampu Efek
Lampu imbas ialah lampu yang menghadirkan cahaya khusus untuk kepentingan tertentu. Misalnya, lukisan cahaya yang penuh fantasi, atau pencahayaan yang mempunyai makna tertentu bagi para bintang film dan penonton, maka dipakai lampu imbas yang sanggup membuat banyak sekali macam lukisan cahaya tersebut. Terdapat macam lampu imbas tetapi sangat tergantung kebutuhan dan kepentingan artistik pementasan.
 Salah satu alat yang dibutuhkan dalam tata cahaya ialah lampu Jenis Jenis Lampu Panggung Teater
10. Lampu Practical
Lampu practical ialah lampu yang dipakai sehari-hari tetapi dibutuhkan dalam sebuah pementasan. Misalnya lampu belajar, lampu gantung atau lampu hiasan dinding. Dalam pertunjukan teater yang memerlukan latar dongeng realis berdasar pada kenyataan, tata panggung dibentuk ibarat keadaan sebenarnya.

11. Intelligent Lighting
Intelligent lighting ialah lampu panggung yang mempunyai kemampuan dikontrol otomatis atau mekanis, tidak mirip lampu konvensional lain. Lampu jenis ini mempunyai kemampuan imbas yang kompleks dan sanggup diatur atau dirancang penggunaannya melalu sebuah program. Lampu ini sering disebut sebagai lampu otomatis, moving lights, dan moving heads.

Kemampuan otomatis lampu ini tidak hanya dalam gerak dan pengarahan cahaya tetapi juga untuk imbas yang lain mirip geser kanan-kiri, naik-turun, redup-terang, menentukan gobo, memutar gobo, mengganti warna cahaya, mencampur warna cahaya, zoom, fokus, dan reset.
 Salah satu alat yang dibutuhkan dalam tata cahaya ialah lampu Jenis Jenis Lampu Panggung Teater
12. Lampu LED
Light Emitting Diode merupakan jenis lampu yang memakai bohlam dengan teknologi dioda. Lampu ini populer irit energi, tahan lama, berukuran kecil, cepat dinyala-matikan dan mempunyai ketahanan lebih, sehingga dipakai sebagai lampu panggung.

Jenis dan fungsi lampu panggung konvensional mirip profil, fresnel, par, dan imbas sanggup terwakili oleh lampu LED. Karena di setiap titik lampu telah terkandung cahaya merah, biru, dan hijau, sehingga lampu LED tidak membutuhkan filter untuk berganti warna.

Gerak Dasar Tari Surakarta

Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta atau Rantaya. Rantaya berasal dari kata paran (apa) dan taya (mataya, tari). Menurut sumber lain bahwa rantaya yang berasal dari kata 'rante' dan 'taya' rang artinya didalam rantaya ada sebuah gerakan berguru berjalan atau didalam istilah tari dinamakan Lumaksana. Jenis rantaya dibagi menjadi 3 macam yaitu Rantaya Putri,  Rantaya Putra Alus, dan Rantaya Putra Gagah.

Pembagian jenis Rantaya diatas maing-masing mempunyai bentuk yang berbeda, adapun perbedaannya terletak pada ukuran lebar dan sempitnya bentangan baik kaki maupun tangan juga volume dan ruang lintasan geraknya.

1. Gerak Kepala
Gerak kepala merupakan bab dari keseluruhan gerak dasar tari yang mempunyai teknik tertentu dalam melakukannya. Ada banyak gerak kepala yang sanggup dilakukan dalam gerak tari. Gerakan kepala terdiri dari : Tolehan ke kiri, Tolehan ke kanan, Coklekan kiri, Coklekan kanan, Pacak gulu , Noleh kiri, dan Lenggut
 Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta atau Rantaya Gerak Dasar Tari Surakarta
Tolehan, yaitu menggerakan leher dengan memindahkan arah  pandangan dan dagu berdasarkan arah hadap wajah. Pacak Gulu, yaitu menggerakan leher dari kiri ke kanan atau sebaliknya, dengan pandangan tetap. gerakan kepala dilakukan oleh penari putri:

Lenggut atau Angguk yaitu gerakan yang dilakukan pada ketika berlutut (jèngkèng), mula-mula kepala digerakkan ke depan, kemudian diturunkan dan ditarik ke arah tubuh dengan gerakan memutar perlahan dan lemah gemulai. Saat mengikuti gerakan kepala ini bab atas tubuh mula-mula condong ke depan, kemudian lurus lagi.

Coklekan yaitu gerak tekukan kepala ke samping kiri atau kanan

Gedheg yaitu gerakan khusus untuk tari putra gagahan. Gebes untuk para raksasa (tidak termasuk pacak gulu baku).

2. Gerak Tangan.
Gerak tangan merupakan bab dari keseluruhan gerak dasar tari yang mempunyai teknik tertentu dalam melakukannya. Ada banyak gerakan tangan yang sanggup dilakukan dalam gerak tari. Berikut ini banyak sekali pola teknik dan motif gerak tangan:
 Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta atau Rantaya Gerak Dasar Tari Surakarta
Beberapa gerakan tangan yang dikenal dalam tarian Surakarta antara lain sebagai berikut.
  • Ngithing ada yang menyebutnya dengan istilah nyekithing. Yaitu posisi tangan dengan ibu jari melekat pada jari tengah, membentuk bulatan. Sedang jari yang lain ditekuk(menekuk/melengkung kebawah).
  • Ngrayung yaitu bentuk gerak tangan dengan posisi ibu jari melekat pada telapak tangan, dan keempat jari bangkit dengan posisi jari-jari rapat.
  • Nyempurit, posisi jari-jari tangan hampir sama dengan ngithing. Hanya saja posisi ibu jari melekat pada sisi jari tengah sedang jari yang lainnya posisi tekuk (melengkung ke bawah)
  • Ukel yaitu gerakan tangan dengan memutar pergelangan tangan berlawanan arah jarum jam, dengan posisi tangan ngithing.
  • Gerak kebyok yaitu gerakan tangan dengan memakai selendang yang dihentakkan ke pergelangan tangan dengan memakai selendang sehingga selendang menyangkut dipergelangan tangan.
  • Kebyak yaitu gerakan tangan dengan memakai selendang yang dihentakkan atau dibuang sehingga selendang lepas dan tidak lagi menyangkut di pergelangan tangan. Gerak kebyak dilakukan sehabis kebyok.
  • Ulap-ulap yaitu gerakan dengan posisi tangan menyerupai ngrayung, dengan posisi pergelangan tangan ditekuk dan posisi ibu jari berdiri, terletak lurus pada dahi/kening (seperti hormat). Ulap-ulap ada 2 yaitu ulap-ulap kanan dan ulap-ulap kiri. Ulap-ulap kanan yaitu gerakan ajun menekuk di depan kening, sedang tangan kiri menekuk dipinggang (malangkerik). Ulap-ulap kiri yaitu tangan kiri yang menekuk di depan kening, sedang ajun menekuk di pinggang (malangkerik)
  • Tawing yaitu gerakan dengan posisi tangan ngrayung yang terletak di depan pundak. Posisi ini ada 2, yakni tawing kanan dan tawing kiri. Tawing kanan dilakukan tangan
  • kanan yang diletakkan pada depan bahu kiri. Sebaliknya tawing kiri, dilakukan tangan kiri yang diletakkan pada bahu kanan.
  • Mbaya mangap dipakai pada tari putra gagah. Posisi tangan mbaya mangap yaitu posisi tangan sama menyerupai ngrayung tetapi ibu jari tidak melekat pada telapak tangan. Ibu jari membuka lurus ke depan.
  • Nayung dipakai pada tari putra alus. Posisi ajun mbaya mangap yang letaknya di depan dada, biasanya berpasangan dengan mingkis.
  • Mingkis yaitu pasangan nayung yang dilakukan tangan kiri, posisi dimana tangan kiri mbaya mangapdengan telapak tangan menghadap atas, terletak di pinggang kiri (trap cethik).
  • Seblak yaitu gerakan menyibak selendang/sampur dari pangkal ikatan selendang hingga merentang lurus kesamping badan. Kemudian arahkan selendang kebelakang. Seblak kanan kearah kanan, seblak kiri kearah kiri dengan tangan kiri, atau secara bersamaan.
  • Ngepel yaitu gerakan dengan posisi jari tangan mengepal, dengan ibu jari melekat di depan jari telunjuk. Digunakan pada tari putra gagah.
  • Bapang yaitu gerakan dengan posisi tangan pada tari putra gagah dengan telapak tangan mbaya mangap dimana tangan kiri posisi membuka menghadap atas, lengan tangan membuka kesamping. Sedang ajun lengan kanan membuka lurus bahu dengan posisi telapak tangan mbaya mangap menghadap depan.
  • Kambeng yaitu gerakan dengan posisi lengan tangan membuka didepan dada dengan kedua tangan mengepal.

3. Gerak Badan
Gerak tubuh merupakan bab dari keseluruhan gerak dasar tari yang mempunyai teknik tertentu dalam melakukannya. Ada banyak gerakan tubuh yang dilakukan dalam gerak tari. Berikut ini beberapa pola teknik dan motif gerak badan:
 Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta atau Rantaya Gerak Dasar Tari Surakarta
Lèyèk (condong) yaitu gerakan bangkit dengan kedua kaki saling berdekatan, berat tubuh dialihkan ke satu kaki, sehingga tubuh condong ke satu sisi. Kepala berpaling ke sisi yang sama. Ketika bangkit dalam tanjak, posisi kaki disesuaikan. Jika tubuh condong ke sisi kiri, kaki berubah ke tanjak kanan, dan sebaliknya.

4. Gerak Kaki.
Gerak kaki merupakan bab dari keseluruhan gerak yang mempunyai teknik tertentu dalam melakukannya. Ada banyak gerakan kaki yang sanggup dilakukan dalam gerak dasar tari gaya Surakarta. Berikut ini beberapa teknik dan motif gerak kaki:
 Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta atau Rantaya Gerak Dasar Tari Surakarta
Beberapa gerakan kaki yang dikenal dalam tarian Surakarta antara lain sebagai berikut.
  • Gejug yaitu gerakan satu kaki bangkit pada jendul telapak, sempurna di belakang tumit kaki yang lain
  • Jengkeng yaitu posisi duduk di atas kaki. Jengkeng pada ketigajenis tari sangat berbeda. Pada tari putri posisi kaki kanan sebagai referensi duduk, sedang posisi kaki kiri didepan kaki kanan
  • Pada tari putra, posisi kaki kanan sebagai referensi duduk, sedang kaki kiri membuka kesamping kiri.
  • Sila yaitu posisi duduk bersila. Kaki kanan didepan kaki kiri.
  • Tanjak Kanan yaitu posisi kaki dimana letak telapak kaki kanan agak di depan telapak kaki kiri dan kaki kiri dibelakang kaki kanan. Pada tari putri, tidak ada jarak antara telapak kaki kanan dan kaki kiri. Sedang pada tari putra alus berjarak satu telapak kaki, dan pada tari putra gagah lebih lebar lagi, dengan ukuran lebar kurang lebih 2 x telapak kaki. Tanjak kaki kiri dilakukan sebaliknya.
  • Srisig yaitu posisi atau gerakan lari-lari kecil, dengan posisi kaki jinjit dan mendak (lutut ditekuk)
  • Jinjit yaitu gerakan derdiri dengan memakai ujung telapak kaki bab depan.
  • Trecet yaitu gerakan menyerupai lari ditempat dengan posisi kaki membuka dan jinjit.
  • Kenser yaitu gerakan kaki dengan berpindah posisi menggeserkan telapak kaki secara bersamaan
  • Lumaksana dalam tari Jawa yaitu  gerakan berjalan. Baik itu berjalan kedepan (maju) maupun berjalan ke arah belakang (mundur).
  • Enjeran yaitu lumaksana/jalan yang dilakukan menyerupai jalan kepiting/jalan miring. Jalan kesamping baik kekanan maupun ke kiri.
  • Debeg yaitu menghentakkan telapak kaki bab depan. Debeg kanan yang dihentakkan kaki kanan, sedang debeg kiri yang dihentakkan kaki kiri. Setiap gerakan debeg selalu diikuti gejug. Debeg dan gejug merupakan satu rangkaian, namun gejug tidak selalu diawali dengan debeg. Gejug sanggup bangkit sendiri.
  • Nggroda yaitu bentuk dasar gerakan kaki dimana posisi telapak kaki saling merapat bab tumit sedang bab depan membuka 45 derajat (menghadap sudut)

Gerak Tari Rantaya Putra Alus

Tari klasik gaya Surakarta mempunyai huruf yang khas, tari klasik semula menggandakan gerak alam semesta dan menunjukan menyerupai mbanyu mili (sesuai dengan letak arah mengalirnya). Untuk mencapai tingkat gerak yang berkualitas (estetik) diharapkan suatu metode latihan tari yang efektif, di dalam istilah tari gaya Surakarta disebut Rantaya yang mencakup contoh dasar adeg, contoh dasar lumaksana, susunan kembangan atau sekaran. Filosofi tari klasik gaya Surakarta adalan memakai konsep Dewa Raja Jejer, sedang mitosnya ialah kiblat papat lima pancer.

Dasar gerak tari klasik gaya Surakarta terbagi dalam dua bagian, yaitu solah dan adeg. Dasar solah dibagi menjadi empat tingkatan, yang biasa disebut Rantaya. Rantaya ialah contoh dasar menari Jawa gaya Surakarta. Rantaya ini terdiri dari teknik tari dasar dan majemuk ragam gerak tari serta unsur-unsur gerak lain yang berfungsi untuk membentuk tubuh menjadi berpengaruh dan memantapkan perilaku sebagai penari yang baik dengan pengenalannya terhadap irama dan mencicipi gendhing sebagai iringannya.
 Tari klasik gaya Surakarta mempunyai huruf yang khas Gerak Tari Rantaya Putra Alus
Gerak Tari Rantaya Putra Alus
No.Ragam GerakHitunganUraian Gerak
1.Sembahan SilaSembahan/nyembah yaitu gerakan memuja, kedua tangan menangkup dan diangkat di depan muka, ujung ibu jari atau ruas ibu jari bersahabat dengan ujung hidung, jari-jari yang lurus menunjuk ke atas. Dimulai dari perilaku trapsila anoraga, duduk bersila kaki kanan di depan, tumit kanan di bawah tungkai kiri, asisten dan kiri nekuk ngapurancang dan kedua lengan diletakkan di atas paha. Badan tegak agak ke depan (mayuk), pandangan ke depan.
1 – 4Trapsila silantaya. Udar pada tumit kanan dikeluarkan, udar asta tangan kiri diletakan di lutut kiri, asisten diletakkan di paha kanan, tolehan mengikuti gerak tangan kiri.
5 – 8Ngithing tangan kanan- kiri didepan dada, ngembat ke depan ditarik lagi kedua telapak tangan bertemu, nyembah di depan hidung.
1 – 4Kedua tangan turun didepan puser
5 – 8Udar asta, tangan kiri diletakkan di lutut kiri dan asisten di letakkan di paha kanan.
1 – 4Sikap sila
5 – 8Pacak gulu, kepala digerakkan ke kanan, ke kiri kembali tegak.
1 – 4Sikap sila
5 – 8Jengkeng, nepak tangan kanan, kaki kiri diangkat, tungkai kanan diangkat tumit kaki kanan sebagai penyangga pantat, tungkai kiri ditekuk melintang ke kiri tumit segaris dengan lutut kanan, lutut kiri mayungi ibu jari.
2.Sembahan Jengkeng1 – 4Sikap jengkeng  Sikap jengkeng ialah perilaku berlutut. Lutut kaki kanan ditaruh di lantai, lutut kiri diangkat, tubuh bertumpu pada kaki kanan, kaki kiri menapak satu baris dengan lutut kaki kanan, jari kaki kiri nylekenthing.
5 – 8Nyembah menyerupai gerak sembahan di depan.
1 – 4Turun asta di depan puser
5 – 8Udar asta, tangan kiri diletakan di lutut kiri dan asisten diletakkan di paha kanan.
1 – 4Sikap jengkeng
5 – 8Pacak gulu
1 – 4Sikap jengkeng
5 – 8Berdiri sabetan
1 - 4Sabetan. Sabetan merupakan gerak penghubung dilakukan dengan dua belas hitungan. Di mulai dari perilaku tanjak kanan, hoyog ke kanan ukel tangan kanan junjungan kaki kanan di samping betis kiri, seblak sampur kiri, tolehan masih di kanan.
5 – 8Seleh kaki kanan, panggel pacak gulu. Besut, seretan polog kaki kiri, seretan polog kaki kanan seblak sampur tangan kiri, tolehan ke kiri kembali tanjak kanan tolehan kembali ke kanan.
3.Lumaksana Dhadhap Anuraga1Lumaksana Dhadhap Anuraga ialah serangkaian gerak yang hanya melibatkan gerak kepala, tubuh dan kaki yang dilakukan secara bersamaan. Dimulai dari perilaku tanjak kanan, hoyog ke kanan.
2Seretan jempol (kaki kanan diseret ke kiri, tungkai kanan di atas ibu jari.
3Kaki kanan melurus ke depan
4Menapak kaki kanan, perilaku tangan masih menyerupai tanjak, asisten ke samping kanan tangan kiri trap cethik kiri.
5Ngeneti kaki kanan
6Kicat kaki kiri
7Kaki kiri melurus ke depan
8Menapak kaki kiri, tangan kiri lurus ke bawah ujung jari melekat paha kiri, asisten mingkis di cethik kiri.
1 – 2Ngeneti kaki kiri kicat kaki kanan (kaki kanan melintang di belang betis kaki kiri).
3 – 4Melurus kaki kanan, terus menapak, mager timun, bergantian kanan kiri, (lumaksana ini dinamakan lumaksana laku  empat, alasannya ialah setiap melangkah dilakukan empat hitungan, dan dilakukan dengan mendhak mayungi).
Besut. Besut merupakan gerak penghubung yang dilakukan dengan empat hitungan (gerak selesai dibagian sabetan
4.Lumaksana Dhadhap ImpuranLumaksana Dhadap Impuran adalah serangkaian gerak yang melibatkan gerak kepala, badan, tangan, dan kaki akan tetapi gerakan tangan masih disederhanakan.
1 – 4Sikap dan bentuk geraknya sama menyerupai pada lumaksana dhadhap anuraga.
5 – 8Gerak kakinya tetap sama dengan Lumaksana dhadhap anuraga, tatapi gerak tangannya yang berbeda, kaki yang maju tangannya ikut

melurus (maju kaki kanan asisten melurus kebawah, ujung jari tangan nempel di paha dan tangan kiri mingkis di cethik kiri, tolehan mengikuti kaki yang maju).

Gerak ini dapat dilakukan hingga beberapa gongan, dilakukan dengan bergantian kanan kiri, juga dengan perilaku mendhak lutut mayungi atau segaris dengan ibu jari.
5.Lumaksana NayungLumaksana Nayung ialah serangkaian gerak yang melibatkan gerak kepala, badan, tangan, dan kaki, dalam rangkaian gerak lumaksana nayung ini gerak tangan dan kaki sudah mulai dikembangkan. Gerak ini diawali dari perilaku tanjak kanan, kaki kanan kesamping kanan, kaki kiri serong ke kiri, tangan kiri trap cethik kiri, asisten lurus kesamping kanan segaris cethik kanan.
1Hoyog ke kanan
2Seretan jempol kaki kanan, pethang tangan kiri
3Kaki kanan melurus ke depan tangan kiri trap-pranaja, kanan trap cethik
4Menapak kaki kanan
5Ngeneti kaki kanan
6Gejug kaki kiri
7Kaki kiri melurus ke depan
8Menapak kaki kiri dengan kedua tangan pentang segaris cethik, tolehan mengikuti gerak kaki yang maju. Gerak tersebut dilakukan bergantian, kanan kiri. Setiap maju kaki kanan kedua tangan nekuk, asisten tran cethik kanan, kiri trap pranaja. Gerak ini memakai gerak penghubung ngigel. Ngigel merupakan gerak penghubung dengan delapan hitungan dan dimulai dari irama kenong satu, maju kaki kanan.
1Maju kaki kiri tanjak kanan
2Kedua tangan ditarik trap puser
3 - 4Ukel mlumah kedua tangan
5 - 6Ukel tanggung kedua tangan
7Seret polog kaki kanan seblak sampur tangan kiri. Kembali tanjak tancep kanan
6.Lumaksana OklakLumalsana Oklak adalah serangkaian gerak yang melibatkan gerak kepala, badan, tangan, dan kaki bergerak gotong royong menjadi satu koordinasi gerak anggota tubuh yang kompleks. Lumaksana Oklak merupakan bentuk lumaksana laris delapan, alasannya ialah setiap langkah dilakukan dengan delapan hitungan. Gerak ini dimulai dari tanjak kanan.
1 – 2Tangan kiri menthang ke kiri, asisten trap puser
3 – 4Ukel mlumah kedua tangan, seretan jempol kaki kanan (tumit di atas ibu jari kaki kiri).
5 – 8Ukel wutuh kedua tangan di depan puser (trap puser), kaki kanan menapak maju (sikap kaki mager  timun).
1 – 2Tangan kanan menthang ke samping kanan, tangan kiri trap-puser
3 – 4Ukel mlumah kedua tangan, seretan kaki kiri di, atas ibu jari kaki kanan (seretan jempol).
5 – 8Ukel wutuh kedua tangan di depan puser, kaki kiri menapak maju (sikap kaki mager timun). Gerak ini dapat diulang-ulang kanan kiri, tolehan mengikuti gerak tangan.
7.Lumaksana BambanganLumaksana Bambangan ialah serangkaian gerak yang melibatkan gerak kepala, badan, tangan, dan kaki. Rangkaian gerak lumaksana bambangan ini gerakan pada tangan sudah dikembangkan memakai properti yaitu sampur. Gerak lumaksana ini diawali dari perilaku tanjak kanan, kaki kanan ke samping kanan, kaki kiri serong ke kiri tumit segaris dengan ibu jari kiri, asisten ke samping kanan, tangan kiri trap cethik kiri.
1Hoyog ke kanan
2Seredan jempol kaki kanan.
3Kaki kanan melurus ke depan.
4Menapak kaki kanan
5Ngeneti kaki kanan perilaku tangan masih sama.
6Kicat kaki kiri
7Melurus kaki kanan, seblak sampur tangan kiri, asisten trap cethik
8Menapak kaki kanan, tolehan mengikuti kaki yang melangkah, (gerak ini dapat diulang-ulang kanan kiri, setiap melangkah kiri seblak sampur).
Lumaksana Bambangan selalu memakai gerak embel-embel Ombak banyu. Ombak banyu merupakan gerak penghubung dengan memakai dua belas hitungan dan dimulai dari kempul isi.
8.Ombak BanyuOmbak Banyu merupakan gerakan penghubung khusus untuk lumaksana bambangan.
5 – 8Gerak ini dimulai dari napak kaki ke kanan. Setelah kempul mundur atau maju, mundur kaki kanan, jikalau maju kaki kiri, junjung kaki kiri seblak sampur tangan kiri.
1 – 4Napak mundur kaki kiri, tangan kiri trap cethik, asisten menthang, junjung kaki kanan disamping betis kaki kiri, tolehan mengikuti tangan yang melurus
5 – 8Besut menjatuhkan tanjak kanan

Gerak Tari Rantaya Putera Gagah

Rantaya yaitu contoh dasar menari Jawa gaya Surakarta. Bentuk dasar gerak tari surakarta mempunyai nama-nama atau istilah pada masing-masing gerakan tubuh manusia. Pengelompokkan gerakan dasar tarian terbagi atas gerakan tangan, gerakan kaki, gerakan tubuh dan gerakan kepala. Tari Gaya Surakarta dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : Tari Rantaya Putri, Tari Rantaya Putra Alus, dan Tari Rantaya Putra Gagah. Masing-masing kelompok tari juga mempunyai gerakan dasar tarian.

Tari Rantaya yaitu tarian dasar untuk mereka yang gres mencar ilmu tari Jawa gaya Surakarta. Rantaya hanya merupakan gerak dasar saja. Misalnya gerak kaki, tangan, jari, leher atau kepala, badan, dan arah pandangan atau polatan (ekspresi wajah). terbiasa dengan gerak-gerak tari yang baku dan tepat. Rantaya dimaksudkan untuk meluweskan gerak tari. Tari Rantaya disamping untuk mencar ilmu gerak tari juga melatih penari menyesuaikan gerak dengan iringannya, yakni gendhing Jawa.
 Rantaya yaitu contoh dasar menari Jawa gaya Surakarta Gerak Tari Rantaya Putera Gagah
Dalam tari rantaya putra gagah terdapat gerakan Sembahan, Lumaksana Kalang Kinantang + Besut, Lumaksana Kambeng + Ngigel, Lumaksana Bapang Kasatrian + Ombak Banyu, Lumaksana Bapang + Sabetan Jeglong, Lumaksana Bapang Jeglong + Ombak Banyu Jeglong, dan Sembahan.
No.Ragam GerakHitunganUraian Gerak
1.Sembahan Sila1 – 4Udhar asta
Dari sila naraga tangan kiri membuka, ibarat ngrayung di letakkan di atas lutut mengarah ke telapak kaki sejajar dengan betis. Tangan kanan di atas paha dengan posisi ibu jari berada di samping, sedangkan jari-jari yang lain seperti mencekel paha, dengan arah memotong.

Tolehan ke kiri.
5 – 8Nyembah
Arah jari tangan ke atas
Tolehan ke kanan.
1 - 4Tangan diturunkan hingga sempurna di depan dada. Kemudian membuka, kedua tangan ngithing dengan telapak tangan bertaut, pangkal telapak tangan sebagai rujukan ajun di depan, tangan kiri di belakang dengan arah berlawanan.

Tolehan ke kiri.
5Tangan kanan di tarik dari depan keatas dengan dikagetkan
6Kedua tangan membuka ke samping. Tangan kanan menthang lurus, sedangkan tangan kiri eksklusif nekuk
7Nekuk tangan kanan
8Meletakkan kedua tangan kembali ibarat semula sebelum nyembah.
1 – 6-
7 – 8Gedheg
Tolehan ke kanan.
1 – 4-
5 – 8Jengkeng
2.Lumaksono Kalang Kinantang1Sikap tanjak kalang kinantang. Tangan kiri nekuk njimpit sampur arah jari ke bawah, ibu jari ke atas. Tangan kanan nekuk arah telapak tangan keluar.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan, ajun menthang.
4Napak kaki kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus dengan kaki kanan
6Junjung nekuk kaki kiri.
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kanan nekuk menghadap ke dalam
8Tolehan ke kiri.
1Napak kaki kiri
Memindahkan berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus dengan kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan, ajun menthang.
4Tolehan ke kanan
5Napak kaki kanan
6Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus dengan kaki kanan.
7Junjung nekuk kaki kiri
Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri.
8Tangan kanan nekuk menghadap ke dalam.
1Tolehan ke kiri.
Napak kaki kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus dengan kaki kiri
2Junjung nekuk kaki kanan.
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan menthang
4Napak kaki kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti, maju kaki kiri sehingga lurus dengan kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri.
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kanan nekuk menghadap ke dalam.
8Tolehan ke kiri.
1Napak kaki kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus dengan kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju, serong kanan. Tangan kanan menthang.
4Tolehan ke kanan
5Napak kaki kanan.
Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus dengan kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri
7Lurus kaki kiri dengan maju, serong ke kiri. Tangan kanan nekuk menghadap ke dalam.
8Tolehan ke kiri
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan menthang
4Tolehan ke kanan
5Napak kaki kanan.
Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus dengan kaki kanan.
6Junjung tekuk kaki kiri.
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kanan nekuk menghadap ke dalam.
8Tolehan ke kiri
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan.
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan menthang.
Tolehan ke kanan.
4Napak kaki kanan perilaku tanjak
Besut5Kaki kiri eksklusif nekuk. Tangan kiri nekuk, kanan menthang lalu digerakkan maju hingga depan dada. Tolehan ke kanan.
6Seleh kaki kiri, kaki kanan eksklusif nekuk. Tangan kanan ukel tanggung keluar.
7Tangan kiri menthang, kanan nekuk
8Sered kaki kanan, perilaku tanjak kambeng.
Tolehan ke kanan
3.Lumaksono Kambeng1Sikap tanjak kambeng. Kedua tangan ngepel, arah kepalan tangan keluar, nekuk kambeng. Tangan kanan agak keluar
2Junjung nekuk kaki kanan.
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan menthang
4Napak kaki kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus dengan kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kanan nekuk menghadap ke dalam.
Tolehan ke kiri
8Napak kiri.
1Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan menthang.
Tolehan ke kanan.
4Napak kaki kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri, sehingga lurus dengan kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kanan nekuk menghadap ke dalam.
Tolehan ke kiri.
8Napak kiri
1Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan menthang.
Tolehan ke kanan
4Napak kaki kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus kaki kanan
6Junjung nekuk kaki kiri.
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kiri nekuk ke dalam.
Tolehan ke kiri
8Napak kiri.
1Napak kaki kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus dengan kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju, serong kanan. Tangan kanan menthang.
Tolehan ke kanan
4Napak kaki kanan.
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri.
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kiri nekuk ke dalam.
Tolehan ke kiri
8Napak kiri.
1Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan menthang.
Tolehan ke kanan
4Napak kaki kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus kaki kanan. Junjung nekuk kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kiri nekuk ke dalam.
Tolehan ke kiri.
8Napak kaki kiri
Ngigel1 - 4Kedua tangan menthang dengan tangan ngrayung arah jari ke atas lalu digerakkan maju ke depan
3 - 4Ukel tanggung keluar
5 - 6Ukel tanggung ke dalam
7Nekuk lurus kaki kanan disertai seblak sampur kiri, dengan ditoleh.
8Seleh kaki kanan. Tanjak bapang kesatrian.
Tolehan ke kanan
4.Lumaksana
Bapang
Kesatrian
1Sikap Barang Kesatrian.
Tangan kiri njimpit sampur dibawa ke atas dengan ibu jari "baya mangap". Telapak tangan menghadap atas, arah jari tangan ke belakang. Tinggi tangan sedikit lebih dari indera pendengaran untuk ajun perilaku kambeng.
Tolehan ke kanan.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan. menthang.
4Napak kaki kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kiri sehingga lurus kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri
7Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri. Tangan kiri turun perilaku kalang kinantang sedang untuk ajun nekuk
8Tolehan ke kiri
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kanan kesatrian, ajun menthang
4Tolehan ke kanan
5Napak kaki kanan
6Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus kaki kanan.
7Junjung nekuk kaki kiri. Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri
8Tangan kiri turun perilaku kalang kinantang untuk ajun nekuk.
Tolehan ke kiri.
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan.
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kiri perilaku kesatrian ajun menthang
4Tolehan ke kanan.
5Napak kaki kanan.
6Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus kaki kanan
7Junjung nekuk kaki kiri.
8Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri tangan kiri turun perilaku kalang kinanthang untuk ajun nekuk.
Tolehan ke kiri.
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan,
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan tangan kiri, perilaku kesatrian ajun mentang.
4Tolehan ke kanan.
5Napak kaki kanan
6Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus kaki kanan.
7Junjung nekuk kaki kiri
8Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri tangan kiri turun perilaku kalang kinanthang untuk ajun nekuk.
Tolehan kiri
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan,
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan tangan kiri, perilaku kesatrian ajun mentang.
4Tolehan ke kanan
5Napak kaki kanan
6Memindahkan berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus kaki kanan.
7Junjung nekuk kaki kiri.
8Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri tangan kiri turun perilaku kalang kinantang untuk ajun nekuk.
Tolehan ke kiri.
1Napak kiri
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan.
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kiri perilaku kesatrian ajun mentang. 
4Tolehan ke kanan.
5Napak kaki kanan
6Memindah berat sehingga lurus kaki kanan.
7Junjung nekuk kaki kiri.
8Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri tangan kiri turun perilaku kalang kimantang untuk ajun nekuk. Tolehan ke kiri
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan.
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kiri perilaku kasatrian ajun mentang.
4Tolehan ke kanan
5Napak kaki kanan.
6Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga lurus kaki kanan.
7Junjung tekuk kaki kiri.
8Lurus kaki kiri dengan maju serong kiri tangan kiri perilaku kalang kinantang. Tangan kanan nekuk.
Tolehan ke kiri,
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga lurus kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan.
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan. Tangan kiri perilaku kasatrian ajun mentang.
4Napak kaki kanan.
Tanjak kanan.
Tolehan ke kanan.
5.Ombak Banyu5Memindah kaki kanan ke belakang diikuti memindah berat tubuh ke kanan
6Ingsed kanan, tangan kiri kalang kinantang, kanan nekuk diikuti
Tolehan ke kiri.
7Junjung nekuk kaki kiri.
Noleh kanan
8Tolehan ke kanan
1Seleh kaki kiri disertai memindah berat tubuh ke kanan
2Ingsed kiri, tangan kiri kesatrian, kanan menthang, diikuti tolehan ke kanan.
3Junjung nekuk kaki kanan.
4Noleh tengah
5Kaki kiri eksklusif nekuk. Tangan kiri nekuk, kanan menthang lalu digerakkan maju hingga depan dada
6Seleh kaki kiri, kaki kanan eksklusif nekuk. Tangan kanan ukel tanggung keluar.
7Seblak sampur kiri
8Njimpit sampur kiri, bersamaan seleh kaki kanan, perilaku bapang kesatrian
1 - 4Srisig
5Kaki kiri eksklusif nekuk. Tangan kiri nekuk, kanan menthang lalu digerakkan maju hingga depan dada.
6Seleh kaki kiri, kaki kanan eksklusif nekuk
7Tangan kanan ukel tanggung keluar
8Seblak sampur
Seleh kaki kanan, perilaku bapang.
6.Lumaksono
Bapang
1Sikap Bapang
Tangan kanan nglerek nekuk, dengan arah ke kanan ke dalam. Untuk tangan kiri lurus ke atas, mbaya mangap.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan maju serong kanan disertai ajun menthang lurus sejajar dengan kaki. Jari ngrayung nekuk ke dalam. Tangan kiri nekuk ngrayung dengan arah jari ke indera pendengaran kanan
4Napak kanan.
5Tolehan ke kanan.
Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga segaris dengan kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri.
7Lurus kaki kiri dengan arah maju serong kiri diikuti tangan kajian nekuk ngrayung dengan arah jari ke indera pendengaran kiri. Tangan kiri menthang lurus sejajar dengan kaki kiri jari ngrayung ke dalam.
8Tolehan ke kiri
1Napak kiri.
Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga segaris dengan kaki kiri.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan arah maju sorong kanan diikuti ajun menthang lurus sejajar dengan kaki kanan. Jari ngrayung nekuk ke dalam. Tangan kiri nekuk ngrayung dengan arah jari ke indera pendengaran kanan.
Tolehan ke kanan.
4Napak kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga segaris dengan kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri.
7Lurus kaki kiri dengan arah maju serong kiri diikuti ajun nekuk ngrayung dengan arah jari ke indera pendengaran kiri. Tangan kiri menthang lurus sejajar dengan kaki kiri, jari ngrayung ke dalam.
Tolehan ke kiri
8Napak kiri.
1Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga segaris dengan kaki kanan.
2Njunjung tekuk, kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan arah maju serong kanan diikuti tangan kanan
menthang lurus sejajar dengan kaki kanan. Jari ngrayung nekuk ke dalam. Tangan kiri nekuk ngrayung dengan arah jari ke indera pendengaran kanan.
Tolehan ke kanan.
4Napak kanan
5Memindah berat tubuh ke kanan diikuti maju kaki kiri sehingga segaris dengan kaki kanan.
6Junjung nekuk kaki kiri
7Lurus kaki kiri dengan arah maju serong kiri diikuti ajun nekuk ngrayung dengan arah jari ke indera pendengaran kiri. Tangan kiri menthang lurus sejajar dengan kaki kiri. Jari ngrayung ke dalam.
Tolehan ke kiri.
8Napak kiri.
1Memindah berat tubuh ke kiri diikuti maju kaki kanan sehingga segaris dengan kaki kanan.
2Junjung tekuk kaki kanan
3Lurus kaki kanan dengan arah maju serong kanan diikuti tangan kanan
menthang lurus sejajar dengan kaki kanan. Jari ngrayung nekuk ke dalam. Tangan kiri nekuk ngrayung dengan arah jari ke indera pendengaran kanan.
Tolehan ke kanan.
4Napak kanan
7.Sabetan Jeglong5Seblak
6Nebak disertai mendhak
7Ngunus, junjung kaki kanan
8Ngambeng, nekuk kaki kanan
1Seblak, lurus kaki kanan
2Nebak, seleh kaki kanan dan memindah berat tubuh ke kiri.
3Ngunus, junjung kaki kiri
4Ngambeng, nekuk kaki kiri.
5Napak kaki kiri eksklusif seblak
6Nekuk kaki kanan
7Lurus kaki kanan
8Napak kaki kanan dilanjutkan perilaku bapang.
8.Lumaksono Bapang
Jeglong
1Sikap bapang.
Tangan kanan ngenel nekuk dengan arah kenalan kedalam untuk tangan kiri lurus ke atas mbaya mangap.
2Junjung nekuk kaki kanan
3Seblak, lurus kaki kanan
4Napak kanan disertai eksklusif jeglong kaki kanan mendhak, kaki kiri nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat nenuk asta atrap cethik, ajun dibawah
Tolehan ke kanan.
5Berdiri tegak meluruskan kaki kanan, tangan proses seblak.
6Seblak kedua tangan
7Lurus kaki kiri
8Napak kiri disertai eksklusif jeglong kaki kiri mendhak, kaki kanan nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta, atrap cethik tangan kiri di bawah bangun tegak, meluruskan kaki kiri, tangan proses seblak.
1Tolehan ke kiri
2Seblak kedua tangan
3Lurus kaki kanan
4Napak kanan disertai jeglong kaki kanan mendhak kaki kiri nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta atrap cethik, dengan kanan di bawah. Tolehan ke kanan.
5Berdiri tegak meluruskan kaki kanan, tangan proses seblak
6Seblak kedua tangan
7Lurus kaki kiri
8Napak kiri disertai jeglong kaki kiri mendhak, kaki kanan nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta atrap cethik, dengan kiri dibawah.
1Tolehan ke kiri.
2Berdiri tegak meluruskan kaki kiri, tangan proses seblak.
3Seblak kedua tangan
4Lurus kaki kanan
Napak kanan disertai jeglong kaki kanan mendak, kaki kiri nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta dengan kanan dibawah
5Tolehan ke kanan
6Berdiri tegak meluruskan kaki kanan, tangan proses seblak
7Seblak kedua tangan
8Lurus kaki kiri.
Napak kiri disertai jeglong kaki kiri mendak, kaki kanan nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta atrap cethik,
dengan kiri dibawah
1Tolehan ke kiri
2Berdiri tegak meluruskan kaki kiri, tangan proses seblak.
3Seblak kedua tangan
4Lurus kaki kanan.
Napak kanan disertai jeglong kaki kanan mendak, kaki kiri nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta dengan kanan
dibawah
5Tolehan ke kanan
6Berdiri tegak meluruskan kaki kanan, tangan proses seblak
7Seblak kedua tangan
8Lurus kaki kiri.
Napak kaki kiri disertai jeglong kaki kiri mendhak, kaki kanan nggantung neku ibarat junjungan, biasa. Tangan ibarat tenuk asto atrap cethik, dengan kiri dibawah.
1Tolehan ke kiri
2Berdiri tegak meluruskan kaki kiri, tangan proses seblak.
3Seblak kedua tangan
4Lurus kaki kanan
Napak kanan disertai jeglong kaki kanan mendhak, kaki kiri nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta dengan kanan dibawah.
5Tolehan ke kanan.
Berdiri tegak meluruskan kaki kanan, tangan proses seblak.
6Seblak kedua tangan
7Lurus kaki kiri
8Napak kiri disertai jeglong kaki kiri mendhak kaki kanan nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta atrap cethik, dengan kiri dibawah.
Tolehan ke kiri
1Berdiri tegak meluruskan kaki kiri, tangan, proses seblak
2Seblak kedua tangan
3Lurus kaki kanan
4Napak kanan disertai jeglong kaki kanan mendhak, kaki kiri nggantung nekuk ibarat junjungan biasa. Tangan ibarat tepuk asta atrap cethik, dengan kiri dibawah
9.Ombak
Banyu
Jeglong
5Seblak memindah berat tubuh ke kiri
6Nebak disertai mendhak
7Ngunus, junjung kaki kiri
8Ngambeng, nekuk kaki kanan
1Seblak, seleh kaki kiri
2Nebak, memindah berat tubuh ke kanan
3Ngunus, junjung kaki kanan
4Ngambeng nekuk kaki kanan
5Seblak, napak kaki kanan
6Jomplang, kaki kiri eksklusif nekuk.
7Napak kaki kiri jomplang
8Napak kaki kanan, tanjak perilaku barang
1 - 4Srisig.
5 - 8Besut
1 - 8Proses jengkeng, mangenjali nikel warti
10.Sembahan
Jengkeng
1 - 4Jengkeng
5 - 8Nyembah, arah jari tangan ke atas
1 - 4Tangan diturunkan hingga sempurna didepan dada
Tolehan ke kanan.
Kedua tangan ngithing, dibuka dengan telapak tangan bertaut, pangkal telapak tangan sebagai tumpuan.
Tangan kanan berada di depan dan kiri dibelakang, arah berlawanan
5Menarik ajun dari pautan ke atas “dikagetkan
6Kedua tangan membuka ke samping, untuk ajun menthang lurus, sedangkan tangan kiri eksklusif nekuk
7Nekuk tangan kanan
8Meletakkan kedua tangan kembali ibarat semula sebelum nyembah.
1 - 6Tolehan ke kiri.
7 - 8-
Gedheg, noleh tengah
11.Sembahan sila1 - 4-
5 - 8Silantaya
1 - 4-
5 – 8Nyembah, arah jari tangan ke atas
1 - 4Tangan diturunkan hingga sempurna didepan dada.
Tolehan ke kanan.
Kedua tangan ngithing dibuka.
Dengan telapak tangan masih bertaut pangkal telapak tangan sebagai tumpuan
Tangan kanan didepan dan k kiri di belakang arah berlawanan.
5Menarik ajun dari pautan ke atas "dikagetkan"
6Kedua tangan membuka kesamping, untuk ajun menthang lurus sedang tangan kiri eksklusif nekuk.
7Nekuk tangan kanan.
8Meletakkan kedua tangan ibarat semula.
Tolehan ke kiri.
1 - 6-
7 - 8Gedheg noleh tengah.

Peralatan Listrik Dan Peralatan Kontrol Tata Cahaya

Peralatan listrik sangat diharapkan dalam pemasangan lampu panggung. Peralatan listrik yang digunakan dalam pemasangan lampu teater antara lain kabel, stop kontak dan steker, sakelar, multimeter, tespen, terminal, banyak sekali jenis tang, obeng dan selotip.

Untuk mengontrol atau mengoperasikan tata cahaya memakai papan kontrol model on-off serta dimmer. Papan kontrol on-off sanggup dioperasikan secara eksklusif melalui sakelar-sakelar yang dipasang, sedang dimmer membutuhkan remote control (pengendali jarak jauh). Terdapat dua jenis dimmer yaitu dimmer manual dan dimmer yang memakai memori melalui komputer.

A. Peralatan Listrik
Peralatan listrik ialah semua benda yang sanggup digunakan untuk melaksanakan sesuatu yang sanggup berfungsi kalau memakai listrik sebagai sumber energinya. Beberapa peralatan listrik yang dibutuhkan dalam tata cahaya ialah sebagai berikut.

1. Kabel Listrik
Kabel listrik merupakan komponen yang berfungsi untuk menghantarkan energi listrik ke sumber beban listrik atau alat listrik. Banyak jenis kabel dalam dunia kelistrikan. Umumnya yang digunakan dalam tata lampu panggung ialah kabel yang bisa menahan tegangan tinggi.

2. Sakelar
Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutus fatwa listrik pada suatu penghantar. Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar sanggup dibedakan menjadi; sakelar bertegangan rendah, sakelar tegangan menengah, sakelar tegangan tinggi, dan sangat tinggi.

3. Stop Kontak
Stop kontak atau outlet, ialah komponen listrik yang berfungsi sebagai muara korelasi antara alat listrik dengan fatwa listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diharapkan kabel dan steker atau colokan yang ditancapkan pada stop kontak. Stop kontak dibedakan menjadi dua macam, yaitu stop kontak kecil untuk peralatan listrik berdaya kecil, dan stop kontak besar yang menyediakan jalan masuk ground untuk peralatan berdaya listrik besar.
 Peralatan listrik sangat diharapkan dalam pemasangan lampu panggung Peralatan Listrik dan Peralatan Kontrol Tata Cahaya
4. Multimeter
Multimeter ialah alat ukur listrik yg memiliki beberapa jangkauan dan sanggup disetel untuk mengukur tegangan, arus, dan kendala listrik. Multimeter digunakan untuk mengetahui ada tidaknya tegangan dari kabel yang disambungkan ke perangkat.

5. Tespen, Terminal, Tang, dan Obeng
Tespen ialah alat untuk mengecek ada tidaknya arus listrik. Sedangkan terminal ialah alat yang digunakan untuk menyambung kabel. Penggunaan terminal menciptakan sambungan kabel lebih besar lengan berkuasa dan aman. Untuk memotong kabel diharapkan tang pemotong dan untuk mengelupas kabel dibutuhkan tang khusus pengelupas kabel. 

Alat penting lain dalam kelistrikan ialah obeng untuk mengencangkan dan mengendurkan sekrup pada ketika pemasangan stop kontak, sakelar, penyambungan kabel ke terminal atau ke sirkuit dimmer. Yang juga tidak kalah pentingnya ialah atau isolator yang sewaktu-waktu sanggup digunakan untuk membungkus kabel yang terkelupas.

B. Kontrol Tata Cahaya
Untuk mengontrol atau mengoperasikan tata cahaya memakai papan kontrol. Beberapa peralatan kontrol dalam tata cahaya antara lain sebagai berikut.

1. Kontrol model on-off
Model kontrol lampu on (nyala) dan off (mati) yang dioperasikan melalui satu rangkaian sakelar yang dipasang pada papan kayu. Satu sakelar bisa dianggap satu channel dan bisa dipasangi satu atau beberapa lampu.

Papan kontrol model on-off tidak bisa dibebani lampu berdaya tinggi. Lampu yang digunakan berjenis par atau halogen dengan watt rendah. Pengoperasian control model onoff tidak memungkinkan lampu diredup-terangkan. Intensitas cahaya diatur dengan memasang lampu yang berbeda besaran watt atau memperlebar jarak lampu dengan objek.

2. Kontrol dengan Dimmer
Dimmer ialah alat yang digunakan untuk mengontrol intensitas cahaya dan mengatur perubahan cahaya dalam intensitas tertentu dalam tata cahaya profesional. Dimmer sanggup mengubah intensitas cahaya dari rendah (redup) ke tinggi (terang) atau sebaliknya.

Dimmer mempermudah operasional dan pengendalian intensitas cahaya lampu di panggung, dimana satu unit dimmer pack yang sanggup menampung banyak lampu. Banyak jenis, ukuran, dan kekuatan dimmer pack. Ada dimmer pack yang dipasang secara permanen di dalam sebuah gedung pertunjukan, tetapi ada yang dirancang khusus untuk pentas keliling sehingga gampang dibawa kemana-mana.
 Peralatan listrik sangat diharapkan dalam pemasangan lampu panggung Peralatan Listrik dan Peralatan Kontrol Tata Cahaya
Dimmer generasi usang menyediakan disediakan gagang pengendali intensitas cahaya, tetapi hal ini menciptakan ukuran dimmer menjadi besar. Sedangkan Dimmer modern tidak menyediakan pengendali
intensitas cahaya, selain sebuah tombol kecil pada masing-masing channel. Untuk membantu pengendalian intensitas dibutuhkan pengendali jarak jauh (remote control).

Pengendali jarak jauh sering disebut control desk (meja pengendali) alasannya harus diletakkan di atas meja untuk menggunakannya. Ukuran dan jenis control desk bermacam-macam. Ada yang dioperasikan secara manual ada yang sudah memakai komputer, sehingga bisa diprogram untuk
mengendalikan intensitas cahaya secara otomatis yang disebut controler memory.

Peralatan Dan Perlengkapan Pemasangan Tata Cahaya

Pemasangan lampu di atas pentas membutuhkan banyak sekali perlengkapan pemasangan. Perlengkapan pemasangan  dibutuhkan untuk memasang lampu di atas pentas. Perlengkapan tersebut ada yang telah terpasang permanen dan ada yang sanggup dipindahkan. Perlengakapan pemasangan lampu harus terbuat dari materi yang berpengaruh sehingga bisa menahan berat lampu yang dipasang.

Perlengkapan ada yang terpasang secara permanen dan ada yang sanggup dipindahkan. Perlengkapan pemasangan antara lain kafe dan boom, stand, clamp, bracket, dan lighting rig. Alat bantu pemasangan diantaranya tangga, stager, tongkat panjang untuk mengarahkan lampu dari bawah, kawat atau rantai penahan lampu, dan tali untuk menaik-turunkan lampu.

1. Bar dan Boom
Pipa besi yang dipasang secara horizontal disebut bar, dan yang dipasang secara vertikal disebut boom. Bar digunakan untuk menggantungkan lampu di atas panggung yang terdiri dari beberapa baris mulai dari atas backdrop hingga ke baris depan di atas penonton. 

Dalam panggung modern kafe tidak dibuat statis melainkan bisa diturunkan dan dinaikkan sehingga jarak dan sudut lampu sanggup diubahsuaikan dengan mudah. Berbeda dengan boom yang dipasang di sayap panggung secara vertikal dan permanen. Fungsi boom ialah untuk memasang lampu samping.

2. Stand
Stand ialah sebuah pipa yang terbuat dari logam berpengaruh yang sanggup berdiri dengan tegak dan berpengaruh menahan berat lampu yang dipasang. Stand khusus yang digunakan untuk lampu follow spot dibuat sedemikian rupa sehingga bisa digerakkan ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah secara manual. Tinggi rendah stand sanggup diatur.

Ada juga stand yang di atasnya dipasangi kafe yang disebut T-bar stand. Dengan stand jenis ini maka lampu sanggup dipasang pada tiang vertikal ataupun horizontal. Beberapa stand dilengkapi memakai roda pada kaki-kakinya supaya gampang dipindahkan. Stand sangat bermanfaat dikala boom yang terpasang secara permanen kurang memadai atau jaraknya tidak sempurna menyerupai yang diinginkan.

3. Clamp dan Bracket
Clamp berfungsi untuk menggantungkan lampu pada bar, sedangkan untuk menggantungkan lampu pada boom diharapkan siku (bracket) yang disebut boom arm. Klem yang umum digunakan ialah C-clamp atau hook clamp. Bentuk dan ukuran hook clamp bervariasi tetapi fungsinya tetap sama. Boom arm dipasang pada boom atau batang stand vertikal dan ujungnya digunakan untuk memasang lampu.
 Pemasangan lampu di atas pentas membutuhkan banyak sekali perlengkapan pemasangan Peralatan dan Perlengkapan Pemasangan Tata Cahaya
Pada boom arm generasi usang memakai dua plat besi yang berfungsi untuk menggapit boom dan memakai dua buah sekrup untuk mengencangkannya. Boom arm yang baru, memakai hook clamp dengan satu sekrup untuk mengkait boom sehingga lebih gampang mengatur.

4. Lighting Rig
Lighting rig ialah struktur yang digunakan untuk memasang lampu yang terdiri dari kafe dan boom yang ditata sedemikian rupa. Dalam panggung teater tertutup, rig dipasang secara permanen tetapi ada yang bisa dibongkar pasang. Untuk panggung terbuka rig selalu bisa dibongkar pasang.
 Pemasangan lampu di atas pentas membutuhkan banyak sekali perlengkapan pemasangan Peralatan dan Perlengkapan Pemasangan Tata Cahaya
Riig panggung terbuka dibuat dengan memakai truss. Truss ialah struktur yang berfungsi sebagai tiang penopang, penyangga, dan penunjang yang merupakan material dasar untuk membangun lighting rig. Truss terbuat dari logam ringan dan kuat. Ada 3 bentuk dasar truss yang umum dijumpai yaitu, truss datar, segi tiga, dan segi empat.

5. Alat Bantu Pemasangan
Alat bantu pemasangan lampu terkait dengan pengamanan lampu dan cara pemasangan. Kerja pemasangan lampu terdiri dari memindahkan, menaikkan, memasang, dan menurunkan. Kondisi lampu yang akan dipasang perlu diperhatikan, tidak bisa sembarang dicolokkan ke listrik.

Kabel juga perlu diperiksa, alasannya kabel yang terkelupas sanggup mengalirkan setrum dan bisa menyebabkan kortsleting dan kebakaran. Semua kabel harus diperiksa dan kalau ada kabel yang terkelupas harus ditutup dengan selotip.

Alat bantu pemasangan yang biasa digunakan antara lain tangga, stager, tongkat panjang, tali, dan rantai logam.
  1. Tangga digunakan untuk meraih dan mengarahkan lampu pada ketinggian tertentu. 
  2. Stager  dapat digunakan sebagai tangga untuk memasang, mencopot dan mengarahkan lampu.
  3. Tongkat panjang yang ujungnya diberi pengait besi digunakan untuk mengarahkan lampu dari
  4. bawah. 
  5. Tali digunakan untuk menaikkan dan menurunkan lampu dari atas tangga, stager atau catwalk. 
  6. Rantai logam digunakan untuk menahan dan menjaga lampu supaya tidak tejatuh kalau C-clamp
  7. kendur.

Macam Macam Alat Ukir Kayu Datar

Jenis Ukiran Datar yaitu ukiran yang teknik pengerjaannya tidak mementingkan tingkat penonjolan dimensi gambar tetapi lebih mengarah pada ukiran garis garis gambar atau contoh diatas permukaan bidang ukiran, sehingga terkesan bentuknya masih datar /rata dengan permukaan . Jenis Ukiran Datar yang diterapkan pada produk 2 Dimensi, contohnya bingkai Foto/cermin, Gantungan baju di dinding/kapstock, jam dinding dan lain-lain.

Alat ukir kayu yaitu alat yang digunakan oleh tukang ukir kayu. Alat ini digunakan untuk membentuk suatu bentuk pada kayu, menciptakan lubang dan juga untuk menipiskan kayu. Alat ini sanggup digunakan secara manual atau diaplikasikan memakai palu.Alat ukir kayu debedakan menjadi alat ukir utama dan alat ukir tambahan.

Alat ukir kayu utama t(pokok) erdiri dari pahat dan alat yang lainnya. Jenis-jenis Pahat ukir kayu antara lain pahat lengkung atau penguku, pahat lurus atau penyilat, pahat col, pahat coret atau sisir, dan pahat pengot. Sedangkan alat ukir utama yang lain yaitu palu atau ganden, sikat ijuk, serta meja dan dingklik kerja.

Keduanya akan saling melengkapi ketika sedang digunakan untuk menciptakan produk/karya dengan teknik kerja ukir.Berikut ini alat-alat yang digunakan dalam kegiatan ukir kayu.

A. Peralatan Pokok Ukir Kayu

Pembuatan seperangkat pahat ukir melalui penyediaan materi pokok besi baja yang bagus. Ada dua jenis materi besi baja yang biasa dipergunakan sebagai materi baku pembuatan pahat ukir yaitu : besi
baja batangan dan besi baja bekas gergaji ( grup band saw dan gergaji sirkel/circular saw) dari dua jenis materi itu tentu saja akan didapatkan produk alat ukir yang berbeda pula, baik dari ketajaman mata pahat maupun bentuk permukaan / tekstur bilah pahat. Hal ini sangat mayoritas sekali sebab berbeda bahan. Berikut jenis jenis alat ukir pokok.

1. Pahat Lengkung/Penguku
Pahat penguku yaitu pahat ukir kayu yang bentuk matanya lengkung, berfungsi untuk memahat garis lengkung, lingkaran, membentuk cekung dan cembung. Fungsi pahat ini ialah untuk memahat gambar ukiran/ornamen lengkung, lingkaran,setengah lingkaran, atau bentuk cekung dan cembung serta benangan. 

Pahat ini termasuk jenis pahat pokok ukir berjumlah 20 buah. Ukuran mata pahat mulai dari 1,5 mm hingga dengan 350 mm, sedangkan panjangnya sekitar 1500 mm hingga dengan 2500mm.

2. Pahat Lurus/Penyilat
Pahat lurus yaitu alat ukir kayu yang bentuk matanya lurus, berfungsi untuk memahat garis lurus, segi tiga, segi empat, dan segi-segi lainnya yang berbentuk geometris terbentuk dengan garis lurus, membentuk dasaran.

Fungsi pahat ini adalahuntuk memahat gambar ukiran/ornamen yang lurus/zig-zag/segi tiga, segi empat, menciptakan dasaran. Pahat ini termasuk jenis pahat pokok ukir berjumlah 10 buah. Ukuran mata pahat mulai dari 1,5 mm hingga dengan 350 mm, sedangkan panjangnya sekitar 1500 mm hingga dengan 2500 mm
 Jenis Ukiran Datar yaitu ukiran yang teknik pengerjaannya tidak mementingkan tingkat pen Macam Macam Alat Ukir Kayu Datar
3. Pahat Col
Pahat col yaitu alat ukir ukir kayu yang bentuk matanya lengkung melebihi pahat penguku, berfungsi untuk memahat bentuk cekung yang sudah tidak terjangkau lagi jikalau memakai pahat pengukup

Fungsi pahat ini yaitu untuk membentuk cekungan apabila dipahat dengan pahat penguku sudah tidak mampu/tercapai, tetapi sanggup juga digunakan untuk menciptakan tekstur. Pahat ini sebagai pahat asesoris/pendukung/tambahan berjumlah 5 hingga 10 bilah. ukuran mata pahat mulai dari 50 mm hingga dengan 450 mm, sedangkan panjangnya sekitar 2200 mm hingga dengan 2500 mm.

4. Pahat V/Coret/Sisir
Pahatcoret yaitu  ukir kayu yang bentuk matanya mirip abjad V, berfungsi untuk memahat menciptakan garis lengkung, lingkaran, lurus, menciptakan benangan.

Fungsi pahat ini yaitu untuk menciptakan garis aksen/benangan,tekstur baik garis lurus atau garis lengkung. Pahat ini sebagai pahat asesoris/pendukung/tambahan berjumlah 3 hingga 5 bilah, ukuran mata pahat mulai dari 2,5 mm hingga dengan 150 mm, sedangkan panjangnya sekitar 2200 mm hingga dengan 2500 mm.

5. Pahat Pengot
Pahat pengot yaitu ukir kayu yang bentuk matanya miring ibarat mata pisau, berfungsi untuk
memahat sudut-sudut ukiran apabila sudah tidak terjangkau lagi memakai pahat Lengkung/penguku dan pahat lurus/penyilat.

Pahat ini berbentuk miring mirip mata pisau berfungsi untuk membersihkan bagian-bagian sudut ukiran yang tidak tejangkau dengan pahat penguku (pahat lengkung) atau penyilat (pahat lurus). Pahat ini sebagai pahat asesoris/pendukung/tambahan berjumlah 1 hingga 3 bilah, ukuran mata pahat 150 mm , sedangkan panjangnya sekitar 2200 mm hingga dengan 2500 mm

6. Palu Kayu/Ganden
Alat ini berfungsi sebagai alat bantu untuk memukul pahat ukir pada ketika memahat/mengukir ornamen ukiran. Alat digunakan untuk memukul pahat ukir pada ketika mengerjakan ukiran.

7. Sikat Ijuk
Alat ini berfungsi sebagai alat bantu untuk membersihkan sampah bekas pahatan di sela-sela benda kerja yang mengganggu menghalangi ornamen yang sedang dipahat.

8. Meja dan Kursi Kerja.
Alat ini berfungsinya untuk kawasan landasan mengerjakan/membuat produk kriya kayu dengan teknik ukir, supaya sanggup melakukan praktek menciptakan karya dengan posisi tubuh yang nyaman.

B. Peralatan Pendukung Ukir Kayu

1. Klem C/F
Klem C/F yaitu alat bantu pada teknik kerja ukir sebagai penjepit benda kerja pada meja kerja. Alat ini berfungsi sebagai alat bantu untuk menjepit benda kerja pada meja kerja supaya tidak bergerak pada ketika dipahat.

2. Alat Kerja Bangku Manual/Pertukangan Kayu.
Alat ini digunakan untuk mendukung acara pada saatsaat tertentu apabila diharapkan untuk membantu kelancaran proses teknik kerja ukir.

3. Batu Asah 
Batu Asah digunakan untuk mengasah/menajamkan mata pahat. Peralatan yang digunakan untuk mengukir harus dalam keadaan tajam supaya hasil ukiran sesuai dengan yang diharapkan. Batu asah ini terbuat dari watu alam dan banyak di jual di pasar-pasar tradisional.

4. Bor Mesin
Alat ini digunakan untuk mendukung acara pada saatsaat tertentu apabila diharapkan untuk membantu kelancaran proses teknik kerja ukir. Mesin bor juga sangat penting untuk membantu kerja ukir apabila kita mengukir dengan teknik kerawangan atau juga untuk membantu menciptakan lobang sebelum benda kerja di skrol. Ada dua jenis mesin bor yakni mesin bor duduk (Bench Drill) dan Bor pegang (Portable Drill).
  • Bench drill : Mesin Bor duduk, sebagai alat bantu untuk menciptakan lubang apabila diharapkan pada
  • Bor portable : Mesin bor tangan sebagai alat bantu untuk menciptakan lubang apabila diharapkan pada pekerjaan teknik kerja ukir.

5. Mesin Scroll Saw dan Jig Saw
Mesin skrol saw digunakan sebagai alat bantu apabila diharapkan pada ketika memotong bentuk ukiran kepingan pinggir atau menciptakan ukiran tembus di tengah. Alat ini digunakan untuk mendukung acara pada saatsaat tertentu apabila diharapkan untuk membantu kelancaran proses teknik kerja ukir.

Mesin Jig Saw  digunakan untuk membantu kerja ukir terutama untuk menciptakan bentuk ukiran kepingan pinggir atau lobang yang besar-besar dan juga apa jikalau ukuran benda yang diukir cukup besar sebab tidak sanggup dijangkau dengan mesin scroll saw.

6. Lap/Kain Perca
Alat ini digunakan untuk mengeringkan/membersihkan pahat sesudah ditajamkan/diasah sebab berair atau ketika memberi pelumas pada ketika final bekerja, sebab pahat akan disimpan pada tempatnya supaya tehindar dari karat.

Bahan Dan Jenis Teknik Goresan Kayu

Bahan kayu yang dipakai untuk kerja/benda ukir biasanya memakai jenis kayu keras, menyerupai kayu jati, sonokeling, mahoni, cendana, eboni, dan lain lain. Kayu Jati mempunyai sifat tidak terlalu keras sehingga gampang untuk dipahat/diuikir. Kadar kembang susut jenis kayu jati ini relatif kecil dan daya retaknya relatif rendah. 

Kayu mahoni mempunyai warna coklat kemerah-merahan dan mempunyai serat, tekstur yang halus dan pori-pori yang padat. Sedang daya retak dan kembang susutnya rendah. Kayu ini juga banyak dipakai untuk produksi perabot berukir. Jenis kayu ebpni  (eben sering disebut kayu hitam, kayu areng, kayu kamuni, atau kayu wawana) berwarna hitam dan termasuk jenis kayu keras, serat dan teksturnya menyerupai dengan kayu sonokeling

Serat kayu sonokeling mempunyai kelebihn pori-pori seratnya padat, keras, tampilan warna tekstur menarik, daya susut kembangnya rendah sehingga kayu ini cocok untuk dibentuk mebel ukir/tanpa ukiran. Kayu cebdana termasuk jenis kayu keras yang mempunyai serat serta tekstur halus, sehingga kalau dibentuk ukiran, kesannya sangat indah.

Jenis Teknik Ukir Kayu

Seni ukir yang tradisional lahir tidak saja sebagai karya seni dan tujuan untuk berkesenian, melainkan sangat terikat bersahabat dengan aneka macam perkara yang tumbuh dan berkembang di masyarakat tradisional. Dengan demikian seni ukir tradisional ini pada awalnya sanggup lahir alasannya yaitu untuk persembahan kepada leluhur sesuai dengan dogma masing-masing.Jenis ukiran sanggup dikategorikan menjadi 3 tingkatan. Hal ini menurut tinjauan dari segi teknik penggarapan ukiran itu sendiri yaitu : Ukiran datar, Ukiran dalam/tinggi, dan Ukiran krawang/tembus.
  1. Ukiran datar yaitu ukiran yang teknik pengerjaannya tidak mementingkan tingkat penonjolan dimensi gambar tetapi lebih mengarah pada tabrakan garis-garis gambar atau tumpuan di atas permukaan bidang ukiran, sehingga terkesan bentuknya masih datar/rata dengan permukaan.
  2. Ukiran Dalam/Tinggi yaitu teknik ukir yang mempunyai bentuk ukiran sangat menonjol sehingga hasil ukiran terlihat bangun sendiri alasannya yaitu perbedaan kedalaman dasaran/lemahan. Apabila dasaran/ lemahan bidang ukiran dihilangkan dan menjadi tembus/kerawang maka biasanya disebut ukiran kerawang/tembus.
  3. Ukiran tembus/krawang merupakan bentuk ukiran yang motif-nya menonjol secara utuh dan latar-nya dibentuk tembus atau berlubang.
benda ukir biasanya memakai jenis kayu keras Bahan dan Jenis Teknik Ukiran Kayu
Cara Pemilihan Jenis Bahan
Pemahaman ihwal kayu yaitu penting, alasannya yaitu hal ini akan memberikaan wawasan mengenai jenis kayu yang baik dalam pembuatan karya seni ukir. Beberapa pengetahuan yang perlu dipahami antara lain sebagai berikut.
  1. Memilih materi ukir sanggup dilakukan dengan melihat kondisi permukaan bahan. Pilihlah kayu yang terhindar dari cacat kayu, contohnya retak hati, ada mata kayu dan sudah cukup tingkat kekeringannya (sudah dikeringkan secara alami/oven), sehingga apabila dipakai dalam pembuatan karya tidak terjadi penyusutan, alasannya yaitu akan kuat untuk tahapan proses finishing .
  2. Apabila produk/karya yang sudah dibentuk mengalami serangan hama untuk kayu, maka jenis kayu masiv yang baik sebelum dipakai menciptakan produk/karya terlebih dahulu dilakukan pengeringan dengan sumbangan alat panggangan kayu dengan waktu yang cukup, ditambah dengan obat sebagai pemusnah ulat/telor ulat yang berdada pada bab daging kayu.

Klasifikasi Jenis Kayu/Kelas :
Kayu banyak didapat di Indonesia dan sanggup didaur ulang lagi ketersediaannya dengan menanam kembali (Reboisasi). Kepadatan kayu terkait bersahabat dengan berat jenis kayu dan kekuatan kayu. Semakin ringan kayu semakinkurang kepadatannya, semakin kurang pula kekuatannya. Begitu juga sebaliknya. Pada umumnya kayu yang berat sekali, juga disebut kuat sekali. Kekuatan, kekerasan dan sifat teknis lain pada kayu berbanding lurus dengan berat jenisnya. Berikut ini kalsifikasi materi kayu yang dipakai sebagai ukiran.
  1. Klasifikasi jenis kayu masiv kelas 1  adalah kayu yang mempunyai sifat tidak terlalu keras, mempunyai tekstur serat kayu yang bagus, berwarna coklat kekuning-kuningan. Kadar kembang susut relatif kecil dan daya retaknya relatif rendah, mempunyai serat dan tekstur yang halus. Jenis kayu diantaranya yaitu kayu jati sehingga kayu ini  termasuk kayu kelas satu.
  2. Klasifikasi jenis kayu kelas 2 yaitu kayu yang mempunyai kekerasan sedang sehingga gampang untuk dibentuk produk alasannya yaitu tidak menyulitkan proses kerja. Kayu yang mempunyai warna coklat kemerah-merahan dan mempunyai serat, tekstur yang halus dan pori-pori yang padat. Sedang daya retak dan kembang susutnya rendah. Jenis kayu ini juga banyak dipakai untuk produksi perabot/furniture berukir. Mahoni ini termasuk kayu kelas dua untuk spesifikasi materi pembuatan produk furniture/perabot yang dikerjakan dengan teknik ukir.
  3. Klasifikasi jenis kayu kelas 3 yaitu jenis kayu yang lebih keras di atas kayu jati. Serat kayu berwarna coklat keungu-unguan, diselingi garis kehitam-hitaman dan coklat kekuning-kuningan. Kelebihan kayu ini yaitu pori-pori seratnya padat, keras, tampilan warna tekstur menarik, daya susut kembangnya rendah sehingga kayu ini cocok untuk dibentuk elemen dekorasi interior, Jenis kayu ini dimiliki oleh jenis sonokeling.