Showing posts sorted by relevance for query komet. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query komet. Sort by date Show all posts

Tuesday, October 1, 2019

Pintar Pelajaran Komet

Komet yaitu sebuah benda tata surya kecil yang terdiri dari es. Komet dikenal dengan penampakannya yang menyerupai titik bercahaya dan berekor saat melintas. Hal ini terjadi sebab saat mendekati matahari, komet memanas dan melepaskan gas dan menciptakan atmosfer yang sanggup dillihat dengan mata tlanjang dan koma atau seringkali disebut ekor.

Kejadian ini yaitu ulah dari radiasi matahari dan angin matahari yang menerpa nukleus komet. Nukleus komet sanggup berukuran beberapa ratus meter sampai belasan kilometer dan terdiri dari partikel es, debu, dan batuan. Jika coma dan ekornya cukup besar, komet sanggup dilihat secara bebas dengan mata tlanjang.

Komet mempunyai periode orbital yang bervariasi, sanggup beberapa tahun sampai jutaan tahun. Komet yang mempunyai periode orbital yang kecil biasanya berasal dari sekitar sabuk kuiper yang terletak di luar orbit Neptunus. Komet yang mempunyai periode orbital yang agak besar biasanya berasal dari awan oort yang membentang dari luar sabuk kuiper sampai setengah jarak menuju alpha centauri. Komet ini mendekati matahari sebab terjadi perturbasi gravitasi sebab ada bintang yang melintas dan gaya tarik-ulur dari galaksi. Komet dengan orbit hiperbola sanggup saja melintas melewati matahari sekali dan keluar lagi tanpa kembali.


Komet & Asteroid

Komet dibedakan dengan asteroid dengan melihat atmosfer dan coma-nya. Asteroid tidak mempunyai atmosfer. Koma yaitu lepasan dari atmosfer dan partikel yang dikandung komet. Bagaimanapun komet yang sudah mati sebab terlalu banyak melewati matahari sanggup saja sulit dibedakan dari asteroid. Es dan debu yang dikandung sanggup saja tertiup habis dan menjadi nukleus tanpa atmosfer lagi. Asteroid diperkirakan mempunyai asal yang berbeda dari komet. Asteroid cenderung terbentuk di dalam orbit Jupiter daripada di luar tata surya.

Nukleus

Nukleus yaitu potongan komet yang padat, dan merupakan inti dari benda ruang angkasa ini. nukleus terbentuk dari leburan batu, debu, es, dan gas beku yang terdiri dari karbon dioksida, karbon monoksida, metana, dan amonia. Beberapa molekul organik yang kompleks juga sanggup ditemukan di dalam nukleus, menyerupai asam amino dan hidrokarbon rantai panjang. Bahkan pada Agustus 2011 ditemukan bahwa terdapat komponen DNA dan RNA di dalam sebuah meteorit yang sanggup merupakan pecahan asteroid atau komet mati. Permukaan nukleus sendiri bersifat kering, berdebu, dan berbatu. Nukleus tidak memantulkan sinar matahari dengan baik, sebab itu beberapa komet yang mempunyai atmosfer yang tipis tidak terlihat dengan jelas.

Coma

Coma yaitu anutan debu dan gas yang dilepaskan dari atmosfer komet yang tipis dan sangat besar. Coma terbentuk sebab tekanan radiasi dan angin dari matahari. Kandungan dari Coma diketahui berasal dari air dan debu. Sebagai perbandingan jikalau nukleus padat komet berukuran 60 kilometer saja, coma sanggup mencapai panjang jutaan kilometer dan bahkan lebih besar daripada matahari. Pada Oktober 2007 ditemukan komet 17P/Holmes yang mempunyai koma lebih besar daripada matahari begitupun komet raksasa yang ditemukan pada 1811. Coma terlihat bercahaya sebab memantulkan cahaya matahari dan sebab ionisasi terjadi dan menciptakan plasma terbentuk.

Ekor

Di luar tata surya komet tetap membeku sebab tidak ada panas yang cukup, hal ini menjadikan tidak bisanya komet dilacak dari bumi. Aliran debu dan gas yang terjadi sebab radiasi yang mencairkan dan angin matahari yang meniup uap tadi membentuk ekor komet. Ekor komet selalu bergerak menjauhi matahari. Ekor komet juga bercahaya menyerupai coma sebab ionisasi sinar ultra-violet dari matahari terhadap koma. Plasma terbentuk sebab terdapatnya anutan listrik bermuatan positif.

Pintar Pelajaran Asteroid

Asteroid yakni planet berukuran kecil terutama yang berasal dari sistem tata surya kita. Asteroid yang lebih besar umumnya disebut planetoid. Istilah ini telah dipakai semenjak dulu untuk merujuk pada benda astronomis yang berorbit terhadap matahari yang tidak mempunyai huruf disk ibarat planet dan tidak mempunyai huruf komet yang aktif. Diketahui asteroid yang berada di luar tata surya akan cenderung mempunyai huruf yang ibarat komet alasannya yakni tidak adanya radiasi panas matahari yang cukup.

Ada jutaan bahkan lebih asteroid di tata surya kita, diperkirakan kesemuanya merupakan potongan planetesimal yang tidak pernah bermetamorfosis planet yang utuh. Asteroid sanggup ditemukan di seluruh bab tata surya terutama di tempat sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Ada tiga tipe asteroid yang dikenal menurut materi utama yang terkandung di dalamnya. Asteroid tipe C yakni asteroid yang mempunyai banyak molekul karbon, asteroid tipe S yang mempunyai huruf berbatu-batu, dan asteroid tipe M yang terbentuk dari metal.


Asteroid yang unik

Asteroid tidak memantulkan cahaya dengan baik, dan tidak mempunyai atmosfer yang menciptakan asteroid sanggup dilihat dengan mata tlanjang. Hanya satu asteroid yang mempunyai permukaan yang agak reflektif yang sanggup terlihat mata tlanjang, asteroid itu yakni 4 Vesta. 1 Ceres, asteroid terbesar yang pernah dideteksi diketahui mempunyai kandungan uap air di dalamnya. Hal ini sangat membingungkan alasannya yakni dengan begitu Ceres sanggup saja merupakan komet yang tidak mempunyai orbit ekstrim dan menetap di sabuk asteroid. Sementara itu terdapat satu asteroid yang dikenal mempunyai satelit, asteroid itu dinamakan 243 Ida dan bulannya dinamakan Dactyl.

Metode penemuan

Pada sekitar kurun ke-18, metode yang dipakai untuk menemukan benda yang bukan bintang yakni dengan menciptakan sky chart atau peta langit. Peta langit kemudian dicocokkan dan langit di awasi apakah ada benda di luar sky chart yang muncul atau bergerak. Seabad kemudian astraphotography dilakukan selama beberapa hari dan foto-foto kemudian dibandingkan untuk menemukan objek yang tidak ada sebelumnya. Setelah itu sistem modern mulai muncul yang melibatkan komputer, radar, dan satelit-satelit buatan.

Sabuk asteroid

Terbentang antara orbit Mars dan Jupiter dan mempunyai populaasi yang besar. Sabuk asteroid diperkirakan mempunyai 1.1 sampai 1.9 juta asteroid yang mempunyai ukuran lebih besar daripada 1 km. Asteroid yang diameternya berukuran kurang dari 1 km, kurang dianggap sebagai asteroid yang signifikan alasannya yakni jumlahnya yang berjuta-juta dan ukurannya yang kecil. Pembentukan asteroid di sabuk asteroid diperkirakan terjadi sebelum Jupiter terbentuk, dan planet yang seharusnya terbentuk antara Jupiter dan Mars tidak sanggup berkembang alasannya yakni Jupiter yang raksasa dan menciptakan terjadinya perturbasi gravitasi.

Asteroid trojan

Trojan asteroid yakni sekelompok atau lebih asteroid yang mengorbit pada orbit yang sama dengan planet yang lebih besar atau bulan dan tidak saling bertabrakan alasannya yakni mempunyai kestabilan kontur Lagrange. Populasi trojan yang paling besar terdapat di sekitar Jupiter yang disebut Jupiter Trojan. Beberapa trojan juga ditemukan mengorbit dengan orbit Mars. Trojan dahulu dikira termasuk dalam asteroid yang termasuk dalam sabuk asteroid tetapi orbit mereka berbeda.

Near-Earth asteroids

NEA yakni asteroid yang mempunyai orbit yang mendekati bumi. Diperkirakan ada sekitar 7075 near-earth asteroids yang diketahui dan 500 sampai 1000 diantaranya mempunyai ukuran diameter lebih dari 1 kilometer. Empat kelompok asteroid yang paling terkenal yakni Atira, Aten, Apollo, dan Amor. Asteroid NEA yang besar sering dikhawatirkan akan menabrak bumi dan menjadikan ledakan lebih dari 10 megaton ibarat yang terjadi di Tunguska pada 1908.

Pintar Pelajaran Meteor

Meteor ialah salah satu dari tiga fase benda yang disebut meteoroid. Meteoroid ialah benda metal atau kerikil yang menjelajahi ruang angkasa. Ketika bergesekan dengan bumi, meteoroid disebut meteor, dan ketika mendarat disebut meteorit. Meteoroid ialah benda yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada asteroid dan diperkirakan terbentuk dari penggalan benda yang menabrak Mars atau bulan. Meteoroid juga diperkirakan sebagai fragmen dari komet atau asteroid.

Meteor ialah seleret cahaya yang sanggup dilihat dari mata telanjang akhir ukiran dan pemanasan meteoroid atau micrometeoroid dengan atmosfer bumi. Gesekan dan pemanasan tersebut akan mengakibatkan bahan yang bercahaya di sepanjang jalur jatuhnya meteoroid. Meteor umumnya terjadi di lapisan mesosfer di 76 km sampai 100 km di atas permukaan bumi. Karena hal itu meteor dinamakan dari kata Yunani meteoros yang artinya tergantung di udara.


Dalam sehari terjadi jutaan kali meteor dalam sehari. Meteor yang terjadi biasanya berukuran sebesar kerikil kerikil. Hujan meteor sanggup terjadi jikalau terdapat puing komet yang melintas akrab dengan bumi. Biasanya meteor mulai sanggup dilihat ketika mencapai ketinggian 120 km sampai 75 km di atas permukaan bumi, dan meteor mulai habis terbakar pada 95 km sampai 50 km di atas permukaan bumi. Penampakan meteor terjadi dalam waktu satu detik saja.

Cahaya

Meteor bercahaya lantaran gas yang mengekor di belakangnya dan sisa-sisa pencairan dan pembakaran material yang jatuh. Meteor yang jatuh sanggup meninggalkan banyak warna dari cahaya yang terbentuk. Cahaya tersebut sanggup berbeda-beda tergantung zat apa yang dikandung tubuh meteor dan kecepatan bergerak meteor. Cahaya yang terjadi berasal dari terpengaruhnya zat logam dalam meteoroid dengan plasma udara super panas. Kandungan di bawah ini akan mengakibatkan seleret warna tertentu ketika meteor melewati mesosfer, sodium akan menghasilkan warna kuning kemerahan, besi akan menghasilkan warna kuning, biru dan hijau dihasilkan oleh magnesium, ungu disebabkan lantaran kalsium, dan merah disebabkan lantaran atmosfer tipis meteor yang mengandung nitrogen dan oksigen.

Fireball

Fireball ialah meteor yang menghasilkan cahaya yang sangat terang. Magnitude atau ukuran terang benda langit fireball ialah -4 dengan semakin kecil magnitude semakin terang cahaya benda langit. Meteor akan dikategorikan sebagai fireball jikalau mempunyai magnitude di atas -3 jikalau dilihat dari zenith (titik langit tertinggi). Penampakan meteor yang muncul di atas cakrawala sanggup lebih redup lantaran jarak, polusi cahaya, dan pembiasan cahaya akhir atmosfer. Fireball yang mempunyai magnitude lebih terang dibanding -14 akan disebut bolide. Bolide ialah nama yang dipakai untuk mengidentifikasi meteor yang meledak ketika melalui mesosfer dan tetap melaju dengan terang sampai nanti jatuh ke bumi. Jika bolide mempunyai magnitude yang lebih terang daripada -17, maka bolide akan disebut superbolide.

Fase Meteor

Meteor melalui tiga fase sebelum hasilnya redup dan jatuh ke bumi. Yang pertama ialah ionisasi molekul atmosfer, kemudian diikuti dengan bubuk yang terbuang dari meteoroid, dan bunyi meteor.

Kita sanggup melihat cahaya yang lewat sejenak lantaran ada jalur ionisasi yang sebetulnya merupakan atmosfer kita yang mencuri ion dari molekul meteor yang lewat. Lalu sesudah itu meteor akan terus terbakar dan menghasilkan puing berupa bubuk meteor. Debu meteor sanggup mensugesti iklim dan mengakibatkan reaksi kimia tertentu di langit, bubuk meteor juga melepaskan radiasi elektromagnetik. Seleret meteor juga biasanya diikuti dengan bunyi semacam desis atau keretak api yang membakar, adakala bolide dan superbolide mengeluarkan bunyi ledakan yang terdengar jelas. Suara meteor muncul beberapa ketika sesudah seleret cahaya menghilang.