Showing posts sorted by relevance for query jenis-serat-bahan-tekstil-alam. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jenis-serat-bahan-tekstil-alam. Sort by date Show all posts

Monday, February 17, 2020

Jenis Dan Karakteristik Materi Serat

Kerajinan Indonesia telah dikenal luas di mancanegara dengan bentuk yang sangat beragam, kreatif, inovatif, dan selalu berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan teknologi. Indonesia
dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat dengan proses yang lebih mengandalkan keterampilan tangan bukan hanya mesin.

Produk-produk kerajinan yang ada di sekitar kita mempunyai ciri khas sesuai jenis materi alam yang digunakan. Serat pada umumnya sanggup dikelompokkan menjadi 2 bab yaitu serta alam dan serat buatan

A. Jenis-jenis Serat
Serat yaitu suatu jenis materi berupa  potongan-potongan  yang membentuk jaringan memanjang yang utuh ataupun senyawa. serat yang paling sering dijumpai disekitar kita yaitu kain. Bahan ini sangat penting dalam kehidupan kita, baik binatang maupun tumbuhan sebagai kebutuhan badan kita sendiri. Manusia memakai serat dalam banyak hal,seperti:membuat tali, kain, kertas dll.

Secara umum serat dikelompokkan menjadi serat alam dan serat buatan. Serat alam terbagi dalam kategori besar, yaitu serat yang berasal dari tumbuhan, serat yang berasal dari binatang dan materi dan anorganik. Kapas, rami, kapuk yaitu beberapa teladan serat alam yang berasal dari tumbuhan, sedangkan wol dan sutera serat yang berasal dari hewan, sementara serat asbes yaitu teladan serat yang berasal dari material anorganik.

Serat buatan terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu serta yang materi bakunya berasal dari alam tetapi kemudian mengalami proses polimerisasi lanjutan menyerupai viskosa, asetat, kuproamonium, dsb. Ada juga serat buatan yang materi bakunya berasal dari hasil sintesis polimerisasi contohnya polyester, nilon, poliuretan, polivinil, dsb. Sedangkan yang ketiga yaitu serta yang berbahan dasar anorganik contohnya serat logam, gelas, dsb.

Mengidentifikasi Bahan Serat Alam Pada Produk Kerajinan
NoJenis BahanCiri-ciriBentukTeksturTeknik Pengolahan
1RotanKuat dan tahan lamTas, Alat rumah TanggaHalusAnyaman
2KayuKuat dan gampang dibentukKursi, Meja dan perabot rumah tanggaHaslu berseratUkir dan Bubut
3PurunKuat dan berseratTopi dan TasHalusAnyam
4Tanah liatLengket dan gampang dibentukVas dan GerabahHalusLempeng (slabing), pilin, pijat, dan putar.
5Getah nyatuMudah dibuat ketika masih panasPerahu, patung dan kerajinan lainnyaHalus dan warna terangKonstruksi
6Pelepah PisangRingan dan gampang dibentukKeranjang buah, Tas, dan SandalHalusAnyaman
6BambuKuat dan gampang dibentukSandalHalusAnyaman, Konstruksi
7KulitKuat dan awetWayang kulit, Jaket, SepatuBerseratAnyam, Jahit,

B. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat
Bahan serat alam berasal dari alam. Limbah serat alam gampang diurai dalam tanah. Bahan serat alam yang dimaksud yaitu materi organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan materi kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan. Bahan serat alam sanggup digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral.

1. Serat dari Tumbuhan
Karakteristik materi serat alam yang menjadi perhatian yaitu pada permukaan seratnya, menyerupai kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas. Serat yang berasal dari tumbuhan sanggup diklasifikasi menjadi empat sebagai berikut.
Kerajinan Indonesia telah dikenal luas di mancanegara dengan bentuk yang sangat bermacam-macam Jenis dan Karakteristik Bahan Serat
  • Serat dari Biji. Beberapa biji telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai materi serat. Contohnya biji dari pohon kapas dan kapuk.  Bahan tekstil dari selulosa (kapas) mempunyai beberapa karakteristik seperti, materi terasa cuek dan sedikit kaku, gampang kusut, gampang menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan gampang terbakar.
  • Serat dari Batang. Jenis batang yang menghasilkan serat alam sanggup berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium. Contohnya batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn.
  • Serat dari Daun. Contohnya serat daun mendong (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan daun henequen.
  • Serat Berasal dari Buah. Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai materi serat yaitu kelapa. Buah kelapa mempunyai sabut yang melapisi buah.
2. Serat dari Hewan
Bagian binatang yang dimanfaatkan seratnya yaitu bulu. Bulu binatang yang paling banyak diolah sebagai materi baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan filamen.
Kerajinan Indonesia telah dikenal luas di mancanegara dengan bentuk yang sangat bermacam-macam Jenis dan Karakteristik Bahan Serat
  • Serat dari Stapel. Stapel merupakan serat yang berbentuk rambut binatang yang disebut dengan wol. Contohnya domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Rambut binatang yang paling banyak dipakai yaitu wol dari bulu domba.  Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri.
  • Serat dari Filamen Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya yaitu serat yang berasal dari larva ulat sutera yang dipintal menjadi benang.  serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat anggun dan lembut, tidak gampang kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak gampang berjamur, gampang terbakar, berbau menyerupai rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk bubuk hitam, bulat, serta gampang dihancurkan. 
Mengobservasi Bahan Serat di Wilayah Setempat
Serat TumbuhanManfaatSerat HewanManfaat
KapasBahan tekstilWolBahan tekstil
PandanBahan kerajinan anyamanSuteraBahan tekstil
MendongBahan kerajinan anyamanSerat AlpacaHahan tekstil
Sabut KelapaBahan Kerajinan dan alat rumah tanggaSerat VicunaBahan tekstil

Thursday, March 26, 2020

Jenis Serat Materi Tekstil Alam

Serat materi tekstil merupakan bab terkecil yang digunakan sebagai materi dasar untuk menciptakan kain atau materi tekstil. Secara garis besar serat tekstil dibagi menjadi dua golongan yaitu serat alam dan serat buatan. 

Serat alam yakni serat tekstil yang berasal dari hewan, tumbuh tumbuhan, dan barang barang galian. Serat tekstil yang berasal dari binatang disebut serat protein, serat tekstil yang berasal dari tumbuh flora disebut serat sellulosa, serat tekstil yang berasal dari barang barang galian disebut dengan serat mineral, sedangkan serat termoplastik atau serat buatan insan yakni serat yang terbuat dari materi bahan kimia.

A. Serat Protein
Menurut asalnya serat materi tekstil dibagi menjadi 4 (empat) golongan yaitu serat hewani (protein), serat flora (sellulosa), serat mineral (galian). serat buatan (organik dan an organik) dan masing masing serat memliki karakteristik yang berbeda beda mirip panjangnya, kekuatannya, warnanya sehingga besar lengan berkuasa terhadap materi tekstil yang dihasilkan. Beberapa contoh Serat Protein (Hewan) antara lain sebagai berikut.
 Serat materi tekstil merupakan bab terkecil yang digunakan sebagai materi dasar Jenis Serat Bahan Tekstil Alam
1. Wol
Wol yakni materi tekstil yang terbuat dari bulu domba jenis biri biri.  Wol mulai digunakan semenjak 4000 tahun sebelum masehi di Yunani, Babilon dan Mesir. Wol pada mulanya berasal dari Asia Tengah dan Asia kecil, disekitar sungai Efrath yang lalu diperkenalkan ke negara lain hingga populer hampir keseluruh dunia.  Kualitas materi wol sangat dipengaruhi oleh jenis domba, makananya, umur, dan cara pengolahannya, maupun iklim di negara tersebut.

Kualitas wol ada tiga kategori wol halus, wol sedang dan wol bernafsu atau wol permadani.
  • Wol halus diperoleh dari domba/biri biri merino asal Spanyol
  • Wol sedang diperoleh dari wol Inggris bulunya lebih besar, Ada tiga jenis wol Inggris yaitu :. Wol luster yakni jenis wol yang dihasilkan dari bulu domba jenis Lincoln, dan Leicester. Woldown yakni jenis wol yang dihasilkan dari bulu domba jenis southdown.  Wol crossbread yakni wol yang dihasilkan dari bulu domba jenis crossbread yaitu hasil persilangan antara domba merino rambouillet dengan domba berbulu panjang. 
  • Wol bernafsu umumnya berasal dari domba Asia mirip India, pakistan dan Timur Tengah.

Selain bulu biri-biri, ada beberapa jenis bulu binatang yang sanggup dijadikan sebagai materi tekstil antara lain, bulu domba, bulu unta, bulu kuda, dan bulu kelinci. Bulu domba (Angora dan Cashmere).

Bulu domba (Angora dan Cashmere)
Mohair yakni serat yang diperoleh dari bulu domba angora.yang berasal dari propinsi Angora Turki. Serat mohair panjang dan licin, kurang ikal sehingga sukar dipintal. Sifat kimianya hampir mirip wol. Mohair digunakan untuk pembuatan materi bahan berbulu, rajutan, materi epilog dingklik dan permadani.

Cashmere diperoleh dari domba cashmere yang terdapat di pegunungan Tibet, mongolia, tiongkok bahkan hingga himalaya. Domba cashmere lebih besar dari angora, berambut dan berbulu lurus. Rambutnya keabu abuan atau putih dan terlepas sendiri satu tahun sekali.

Alpaca dan Vicuna
Alpaca dan vicuna berasal dari keluarga unta yang banyak dipelihara di Amerika latin, memiliki panjang serat 20 hingga 30 cm, halus, lembut dan berkilau berwarna putih dan hitam. Sedangkan vicuna, diperoleh dari rambut unta vicuna sejenis ilama kecil yang hidupnya liar di hutan hutan Amerika Selatan. Memiliki serat yang paling halus lembut dan terbaik diantara serat binatang yang lain. Seratnya pendek, sangat berkilau dan berwarna coklat muda.

Bulu Kuda
Bulu kuda diperoleh dari rambut surai dan rambut ekornya, seratnya kaku, licin, panjang, warna coklat kemerahan. Bulu kuda digunakan sebagai adonan serat kapas untuk pembuatan materi pelapis.

Bulu Kelinci Angora
Bulu kelinci angora, diperoleh dari kelinci angora yang banyak dipelihara di Cekoslovakia, Jepang, Perancis, seratnya sangat halus, lembut dan warnanya putih. Pencukuran bulu sanggup dilakukan empat kali dalam setahun, serat ini umumnya diperuntukan untuk menciptakan topi, materi rajut atau sebagai adonan serat wol atau nylon.

2. Sutera
Sutera yakni serat protein berbentuk Filament atau benang terus yang terbuat dari jenis serangga yang disebut Lepidoptera. Serat tersebut dihasilkan oleh larva ulat sutera ketika membentuk kepompong. Jenis ulat sutera yang menghasilkan serat kualitas terbaik disebut Bombyx mori, memiliki filamen yang halus lembut dan berkilau.

Di Indonesia sutera banyak dihasilkan dari kota Sulawesi selatan (Sopeng) yang balasannya dikenal dengan sarung bugis. Selain ulat sutera bombyx mori, ada beberapa jenis kupu kupu atau ulat sutera yang sanggup menghasilkan materi sutera antara lain, sutera tusah, sutera mentah, sutera rejaan, sutera bourette, dan sutera anaphe.
  • Sutera Tusah yakni jenis materi sutera yang dihasilkan dari ulat tussah. Ulat yang hidupnya liar dan tidak terpelihara banyak terdapat di kawasan cina.  Seratnya berwarna kecoklat coklatan alasannya yakni adanya zat tanin dari daun oak. Filamennya pendek pendek dan kualitasnya kurang baik.
  • Sutera mentah atau grege yakni filamen yang masih mengandung zat perekat atau serisin, untuk menghilangkan zat perekatnya sehabis menjadi tenunan sutera dimasak dengan air sabun. Sutera diolah dengan aneka macam materi kimia berupa garam dalam zat warna atau celupan yang tahan cuci.
  • Sutera Bourette jenis sutera yang dihasilkan dari sisa sisa sutera rejaan dan banyak simpulnya, seratnya pendek pendek, benangnya berbintik bintik. Sutera bourette sanggup dengan gampang dibedakan dari tenunan kapas alasannya yakni jika dikepal terdengar suara gemersik.
  • Sutera anaphe banyak terdapat di Afrika Barat, hidupnya mengelompok dan menciptakan sarang dimana setiap ulat membentuk kepompong. Kepompong Anappe tidak menguntungkan secara komersil alasannya yakni banyak mengandung kotoran.

B. Serat Sellulosa
Sellulosa yakni golongan serat alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan terdiri dari 2 (dua) golongan yaitu sellulosa alam dan sellulosa buatan. Beberapa serat yang termasuk serat sellulosa dari alam antara lain, serat biji (kapas dan kapok), serat batang (lenan, rami, goni dan henep), serat daun
(abaka dan sisal).

1. Serat Biji 
Serat sellulosa yang termasuk serat biji yakni kapas dan kapok. Dikatakan serat biji alasannya yakni pada bijinya terdapat bulu-bulu yang dijadikan serat. Di Indonesia kapas banyak terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Palembang.

Serat kapas terdapat pada buahnya, yaitu bulu bulu yang menyelimuti bijinya (satu buah kapas mengandung sekitar 20 biji kapas). Gining yakni proses pemisahan serat atau bulu-bulu kapas dari bijinya. Bulu-bulu pendek yang masih menempel pada biji kapas disebut linters. 

Penampang melintang serat kapas sangat bervariasi, tapi pada umumnya bentuknya oval mirip bentuk ginjal dan terdiri dari cuticula, dinding sel atau primer, dinding sekunder, dan lumen.
  • Kuticula yakni lapisan terluar dari serat kapas yang mengandung zat lilin, pektin dan protein. Untuk menghilangkan zat lilin, serat kapas dimasak dengan soda atau lindi natron.
  • Dinding sel atau dinding primeir, terdiri dari sellulosa tetapi juga mengandung pectin, protein dan zat lilin. 
  • Dinding sekunder yakni lapisan sellulosa yang merupakan bab utama serat
  • Lumen yakni bab kosong yang ada didalam serat, berisi zat-zat yang padat merupakan sisa protoplasma yang sudah kering yang komposisinya sebagian besar terdiri dari nitrogen.

Kapuk termasuk serat biji yang dihasilkan dari buah pohon randu yang diambil buahnya. Kapuk menjadi materi yang penting dalam dunia perdagangan sehabis Belanda memarken produksi kapuk Jawa di World’s Colombian Exposition di Chicago tahun 1983. Indonesia, India, Srilanka dan Philipina yakni Negara-negara penghasil kapuk.

Penampang lintang serat kapas berbentuk bundar hampir lonjong dengan lumen yang lebar dan dinding yang sangat tipis, pada lumen terlihat ada gelembung gelembung udara. Bentuk penampang membujur mirip silinder meruncing keujung dan memiliki pilinan mirip serat kapas. Kapuk pada umumnya dipergunakan untuk materi pengisi.

2. Serat Batang
Serat batang terdapat pada kulit batang yang berbentuk berkas-berkas yang menempel dengan perekat tumbuh flora yang disebut pektin yang gunanya untuk menguatkan batang. Serat yang termasuk serat batang antara lain, lenan, rami, goni dan henep.
  • Lenan yakni salah satu serat batang yang berasal dari tumbuhan vlas.  Industri lenan pertama terdapat di Mesir dan hasil produksinya dipergunakan untuk busana para ningrat kuno dan pembungkus mumi. Irlandia, Belanda, Inggris, Perancis, Scotlandia, Jerman, Irlandia, Polandia. Rusia yakni negara terbesar lenan di dunia tetapi Irlandia negara penghasil lenan terbaik.
  • Rami berasal dari tumbuhan Bochmeria Nibea yang diambil batangnya.  Selain untuk materi tekstil serat rami dijadikan benang jahit, jala, kanvas, tali temali, terpal dan sepatu. Bila dicampur dengan serat kapas dan rayon lalu ditenun sanggup digunakan untuk materi pembungkus jok kursi.
  • Tanaman Goni yang diambil seratnya memiliki batang kecil, tinggi dan lurus. Panen sanggup dilakukan tiga kali, yang pertama pada ketika pohon berbunga menghasilkan serat yang halus, berwarna lebih muda tetapi balasannya sedikit. Panen kedua dilakukan pada ketika pohon mulai berbuah dan menghasilkan serat yang paling baik hasilnya. Panen ketiga sehabis buah masak menghasilkan serat banyak tetapi serat bernafsu dan warnya lebih tua.
  • Negara penghasil henep pintar balig cukup akal ini yakni Italia, Rusia dan Yugoslavia. Serat yang baik sangat muda dan berkilau, tetapi umumnya berwarna bubuk abu pucat kekuningan, kehijau-hijauan atau kecoklatan tergantung dari jenis dan cara pemisahan serat. Kekuatan dan daya mulurnya hampir sama dengan vlas atau lenan.

3. Serat Daun 
Serat daun yakni serat yang termasuk sellulosa yang dihasilkan dari daun-daunan. Serat yang termasuk golongan serat daun antara lain, abaka, rosela dan sisal.
  • Abaka yakni serat daun yang termasuk golongan pisang, serat ini juga sering disebut Manila henep alasannya yakni kebanyakan ditanam di Manila (Filipina). Warna yang baik bervariasi dari putih hingga berwarna kuning gading, kream dan coklat muda, coklat bau tanah hingga hampir hitam tergantung dari letaknya pada pelepah.
  • Rosela, yakni serat yang diambil dari kulit pohon yang mirip pohon henep yang banyak ditanam di Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Pemanfaatan serat rosela sama mirip serat goni yaitu sebagai pembungkus atau karung.
  • Sisal berasal dari daun flora Agave sisalana.  Serat sisal pada umumnya dibentuk untuk tali-temali.


Baca Juga : Serat Bahan Tekstil Buatan

C. Serat Mineral (Galian)
Serat mineral yakni serat yang diperoleh dari barang galian, berdasarkan asalnya serat mineral dikelompokkan menjadi dua yaitu serat mineral dari alam yaitu asbes, dan serat mineral buatan yaitu serat gelas dan benang logam.

Mineral alam (Asbes). Asbes yakni serat yang diperoleh dari kerikil karang yang terletak jauh dibawah
permukaan tanah, kerikil karang tersebut dinamakan peridotite yang tersusun dari besi, magnesium dan silikat. Asbes banyak terdapat di Indonesia, Canada, Transveal dan Australia. Serat asbes sanggup dipintal jadi benang sehingga sanggup dijadikan materi tekstil. Bahan tekstil yang dihasilkan asbes tahan api dan tidak sanggup terbakar.

Jenis Serat Materi Tekstil Buatan

Serat materi tekstil merupakan bab terkecil yang digunakan sebagai materi dasar untuk menciptakan kain atau materi tekstil. Melalui proses pemintalan serat materi tekstil diolah menjadi benang (yarn), selanjutnya benang benang tersebut diolah sampai menjadi materi tekstil. Secara garis besar serat tekstil dibagi menjadi dua gol ongan yaitu, serat alam dan serat buatan. Serat buatan ialah serta yang molekulnya disusun secara sengaja oleh manusia. Beberapa jenis serat materi tekstil buatan antara lain sebagai berikut.

A. Wol Buatan
Berbagai percobaan telah dilakukan oleh para mahir dibidang pertekstilan yang pada jadinya berhasil menemukan beberapa materi dasar yang sanggup digunakan untuk menciptakan serat wol buatan seperti, susu, jagung, kacang kedelai dan kacang tanah. Bahan materi tersebut kemudian diolah dicampur dengan materi bahan kimia sehingga menjadi materi wol buatan seperti, wol susu dan vicara.
  1. Wol susu merupakan percobaan yang dilakukan spesialis pertekstilan dari Italia berjulukan Ferreti pada tahun 1935, dengan menciptakan zat keju menjadi serat buatan berjulukan lanital atau Aralac (Amerika) dan menghasilkan wol buatan yang dikenal dengan nama wol susu.
  2. Vikara ialah serat buatan dari jagung yang dicampur dengan zat lain menyerupai wol, kapas atau asetat.
 Serat materi tekstil merupakan bab terkecil yang digunakan sebagai materi dasar untuk memb Jenis Serat Bahan Tekstil Buatan
B. Serat Sellulosa Buatan
Rayon ialah serat buatan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Rayon terbuat dari materi dasar sellulosa linters atau sellulosa kayu (kayu cemara atau kayu beuk). Dalam proses pembuatannya sellulosa dicampur dengan bahan-bahan kimia, kemudian dikembalikan sebagai sellulosa tetapi dalam bentuk lain contohnya sebagai benang filamen atau staple. Ada beberapa jenis rayon antara lain, rayon viscosa, rayon kupramonium, dan rayon polinosik.
  1. Rayon Viskosa ditemukan oleh spesialis kimia D.F. Cross dan E.J. Bevan pada tahun 1891. Produksi rayon viskosa yang pertama dilakukan oleh Courtaulds L.td. Rayon viskosa digunakan untuk materi pakaian, materi pelapis, materi renda. atau untuk keperluan yang lainnya.
  2. Rayon kupramonium ditemukan pada tahun 1857 di Swiss oleh Schweizer, kemudian pada tahun 1891 Fremery dan Urban mulai menciptakan benang rayon kupramonium di Jerman. Rayon kupramonium diperdagangkan sebagai rayon Bemberg, diantaranya diproduksi oleh The American Bemberg Corporation di Amerika Serikat.
  3. Rayon polinosik merupakan hasil perbaikan sifat-sifat rayon sebelumnya, Polinosik dibuat dari sellulosa yang diambil dari pulp kayu menjadi serat sellulosa yang dibuat dalam bentuk stapel. Polinosik yang dibuat ketika ini kebanyakan digunakan untuk tujuan industri.

C. Serat Mineral Buatan
Serat beling atau glass fiber ialah salah satu serat mineral buatan. Serat beling ditemukan semenjak zaman Mesir kuno, tetapi gres diproduksi untuk materi tekstil pada tahun 1936. Bahan dasar serat gelas ialah pasir silikat, calsium carbonet, natrium, borax dan materi bahan lain sebagai campuran. Serat gelas ditenun kemudian digunakan untuk saringan materi kimia, kaos lampu, pembungkus kawat tembaga dan materi isolasi kap lampu, materi epilog kursi. Logam

Serat logam atau benang logam ialah serat buatan yang disusun dari logam logam berlapis plastik, plastik berlapis logam, atau sumbu yang dilapisi oleh logam. Serat logam telah digunakan semenjak dahulu kala. Aluminium ialah jenis logam yang paling banyak digunakan alasannya ialah ringan, lebih lembut dan harganya lebih lebih murah dibandingkan dengan logam yang lainnya. Penggunaan benang logam sebagai materi penghias materi tekstil atau busana.

Baca Juga : Jenis Bahan Tekstil Alam

D. Serat Termoplastik
Serat termoplastik atau serat sintetis ialah serat materi tekstil yang terbuat dari bahan-bahan kimia 100%. Dalam kehidupan yang serba moderen menyerupai ketika ini banyak materi tekstil yang dibuat dari serat sintetis.. Serat tekstil memiliki sifat kuat, ringan, gampang dalam pemeliharaan, sehingga menguntungkan dan banyak diminati oleh konsumen.

Serat termoplastik terbuat dari polimer-polimer buatan berbentuk cairan yang disemprotkan melalui lubang lubang kecil (spineret). Berdasarkan proses pembuatan dan materi dasar yang digunakan maka serat sintetis atau termoplastik dibedakan atas lima golongan yaitu, asetat, poliamida, poliester, poliakrilik (chloro fibre), polivinil klorida (Pe ce).
  1. Bahan dasar asetat terdiri dari sellulosa kayu atau linters, tetapi hasilnya tidak sama dengan serat rayon alasannya ialah materi dasar asetat masih mengandung zat kimia (acetyl sellulosa). Salah satu kelemahan asetat ialah tidak sanggup dibuat dan tidak tahan panas seterika. Di Inggris triasetat disebut dengan trical, di Amerika arnel dan di Kanada berjulukan trilan.
  2. Poliamida atau nylon, yaitu serat buatan yang pertama kali memakai materi kimia. Nylon ditemukan oleh Dr. Wallace H. Carothers dari Du Pont Company (USA) pada tahun 1928, Bahan pokok yang digunakan ialah zat arang, air dan hawa. Penggunaan nylon pada umumnya untuk materi busana, parasut, terpal, benang dan tali, jala dan tali pancing, permadani dan cat.
  3. Poliester salah satu serat termoplastik yang dikembangkan oleh J.R. Whinfield dan J.T.Dicson dari Calico Printers Association. Di Amerika pada tahun 1953 perusahaan Du Pont menciptakan serat poliester dengan nama Dacron. Bahan dasar poliester berupa asam tereftalat dan etilena glikol yang terbuat dari penguraian minyak tanah.
  4. Akrilik ialah serat buatan, yang dibuat dengan dua cara yaitu polyacrylonitrile yang disebut dengan serat akrilik (Acrylic Fiber), dan modivikasi dari polyacrylonitrile yang dikenal sebagai serat modakrilik (Modacrylic). Serat akrilik terasa sangat halus, lembut, hangat dan ringan. Akrilik digunakan untuk menciptakan materi tekstil menyerupai rajutan, tirai, materi bahan pelapis, materi jok dingklik atau sanggup juga dibuat rambut palsu (wig) dan lain-lain.
  5. Polivinil klorida atau pe ce pertama kali dibuat di Jerman melalui proses copolymerisasi. atau pemintalan basah. Serat ini pada umumnya digunakan untuk menciptakan bahan-bahan pemadam kebakaran, kasa nyamuk, jala dan sanggup juga digunakan untuk materi busana.

Sunday, July 19, 2020

Bahan Serat Dan Pemanfaatannya

Serat yaitu suatu jenis materi berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Istilah serat sering dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tekstil. Sayuran dan buah-buahan merupakan masakan berserat tinggi yang sangat baik bagi sistem pencernaan makanan. Serat juga dipakai sebagai materi baku tekstil (bahan pembuat pakaian). Berdasarkan asal materi penyusunnya serat dikelompokkan menjadi serat alami (polimer alami) dan serat sintetis (polimer sintetis).

Serat Alami
Serat alami mencakup serat yang diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan, hewan, dan proses geologis. Bahan serat alami diperoleh dari tumbuhan, hewan, dan mineral. Serat tumbuhan diperoleh dari selulosa tumbuhan, contohnya dari kapas, kapuk, dan rami. Contoh tekstil dari selulosa yaitu katun dan linen. Serat binatang berupa serat protein sanggup diperoleh dari rambut domba, benang jala yang dihasilkan oleh laba-laba, dan kepompong ulat sutera. Contoh tekstil dari serat protein yaitu wol dan sutera. Serat mineral, umumnya dibentuk dari mineral asbetos.
No.Nama SeratKarakteristikGambar
1.Serat Kapas
  1. Bahan terasa cuek dan sedikit kaku dan gampang kusut.
  2. Bahan gampang menyerap keringat dan rentan terhadap jamur. 
  3. Serat kapas gampang terbakar, jikalau terbakar nyalanya berjalan terus, berbau menyerupai kertas, dan meninggalkan bubuk berwarna kelabu.
  4. Komposisi serat kapas : Selulosa 94%, Protein, 1,3%, Pektat 1,2%, Lilin  0,6%, Abu  1,2%, Pigmen zat lain 1,7%
Serat yaitu suatu jenis materi berupa bagian Bahan Serat dan Pemanfaatannya
2.Serat Linen
  1. Serat linen halus, lebih berpengaruh daripada katun.
  2. Serat linen berkilau,  lembut, kurang elastis, gampang kusut, dan tidak tahan seterika panas. 
  3. Serat linen gampang terbakar, bila terbakar nyalanya berjalan terus, berbau menyerupai kertas terbakar, dan meninggalkan bubuk berwarna kelabu.
  4. Komposisi serat linen : Selulosa 92%, Hemiselulosa 2%, Lignin 4%, Lainnya 2%
Serat yaitu suatu jenis materi berupa bagian Bahan Serat dan Pemanfaatannya
3.Serat Sutera
  1. Serat sutera berkilau, sangat anggun dan lembut, tidak gampang kusut, sangat halus.
  2. Srat sutera kekuatannya tinggi, dan kurang tahan terhadap sinar matahari. 
  3. Mempunyai daya serap cukup tinggi, tidak gampang berjamur, sukar terbakar, cepat padam.
  4. Berbau menyerupai rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk bubuk hitam, bulat, dan gampang dihancurkan.
  5. Komposisi serat sutera : Fibrogen  76%, Serisin 22%. Lilin 1,5%, Garam mineral 0,5%
Serat yaitu suatu jenis materi berupa bagian Bahan Serat dan Pemanfaatannya
4.Serat Wool
  1. Serat wool, memiliki ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, 
  2. Serat wool kekenyalan dan elastisitas tinggi. 
  3. Serat wool merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. 
  4. Pada pembakaran terbentuk gumpalan hitam dan berbau rambut terbakar.
  5. Analisa kimia menunjukkan wol terdiri dari :Karbon 50%, Hidrogen 8%, Nitrogen 16,5% Sulfur. 3,5%, Oksigen 22%
Serat yaitu suatu jenis materi berupa bagian Bahan Serat dan Pemanfaatannya
5.Serat Asbes
  1. Serat asbes umumnya memiliki kekuatan tarik yang tinggi, daya mulurnya sangat rendah.
  2. Serat asbes anya sedikit menyerap air, sangat tahan panas dan api, dan tahan cuaca. 
  3. Serat asbes merupakan penghantar listrik dan panas yang jelek, sehingga mineral asbes banyak dimanfaatkan untuk pelapis kabel listrik, sarung tangan, dan tirai.
  4. Saat ini asbes tidak lagi dipakai sebagai serat pakaian, alasannya yaitu faktor ekonomi dan kesehatan
-

Serat Sintetis
Serat sintetis merupakan serat yang dibentuk oleh manusia, materi dasarnya tidak tersedia secara pribadi dari alam. Contoh kain yang terbuat dari serat sintetis yaitu rayon, polyester,dakron dan nilon. Pemanfaatan tekstil dari banyak sekali macam serat didasarkan pada ciri-ciri seratnya antara lain kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas.
No.Nama SeratKarakteristikGambar
1.Serat Nilon
  1. Serat nilon memiliki ciri sangat kuat, ringan dan berkilau, elastisitas sangat kuat, tidak gampang kusut, 
  2. Serat nilon tahan terhadap serangan jamur dan bakteri. 
  3. Nilon tidak tahan panas, gampang terbakar, meleleh bila dibakar, berbau khas, serta meninggalkan bentuk pinggiran keras yang berwarna cokelat.
Serat yaitu suatu jenis materi berupa bagian Bahan Serat dan Pemanfaatannya
2.Serat polyester
  1. Serat polyester memiliki ciri elastisitasnya tinggi sehingga tidak gampang kusut.
  2. Tahan terhadap sinar matahari, tahan suhu tinggi, daya serap air yang rendah, tahan terhadap jamur, bakteri, dan serangga. 
  3. Apabila dibakar polyester gampang terbakar, tetapi apinya cepat padam, meninggalkan tepi yang keras dan berwarna cokelat muda.
Serat yaitu suatu jenis materi berupa bagian Bahan Serat dan Pemanfaatannya
3.Serat Dakron
  1. Dakron yaitu serat-serat yang memiliki daya kembang yang tinggi.
  2. Serat dakron gampang dicuci/dibersihkan.
  3. Dakron seratnya lebih panjang dan lebih kasar 
Serat yaitu suatu jenis materi berupa bagian Bahan Serat dan Pemanfaatannya
4.Serat Rayon
  1. Serat rayon, memiliki ciri halus, lembut dan nyaman
  2. Kilau alaminya tinggi dan pemulihan lentur rendah
  3. Daya tahan dan retensi bentuk rendah, terutama saat basah
  4. Daya serap sangat tinggi
Serat yaitu suatu jenis materi berupa bagian Bahan Serat dan Pemanfaatannya
Penggunaan bahan-bahan alami dan sintetis sanggup dicampurkan untuk memperbaiki kualitas bahan. Contoh tekstil dari materi serat adonan yaitu TC (Tetoron Cotton) adonan dari polyester dan katun, dan TR (Tetoron Rayon) adonan dari polyester dan rayon. Ciri dari tekstil ini kurang sanggup menyerap keringat dan agak panas di badan, tidak susut dan mengembang, apabila dibakar akan menghasilkan bubuk dan arang.

Thursday, March 26, 2020

Penelitian Materi Tekstil Dengan Mikroskop

Mikroskop yakni sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Pemeriksaan serat materi tekstil sanggup dilakukan melalui mikroskop atau beling pembesar bila melalui kasat mata belum sanggup diketahui asal serat materi tekstil. Setiap serat bila diperbesar 100 kali melalui mikroskop atau beling pembesar akan menunjukkan bermacam macam gambaran. 

Melalui mikroskop kita sanggup melihat serat materi tekstil dengan terperinci penampang melintang dan penampang membujur dari tiap serat tekstil. Melalui microskop serat tekstil yang orisinil (belum disempurnakan) dengan serat tekstil yang telah disempurnakan juga akan nampak perbedaannya. Berikut yakni citra penampang serat tekstil yang dilihat melalui mikroskop.

A. Serat Alam
Serat alam yakni serat yang eksklusif diperoleh di alam. Pada umumnya kain dari Serat alam memiliki sifat yang hampir sama yaitu kuat, padat, gampang kusut, dan tahan penyetrikaan”. Serat alam digolongkan lagi menjadi serat proten yang terdiri dari wol dan sutera, serat selulosa yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

1. Serat Protein (Wol, Sutera)
Golongan serat alam yang berasal dari binatang (protein) terdiri dari serat alam dan serat buatan. Wool dan sutera termasuk golongan serat alam,

a. Serat Wol
Wol yakni materi tekstil yang terbuat dari bulu domba jenis biri biri. Bila dilihat melalui mikroskop, serat wol terdiri dari dua atau tiga lapisan
  • Kulitnya terjadi dari sisik sisik tindih menindih mirip gelas tersusun. Sisik ini dilindungi oleh selaput tipis (membrane) yang tidak mengandung protein dan bersifat menolak air.
  • Kulit bab dalam yang terdiri dari sel sel yang menbentuk 90 % dari serabut.
  • Medula atau sumsum di tengah tengah yang mengandung pigment dan memilih warna serat. Medula hanya terdapat pada wol yang bergairah dan wol yang tidak berasal dari biri biri.
 Mikroskop yakni sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan  Penelitian Bahan Tekstil Dengan Mikroskop
b. Sutera
Sutera yakni serat protein berbentuk Filament atau benang terus yang terbuat dari jenis serangga yang disebut Lepidoptera. Serat tersebut dihasilkan oleh larva ulat sutera ketika membentuk kepompong.
  1. Dengan mikroskop terlihat dua filament yang disatukan dengan perekat, (serisin).
  2. Filamen terlihat sebagai pita yang bergaris garis dan terdapat gumpalan disana sini yang menghubungkan antara pita pita yang satu dengan yang lain. Dengan air panas serisin akan mencair dan terlepas, kemudian akan tampak dua filamen yang tidak mengandung serisin terlihat berkilau dan tembus terang.
 Mikroskop yakni sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan  Penelitian Bahan Tekstil Dengan Mikroskop
2. Penelitian Serat Sellulosa
Sellulosa yakni golongan serat alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Serat yang termasuk serat sellulosa dari alam antara lain, serat biji (kapas dan kapok), serat batang (lenan, rami, goni dan henep), serat daun (abaka dan sisal).

Kapas.
Di Jawa Timur ada tumbuhan kapas yang panjang seratnya sekitar 25 mm yang disebut dengan kapas kamboja. Penampang membujur dari serat kapas di bawah mikroskop tampak mirip pita pipih dan berpilin-pilin. Pilinan ini disebut pilinan asli. Pilin orisinil ini hanya terdapat pada kapas yang sanggup menyebabkan benang tidak terlepas waktu dipilin. Penampang melintang dari serat kapas dibagi 3 bab yaitu,
  1. Lumen merupakan rongga yang kosong, dalam keadaan lembap berisi air.
  2. Dindingnya dinamakan selulasa.
  3. Kutikula, merupakan lapisan yang sangat tipis dan mengandung zat semacam lilin (kulit). Kulit ini tidak larut dalam air, alasannya itu sukar mengisap zat warna. Pada waktu dikelantang kulit larut dalam air, oleh alasannya itu materi yang sudah dikelantang lebih gampang dicelup daripada materi yang belum dikelantang.

Lenan
Lenan yakni salah satu serat batang yang berasal dari tumbuhan vlas. Rusia yakni negara terbesar lenan di dunia tetapi Irlandia negara penghasil lenan terbaik. Serat lenan bila dilihat di bawah mikroskop, bentuknya mirip silinder. Pada bentuk silinder ini terlihat ruas-ruas yang ibarat bentuk batang bambu. Sedang bab dalamnya terdapat lumen yang sempit dibatasi oleh dinding tebal.

Rami
Rami berasal dari tumbuhan Bochmeria Nibea yang diambil batangnya. Bila dilihat melalui beling pembesar atau mikroskop, penampang lintang serat rami berbentuk oval atau lonjong dengan dinding sel yang tebal dan lumen yang pipih. Penampang membujur serat rami terlihat mirip silinder dengan permukaan bergaris garis dan berkerut membentuk benjolan benjolan kecil.

Goni
Serat Goni yakni serat kulit batang yang dikenal semenjak zaman Mesir kuno. India merupakan penghasil dan pengolah Goni yang utama di dunia. Selain India negara penghasil Goni yakni Taiwan dan Brazilia.

Bila dilihat melalui beling pembesar (mikroskop), penampang lintang serat goni berbentuk segi banyak dengan sudut sudut yang tajam. Dinding sel tebal dan lumen lebar berbentuk lonjong. Bentuk lumen tidak teratur, bab yang terdekat dengan dasar lebar dan bab erat ujung menyempit, ujung serat meruncing

Rosela
Rosela, yakni serat yang diambil dari kulit pohon Rosela (Java Jute). Bila dilihat melalui beling pembesar penampang lintang serat rosela berbentuk segi banyak, dinding sel tebal dan lumen berbentuk oval. Bentuk penampang membujur lumen tidak teratur ujung serat meruncing.

Sisal
Sisal berasal dari daun tumbuhan Agave sisalana. Serat sisal pada umumnya dibentuk untuk tali-temali. Struktur serat sisal berbentuk memanjang sepert i silinder dengan lumen lebar dan pada ujung sel tumpul, adakala bercabang. Penampang lintang berbentuk segi banyak membulat.

B. Penelitian Serat Buatan
  1. Rayon kupramonium. Serat kupramonium, terlihat berkilau lembut mirip filament sutera.
  2. Serat Rayon Viskosa, Serat rayon viscosa terlihat mirip benang memanjang, lebar, dan licin.
  3. Serat Asetat Serat asetat, bila diletakkan di bawah mikroskop kelihatan berkilau dan memiliki dua garis yang membagi serat itu.
  4. Nilon bila diselidiki dengan mikroskop tampak sangat berkilau berbentuk bulat, rata (tidak berbintik-bintik) dan jernih (transparant).
  5. Dekron. Dekron, bila dilihat dengan mikroskop, tampak lurus, rata, dan bulat, terlihat titiktitik tersebar di seluruh serat.
  6. Serat Orlon dilihat dengan mikroskop ibarat tulang anjing, sedangkan bila dilihat dari samping terlihat memanjang, rata dan licin.
  7. Serat Asbes Serat asbes dibawah mikroskop terlihat bentuknya bergelombang hingga lurus, tidak padat mirip pipa.
  8. Serat Gelas/Kaca Serat Gelas, dilihat dengan mikroskop akan tampak bulat, tembus cahaya, sangat halus, dan amat gampang dilentur.

C. Penelitian Secara Visual Dengan Mikroskop
Alat dan materi yang diharapkan antara lain:
  1. Mikroskop atau mikroskop slide dan cover slip.
  2. Jarum bedah.
  3. Pipet (Droper Eye).
  4. Serat materi tekstil/benang sebagai sampel penelitian.
  5. Air suling untuk pemasangan seluruh serat lainnya.
  6. Parafin cair (zat ini hanya dipakai untuk serat rami).

Langkah kerja
  1. Siapkan buku/kertas untuk mencatat hasil penelitian.
  2. Siapkan semua peralatan dan materi yang akan digunakan.
  3. Tempatkan 2 hingga 3 tetes air suling dengan memakai pipet (droper eye) pada slide mikroskop atau mikroskop yang sederhana, potong sekitar 10 serat materi tekstil sepanjang 5 mm dan pastikan serat tersebut jatuh kedalam tetesan air suling.
  4. Tekan dan aduk serat tersebut memakai jarum bedah secara perlahan dan hati-hati, tempatkan epilog slide diatas serat materi tekstil kemudian amati dan periksa serat secara teliti untuk melihat strukturnya.
  5. Gambarlah bagan dari struktur serat materi tekstil yang telah anda teliti di bawah mikroskop (penampang membujur dan penampang melintang)

Sifat Dan Fungsi Materi Tekstil

Bahan tekstil mempunyai keanekaragaman jenis dan materi dasar yang berasal dari alam. Bahan dasar tekstil akan menghipnotis sifat dari materi tekstil yang telah diproduksi. Untuk sanggup melaksanakan pemeliharan materi tekstil dengan tepat dan benar, terlebih dahulu harus diketahui sifat-sifat dari materi tersebut:

Kain atau materi tekstil mempunyai sifat dan huruf yang berbeda beda tergantung dari asal seratnya, konstruksi benang dan juga bagaimana cara penyempurnaan materi tekstil tersebut. Berdasarkan hal tersebut diatas maka sifat atau karakteristik materi tekstil perlu diketahui oleh konsumen hal ini terkait dengan fungsi, peggunaan dan pemeliharaan materi tekstil tersebut untuk busana, lenan rumah tangga atau benda benda lain pada tahap berikutnya. 

A. Sifat dan Fungsi Bahan Tekstil Serat Protein
Secara umum sifat atau karakteristik materi tekstil yang berasal dari serat protein yang perlu diketahui ialah sebagai berikut:
No.Sifat Bahan TekstilPenting Diketahui
1.Berkurang kekuataanya dalam keadaan basahDalam keadaan berair kekuatan wol berkurang, untuk perlu diperhatikan waktu mencuci
2.Kenyal/pegasBahan tidak gampang kusut, dan tidak gampang berubah bentuk (tetap)
3.Bukan penghantar panas yang baikPada udara yang lembab dan kering sanggup menimbulkan static electricity pada materi tekstil
4.HygroscopyschSesuai digunakan didaerah yang udaranya masbodoh dan lembab
5.Tidak tahan obat obat yang bersifat oksideranTidak tahan obat kelantang yang mengandung chloor dan akan merusak serat
6.Tidak tahan alkaliTidak tahan sabun basuh yang mengandung banyak alkali
7.Tidak tahan panas matahariBila terkena panas materi wol menjadi keras, getas dan lekas hangus, sedangkan sutera menjadi kuning bila terkena panas
8.Tidak gampang terbakarNyala apai akan gampang padam bila terkena materi tekstil
9.Tanda tanda khususBila terbakar tercium aroma rambut terbakar

Sifat/Karakteristik Bahan Wol
Pada umumnya serat wol terlihat berikal atau keriting, makin halus seratnya makin banyak ikalnya. Panjang serat wol 4 hingga 35 cm, seratnya kurang berkilau makin banyak ikalnya makin kurang kilaunya. Ikalnya wol menimbulkan tenunan menjadi berpori sehingga banyak udara membisu diantaranya alasannya itu wol bersifat menyekat panas. Bahan tekstil yang berasal dari serat wol mempunyai sifat sebagai berikut :
  1. Bersifat hygroscopich, daya mengisap lengas dari udara besar, daya isap air sangat lambat tetapi jikalau materi wol sudah berair maka materi wol akan usang keringnya. Dalam keadaan berair materi wol berkurang kekuatannya 40%. 
  2. Jika terkena panas daya pegas wol akan berkurang dan wol menjadi lunak. Apabila wol telah masbodoh sifat pegas wol kembali keasalnya tetapi bentuk lipatan tidak berubah (tetap)
  3. Bahan wol tahan kusut, bila materi wol dikepal dan saat dilepaskan maka materi wol akan kembali pada bentuk semula. 
  4. Bahan wol sangat lentur (flexible). Dapat dibengkokkan 20.000 kali tanpa putus, wol juga tahan renggangan samapai 30% tanpa putus.
  5. Bahan wol tidak tahan ngengat, tidak tahan lindi tetapi agak tahan dengan asam belerang. Wol menjadi kuning dan daya pegasnya akan berkurang bila terkena chloor.

Jenis wol buatan juga mempunyai sifat dan karakteristik berbeda berbeda tergantung dari asal serat dan proses pembuatannya antara lain.
  1. Wol susu, mempunyai sifat menyekat panas panas yang baik, lembut, licin, pegas dan lenting mirip rambut kuda. Wol susu kurang berpengaruh dan kurang mulur terlebih dalam keadaan basah. Tidak sanggup dikempa alasannya seratnya tidak bersisik.
  2. Vicara mempunyai sifat pegas, kuat, tetapi dalam keadaan berair kekuatanya berkurang 50 %. Vicara tahan cendawan dan ngengat, lebih tahan alk*hol, kilaunya lebih tajam atau keras, sanggup direndam dan harganya murah.

Fungsi Bahan Wol
Bahan wol dipergunakan untuk materi busana di negara yang beriklim dingin, baik untuk busana dalam maupun untuk busana luar. Wol juga dimanfaatkan untuk menciptakan keperluan rumah tangga mirip karpet, pembungkus jok kursi, tirai, selimut, ganjal meja, sumbu kompor, sumbu lampu dan benda lainnya tergantung dari kualitas materi wol itu sendiri.

Sifat/Karakteristik Bahan Sutera
  1. Seratnya berupa benang filament yang panjangnya 300 hingga 1600 meter. 
  2. Penampangnya berbentuk segitiga (triangle) dengan sudut sudut membulat yang menimbulkan kilaunya pada sutera. Seratnya paling halus dibandingkan dengan serat yang lain.
  3. Sutera bukan penghantar panas yang baik tetapi namun bila digunakan sutera terasa dingin, gampang menyesuaikan dengan keadaan temperatur.
  4. Sutera sangat berpengaruh tetapi dalam keadaan berair kekuatannya akan berkurang hingga 15%.
  5. Sutera sangat higroskopis, sehingga sanggup digunakan untuk demam isu panas maupun demam isu dingin.
  6. Sutera tahan ngengat, tahan lindi, tetapi dengan lindi yang keras dan panas sutera akan larut.
  7. Sutera tidak tahan obat kelantang yang mengandung chloor alasannya akan menimbulkan sutera putih menjadi kekuningan. Sutera juga tidak tahan asam pekat, tetapi air perendam sutera yang diberi sedikit cuka sanggup meneguhkan warna materi sutera.

Fungsi Bahan Sutera
Fungsi materi sutera antara lain untuk busana perempuan seperti, kaos kaki, scraft, kerudung, dasi, sepatu, sandal/ selop, tas, sapu tangan dan lainnya. Selain untuk materi busana. sutera juga digunakan untuk menciptakan benang sulam, benang jahit, sprei, korden, tas, sepatu, sandal isolasi listrik, parachute, senar alat alat musik.

B. Sifat dan Fungsi Bahan Sellulosa
Sellulosa ialah materi dasar dari tumbuh tumbuhan yang digunakan untuk menciptakan materi tekstil, contohnya rayon mengandung sellulosa 100%, kapas mengandung sellulosa 91%, lenan mengandung sellulosa 70%. Bahan tekstil dari sellulosa pada umumnya mengandung zat arang, zat air dan zat asam. Sifat dan karakteristik materi tekstil yang berasal dari tumbuhan atau sellulosa pada umumnya juga mempunyai kesamaan. Adapun sifat dan karakteristik materi tekstil dari sellulosa yang perlu diketahui konsumen antara lain:
No.Sifat Bahan TekstilPenting Diketahui
1.Kuat, padat dan high densityBahan tekstil terasa lebih berat dari pada materi tekstil yang berasal dari serat yang lain
2.Kurang bingkasBahan tekstil cepat menjadi kusut, terkecuali bila disempurnakan dengan obat atau materi bahan kimia
3.Higroscopys (absorbency)Bahan tekstil gampang menghisap air
4.Tahan temperatur tinggiBahan tekstil sanggup direbus, dan tahan panas seterika tinggi.
6.Tahan alkaliBahan tekstil sanggup dikelantang, sanggup dicuci dengan sabun basuh yang mengandung banyak alkali alasannya lindi tidak akan merusak materi tektil
7.Tidak tahan asam mineralBahan tekstil yang terkena getah akan meninggalkan bekas untuk itu materi yang tekena getah segera harus dihilangkan atau dicuci.
8.Tahan ngengatBahan tekstil gampang dalam penyimpanan
9.Mudah berjamurBahan tekstil harus disimpan dalam keadaan kering
10.Mudah terbakarHindarkan materi tekstil dengan nyala api alasannya gampang menyulut api
11.Tanda tanda khususBila terbakar tercium aroma kertas terbakar

Sifat/karatkteristik Bahan Kapas
  1. Bahan tekstil yang terbuat dari kapas mempunyai sifat yang sangat kuat, apalagi dalam keadaan berair kekuatannya akan bertambah 25%, tahan cuci, tahan obat obat kelantang. 
  2. Bahan katun sangat higroscopys gampang menghisap air atau keringat sehingga terasa masbodoh bila dipakai. 
  3. Mudah kering, tahan panas seterika tetapi kurang kenyal sehingga gampang menjadi kusut. 
  4. Bahan tekstil dari kapas tidak tahan asam mineral, tahan ngengat tetapi tidak tahan cendawan, kurang tahan asam organik.
  5. Dalam pembersihan terjadi penyusutan, biar tidak susut waktu dicuci, dilakukan proses sanforize dan hasil materi yang telah disempurnakan disebut dengan sanforize cotton.
  6. Bahan tekstil terasa masbodoh bila dipakai, gampang dicuci atau diputihkan, contohnya Belofast, Quikoton dan Texoro.

Fungsi Bahan Kapas
Kapas digunakan sebagai benang dan tenunan, selain itu kapas digunakan untuk keperluan rumah sakit mirip perban, alat pembersih kosmetik, untuk keperluan rumah tangga mirip sumbu kompor, sumbu lampu, tirai, pembungkus bantal dingklik dan lainnya. Bahan tekstil yang terbuat dari kapas antara lain, belacu, berkolin, tobralko, nansouk, paris (voile), jean, drill, batis atau organdi.

Sifat/Karakteristik Kapuk
  1. Seratnya pendek, licin dan kurang kuat.
  2. Kapuk sangat hygienisch alasannya ngengat tidak sanggup hidup didalamnya, kurang higroscopisch sehingga sangat sulit menyerap air.
  3. Kapok mempunyai sifat yang sangat lembut, tidak elastis, sehingga sukar dipintal. 
  4. Berwarna coklat kekuningan dan berkilau. 
  5. Daya mengembang kapuk sangat tinggi dan tahan lama. Kapuk juga sanggup menyerap bunyi tetapi gampang terbakar. 
  6. Sesuai dengan sifatnya maka kapuk pada umumnya digunakan sebagai materi pengisi (kasur, bantal dingklik atau mainan mirip boneka), untuk selimut, sebagai penyekat panas dan materi isolasi suara.

Sifat/Karakteristik Lenan
  1. Sangat berpengaruh alasannya berserat panjang kira kira 50 cm. Berwarna putih kekuningan, mempunyai kilau yang ibarat sutera.
  2. Seratnya mengandung lilin 2,3%, tenunan tidak rata dan berbintik bintik. 
  3. Lenan mempunyai daya serap yang tinggi sehingga gampang menghisap banyak air,
  4. Penghantar panas yang baik sehingga bila digunakan terasa dingin, lenan tidak tahan chloor.
  5. Lenan digunakan untuk materi busana perempuan maupun untuk materi bahan keperluan rumah tangga (lenan rumah tangga). Lenan juga digunakan sebagai materi dasar untuk benang jahit, jala, pipa pemadam kebakaran.

Sifat/Karakteristik Bahan Rami
  1. Serat rami mempunyai kilau mirip sutera, warnanya putih, seratnya kuat, dalam keadaan berair kekuatannya bertambah.
  2. Bahan tekstil yang terbuat dari rami mempunyai sifat kaku, tidak mengkerut tetapi gampang kusut. 
  3. Bahan sangat higroscopish, gampang kering, tahan busuk, tahan lembab, tahan kuman dan jamur.
  4. Rami ditenun untuk materi busana, untuk jala, kanvas, tali, materi terpal, dan sepatu. Jika ditenun dengan kapas, rayon, wol, nylon, maka sanggup menghasilkan materi untuk tirai atau materi pembungkus kursi.

Sifat/Karakteristik Goni
  1. Seratnya pendek 3 hingga 4 cm, sehingga materi ini tidak kuat, tidak tahan udara lembab dan cahaya matahari. Kaku, berdebu. 
  2. Sangat higroscopich sehingga dalam keadaan berair goni cepat membusuk, tetapi agak tahan chloor. 
  3. Goni tidak gampang dicelup, bila akan dicelup goni perlu dikelantang. Kualitas yang baik dari serat goni berwarna putih kekuningan, yang kurang berkualitas berwarna hitam kemerahan.
  4. Pada umumnya serat goni digunakan sebagai tenunan dasar untuk menciptakan permadani, materi pembungkus kasur, bantal, tirai, materi terpal, tali, materi atap, isolasi listrik dan karung.

Sifat/Karakteristik Henep
  1. Lebih berkilau, lebih berpengaruh dari materi kapas tetapi kurang elastis. Bahannya lebih berangasan sehingga henep tidak sanggup dipintal menjadi benang halus. 
  2. Henep mempunyai sifat yang tidak terpengaruh dengan perubahan iklim, dan tahan udara lembab.
  3. Henep digunakan sebagai benang lungsin pada tenunan yang memakai benang pakan dari kapas, yang ditenun menjadi tenunan tenunan setengah lenan. Henep juga digunakan untuk kanvas, karung, tali, benang kasur dan pipa pemadam kebakaran

Sifat/Karakteristik Abaca
  1. Abaca mempunyai sifat ringan tetapi kuat, agak kaku tetapi tahan air bahari maupun air tawar. 
  2. Pada umumnya berwarna kuning langsat atau coklat muda, ada yang berwarna coklat renta hampir kehitaman tergantung dari letak pelepah pada batangnya. 
  3. Abaca sangat berpengaruh dan tahan tekukan, gampang mengambang.
  4. Serat abaca yang kurang baik biasanya dijadikan tali untuk perlengkapan kapal laut.
  5. Abaca ditenun menjadi materi tekstil yang transparant (tembus pandang) yang digunakan untuk busana perempuan maupun pria. 

Sifat/Karakteristik Rosela (Java Jute)
  1. Rosela yang berkualitas baik berwarna krem hingga putih keperakkan, berkilau tetapi kurang kuat, dalam keadaan berair kekuatannya tetap. 
  2. Rosela mempunyai sifat dan karakteristik mirip goni, sehingga rosela sering digunakan sebagai materi untuk pengganti serat goni.
  3. Karena sifat dan karakteristiknya ibarat goni maka fungsi rosela pada umumnya sama mirip goni digunakan sebagai tenunan dasar untuk permadani, materi pembungkus kasur, bantal, tirai, materi terpal, tali, perhiasan rumah tangga, materi atap, isolasi listrik dan karung.

Sifat/Karakteristik Sisal
  1. Seratnya berwarna putih dan berkilau. Sisal mempunyai sifat yang sangat berpengaruh dan seratnya kaku.
  2. Pada umumnya sisal tidak digunakan sebagai materi tekstil melainkan digunakan untuk menciptakan tali temali, atau benda lain mirip topi dan lainnya.
 Bahan tekstil mempunyai keanekaragaman jenis dan materi dasar yang berasal dari alam Sifat dan Fungsi Bahan Tekstil
C. Sifat dan Fungsi Bahan Sellulosa Buatan
Beberapa jenis rayon sekarang telah berkembang di industri perstekstilan antara lain rayon kupramonium, rayon viscose dan rayon polynosic. Rayon terbuat dari materi dasar kayu yang dimurnikan, oleh alasannya itu sifat dan huruf materi yang dihasilkan mempunyai sifat yang tidak terlalu berbeda. Secara umum rayon mempunyai sifat dan fungsi sebagai berikut :

Sifat Rayon Viskosa
  1. Rayon viscose mempunyai kilau yang keras ibarat kilaunya logam, kilau serat rayon sanggup direndam dengan banyak sekali penyempurnaan
  2. Sifat rayon kurang berpengaruh dibandingkan dengan serat sellulosa lain, dalam keadaan berair kekuatannya berkurang hingga 50%. 
  3. Rayon tidak tahan asam, cendawan, ngengat, dan tidak tahan alkali jikalau dibandingkan dengan kapas dan lenan. 
  4. Sangat gampang menghisap air dibandingkan dengan kapas, sehingga rayon gampang dicelup dengan zat pewarna.
  5. Rayon termasuk penghantar panas yang baik bila digunakan terasa dingin, tahan panas seterika tetapi pemanasan dalam waktu yang usang menimbulkan rayon bermetamorfosis kuning. 
  6. Rayon tahan gesekan, tetapi daya kenyal rayon rendah sehingga materi rayon gampang kusut.
  7. Rayon viskosa untuk materi busana, keperluan rumah tangga seperti, tirai, sarung bantal, sprei, taplak meja. Rayon viskosa sangat baik untuk materi pelapis alasannya tahan gesekan.

Sifat/karakteristik Rayon Kupramonium
  1. Rayon kupramonium sifatnya dalam banyak hal tidak berbeda dengan rayon viskosa. Ada perbedaan sedikit pada rayon kupramonium yaitu seratnya sangat halus, lemas dan melangsai. Rayon kupramonium terbakar pada suhu 180 oC, kekuatannya berkurang alasannya panas matahari.
  2. Rayon kupramonium banyak dipergunakan untuk materi busana, kaos kaki wanita, serta materi bahan tekstil bermutu tinggi. Karena sifatnya yang melangsai rayon kupramonium sangat sesuai untuk busana yang bernuansa darperi.

Sifat/karakteristik Rayon Polinosik
  1. Kaya akan kestabilan dimensi (dimensional stability). Keistimewaan rayon polinosik pada daya tahan mulur, dalam keadaan basah, serat tidak berubah (tidak mulur). 
  2. Rayon polinosik tidak mengekerut meskipun dicuci berkali kali, bentuk materi tetap stabil.
  3. Daya tahan kuat, gampang dicelup dan kesannya sangat memuaskan. Tidak terpengaruh oleh sinar matahari, tahan panas, dan tidak dipengaruhi oleh asam alkali. 
  4. Rayo polinosik tidak gampang kena noda, tetapi bila terkena noda maka noda akan gampang dihilangkan waktu dicuci.
  5. Rayon polinosik digunakan sebagai materi tekstil untuk materi blus, kemeja dan celana. Rayon polinosik sanggup digunakan  bahan permadani, materi untuk payung, kelambu, handuk, seprei, tirai. Sebagai serat polinosik 100 % sanggup digunakan untuk materi busana wanita, anak, kemeja sport, materi jersey dan beledu. Rayon polisonik, sanggup juga digunakan untuk keperluan industri mirip untuk materi koper, materi layar, pembungkus kawat listrik dan sepatu atau sendal.

D. Sifat dan Fungsi Bahan Mineral (Galian)
Sifat/karakteristik Asbes
  1. Asbes mempunyai sifat tembus pandang, licin, sangat berpengaruh dan awet. Asbes tidak sanggup terbakar, tahan cahaya matahari, tahan cendawan, tahan materi bahan kimia. Asbes juga tahan gesekan, tidak menghisap lengas dan bau, tidak susut dan tidak mengkerut.
  2. Sifat lain dari asbes tahan terhadap macam macam cuaca, sanggup menyerap suara, penghantar panas yang baik dan merupakan kondensator (bukan penghantar listrik).
  3. Sesuai dengan sifatnya yang tidak sanggup terbakar maka dalam penggunaannya. Asbes digunakan untuk busana pemadam kebakaran, tabir tonil dan materi isolasi, materi adonan untuk menciptakan atap, pelapis benda benda sebagai penahan kebakaran, pelapis rem dan kopling.

Sifat/karakteristik serat gelas (Fibers glas)
  1. Serat glas filamentnya licin, sifatnya sangat berpengaruh dan tembus pandang. Bahan tekstil yang terbuat dari serat glas tidak sanggup terbakar, tahan asam, tetapi tidak tahan fluorida dan alkali. Kurang menghisap air, tidak menghisap bau, tahan cendawan dan tidak susut.
  2. Serat glas yang ditenun digunakan untuk saringan materi kimia, untuk kaos lampu, pembungkus kawat tembaga dan materi isolasi. Serat glas juga berfungsi untuk adonan dengan serat alam lainnya, digunakan untuk kap lampu, epilog dingklik serta sanggup digunakan untuk keperluaan rumah tangga.

D. Sifat dan Fungsi Bahan Termoplastik (Buatan)
Secara umum sifat/karakteristik materi termoplastik ialah sebagai berikut :
No.Sifat Bahan TekstilPenting Diketahui
1.Sangat kuat, dan tahan gesekanAwet dalam pemakaian, tahan tarikan dan gesekan
2.Dalam keadaan kering/basah kekuatannya tidak berubah kecuali asetatMudah dalam pemeliharaan
3.Higroscopys (absorbency)Tahan kusut dan gampang kembali licin.
4.Kenyal, pegas (elastisch) dan tahan regangan.Kelebihannya: Tahan noda (noda gampang dihilangkan), tahan cuci, cepat kering. Kekuranggannya: sukar menghisap cat, memberi rasa lembab dan panas sehingga kuranga nyaman dalam pemakaian, cepat menimbulkan static electricity.
5.Peka terhadap panasMelunak dan meleleh terkena setreika panas.
6.Tahan alkali, ngengat, jamur, serangga, dan lainnya.Mudah dalam penyimpanan
7.Dapat diawetkan dengan panas (heat setting).Kelebihannya: Melalui penyempurnaan sanggup dibentuk banyak sekali imbas timbul (embossed design), gampang dibentuk lipit atau lipatan, ukuran pada busana tidak gampang berubah.

Kekurangannya: Lipatan lipatan yang dibentuk tidak gampang dihilangkan.
8.Ciri ciri khusus.Bila terbakar tercium aroma plastik terbakar.

Sifat/karakteristik Bahan Asetat
  1. Bahan asetat kurang kuat, dalam keadaan berair kekuatannya menyusut hingga 65%, daya mulur asetat lebih besar dari rayon.
  2. Daya mengisap air kurang dari pada rayon, sukar menghisap zat warna untuk itu perlu digunakan zat warna yang sesuai untuk materi asetat. 
  3. Tidak tahan cahaya maupun panas, panas yang tinggi akan menimbulkan asetat mencair tetapi sesudah masbodoh asesat akan kembali beku.
  4. Asetat tidak tahan alkali dan zat pemutih yang mengandung chloor, asetat juga larut dalam aseton.
  5. Triasetat yang dibentuk untuk menyempurnakan asetat mempunyai sifat yang lebih baik dari asetat. Tri asetat tahan kusut sehingga gampang dalam pemeliharaan, agak kaku dibandingkan asetat. Tahan panas matahari dan panas seterika, dan tidak menjadi
  6. Sebagai materi untuk busana maupun materi untuk keperluan rumah tangga. Untuk materi pengeras mirip trubenys, untuk materi isolasi listrik maupun untuk penyaring pada rokok (filter).

Sifat/karakteristik Poliamida (nilon)
  1. Nilon mempunyai sifat yang sangat berpengaruh dan tahan gesekan, kenyal dan mempunyai daya mulur yang tinggi, bila direnggang hingga 8 % dari panjang semula, tetapi akan terjadi perubahan pada bentuknya bila kelebihan dalam merenggang.
  2. Tidak menghisap lengas atau air, cepat menjadi kering bila dicuci. Tahan alkali atau lindi, tahan air garam, ngengat dan cendawan. Tidak tahan chloor alasannya materi akan menjadi kuning.
  3. Tidak tahan panas dan gampang terbakar, pada temperatur 140oC lipatan lipatan akan menjadi licin, panas 180oC materi akan menempel pada seterika, panas 225 oC materi akan mencair.
  4. Pada umumnya poliamida digunakan untuk materi busana dalam maupun luar, perlengkapan rumah tangga, parachute, terpal, jala, tali pancing, permadani.

Sifat/Karakteristik Bahan Poliester (dacron)
  1. Mempunyai sifat tahan kusut, tahan basuh dan tidak kusut waktu dicuci, tahan obat kelantang, tahan asam dan alkali dan tidak cepat menguning, tahan cendawan dan serangga.
  2. Tahan panas matahari, tahan panas seterika hingga 1500C, untuk mendapat lipatan yang permanen sanggup ditekan dengan seterikan panas hingga 2100C, tetapi materi akan meleleh pada suhu 2500C.
  3. Bahan poliester sanggup digunakan untuk materi busana perempuan maupun pria, sebagai jala, tali temali kapal terpal, pipa pemadam kebakaran, sebagai materi adonan dengan kapas dan nilon.

Sifat/Karakteristik Elastomerik.
  1. Sifat elastis, kurang kuat, tidak tahan panas tinggi alasannya panas yang tinggi sanggup menghilangkan sifat elastisnya. 
  2. Tahan asam, tidak tahan alkali, tidak tahan zat pemutih kecuali hidrogen peroxide. Elastomerik juga higroscopis, sanggup menyerap kelembaban dalam jumlah yang sangat kecil
  3. Dalam dunia industri elastomerik dipergunakan untuk pembuatan busana perempuan maupun laki-laki seperti, celana panjang/slack, blus, rok, kemeja maupun busana untuk olahraga

Sifat/Karakteristik Akrilik
  1. Akrilik atau orlon mempunyai sifat kuat, lembut, hangat dan ringan, tahan gesekan, tahan panas matahari dan tahan kelembaban, tahan basuh dan tidak perlu diseterika. 
  2. Tidak tahan panas seterika dibandingkan dengan materi termoplastik yang lain. Tidak menyerap air, keringat sanggup menguap diantara tenunan, noda atau kotoran yang menempel gampang dihilangkan dalam larutan sabun 300C dan cepat pula menjadi kering. 
  3. Akrilik digunakan sebagai materi busana, perhiasan busana, atau lenan rumah tangga, untuk tenda, kap kendaraan beroda empat maupun permadani. Sebagai bahanb penyaring zat-zat kimia, akrilik juga digunakan untuk materi adonan wol.

Sifat/Karakteristik Polivinil Alkohol
  1. Polivinil alkohol mempunyai elastisitas yang baik, lebih halus dari nilon, lebih tahan asam, tahan sinar matahari bila dibandingkan dengan nilon. 
  2. Polivinil alkohol sangat peka panas dibandingkan dengan semua materi tekstil lainnya. tetapi tidak gampang terbakar.
  3. Sifat polivil berpengaruh dan awet, tetapi tidak sanggup dicelup dengan pewarna, hanya sanggup dicuci dengan air dingin. Dalam pemakaian tidak mempertahankan bentuk yang menarik. Sifat lain dari polivil tahan asam, alkali, materi pemutih, sinar matahari, tahan cendawan/jamur, kuman dan serangga.
  4. Polvinil digunakan untuk busana yang sifatnya tebal mirip seragam, jas hujan, payung, jala ikan, materi untuk penyaring, Bila digunakan untuk adonan kapas maka sanggup menghasilkan materi yang ibarat kapas Sea Island bahkan sedikit ibarat sutera.

Sifat/karakteristik Poliakrilik (orlon, pan, darlon)
  1. Poliakrilik mempunyai ketahanan terhadap asam mineral, minyak, lemak dan garam garam netral. Tidak tahan alkali yang berpengaruh terutama dalam keadaan panas akan merusak serat dengan cepat.
  2. Tahan jamur dan serangga. Kurang menyerap air, sehingga pencelupan sukar dilakukan, kurang tahan panas matahari.
  3. Dapat digunakan sebagai materi tekstil busana dalam maupun busana luar, untuk keperluan rumah tangga dan industri seperti, tenda, kap mobil, tirai jendela, permadani, materi penyaring zat kimia.

Pemeriksaan Materi Tekstil Dengan Uji Pembakaran

Penelitian materi tekstil bertujuan mengetahui asal serat materi tekstil. Untuk mengetahu asal materi tekstil sanggup dilakukan dengan banyak sekali cara dari mulai yang sederhana hingga dengan yang sangat detail yaitu melalui laboratorium. Pemeriksaan asal materi tekstil yang sederhana sanggup dilakukan dengan uji pembakaran.

Uji pembakaran ialah salah satu alternatif untuk investigasi asal serat materi tekstil. Hal ini dilakukan bila investigasi asal serat dengan cara yang lain belum sanggup diketahui secara pasti. Uji pembakaran dilakukan dengan mengkremasi serat tekstil dengan cara sebagai berikut: Benang dicabut dari materi kemudian dipegang dengan pinset dan dibakar, atau sanggup juga dengan mengkremasi perca materi tekstil. Untuk melaksanakan uji pembakaran sanggup dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

Alat dan materi yang diperlukan antara lain:
  1. Lilin atau lampu minyak dan korek api.
  2. Gelas laboratorium 250 ml.
  3. Sampel dari perca materi tekstil banyak sekali jenis, atau benang.

Langkah kerja
  1. Siapkan buku/kertas untuk mencatat hasil penelitian.
  2. Siapkan perca materi tekstil yang akan diteliti.
  3. Siapkan gelas kimia berisi air dingin.
  4. Cabut beberapa helai benang atau serat dari perca materi tekstil kurang lebih 5 hingga 10 helai benang, putar atau plintir serat benang tersebut supaya menyatu satau sama lain hingga menjadi pilinan.
  5. Nyalakan api dan dekatkan gelas kimia ketika mengkremasi sampel. jikalau serat terus menyala selama uji pembakaran, segera rendam serat dan jari-jari anda dalam gelas yang berisi air dingin. Atau alternatif yang lain uji pembakaran di dilakukan bersahabat keran air dingin.
  6. Pegang sampel atau benang tekstil antara ibu jari dan jari telunjuk, dekatkan sampel dengan api hingga terbakar. amati apakah serat atau benang meleleh atau terbakar. Jika serat terbakar, tiup api bersahabat hidung anda sehingga anda sanggup mencium aroma mirip rambut terbakar, kertas terbakar atau mirip plastik terbakar tergantung dari jenis materi tekstil yang diteliti.
  7. Ketika benang yang dipadamkan telah didinginkan, amati dan periksa dengan cermat sisa pembakaran benang tersebut apakah menjadi abu, berbentuk bundaran kecil gampang dihancurkan atau tetap mengeras dikala ditekan dengan jari-jari.
 Penelitian materi tekstil bertujuan mengetahui asal serat materi tekstil Pemeriksaan Bahan Tekstil dengan Uji Pembakaran
Ciri ciri hasil uji pembakaran serat tekstil antara lain sebagai berikut:
Golongan
Serat
Kriteria
Dekat NyalaDalam NyalaKeluar NyalaBauSifat Abu
Serat Selulosa
(Kapas)
Tidak dapat
melebur atau
susut
Terbakar
cepat
tidak lebur
Terus
terbakar tidak
lebur, cahaya
hilang sesudah
padam
Berbau
mirip kertas
terbakar
Meninggalkan
debu  menyerupai
benang  halus
berwarna kelabu.
LenanTidak dapat
melebur atau
susut
Terbakar
cepat
tidak lebur
Terus
terbakar tidak
lebur, cahaya
hilang sesudah
padam
Berbau
mirip kertas
terbakar
Meninggalkan
debu menyerupai
benang halus
berwarna kelabu.
Serat Protein
Sutera Alam
Melebur dan
ikal
Terbakar
lambat
dan
meleleh
Terbakar
sangat lambat
kadang-kadang
padam
Berbau
mirip bulu
terbakar
Bulatan hitam
Sutera yang
diperberat
Melebur dan
ikal
Terbakar
lambat
dan meleleh
Terbakar
sangat lambat
kadangkadang
padam
Berbau
mirip bulu
terbakar
Meinggalkan
debu berbentuk
serat; bercahaya
mirip kawat
merah panas
WolMelebur dan
ikal
Terbakar
lambat
dan meleleh
Terbakar
sangat lambat
kadang-kadang
padam
Berbau
seperti
rambut
terbakar
Tidak halus,
debu yang
ringkih mudah
hancur
Serat Buatan
Rayon
Tidak dapat
menyusut
Terbakar
dengan cepat
MembaraBerbau kayu
terbakar
Sedikit abu
AsetatMeleburTerbakar
dan meleleh
Terus terbakar
dan meleleh
Berbau cukaSedikit abu
AkrilikMeleburTerbakar
sangat cepat
dan meleleh
Terus terbakar
danmeleleh
secarik bahan
Berbau tajamKeras, hitam,
berbentuk
bulatan
NilonMelebur dan
susut
Terbakar
lambat
dan meleleh
Biasanya
padam
sendiri
Berbau
seperti
rebusan
buncis
Minggalkan
bundaran keras,
liat berwarna
kelabu
NytrilMeleburTerbakar
lambat
dan meleleh
Terus
terbakar dan
meleleh
Tidak berbauBulatan hitam
Keras
PolyesterMelebur dan
menyusut
Terbakar
lambat
dan meleleh
Biasanya
padam
sendiri
Berbau zat
kimia
Bulatan hitam
Keras
SaranMelebur dan
menyusut
Terbakar
sangat
lambat
dan meleleh
Padam
sendiri
Berbau
sangat tajam
Bulatan hitam
keras
Serat Mineral
Asbestos
Tidak dapat
terbakar
dapat
meleleh,
bercahaya
terang
Tidak dapat
berubah
Tidak berbauBekas
pembakaran
tidak berubah
GelasTidak dapat
terbakar
Halus dan
bercahaya
KerasTidak
mengeluarkan
bau
Bentuk
berubah,
keras bulat

Penggolongan Banyak Sekali Jenis Benang

Benang yaitu hasil selesai daripada proses pemintalan baik berupa benang alam antara lain benang kapas/katun, ataupun benang buatan antara lain benang nilon, poliester, sesuai dengan asal dari seratnya. Benang sanggup dibentuk dari bermacam-macam serat alami menyerupai wol, alpaca, wol Angora, katun, sutra. Benang yang kurang umum termasuk dibentuk dari onta, yak, possum, kucing, kelinci. Benang komersial lebih sering dibentuk dari fiber sintetik atau sebuah kombinasi dari fiber sintetik dan alami.

Benang umumnya digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu benang dasar  (simple yarns), benang hias (novelty yarns) dan benang bertekstur.

1. Benang Dasar (simple yarns)
Benang dasar atau benang biasa merupakan jenis benang yang paling sederhana, meskipun terbuat dari satu serat yang sama atau serat campuran, tetapi jumlah pilinan pada keseluruhan panjangnya sama. Jenis benang yang tergolong benang dasar antara lain benang lawe, benang sering, benang tenun.
  • Benang lawe atau benang mula yaitu benang hasil proses pemintalan yang belum menerima pilinan sehingga kurang kekuataanya.
  • Benang tenun atau benang pintal yaitu benang lawe yang sudah menerima pilinan sehingga struktur. Berdasar arah pilanan, benang tenun dibedakan menjadi dua yaitu benang tenun dengan arah pilinan kiri atau S dan benang tenun dengan arah pilinan kanan atau Z.
  • Benang sering tunggal terdiri dari dua atau lebih helai benang yang dipilin menjadi satu. Benang sering kembar yaitu benang yang sudah disering kemudian disering lagi dengan benang sering lainnya, benang sering kembar lebih berpengaruh dari benang sering tunggal.

Untuk menawarkan berapa banyak benang yang dipilin menjadi benang sering dapat dilihat dari nomer pada benang tersebut misalnya, benang No. 20/2 artinya terdiri dari 2 helai benang No. 20 saling berpilin, atau No. 30/3 artinya terdiri dari 3 helai benang No. 30 saling berpilin.

2. Benang Hias
Benang hias umumnya dibentuk dari dua benang tunggal atau lebih. Benang tunggal pertama, mempunyai kegunaan sebagai dasar atau serta menjadi referensi atau kawasan membelitnya benang benang tunggal lainnya. Benang tunggal kedua akan membuat imbas efek khusus. Benang ke tiga berfungsi menyatukan kedua benang pertama.

Jenis benang hias sangat bervariasi, tetapi pada umumnya ada tiga jenis benang hias yang paling banyak digunakan antara lain, benang slubbed (slubb yard), benang ikal (looped yarns), benang bersimpul (knotted yarns) dan benang spiral.
  • Benang Slubbed (slubbed yarns), dibentuk dengan mengubah kadar pilinan sehingga selembar benang akan terlihat lebih halus. Bahan shantung salah satu hasil tenunan yang dibentuk dengan benang slub dan permukaan yang tidak rata dibentuk oleh slub benang.
  • Benang ikal (Looped Yard), dibentuk dengan ikalan penuh pada interval yang teratur. Boucle merupakan salah satu pola benang ikal yang sering digunakan untuk membuat materi busana untuk wanita.
  • Benang bersimpul (Knotted/nubbed yarns) dibentuk dengan mengatur mesin pintal semoga sanggup melilit benang dengan sendirinya secara terus menerus disatu tempat, sehingga satu simpul. Kadangkala benang ini dibentuk dengan dua warna, dan simpul yang terjadi hanya dalam satu warna. 
  • Benang spiral, sanggup diperoleh dengan menentukan dua benang yang mempunyai ketebalan berbeda. Berbagai variasi sanggup dilakukan tergantung pada imbas yang dikehendaki pada materi tekstil yang akan dibuat. Ada beberapa jenis benang hias yang dikenal di pasaran antara lain, benang mouline, benang melange, dan benang yaspis.
 Benang yaitu hasil selesai daripada proses pemintalan baik berupa benang alam antara lain  Penggolongan Berbagai Jenis Benang
Benang mouline yaitu benang yang dipintal dari dua benang atau lebih yang berlainan warna disering menjadi satu. Benang melange (benang serat campuran) yaitu benang yang seratnya dipintal dari bermacam macam warna. Benang yaspis, yaitu benang yang dipilin dari dua benang dasar yang berlaian warna. Benang yaspis disering dari benang yang belum mempunyai pilinan, oleh karena itu jadinya berupa satu benang lingkaran yang digunakan untuk benang hias.

3. Benang Bertekstur
Benang bertekstur umumnya dihasilkan dari serat termoplastik yaitu serat yang bentuknya sanggup diatur oleh panas, yang diterapkan pada proses pembuatannya. Benang bertekstur serat seratnya sengaja diacak sehingga pada ketika dibentangkan maka benang menjadi tidak sama.

Panas yang diterapkan pada titik tertentu ketika proses pembuatan sedang berlangsung akan menghasilkan tekstur yang dikehendaki pada benang, bahkan benang sanggup dirajut menjadi materi tekstil, dipanaskan kemudian ditutup, sehingga benang yang dihasilkan akan mempunyai bentuk dan akan mempengaruhi permukaan materi tekstil yang dibentuk dengan benang bertekstur.

4. Benang Jenis Yang Lain
Selain jenis benang tersebut diatas ada beberapa jenis benang yang umum dan dikenal dipasaran antara lain, benang jelujur, benang jahit, benang sulam, benang bordir, benang logam, dan benang nilon, benang karet, benang kait.
  • Benang jelujur digunakan untuk menjelujur materi yang telah digunting untuk persiapan mengepas. Benang jelujur terbuat dari serat kapas.
  • Benang jahit digunakan untuk menjahit materi tekstil. Halus kasarnya benang ditentukan berdasarkan nomer benangnya, making besar nomernya makin haus  benangnya, sebaliknya makin kecil nomernya makin kasarnya benangnya. Misalnya materi jeans sebab garang dan tebal dijahit dengan benang ukuran No. 8, sutera yang halus dijahit dengan benang No. 60. Benang jahit pada umumnya terbuat dari serat kapas atau serat poliester.
  • Benang sulam yaitu benang yang digunakan untuk menyulam atau menghias materi tekstil atau busana yang dilakukan dengan tangan. Benang sulam terbuat dari serat kapas, serat sutera atau poliester.
  • Benang bordir yaitu benang yang digunakan untuk menghias materi tekstil atau busana yang dilakukan dengan mesin atau yang disebut dengan membordir. Benang bordir erbuat dari serat kapas dan poliester
  • Benang Logam sering digunakan untuk membuat tenunan tradisional menyerupai tenunan songket Palembang atau tapis lampung. Benang logam terbuat dari aluminium tipis berwarna perak, emas maupun warna tembaga.
  • Benang nilon atau disebut juga benang snar terbuat dari materi termoplastik, berwarna putih transparan dengan banyak sekali ukuran. Benang nilon berfungsi untuk menjahit materi tekstil yang sifatnya elastis. Beanang nilon juga berfungsi untuk memasang payet, kancing transparan semoga jahitan tidak nampak.
  • Benang karet dibentuk dari getah (latek) pohon karet. Benang karet digunakan untuk umbuat kerutan kerutan pada busana. 
  • Benang kait yaitu benang yang digunakan untuk membuat kain dengan teknik mengait. Jenis benangnya agak garang dan kurang pilinan. Benang kait terbuat dari serat kapas atau serat lain yang kuat.
  • Benang rajut digunakan untuk membuat kain dengan teknik merajut yang memakai jarum rajut. Bahannya sanggup dari wol, sanggup juga dari benang lain yang mengarah-arahi sifat wol. Untuk kaos kaki atau pakaian hangat. Pilinan longgar dan benang ukurannya agak besar, terbuat dari serat wol atau serat buatan.
  • Benang macramé digunakan untuk membuat kain dengan teknik membuhul. Benangnya berpengaruh dan cukup pilinannya, benang ini terbuat dari serat termoplastik