Showing posts sorted by relevance for query angin-lembah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query angin-lembah. Sort by date Show all posts

Tuesday, October 1, 2019

Pintar Pelajaran Angin Lembah

angin lembah, ataupun angin yang lain. Ketika Anda berada di kawasan lembah maka angin lembah yang akan Anda rasakan. Menuju pada angin lembah, angin ini mempunyai fakta-fakta yang akan dikupas di bawah ini:


1. Arah Tiupan Angin Lembah

Fakta pertama dari tiupan angin lembah yaitu arah tiupan angin lembah. Angin ini bertiup dari arah lembah menuju gunung. Hal ini berkaitan dengan suhu di gunung yang lebih panas dari suhu di kawasan lembah. Suhu di kawasan lembah terasa hambar sehingga angin dari lembah akan otomatis mengarah ke suhu yang lebih panas yaitu, ke arah gunung. Sehingga jikalau Anda sedang naik ke lereng pegunungan mencicipi tiupan angin maka angin tersebut merupakan angin lembah.

2. Angin Lembah Siang Hari

Fakta kedua berkaitan dengan waktu tiupan angin lembah yang terjadi pada siang hari. Pada waktu siang sinar matahari akan berada pada puncak. Sinar matahari akan memancar ke pegunungan sehingga suhu di gunung panas. Sehingga angin lembah bertiup pada siang hari mengarah ke gunung ketika gunung mempunyai suhu yang panas. Angin lembah tidak akan Anda rasakan selain pada siang hari alasannya yaitu terang perbedaan suhu akan berganti ketika waktu berjalan.

3. Angin Untuk Turun Hujan

Fakta ketiga yaitu angin lembah ini tidak hanya sekadar bertiup menuju ke gunung saja. Angin lembah ini juga bisa untuk menurunkan hujan. Angin lembah bertiup ke gunung dan menjadikan udara di sekitar puncak menjadi rendah dan sanggup memicu awan untuk menurunkan hujan. Sehingga hujan yang turun di kawasan gunung terutama pada siang hari terjadi alasannya yaitu angin lembah yang bertiup.

4. Hanya Ada di Lembah

Fakta keempat ini berkaitan dengan tiupan angin lembah. Seperti namanya, maka angin lembah hanya akan terjadi di lembah dan gunung. Sekitar kawasan pegunungan yang mempunyai lembah maka akan bertiup angin ini. Anda tidak akan mencicipi angin lembah di lautan begitu juga sebaliknya. Sebab kondisi lingkungan sekitar pun juga mempengaruhi terjadinya tiupan angin. Tentu lingkungan satu dengan lingkungan yang lain itu berbeda. Dan kondisi ini pula yang juga membawa imbas perbedaan kondisi tiupan angin itu sendiri.

5. Angin Tiupan Ke Atas

Fakta kelima ini berkaitan dengan tiupan angin lembah yang menuju ke atas gunung. Tentu menjadi menarik alasannya yaitu biasanya angin akan berhembus pada kawasan yang datar. Namun berbeda dengan angin lembah ini yang bertiup dengan arah naik ke atas bahkan miring alasannya yaitu menuju ke kawasan gunung. Sehingga seperti Anda pun akan melihat tiupan dari angin lembah miring ke atas.

Keberadaan angin lembah ini menjadi tambahan jenis angin yang ada. Bahkan keberadaan angin lembah juga bisa menciptakan kesejukkan di sekitar lembah dan pegunungan itu sendiri. Angin lembah ternyata mempunyai fakta-fakta yang menarik dan unik.

Pintar Pelajaran Angin Gunung

Perpustakaan Cyber (13/2/2015) - Angin ialah anutan gas dalam skala besar. Di Bumi, angin tercipta lantaran perpindahan udara dalam jumlah yang banyak. Angin mempunyai banyak aspek. Aspek-aspek tersebut ialah kecepatan, massa jenis gas, dan energi. Angin disebabkan lantaran perbedaan tekanan udara. Ketika selisih tekanan udara terjadi, udara berpindah dari area yang mempunyai tekanan udara yang tinggi menuju area yang mempunyai tekanan udara yang lebih rendah.

Angin gunung dan angin lembah ialah siklus meteorologis yang tidak sanggup dipisahkan antara keduanya. Angin gunung dan angin lembah ialah salah satu pola dari angin yang terpengaruh perbedaan tekanan udara dan suhu. Angin gunung dan angin lembah sanggup dianalogikan dengan angin anabatik yang bertiup ke atas gunung lantaran proses insolasi atau pemanasan akhir sinar matahari, dan angin katabatik yang bertiup ke lembah lantaran di gunung pelepasan panas lebih cepat terjadi.


Angin Gunung

Angin gunung ialah insiden meteorologis yang terjadi setiap sore hari pada dikala matahari karam lantaran perubahan tekanan udara yang disebabkan lantaran perbedaan absorpsi dan pelepasan panas di kawasan gunung dan lembah. Angin gunung ialah angin yang bergerak ke kawasan yang mempunyai elevasi lebih rendah.

Proses Terjadinya

Pada siang hari, lantaran faktor ketinggian, gunung menyerap panas lebih cepat dibandingkan kawasan yang lebih rendah elevasinya, hal ini menjadikan udara di gunung mempunyai suhu yang lebih tinggi dibandingkan kawasan yang lebih rendah. Karena suhu yang lebih tinggi, tekanan udara di area gunung menjadi lebih kecil daripada tekanan udara di kawasan lembah. Perbedaan tekanan udara ini menjadikan anutan udara yang naik ke gunung.

Sementara itu pada malam hari kawasan lembah akan mengalami pelepasan panas yang lebih lamban dibandingkan gunung dan menjadikan suhu kawasan lembah lebih besar dibandingkan kawasan gunung yang lebih dahulu melepaskan panas. Perbedaan suhu ini menjadikan tekanan udara di kawasan gunung lebih tinggi dibandingkan di kawasan lembah. Lalu anutan udara terbentuk dan angin gunung bertiup dari kawasan gunung menuju kawasan lembah.

Waktu Terjadi

Angin gunung terjadi pada sore hari ketika matahari sudah mulai terbenam. Faktor utama yang menjadikan angin gunung ialah lantaran absensi sinar matahari yang menjadikan tanah di kawasan gunung tidak lagi menyerap panas, tetapi melepasnya ke udara. 

Penyebab

Angin gunung sanggup dianalogikan dengan angin katabatik. Proses insolasi atau pemanasan udara akhir tanah di area terkait menjadikan udara di sekitar tanah tersebut mengalami pemanasan. Awalnya gunung mendapat imbas insolasi terlebih dahulu lantaran letaknya lebih tinggi dibandingkan dataran yang lebih rendah. Ketika sinar matahari sudah tidak bersinar lagi pada petang hari, proses insolasi berhenti dan tanah mulai melepaskan panas yang telah diserap. Dataran yang lebih tinggi cenderung sanggup melepaskan panas lebih cepat daripada dataran yang lebih rendah lantaran secara logika dataran yang lebih tinggi terpapar lebih banyak udara dibandingkan dataran yang lebih rendah.

Kegunaan

Angin gunung dan angin lembah mempunyai beberapa kegunaan yang sanggup dimanfaatkan oleh manusia. Angin gunung dan angin lembah juga sanggup membawa uap air dan hal ini menjadikan terjadinya hujan di dataran rendah atau dataran tinggi. Selain itu angin gunung dan angin lembah juga memilih bagaimana insan membangun tenda ketika sedang hiking dan camping di gunung. Pintu dari tenda haruslah membelakangi arah dari angin yang bertiup, dengan pengetahuan mengenai angin gunung dan angin lembah maka, para hiker dan camper akan merasa nyaman lantaran di tendanya tidak terpapar angin terlalu lama.

Friday, July 31, 2020

Menganalisis Isi Teks Eksplanasi

Menganalisis yakni aktivitas mengkaji sebuah teks guna meneliti struktur dan bahasa teks tersebut secara mendalam. Menganalisis teks eksplanasi berarti menguraikan, membedakan, memilah isi pokok teks eksplanasi dengan memperhatikan struktur dan bahasa yang digunakan. Pada goresan pena ini teks yang dipakai yakni teks eksplanasi ihwal tanah longsor. Pada ketika demam isu hujan sering diiringi dengan insiden alam menyerupai tanah longsor. Tanah longsor terjadi disebabkan oleh alam atau tindakan manusia. Secara umum insiden longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong yakni faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu yakni faktor yang menimbulkan bergeraknya material tersebut.

Langkah-langkah menganalisis teks eksplanasi antara lain dilakukan dengan cara membaca teks secara mendetail sebuah teks eksplanasi yang akan dianalisis. Untuk memahami struktur dari teks eksplanasi sanggup dilihat dari struktur teks tersebut yaitu pernyataan umum^urutan lantaran akibat. Bagian pernyataan umum biasanya terdapat pada paragraph pertama. Pernyataan umum berisikan satu statemen ihwal suatu topik, yang akan dijelaskan. Bersifat ringkas, menarik, terperinci dan bisa meningkatkan minat pembaca untuk membaca detailnya. Menentukan urutan lantaran akhir yang biasanya terdapat pada paragraph kedua dan seterusnya. Urutan lantaran akhir ini biasanya berisikan penjelasn tetang topik yang dibahas. Dengan mengetahui struktur dan unsur kebahasaan teks eksplanasi dibutuhkan sanggup menganalisis isi teks eksplanasi tersebut dengan baik.

Teks yang berjudul “Penyebab Tanah Longsor” berisi klarifikasi ihwal proses terjadinya tanah longsor. Bacalah teks tersebut sekali lagi dan temukan penyebab terjadinya tanah longsor, kemudian isilah diagram berikut ini.
 Menganalisis yakni aktivitas mengkaji sebuah teks guna meneliti struktur dan bahasa teks  Menganalisis Isi Teks Eksplanasi

Verba Material dan Relasional
Teks eksplanasi lebih banyak memakai kata kerja material dan relasional. Kata kerja material dipakai untuk mengatakan perbuatan fisik atau peristiwa. Kata kerja relasional dipakai untuk mengatakan korelasi sebab-akibat. Setelah membaca dan mencermati penggalan yang dicetak tebal dan digarisbawahi. Baca, cermati, dan beri tanda (cetak tebal untuk kata kerja material dan beri garis bawah untuk kata kerja relasional) pada kalimat berikut.
  1. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/ punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal, berpotensi mengakibatkan tanah longsor pada demam isu hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi.
  2. Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan.
  3. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah, sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng, air, beban, serta berat jenis tanah/batuan.
  4. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.
  5. Lereng yang terjal terbentuk lantaran pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.
  6. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah lantaran menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.
  7. Pada lahan persawahan akar tanamannya kurang berpengaruh untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga gampang terjadi longsor.
  8. Akibat susutnya muka air yang cepat di danau, gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 gampang terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.

Teks eksplanasi yang berjudul “Penyebab Tanah Longsor” sanggup disajikan secara ringkas. Caranya, kalian hanya menulis ulang kalimat-kalimat inti dari setiap tahap pada struktur teks itu. Pertama, kalian mengemukakan pernyataan umum ihwal tanah longsor. Kedua, sebutkan penyebab terjadinya tanah longsor. Sebagai latihan, lengkapilah kerangka ini.

Jenis tanah pelapukan yang sering dijumpai di Indonesia yakni hasil letusan gunung berapi. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/ punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal, berpotensi menjadikan tanah longsor pada demam isu hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi. 

Tanah longsor terjadi lantaran hujan, lereng terjal, tanah yang kurang padat/tebal, batuan yang kurang kuat, jenis tata lahan, getaran, susut muka danau/ bendungan, adanya beban tambahan, pengkisan/erosi, adanya material timbunan pada tebing, bekas longsoran lama, adanya bidang diskontinuitas, penggundulan hutan, dan kawasan pembuangan sampah.

Musim kering yang panjang akan menimbulkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar, kemudian muncullah pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan dan rekahan tanah di permukaan. Hujan lebat pada awal demam isu sanggup menimbulkan longsor. Melalui tanah yang merekah itulah air akan masuk dan terakumulasi di penggalan dasar lereng sehingga menimbulkan gerakan lateral. 

Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk lantaran  pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.

Tanah lempung atau tanah liat mempunyai potensi untuk terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah lantaran menjadi lembek kalau terkena air dan pecah kalau udara terlalu panas.

Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen akan gampang menjadi tanah kalau mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat pada lereng yang terjal.  

Pada lahan persawahan akar tanamannya kurang berpengaruh untuk mengikat butir tanah dan menciptakan tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga gampang terjadi longsor.

Untuk kawasan perladangan penyebabnya yakni lantaran  akar pohon tidak sanggup menembus bidang longsoran yang dalam dan pada umumnya terjadi di kawasan longsoran lama.

Getaran gempa bumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran kemudian lintas menjadikan tanah, tubuh jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak

Akibat susutnya muka air yang cepat di danau gaya penahan lereng menjadi hilang.

Adanya beban perhiasan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada kawasan lembah. Akibatnya sering terjadi penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke lembah.

Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu, akhir penggundulan hutan  (di sekitar tikungan sungai), tebing akan menjadi terjal.

Tanah timbunan pada lembah yang dipakai untuk menyebarkan dan memperluas lahan permukiman belum terpadatkan tepat menyerupai tanah orisinil yang berada di bawahnya, sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah.

Longsoran usang umumnya terjadi selama dan sesudah terjadi.

Bidang tidak sinambung merupakan bidang lemah dan sanggup berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor.

Tanah longsor umumnya banyak terjadi di kawasan yang relatif gundul lantaran pengikatan air tanah sangat kurang.

Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak sanggup menjadikan tanah longsor, apalagi ditambah dengan guyuran hujan.

Ternyata dalam menciptakan ringkasan dan isi ringkasan harus sama dengan isi teks yang diringkas. Kalian juga sanggup memanfaatkan struktur teks itu sebagai panduan. Bandingkan hasil ringkasan kalian dengan yang telah dibentuk oleh teman-teman kalian, apakah isinya sama antara ringkasan dan teks eksplanasi berjudul “Penyebab Tanah Longsor”. Jika belum sama, perbaiki lagi ringkasan hingga berhasi

Bacalah teks berjudul “Erosi” ini dengan cermat. Analisislah struktur teks tersebut, benarkah struktur teks berjudul “Erosi” ini sesuai dengan struktur teks eksplanasi yang terdiri atas pernyataan umum^urutan sebab-akibat? Jika benar, tulislah penggalan mana yang merupakan pernyataan umum dan penggalan mana saja yang merupakan urutan sebab-akibat. Paragraf 1: pernyataan umum, paragraph 2-4: urutan sebab-akibat menyerupai di bawah ini.
No.Struktur TeksPeristiwa
1.Pernyataan
Umum
Erosi yakni suatu proses atau insiden hilangnya lapisan permukaan tanah atas, baik disebabkan oleh pergerakan air maupun angin. Erosi merupakan tiga proses yang berurutan, yaitu pelepasan partikel tunggal dari massa tanah, pengangkutan oleh media yang erosif menyerupai ajaran air dan angin, dan pengendapan bahan-bahan tanah oleh penyebab erosi, pada kondisi ketika energi yang tersedia tidak cukup lagi untuk mengangkut partikel. Di daerah-daerah tropis yang lembab menyerupai di Indonesia, air merupakan penyebab utama terjadinya erosi, sedangkan untuk daerah-daerah panas yang kering, angin merupakan faktor penyebab utamanya.
2.Urutan Sebab-AkibatPercikan air hujan merupakan media utama pelepasan partikel tanah pada pengikisan yang disebabkan oleh air. Pada ketika butiran air hujan mengenai permukaan tanah yang gundul, partikel tanah terlepas dan terlempar ke udara. Karena gravitasi bumi, partikel tersebut jatuh kembali ke bumi. Pada lahan miring partikel tanah tersebar ke arah bawah searah lereng. Partikel tanah yang terlepas akan menyumbat pori-pori tanah. Percikan air hujan juga menimbulkan pembentukan lapisan tanah keras pada lapisan permukaan. Hal ini menjadikan menurunnya kapasitas dan laju infiltrasi tanah. Pada kondisi ketika intensitas hujan melebihi laju infiltrasi, akan terjadi genangan air di permukaan tanah, yang kemudian akan menjadi ajaran permukaan. Aliran permukaan ini menyediakan energi untuk mengangkut partikel yang terlepas, baik oleh percikan air hujan maupun oleh adanya ajaran permukaan itu sendiri. Pada ketika energi ajaran permukaan menurun dan tidak bisa lagi mengangkut partikel tanah yang terlepas, partikel tanah tersebut akan mengendap baik untuk sementara maupun tetap.
3.Urutan Sebab-AkibatProses pengendapan sementara terjadi pada lereng yang bergelombang, yaitu penggalan lereng yang cekung akan menampung endapan partikel yang hanyut untuk sementara dan pada hujan berikutnya endapan ini akan terangkut kembali menuju dataran rendah atau sungai. Pengendapan selesai terjadi pada kaki bukit yang relatif datar, sungai, dan waduk. Pada kawasan ajaran sungai, partikel dan unsur hara yang larut dalam ajaran permukaan akan mengalir dan mengendap ke sungai dan waduk sehingga menimbulkan pendangkalan.
4.Urutan Sebab-AkibatBesarnya pengikisan bergantung pada kuantitas suplai material yang terlepas dan kapasitas media pengangkut. Jika media pengangkut mempunyai kapasitas lebih besar daripada suplai material yang terlepas, proses pengikisan dibatasi oleh pelepasan. Sebaliknya, kalau kuantitas suplai materi melebihi kapasitas, proses pengikisan dibatasi oleh kapasitas (Suripin, 2004).

Bacalah kembali teks “Erosi” di atas. Temukan kata kerja material dan kata kerja relasional yang ada dalam teks tersebut. Isikan ke kolom berikut ini.
ParagrafKata kerja materialKata kerja relasional
1MengangkutDisebabkan
-Tersedia
2MengenaiDisebabkan
JatuhMenimbulkan
TerlepasMengakibatkan
TerlemparMelebihi
TersebarMenyediakan
Menurun-
Terjadi-
Menjadi-
Mengangkut-
Mengendap-
3TerjadiMenyebabkan
Menampung-
Terangkut-
Mengalir-
Mengendap-
4TerlepasMempunyai
DibatasiMelebihi

Monday, February 17, 2020

Melengkapi Dan Menelaah Teks Deskripsi

Teks deskripsi merupakan teks yang memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara terperinci dan terperinci dari sudut pandang subjektif penulisnya. Hal-hal yang dideskripsikan dipilih dari sudut pandang penulis sendiri. Teks deskripsi disebut juga teks balasan deskriptif.

Setelah mempelajari struktur dan unsur kebahasaan teks deskripsi perlu dilakukan latihan semoga sanggup memahami teks tersebut dengan baik. Beberapa latihan yang ada dalam goresan pena ini antara lain latihan melengkapi dan menelaah objek serta kaidah kebahasaan teks deskripsi. Berikut ini beberapa pola latihan melengkapi dan menelaah teks deskripsi untuk siswa kelas VII.

A. Latihan Melengkapi dan Menelaah Teks Deskripsi
Ubah dan lanjutkan deskripsi berikut sesuai dengan kondisi sekolahmu!
SMPN Merdeka merupakan salah satu sekolah pujian di daerahku. Sekolahku terletak di pinggir kota Malang. Tepatnya, sekolahku berlokasi di Jalan Sukarno 28. Sekolah kebanggaanku ini mempunyai akomodasi yang lengkap. Sekolahku sangat asri dan nyaman. Sekolah yang bangun di atas lahan seluas 2 hektar, dilengkapi dengan infrastruktur yang begitu lengkap. Dengan lahan yang begitu luas, sekolahku ini terlihat begitu asri alasannya yakni terdapat pepohonan rindang yang sering saya gunakan untuk istirahat di kala jam istirahat.

Fasilitas yang ada di sekolah sangat mendukung untuk menunjang proses acara mencar ilmu mengajar. Terdapat dua buah lapangan yang cukup luas di tengah-tengah area sekolahan yakni lapangan basket dan lapangan tennis. Di ujung area sekolah terdapat sebuah kantin dan juga koperasi sekolah sebagai sarana untuk melepas lelah, lapar, dan haus ketika jam istirahat.

Para guru dan staff di sekolahku juga begitu ramah kepada setiap orang, tak terkecuali kepada kami para siswa-siswi. Mereka begitu sabar dan tekun untuk mendidik kami demi menjadi generasi penerus bangsa yang baik. Hampir semua guru di sekolah ini memanfaatkan projector yang terdapat di setiap kelas sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, kami sebagai penerima didik bisa mencerna mata pelajaran dengan lebih baik.

B. Latihan Melengkapi Deskripsi Pohon-pohonan dalam Suasana Hujan
Dari balik tirai hujan sore hari pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu menyerupai penari yang sedang memainkan tubuhnya dengan lincah. Pelepahpelepah yang kuyup menambah keunikan gerakan sang penari. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk menyerupai tubuh semampai yang melenggang damai dan penuh pesona.

Ketika angin tiba-tiba bertiup lebih kencang, pelepah-pelepah serempak terjulur sejajar satu arah, menyerupai tangan-tangan penari yang mengikuti irama hujan.

Pohon-pohon kelapa itu, tumbuh di tanah lereng di antara pepohonan lain yang rapat dan rimbun. Kemiringan lereng menciptakan pemandangan seberang lembah itu menyerupai lukisan alam gaya klasik Bali yang terpapar di dinding langit.

Selain pohon kelapa yang memberi kesan lembut, batang sengon yang kurus dan langsing menjadi garis-garis tegak berwarna putih dan kuat. Ada beberapa pohon aren dengan daun mudanya mulai mekar, kuning, dan segar. Ada pucuk pohon jengkol yang bewarna cokelat kemerahan. Ada bunga bungur yang ungu berdekatan dengan pohon dadap dengan kembangnya yang berwarna merah. Dan batang-batang jambe rowe, sejenis pinang dengan buahnya yang lingkaran dan lebih besar, memberi kesan purba pada lukisan yang terpajang di sana.

C. Latihan Melengkapi dan Menelaah Deskripsi Objek
Lengkapilah bab yang rumpang sehingga menjadi teks deskripsi yang padu!

Rumah Makan Nyampleng
Rumah makan “ Nyampleng” terletak di sebelah selatan alun-alun Kota Malang. Rumah makan ini terkenal dengan kuliner tradisionalnya. Nama rumah makan ini berasal dari bahasa Jawa yaitu nyamleng yang berarti lezat sekali. Sesuai dengan namanya rumah makan ini menyediakan kuliner Jawa dengan cita rasa tinggi. Bangunan rumah makan ini beraksitektur Jawa. Hampir semua peralatan dan ornamen di rumah makan ini berhiaskan dengan nuansa Jawa.
Teks deskripsi merupakan teks yang memaparkan atau menggambarkan dengan kata Melengkapi dan Menelaah Teks Deskripsi
Memasuki rumah makan ini, kita disambut gapura bernuansa Jawa yang bangun kokoh di pintu masuk. Di bagian depan rumah makan ini terpasang gapura yang indah bertuliskan abjad Jawa dengan warna alami. Begitu memasuki pintu utama kita akan disambut ruangan yang sejuk dengan estetika tinggi. Lantai rumah makan ini terbuat dari kayu berwarna coklat tua. Dinding berwarna putih bersih. Hiasan etnik Jawa ditata melengkung indah di setiap dinding ruangan. Warna keemasan dipilih untuk mengatakan kebesaran tempat ini. Hiasan batik sogan yang menempel pada bab dalam dinding menambah kekentalan suasana tradisi Jawa.

Di dalam rumah makan ini diletakkan gamelan Jawa yang tertata rapi lengkap dengan niyaganya. Warna gamelan keemasan dengan bingkai kayu warna coklat gelap sangat antik dan menarik. Di samping gamelan di tata meja bangku antik dengan warna legam. Di pojok ruangan diletakkan lampu hias coklat dengan ornamen kuning keemasan.

Di bab belakang terdapat kolam ikan nila. Warna merah yang mendominasi kolam nampak menyerupai kain indah yang sedang dimainkan seorang penari. Kolam itu tidak terlalu luas, tetapi bersih. Di pinggir kolam dihias bermacam-macam bunga. Warna warni bunga dengan semerbak wanginya menambah keasrian rumah makan ini.

Aroma gorengan tempe merambah semua ruangan. Gurihnya aroma tempe tergambar dari anyir yang ditimbulkannya. Aroma sambal terasinya juga merangsang orang segera mencicipinya. Alunan lagu Jawa yang syahdu menambah selera penyet tempe yang telah dihidangkan di atas meja.

Buatlah dua paragraf hasil telaahmu terhadap hasilmu melengkapi teks deskripsi di atas!
Ditinjau dari struktur dan isinya, teks deskripsi rumah makan Nyampleng tersebut sudah mempunyai struktur dan isi yang tlengkap. Pada bab awal terdapat citra umum rumah makan. Berikutnya diikuti deskripsi bab pada depan, tengah, dan bab belakang rumah makan tersebut.

Ditinjau dari isinya, teks menggambarkan kondisi fisik dan suasana rumah makan secara cukup rinci. Dengan membaca teks tersebut pembaca sudah mendapat citra wacana kondisi rumah makan Nyampleng.

Ditinjau dari penggunaan bahasanya, teks deskripsi tersebut memakai pilihan kata dan kalimat secara bervariasi. Penggunaan majas untuk menggambarkan kondisi kolam ikan sangat tepat. Pilihan kata khusus untuk menggambarkan suasana dan aroma kuliner sangat tepat. Teks memakai tanda baca dan ejaan yang sedikit kurang cermat. Hal ini ditemukan pada beberapa penggunaan kata depan yang dirangkai dengan kata yang mengikutinya.

D. Latihan Mencermati Kaidah Penggunaan Kata/Kalimat/dan Tanda Baca/Ejaan
1. Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Koma pada Teks Deskripsi
Penggunaan Huruf Kapital, Tanda Koma, Tanda Titik pada Teks Tanda koma (,) digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu peperincian atau pembilangan.
Contoh
  1. Pantai Senggigi berada di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok
  2. Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
  3. Tanda koma digunakan di belakang kata penghubung antarkalimat yang
  4. terdapat pada awal kalimat (jadi, dengan demikian)
  5. Huruf kapital digunakan sebagai abjad pertama nama diri atau nama diri
  6. geografi kalau kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan
  7. budaya gesekan Jepara, sarung Makasar
  8. Huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi
  9. (Selat Lombok, Teluk Benggala, Jalan Gajah Mada)

Panggunaan Huruf Kapital
Penggunaan Huruf KapitalBenar/SalahAlasan
Pantai Senggigi terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat..BenarPenggunaan abjad kapital tepat alasannya yakni digunakan pada awal kalimat dan unsur nama geografi.
Salah satu andalan wisata Kota Yogyakarta yakni PantaiParangtritis.  BenarPenggunaan abjad kapital tepat alasannya yakni digunakan pada awal kalimat dan unsur nama geografi.
Wajah ayah tipikal Batak
dengan rahang yang besar lengan berkuasa dan hidung mancung tapi agak besar.
BenarHuruf kapital digunakan sebagai abjad pertama pada awal kalimat dan abjad pertama petikan langsung.
Kostum warna-warni tradisional Betawi nampak semarak dibalut sinar lampu yang dramatis.BenarHuruf kapital digunakan sebagai abjad pertama nama suku
Sepintas ayahku menyerupai orang IndiaBenarHuruf kapital digunakan sebagai abjad pertama nama bangsa

Penggunaan Tanda Koma
Penggunaan Tanda KomaBenar/SalahAlasan
Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh.BenarPenggunaan tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat kalau anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Beliau yang hemat kata, lebih suka memberi pola pribadi kepada anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam.BenarPenggunaan tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat kalau anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Beliau tidaklah tinggi, tidak pula pendek.BenarPenggunaan tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Tetapi, tampaknya ibuku sangat menikmati sekolahnya.BenarPenggunaan tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat.
Tepatnya Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah
spesial Yogyakarta
BenarPenggunaan tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Diskusikan kesalahan penggunaan bahasa/tanda baca/ejaan pada paparan berikut!
  1. Pulau Madura keberadaannya di sebelah Utara Kota Surabaya. (Pulau Madura berada di sebelah utara Kota Surabaya)
  2. Dia pergi membeli jeruk Bali di pasar. (Dia pergi membeli jeruk bali di pasar). Huruf kapital tidak digunakan sebagai abjad pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis.
  3. Indonesia banyak mempunyai Pulau-pulau terpencil. (Indonesia mempunyai pulau-pulau terpencil). Huruf kapital digunakan sebagai abjad pertama setiap unsur bentuk ulang tepat yang terdapat pada nama forum resmi, forum ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan.

E. Mencermati Penulisan Kata Depan pada Teks Deskripsi
Kata depan di berfungsi sebagai kata depan kalau diikuti dengan kata keterangan tempat, arah, posisi/ letak. Sebagai kata depan di ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya (di pantai, di belakang, di atas, di bab barat, di samping). Sebagai awalan di ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Dalam hal ini di berfungsi sebagai imbuhan pada kata kerja pasif.
Penulisan di sebagai kata
depan dipisah
Penulisan di sebagai awalan
dirangkai
Tepatnya Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah spesial Yogyakarta.Padahal harusnya beliau sudah tidak disibukkan oleh kiprah kuliah.
Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat kerikil karang besar yang seperti siap menjaga gempuran ombak yang tiba setiap saat.Matanya cokelat menyerupai madu. Matanya jernih menyejukkan untuk dipandang.
Di sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan dikala sangat istimewa.Kalau tidak dipedulikan, kakinya dientak-entakkan menyerupai anak kecil yang merajuk minta dibelikan mainan
Lukisan alam yang sungguh memesona. Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau.Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut angin pantai yang lembut dan udara yang segar.
Di pantai Parangtritis ini kita bisa menyaksikan kerumunan belum dewasa bermain pasir.Pura pertama yang dijumpai bangun di bawah
pohon rindang.

Penulisan Kata Berawalan meN- yang Dirangkai dengan Kata yang Diawali dengan Huruf k, p, t, s
  1. Fonem k, p, t, s luluh kalau sehabis awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang berawal dengan abjad k, p, t, s (misal: memengaruhi (meN- + pengaruh), memesona (meN- + pesona), mengarantina (meN- + karantina), dan sebagainya)
  2. Fonem k, p, t, s TIDAK luluh kalau sehabis awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang diawali dengan kluster/ konsonan rangkap (misal: memprakarsai, mengkriminalkan, mengklasifikasi,)
  3. Fonem k, p, t, s TIDAK luluh kalau sehabis awalan meN- diikuti oleh kata berimbuhan yang berawal dengan abjad k, p, t, s (misal: mempertaruhkan, memperluas)

Saturday, February 22, 2003

Menyanyikan Lagu Riam Karya At Mahmud

Air terjun ialah arus air yang mengalir melalui suatu bebatuan yang mengalami pengikisan dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Air terjun sanggup berupa buatan yang biasa dipakai di taman. Beberapa riam terbentuk di lingkungan pegunungan di mana pengikisan kerap terjadi.

Air terjun sanggup dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi. Dengan sedikit sentuhan teknologi berupa pembuatan kolam penampung, pembuatan akses terbuka atau akses tertutup berupa pipa, maka air ini sanggup dimanfaatkan untuk mengairi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan maupun untuk memenuhi kebutuhan air untuk pengembangan peternakan.

Masyarakat yang tinggal didekat air terjun, sanggup menfaat riam sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Air terjun ini yang nantinya akan menggerakan sebuah turbin yang akan menghasilkan tegangan energi listrik. Selain Menfaatkan riam sebagi pengbangkit listrik tenaga air (PLTA), masyarakat juga sanggup menfaat waduk, irigasi ataupun sungai yang mengalir.

Hari itu Siti dan teman-teman mempelajari lagu baru. Lagu itu berjudul “Air Terjun” ciptaan A.T. Mahmud. Inilah lagu yang dipelajari Siti dan teman-teman.
Air terjun ialah arus air yang mengalir melalui suatu bebatuan yang mengalami pengikisan dan j Menyanyikan Lagu Air Terjun Karya AT Mahmud
Terdengar sayup-sayup bunyi air yang tak putus
Terbawa oleh angin dari arah lembah
Makin erat makin terang gemuruh air yang terempas
Air terjun di lembah mengalir deras
Ayo Bernyanyi
Pelajarilah lagu “Air Terjun” hingga sanggup menyanyikan dengan baik dan benar. Kemudian, nyanyikan bersama teman-temanmu. Jika perlu, gunakan alat musik yang ada di sekitarmu untuk mengiringi. Perhatikan keselarasan bunyi dan musik (jika kalian memakai alat musik).

Lagu yang ini bercerita ihwal air. Air sangat penting bagi kehidupan di bumi. Setiap hari kita membutuhkan air untuk aneka macam keperluan, mulai dari membersihkan diri hingga memasak. Ingatlah kegiatanmu memakai air mulai dari bangun pagi hingga ketika ini.
  1. Apa judul lagu tersebut? Air Terjun.
  2. Siapa penciptanya? A.T. Mahmud.
  3. Tangga nada apa yang digunakan? Tangga nada do = C.
  4. Apa tanda tempo yang digunakan? Apa artinya? Tanda tempo yang dipakai ialah sedang, artinya lagu dinyanyikan dengan kecepatan menyerupai orang berjalan santai.

Friday, July 31, 2020

Memproduksi Teks Eksplanasi Banjir Bandang

Teks Eksplanasi yaitu teks yang dipakai menjelaskan wacana proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial. Pada teks eksplanasi, sebuah insiden timbul lantaran ada insiden lain sebelumnya dan insiden tersebut menjadikan insiden yang lain lagi sesudahnya. Eksplanasi dipakai untuk memperhitungkan mengapa sesuatu menjadi menyerupai itu. Setelah menginterpretasi teks eksplanasi dari sisi struktur teks, isi, dan kebahasaan pada kiprah sebelum ini, kiprah berikutnya yaitu menciptakan atau memproduksi teks eksplanasi wacana insiden sosial dengan tema “Banjir Bandang”. Memproduksi teks di sini yaitu menuangkan gagasan /ide dalam bentuk bahasa tulis ke dalam bentuk teks eksplanasi, penulisannya harus tetap memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Untuk sanggup menyusun atau memproduksi sebuah teks eksplanasi ada beberapa langkah yang perlu ditempuh supaya menghasilkan teks menyerupai yanga diharapkan. Langkah-langkah yang sanggup ditempuh antara lain yaitu sebagai berikut. Pertama, memilih tema teks yang tepat. Tema teks eksplanasi yaitu merupakan intisari teks tersebut. Tema dalam teks eksplanasi sebaiknya lebih sempit dan terbatas. Nantinya dalam kerangka teks, tema ini akan dijabarkan menjadi gagasan-gagasan utama. Menentukan tema yaitu suatu yang harus dilakukan setiap kali hendak menciptakan teks eksplanasi Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan tema, yaitu tema yang diambil haruslah tema yang benar-benar Anda kuasai supaya inspirasi tau gagasan yang ada dibenak anda sanggup dituangkan dengan baik dalam tulisan.

Kedua, carilah sumber referensi. Referensi merupkan rujukan yang dipakai untuk membantu mendapat informasi yang dibutuhkan. Referensi sanggup diartikan sebagai materi yang akan dipakai sebagai contoh saat akan menciptakan teks eksplanasi. Jika menulis teks eksplanasi dengan memakai rujukan yang lengkap maka akhirnya akan lebih baik dibandingkan tanpa memakai referensi.

Ketiga,  buatlah kerangka teks eksplanasi. Kerangka atau outline yaitu suatu rencana yang memuat garis-garis besar dari suatu susunan yang akan dibentuk dan berisi rangkaian inspirasi yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kaprikornus kerangka teks yaitu suatu suatu rencana atau rancangan yang memuat garis besar atau inspirasi suatu teks yang disusun dengan sistematis dan terstruktur.

Keempat, menyusun teks eksplanasi. Setelah langkah-langkah sebelumnya dilaksankan, selanjutnya yaitu menyusun atau memproduksi teks eksplanasi. Ketika menyusun teks eksplanasi tersebut perhatikan pula struktur dan unsur kebahasaan yang membangun teks eksplanasi. Struktur tersebut berisi pernyataan umum^urutan sebab-akibat. Ciri kebahasaan teks eksplanasi yaitu banyak terdapat kata serapan, mengunakan konjungsi, dan mempunyai hubungan makna sebab-akibat.

Dalam acara ini diperlukan sanggup menciptakan teks eksplanasi secara mandiri. Artinya, secara berdikari diminta untuk menciptakan teks eksplanasi. Tema yang disarankan yaitu “Menjelaskan Sebab dan Akibat Peristiwa Sosial dan Peristiwa Alam”. Pada dasarnya, proses apa pun yang menimbulkan sesuatu terjadi, ada, atau berlangsung yaitu proses yang sanggup diungkapkan ke dalam teks eksplanasi.Berikut ini contoh teks eksplanasi wacana Banjir Bandang.
 Teks Eksplanasi yaitu teks yang dipakai menjelaskan wacana proses terjadinya atau ter Memproduksi Teks Eksplanasi Banjir Bandang

Banjir Bandang
No.Struktur TeksPeristiwa
1.Pernyataan UmumBanjir bandang yaitu banjir besar yang tiba dengan tiba-tiba dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar atau disebut juga dengan air bah. Banjir bandang menimbulkan banyak sekali macam kasus baik sosial maupun ekonomi. Banjir bandang merusak banyak sekali kemudahan maupun sarana dan prasarana yang dilewwati, serta rumah-rumah warga. Aliran air yang sangat deras dari hulu dengan membawa banyak sekali macam material menghantam pemukiman warga. Hal tersebut menakibatkan rusaknya rumah warga serta sarana dan prasarana yang ada.
2.Urutan Sebab-AkibatPenyebab utama banjir  adalah terjadinya hujan di tempat pegunungan yang biasanya menjadi hulu sungai. Hujan yang terjadi di tempat hulu sungai ini terjadi lantaran proses orografi. Hujan orografis terjadi lantaran angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara yang hirau taacuh meyebabkan terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan. Hujan yang terjadi ini menjadikan banjir bandang bagi daerah-daerah yang berada di sepanjang anutan sungai.
3.Urutan Sebab-AkibatPenyebab banjir bandang lainya yaitu terbentuknya bendungan alami tanggapan longsornya tanah dari lereng-lereng di sepanjang anutan sungai. Bendungan alami ini biasanya terbentuk dari hasil longsoran berupa batu, tanah, dan kayu hasil penebangan liar sepanjang lereng. Bendungan alami yang terbentuk lantaran longsor ini menimbulkan air hujan dan air yang turun dari lereng-lereng perbukitan tertampung di atas sehingga terbentuk danau atau tampungan air dalam jumlah besar. Kian hari air yang terbendung tersebut bertambah banyak dan saat bendungan alami tadi tidak sanggup lagi menahan jumlah air tersebut maka bendungan tersebut akan rusak. Rusaknya bendungan alami ini menimbulkan tertumpahnya air sekian banyak dan mengalir melalui lembah dan anutan sungai usang serta menghantam segala yang ada di depannya. 
4.Urutan Sebab-AkibatPenyebab banjir bandang lainya yaitu jebolnya bendungan atau waduk. Hujan lebat yang mengguyur bumi dalam waktu yang usang sanggup menjadikan penambahan debit air pada waduk atu bendungan. Apabila jumlah air semakin besar sanggup menjadikan tanggul tidak besar lengan berkuasa menahan debit air yang tertampung. Tanggul tersebut akan jebol dan mengeluarkan semua air yang ditampung. Aliran air yang besar ini sanggup menggenangi daerah-daerah yang berada di sekitar waduk. Terutama daerah-daerah yang memilii ketinggian lebih rendah dari waduk atau bendungan tersebut.
4.InterpretasiBanjir bandang tidak sanggup dianggap sebagai satu duduk kasus tunggal, tetapi sesuatu yang diakibatkan oleh beberapa faktor yang secara berantai mengundang banjir. Pemerintah dan masyarakat harus bersatu padu menanggulangi banjir supaya efek negatif musibah yang satu ini sanggup diminimalisasi

Saturday, February 15, 2003

Tugas Keunikan Ragam Budaya Indonesia Dan Daerahku

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya ayang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok suku bangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.

Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia sanggup dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Keberagaman budaya terbentuk bukan dengan sendirinya. Faktor utama pembentuk keberagaman ialah insan yang mempunyai kebudayaan tersebut. Selain itu masih ada faktor lain. Sebagai generasi muda mempunyai kewajiban untuk melestarikan kebudayaan yang ada ketika ini.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya ayang tinggi Tugas Keunikan Ragam Budaya Indonesia dan Daerahku
Sikap menghormati keragaman budaya bangsa sanggup dilakukan dengan cara-cara berikut :
  1. Bangga dengan kebudayaan tempat ataupun kebudayaan nasional.
  2. Melestarikan nilai-nilai budaya yang telah ada.
  3. Menghormati kebudayaan tempat bangsa Indonesia.
  4. Tidak menjelek-jelekkan kebudayaan suku bangsa lain.
  5. Lebih bahagia dengan kebudayaan nasional daripada budaya luar negeri.
  6. Tidak menonjolkan kebudayaan tempat sendiri.
  7. Mempelajari dan menikmati kebudayaan tempat lain
  8. Selalu bersikap kasatmata dan selektif terhadap budaya luar

Kerjakan kiprah ini bersama kelompokmu. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.
  1. Tuliskan daftar kosakata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerahmu yang sesuai artinya. Tuliskan paling sedikit 25 kata.
  2. Identifikasi nama dan keunikan pakaian adat dari daerahmu.
  3. Tuliskan judul lagu-lagu tempat di Indonesia.

1. Kosa Kata Bahasa Jawa
Bahasa IndonesiaBahasa JawaBahasa IndonesiaBahasa Jawa
Sayaaku, kula, dalemDekatcedak, cerak
Kamukowe, panjenenganUangdhuwit, arta
Rumahomah, griyaAirbanyu, toya
Berjalanmlaku, mlampahJalandalan, margi
Duduklungguh, lenggahSemuakabeh, sedanten/sedaya
Membacamaca, maosLebihluwih, langkung
Menulisnulis, nyeratSangatbanget, sanget
Makandhahar, nedha, manganDariseka, saking
Minumngombe, ngunjukSekarangsaiki, sakmenika
Mandiadus, siramTuatuwo, sepuh
Pergilunga, tindhakBaruanyar, enggal
Tidurturu, tilem, sareMahallarang, awis
Berbicaraomong, ngendikaDinginadhem, asrep
Datangteko, rawuhKemarinwingi, kolowingi
Kecilcilik, alitBesoksesuk, benjang
Sedikitsithik, sakedhikBawahngisor, ngandhap
Betulbener, leresLaparngelih, luwe
Punyaduwe, kagunganBahagiaseneng, rahayu
Adaana, wontwnSakitlara, gerah
Maugelem, kersaPagiesuk, enjing
Janganojo, ampunMalambengi, dalu
Datangteko, rawuhBerapapira, pinten
Dengarkrungu, mirengBelumdurung, dereng
Sukasenen, remenBagusapik, sae
Tahungreti, ngertosBetulbener, leres
Jauhadoh, tebihBesargedhe, ageng

2. Pakaian Adat
Nam dari pakaian adat Jawa Tengah untuk laki-laki ialah Jawi Jangkep, pakaian tradisional ini terdiri dari baju beskap, keris, stagen, blankon, bantalan kaki cemila dan kain jarik, biasanya pakaian adat ini dipakai pada ketika program tertentu menyerupai upacara adat. Pemakaian aksesoris di pakaian adat Jawa Tengah ini mempunyai filosofi tersendiri seperti.
  1. Blankon Memiliki makna jikalau seorang laki-laki harus mempunyai pikiran yang teguh. 
  2. Baju Beskap Memiliki makna bahwa seorang laki-laki harus memperhitungkan segala perbuatan yang dilakukannya. 
  3. Kain Jarik Mengisyaratkan semoga seorang laki-laki jangan hingga melaksanakan sesuatu dengan keliru. Keris Memiliki makna jikalau seorang laki-laki harus besar lengan berkuasa terhadap godaan setan, dan juga melambangkan sebagai keperkasaan pria. 

Pakaian adat perempuan disebut kebaya, selain dengan baju batik, pakaian adat Jawa Tengah untuk perempuan juga dilengkapi dengan kemben sebagai epilog dada dan kain jarik batik sebagai bawahan. Pakaian adat perempuan juga mempunyai filosofi tersendiri, yaitu melambangkan kepribadian perempuan Jawa yang patuh, lemah lembut, dan halus.
  1. Kain jarik Selain sebagai epilog bab bawah, juga mempunyai arti bahwa perempuan merupakan sosok yang bisa menjaga kesucian dirinya serta tidak gampang menyerahkan diri kepada siapapun. 
  2. Stagen berfungsi sebagai perlambang perempuan yang bisa menyesuaikan diri.

Lagu Daerah Di Indonesia
ProvinsiLagu Daerah ProvinsiLagu Daerah
NADBungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Seulanga, Sepakat Segenap NTBHelele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
SumutAnju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli NTTAnak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Desaku, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa, Orere, O Nina NoiLereng Wutun
SumbarAyam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu KalbarCik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon.
RiauSoleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Langgam Melayu, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang BarendoKaltengKalayar, Naluya, Palu Lempong Popi dan Tumpi Wayu
KepriPak Ngah Balek KalselAmpar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
JambiBatanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang KaltimIndung-Indung.
SumselCuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai SulutEsa Mokan, Gadis Taruna, Si Patokaan, O Ina Ni Keke, Sitara Tillo, Tahanusangkara dan Tan Mahurang
BabelYak Miak, Icak-icak Dek Tau SulbarBulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
BengkuluLalan Belek, Sungai Suci dan Umang-umangSultengTondok Kadadingku, Tope Gugu
LampungAd-adi Laun Lambar, Lipang Lipandang, Sang Bumi Ghuwa Jughai, Putra Saburai, Bumi Lampung, Adat Lampung, Lampung Sai Agung SultraPeia Tawa-Tawa dan Tana Wolio
JakartaKicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan, Keroncong Kemayoran, Ondel Ondel, Ronggeng, dan Sirih Kuning, Wak-wak Gung, Sayur Asem G'taloHulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi, Binde Biluhuta dan Dabu-Dabu
BantenDayung Sampan, Ibu, dan Jereh Bu Guru. SulselAngin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong, Ammac Ciang, Anak Kukang, Ati Raja, Batti’batti, Ganrang
JabarBubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang, Sintren MalukuAmbon Manise, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Kakatua, Burung Tantina, Goro-Goro Ne, Gunung Salahatu, Hela Rotan, Huhatee, Lembe-lembe, Mande-mande, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Nona Manis Siapa Yang Punya, O Ulate, Ole Sioh, Rasa Sayange, Sarinande, Saule, Sayang Kene, Tanase dan Waktu Hujan Sore-sore.
JatengGambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jaranan, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, MalutYon Batane, Leng Kali Leng, Togal
DIYPitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah. PapuaApuse, Yamko Rambe Yamko, Sajojo
JatimKeraban Sape, Jamuran, Kidang Talun, Lindri, Tanduk Majeng. Cublak-Cublak Suweng, Gai Bintang, Kembang Malathe, Padhang Wulan P. BaratMambo Simbo, Wesupe, Rasine Ma Rasine, Diru Diru Nina
BaliMejangeran, Ratu Anom, Dewa ayu, Janger, Macepet Cepetan, Meyong-Meyong, Ngusak Asik, dan Puteri Ayu KalutBebalen, Pinang Sedawar, dan Tuyang

Sunday, February 16, 2020

Pengelompokkan Karya Musik

Seni musik berasal dari dua kata, yaitu “seni” dan “musik”. Seni yaitu hasil cipta, rasa, dan karsa insan yang diwujudkan dalam banyak sekali sarana. Sedangkan musik yaitu hasil pengolahan suara, melodi, harmoni, ritme, vokal, dan tempo. Jadi, secara harfiah seni musik yaitu hasil cipta, rasa, dan karsa mausia yang diwujudkan dalam olahan suara, melodi, harmoni, ritme, vokal, dan tempo.

Karya musik sanggup dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya musik instrumental dan karya musik vokal. Karya musik vokal berupa lagu. Sebaliknya, karya musik instrumental berupa permainan alat musik tanpa nyanyian.

Penyajian musik dalam bentuk instrumental ialah penyajian musik yang hanya memakai alat-alat musik tanpa adanya penyanyi di dalam penyajiannya. Bentuk musik instrumental sanggup berupa Ansamble dan Orkestra.
  1. Ansamble yaitu bentuk penyajian musik instrumental yang dilakukan oleh beberapa instrument yang main secara gotong royong dengan format yang tidak terlalu besar.
  2. Orkestra merupakan bentuk penyajian musik instrumental dengan format yang besar dengan memakai alat musik yang beragam. Alat musik yang dipakai dalam sebuah orkestra mencakup alat musik gesek ( biola, cello, contra bass ), Alat musik tiup ( Flute, oboe, clarinet, trombone, terompet, horn, dan lain-lain), alat musik petik ( gitar, harpa ), dan alat musik pukul ( timpani, marimba, drum ).

Musik vokal yaitu jenis musik yang disajikan hanya dengan bunyi vokal insan saja tanpa adanya iringan bunyi alat musik. Musik Instrumental yaitu jenis musik yang disajikan hanya bunyi alat-alat musik saja tanpa adanya vokal.

Setiap jenis lagu mempunyai ciri khusus dan misi tertentu pula. Untuk mengetahui aksara atau adab setiap jenis lagu, kita sanggup memperhatikan bentuk, tema, dan tingkat kesulitan lagu tersebut.

1. Lagu Anak-Anak
Bentuk lagu anak anak biasanya sederhana dan temanya sesuai dengan jiwa anak-anak. Syair lagu tidak terlalu panjang, bahasa sederhana, dan gampang dimengerti artinya. Ambitus bunyi belum dewasa masih terbatas. Oleh alasannya yaitu itu, nada-nada yang dipakai dalam melodi lagu dilarang melebihi sepuluh nada. Semakin sedikit jumlah nada yang dipergunakan untuk menyusun melodi lagu akan mengakibatkan lagu belum dewasa tersebut lebih berbobot. Perhatikan pola lagu belum dewasa di bawah ini.
No.KelompokJudul dan Pencipta
1.A
  1. Ade Irma Suryani (AT Mahmud)
  2. Abang Tukang Baso (Mamo/Agil)
  3. Aku Anak Indonesia (lagu) (AT Mahmud)
  4. Aku Seorang Kapiten
  5. Ambilkan Bulan Bu (AT Mahmud)
  6. Amelia (AT Mahmud)
  7. Amrin Membolos
  8. Ampar Ampar Pisang (lagu anak tempat dari Kalimantan Selatan)
  9. Anak Gembala (AT Mahmud)
  10. Anak Kambing Saya
  11. Anak Kuat (Ibu Sud)
  12. Apuse (lagu anak tempat dari Papua)
  13. Ayo Mama
  14. Andai Aku Besar Nanti (Sherina)
2.B
  1. Balonku (AT Mahmud
  2. Bagi Dua
  3. Bangun Tidur
  4. Bermain (N.N)
  5. Bernyanyi Bergembira
  6. Bintang Kecil(Daljono)
  7. Bintang Kejora (lagu) (AT Mahmud)
  8. Buka Pintu
  9. Bulan Sabit (AT Mahmud)
  10. Bunda (Umay Shahab)
  11. Bunda Piara
  12. Bunga Hiasan
  13. Bungaku (Cornel Simanjuntak)
  14. Burung Hantu
  15. Burung Kakatua (Lagu tempat Maluku)
  16. Burung Kutilang (Ibu Sud)
  17. Burung Nuri (AT Mahmud)
  18. Burung Unta
3.C
  1. Cemara (AT Mahmud)
  2. Cerita Tikus
  3. Cicak di Dinding
  4. Cik Cik Periuk
  5. Citaria (AT Mahmud)
  6. Cilukba (AT Mahmud)
4.D-F
  1. Di Sini Senang di Sana Senang
  2. Dakocan
  3. Dengar Katak Bernyanyi (Ibu Sud)
  4. Desaku (Ibu Sud)
  5. Di Pantai (AT Mahmud)
  6. Dua Ekor Anak Kucing (AT Mahmud)
  7. Dua Mata Saya (Pak Kasur)
  8. Cangkul (Ibu Sud)
5.J-L
  1. Jangan Marah
  2. Jangkrik (AT Mahmud)
  3. Jakarta Berulang Tahun (AT Mahmud)
  4. Jaranan (lagu anak tempat dari Yogyakarta Ciptaan Ki Hadi Sukatno)
  5. Kakak Nia
  6. Kampung Halamanku (Ibu Sud)
  7. Kapal Api
  8. Kasih Ibu (SM. Muchtar)
  9. Kelasku Yang Baru (M. Suharto)
  10. Kelinciku
  11. Kincir Air (AT Mahmud)
  12. Kembang Apiku (Pak Kasur)
  13. Ke Pasar Ikan (AT Mahmud)
  14. Keranjang Sampah
  15. Kereta Apiku (AT Mahmud)
  16. Kring Ada Sepeda
  17. Kucingku (Pak Kasur)
  18. Kunang-Kunang (AT Mahmud)
  19. Kupu-kupu (Ibu Sud)
  20. Lagu Bermain (Ibu Sud)
  21. Lagu Gembira (Ibu Sud)
  22. Lagu Tor-Tor (AT Mahmud)
  23. Layang Layang
  24. Layang-layangku (AT Mahmud)
  25. Lenggang Kangkung (lagu anak tempat dari DKI Jakarta)
  26. Lihat Kebunku (Ibu Sud)
6.M-O
  1. Mandi (Pak Dal)
  2. Matahari (Kak Irwan)
  3. Main Ular-Ularan (Ibu Sud)
  4. Menanam Jagung (Ibu Sud)
  5. Mendaki Gunung (AT Mahmud)
  6. Mobilku
  7. Musim Panen (AT Mahmud)
  8. Naik Becak
  9. Naik Delman (Ibu Sud)
  10. Naik Kelas (AT Mahmud)
  11. Naik Kereta Api (lagu anak)
  12. Naik Naik ke Puncak Gunung (Ibu Sud)
  13. Nasihat Ibu (AT Mahmud)
  14. Nenek Moyang (Ibu Sud)
  15. Nina Bobo
  16. Nona Manis (lagu anak tempat dari Maluku)
  17. Oh Ibu dan Ayah
7.P-R
  1. Pagi-pagi (Ibu Sud)
  2. pak polisi (umay shahab)
  3. Paman Datang (AT Mahmud)
  4. Pelangi (AT Mahmud)
  5. Pemandangan (AT Mahmud)
  6. Peramah Dan Sopan (Pak Dal)
  7. Pergi Belajar (Ibu Sud)
  8. Pulang Memancing (AT Mahmud)
  9. Rasa Sayange (Lagu anak tempat dari Maluku)
  10. Ruri Abangku (AT Mahmud)
8.S-U
  1. Satu-Satu
  2. Sapu Tangan
  3. Sayonara
  4. Selamat Ulang Tahun (lagu) (Adikarso)
  5. Sekuntum Mawar (AT Mahmud)
  6. Selamat Pagi Bu Guru (Pak Kasur)
  7. Semut Kecil
  8. Senam (AT Mahmud)
  9. Serumpun Padi (R Maladi)
  10. Sepasang Burung Kenari (SM Mochtar)
  11. Si Kancil Nakal
  12. SKJ(umay shahab)
  13. Soleram
  14. Suka Hati (lagu) (Kalau kamu Suka Hati tepuk tangan)
  15. Taman Kanak-Kanak
  16. Tari Topeng
  17. Teka-Teki (Ibu Sud)
  18. Tek Kotek-Kotek
  19. Tepuk Tangan (AT Mahmud)
  20. Tidur Anakku (Ibu Sud)
  21. Tidurlah Adik (AT Mahmud)
  22. Timang Adik Timang (AT Mahmud)
  23. Tik Tik Bunyi Hujan (Ibu Sud)
  24. Tukang Kayu
  25. Tukang Pos
  26. Tupai (AT Mahmud)
  27. Topi Saya Bundar (Pak Kasur)
9.W
  1. Waktu Sekolah Usai (Ibu Sud)
  2. Walang Kekek

2. Lagu Daerah
Syair lagu tempat berisi citra tingkah laris masyarakat setempat secara umum. Bahasa yang dipakai yaitu bahasa tempat setempat. Teknik ucapan harus dibawakan sesuai de ngan dialek bahasa tempat setempat. Bentuk dan pola susunan melodi sederhana sehingga gampang untuk segera di kuasai oleh semua lapisan masyarakat. Berikut ini beberapa lagu tempat yang ada di Indonesia.
 dan karsa insan yang diwujudkan dalam banyak sekali sarana Pengelompokkan Karya Musik
No.ProvinsiLagu Daerah
1 Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Sepakat Segenap
2 SumateraUtaraAnju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso,
Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
3 Sumatera
Barat
Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu
4 Riau Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Barendo.
5 Kepulauan Riau (KEPRI) Segantang Lada, Pulau Bintan, Pantai Solop
6 Jambi Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang
7 Sumatera Selatan Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai
8 Bangka
Belitung (BABEL)
Men Sahang Lah Mirah, Miak Ku Sayang, Berage, Icak-Icak Dek Tau, Gunung Tajam
9 Bengkulu Lalan Belek, Yoi Botoi Botoi, Sungai Suci, Anak Kumang
10 Lampung Cangget Agung, Tanoh Lado, Bumi Lampung
11 DKI Jakarta Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan
12 Jawa Barat Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang
13 Banten Dayung Sampan, Jereh Bu Guru, Tong Sarakah, Ibu, Yu Ragem Belajar
14 Jawa Tengah Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang
15 D.I. Yogyakarta Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah
16 Jawa Timur Keraban Sape, Tanduk Majeng
17 Bali Putri Cening Ayu, Mejangeran, Ratu Anom, Juru Pencar
18 Nusa Tenggara Barat Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
19 Nusa Tenggara Timur Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa
20 Kalimantan  Barat Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon
21 Kalimantan Tengah Kalayar, Nuluya, Palu Lempong Pupoi, Tumpi Wayu, Saluang
Kitik-kitik, Manasai
22 Kalimantan Selatan Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
23 Kalimantan Timur Indung-Indung, Burung Enggang, Meharit, Sabar'ai, Anjat
Manik, Bebilin, Andang Sigurandang
24 Sulawesi Utara Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo,
Tahanusangkara.
25 Sulawesi Barat Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
26 Sulawesi Tengah Tondok Kadadingku, Tope Gugu, Tumpiwanyu
27 Sulawesi Tenggara Peia Tawa-Tawa, Ma rencong-rencong, Indo Lugo
28 Sulawesi Selatan Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong.
29 Gorontalo Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi
30 Maluku Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase, Sayang Kene.
31 Maluku Utara Barero, Sarinande. Moluku Kie Raha, Dana-dana
32 Papua Barat Apuse, Yamko Rambe Yamko
33 Papua Apuse, Yamko Rambe Yamko, Wesupe, Rasine Ma Rasine
34 Kalimantan Utara Bebalen, Pinang Sendawar, dan Tuyang

3. Lagu Nasional
Maksud dan tujuan diciptakannya lagu nasional yaitu menumbuhkan nasionalisme, kepahlawanan, dan mengobarkan semangat juang bangsa. Sesuai dengan tujuan tersebut, banyak syair lagu nasional mengungkapkan semangat berjuang dan persatuan.
No.KelompokJudul dan Pencipta
1.A-D
  1. Andika Bhayangkari (Amir Pasaribu)
  2. Api Kemerdekaan (Joko Lelono / Marlene)
  3. Bagimu Negeri (R. Kusbini)
  4. Bangun Pemudi Pemuda (Alfred Simanjuntak)
  5. Bendera Kita (Dirman Sasmokoadi)
  6. Bungaku (Cornel Simanjuntak)
  7. Bendera Merah Putih (Ibu Soed)
  8. Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)
  9. Bhinneka Tunggal Ika (Binsar Sitompul/A Thalib)
  10. Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo)
  11. Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman)
  12. Dirgahayu Indonesia (Husein Mutahar)
  13. Desaku (Ibu Soed)
  14. Berkibarlah Bendera Negriku (Gombloh)
  15. Tanah air indonesia (E.L Pohan)
2.E-H
  1. Garuda Pancasila (Sudharnoto)
  2. Gugur Bunga (Ismail Marzuki)
  3. Halo, Halo Bandung (Ismail Marzuki)
  4. Hamba Menyanyi (R. Sutedjo)
  5. Hari Merdeka (lagu nasional) (Husein Mutahar)
  6. Himne Kemerdekaan (Ibu Soed/Wiratmo Sukito)
  7. Himne Guru (Sartono)
  8. Himne Pramuka (Husein Mutahar)
  9. Himne Siswa (Husein Mutahar)
3.I-L
  1. Ibu Kita Kartini (Wage Rudolf Soepratman)
  2. Ibu Pertiwi (Lirik : Ismail Marzuki)
  3. Indonesia Bersatulah (Alfred Simanjuntak)
  4. Indonesia Jaya (Chaken M)
  5. Indonesia Raya (Wage Rudolf Soepratman)
  6. Indonesia Subur (M Syafei)
  7. Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki)
  8. Indonesia Tetap Merdeka (Cornel Simanjuntak)
  9. Indonesia Tumpah Darahku (Ibu Soed)
  10. Jembatan Merah (Gesang)
  11. Kebyar Kebyar (Gombloh)
  12. Ku Pinta Lagi (Cornel Simanjuntak)
  13. Karang bunga dari selatan (Izmail Marzuki)
4.M-P
  1. Mengheningkan Cipta (Ismail Marzuki)
  2. Maju Indonesia (Cornel Simanjuntak)
  3. Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak)
  4. Mars Bambu Runcing (Kamsidi/Daldjono)
  5. Mars Harapan Bangsa (Kamsidi/Daldjono)
  6. Mars Pancasila (Sudharnoto)
  7. Melati di Tapal Batas (Ismail Marzuki)
  8. (Hymne Pahlawan) Mengheningkan Cipta (Truno Prawit)
  9. Merah Putih (Ibu Soed)
  10. Merah Putih (Gombloh)
  11. Nusantara
  12. Nyiur Hijau (Maladi)
  13. Pada Pahlawan (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)
  14. padi menguning (Kusbini)
  15. Pahlawan Merdeka (Wage Rudolf Soepratman)
  16. Pantang Mundur (Titiek Puspa)
5.Q-T
  1. Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)
  2. Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik)
  3. Selamat Datang Pahlawan Muda (Ismail Marzuki)
  4. Serumpun Padi (Maladi)
  5. Syukur (Husein Mutahar)
  6. Tanah Airku (Ibu Soed)
  7. Tanah Airku (R. Iskak)
  8. Tanah Tumpah Darahku (Cornel Simanjuntak/Sanusi Pane)
  9. Teguh Kukuh Berlapis Baja (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)
  10. Terima Kasih Kepada Pahlawanku (Husein Mutahar)
  11. Sumpah Kita (AE Wairata)
  12. Sepasang Mata Bola (Izmail Marzuki)
  13. Syukur (Husein Mutahar)

4. Lagu Wajib Nasional
Di antara banyak judul lagu nasional terdapat dua belas judul lagu yang dikelompokkan dalam jenis lagu wajib nasional. Jenis lagu ini wajib diajarkan di sekolah dalam rangka menghidupkan dan menanamkan rasa kebangsaan, persatuan, persaudaraan, serta memupuk semangat proklamasi kepada pemuda, pelajar, dan bangsa Indonesia.

Berikut ini yaitu dua belas judul lagu wajib nasional.
  1. ”Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman
  2. ”Garuda Pancasila” ciptaan Prohar/ Sudarnoto
  3. ”Merah Putih” ciptaan Ibu Sud
  4. ”Berkibarlah Bendera ku” ciptaan Ibu Sud
  5. ”Dari Sabang Sampai Merauke” ciptaan R. Suraryo
  6. ”Indonesia Tetap Merdeka” ciptaan C. Simanjuntak
  7. ”Halo-Halo Bandung” ciptaan Ismail Marzuki
  8. ”Hari Merdeka” ciptaan H. Mutahar
  9. ”Maju Tak Gentar” ciptaan C. Simanjuntak
  10. ”Satu Nusa Satu Bangsa” ciptaan L. Manik
  11. ”Bagimu Negeri” ciptaan Kusbini
  12. ”Syukur” ciptaan H. Mutahar

Wednesday, February 19, 2003

Keragaman Budaya Bangsa Di Wilayah Indonesia

Kekayaan budaya Indonesia alasannya yaitu banyak sekali suku bangsa yang ada. Kekayaan itu bermacam-macam bentuknya. Beberapa di antaranya berbentuk bahasa daerah, rumah tradisional, pakaian adat, dan kesenian kawasan berupa taritarian, alat musik, lagu-lagu, dan upacara adat. Semua budaya tersebut menjadi ciri khas tiap-tiap daerah. Berikut referensi budaya kawasan di Indonesia.

1. Bahasa Daerah
Setiap suku bangsa dalam berkomunikasi memakai bahasa kawasan setempat. Dengan demikian, keragaman suku menghasilkan bahasa yang beragam. Perhatikan referensi keragaman kata akhir keragaman bahasa kawasan berikut.
Bahasa IndonesiaBahasa JawaBahasa SundaBahasa BatakBahasa Papua
sayaaku, kulaabdiahusa
rumahomahimahbagasruma

Keragaman bahasa kawasan tidak menimbulkan persoalan antarsuku bangsa. Hal ini alasannya yaitu dalam komunikasi antarsuku bangsa dipakai bahasa Indonesia yang telah bisa mempersatukan perbedaan bahasa daerah. Berikut ini beberapa keragaman budaya bangsa Indonesia.

Nangroe Aceh Darusalam
  1. Ibukota: Banda Aceh
  2. Suku Bangsa dan Bahasanya: Suku Aceh dengan bahasa Aceh,Suku Aneuk Jamee dengan bahasa Aneuk Jamee yang terdengar ibarat bahasa Minang, Suku Kluet, Suku Tamiang dengan bahasa Aceh Tamiang yang hampir ibarat bahasa Melayu.,Suku Gayo, dengan bahasa Gayo, Suku Alas, yaitu bahasa Alas, Suku Haloban, Suku Julu termasuk kelompok suku pak pak boang, Suku Devayan, Suku Sigulai..
  3. Tarian: Tari Seudati, Tari Rateb Meusekat, Tari Likok Pulo, Tari Laweut, Tari Pho, Tari Ratok Duek, Tari Tarek Pukat, Tari Rabbani Wahed, Tari Ranup Lam Puan, Tari Rapai Geleng
  4. Lagu daerah: Bungong Jeumpa, Lembah Alas
  5. Alat musik daerah: Serune kalee, tambo
  6. Senjata Tradisional: Rencong
  7. Makanan Khas: Timpan, Masak udang cumi, Gulai Aceh,Daging masak pedas, Korma kambing, Sie Reubeouh cuka, Gulai kepala ikan,Kanji Rumbi,dll

SUMATERA UTARA
  1. Ibukota: Medan
  2. Suku: Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Fakfak, Batak Angkola, Batak Toba, Melayu, Nias, Batak Mandailing, dan Maya-maya
  3. Bahasa daerah: Batak, Karo, Pak pak, Simalungun, Angkola, Mandailing, nias, melayu
  4. Tarian Tradisional: Tari Tor tor, tari terperinci bulan (karo), Tari Karo Lima Serangkai, Tari kuala deli tanjung katung medan, Tari Dembas Simenguda Tapanuli, Tari Kemuliaan Man Dibata Karo, Tari bolo bolo karo, Tari Begu Daleng, Tari Ngari ngari.
  5. Adat Istiadat: Mangalahat Horbo
  6. Lagu daerah: Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
  7. Alat musik daerah: Aramba
  8. Senjata Tradisional: Piso Surit
  9. Makanan Khas: Lalamak, Sangsang, Bika Ambon, Tasak Telu, Anyang, Gulai Tumbuk, Mie Keling, Palai Bada Sibolga,dll
Kekayaan budaya Indonesia alasannya yaitu banyak sekali suku bangsa yang ada Keragaman Budaya Bangsa di Wilayah Indonesia
SUMATERA BARAT
  1. Ibukota: Padang
  2. Suku: Minangkabau, Melayu, dan Mentawai, Tanjuang Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, Piliang, Simabur, Jambak dan Gusci
  3. Bahasa Daerah: Bahasa Minangkabau (dialek: bukit tinggi, pariaman, pesisir selatan, payakumbuh), Bahasa mentawai, bahasa melayu.
  4. Tarian Tradisional: Tari piring, Tari Payung, Tari Baralek Gadang, Tari Indang Minangkabau, Tari Rantak Minangkabau, Tari Pasambahan Minang, Tari Indang Badinding, Tari Selendang Minangkabau, Tari Panen
  5. Adat Istiadat: Upacara Adat minang Tabuik
  6. Lagu daerah: Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu
  7. Alat musik daerah: Saluang, talempon
  8. Senjata Tradisional: Karih, Kerambit (di Minang disebut kurambiak/karambiak)
  9. Makanan Khas: Rendang Padang, Lepat ketan, Gulai Pangek, Paniaram, Daging Asam Padeh, Ayam bakar Padang, dll

RIAU
  1. Ibukota: Pekan Baru
  2. Suku: Melayu, Akit, Talang Mamak, Orang utan Bonai, Sakai, dan Laut, dan Bunoi
  3. Bahasa daerah: melayu riau
  4. Tarian Tradisional: Tari Tandak, Tari Zapin, Tari Sinar, Tari Riuh Tamborine, Tari Joged Lambak, Pedang Jenawi.
  5. Adat Istiadat: Ritual Petang Megang, Upacara Adat Potang Maogang di Pelalawan, Ritual mandi syafar
  6. Lagu daerah: Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Barendo
  7. Alat musik daerah: Gambus
  8. Senjata Tradisional: Badik
  9. Makanan Khas: Gulai asam pedas ikan patin, Sambal terung asam, Gulai sayur lemak, belacan udang.

JAMBI
  1. Ibukota: Jambi
  2. Suku: Batin, Kerinci, Penghulu, Pedah, Melayu, Jambi, Kubu (anak dalam), dan Bajau
  3. Bahasa: Jambi
  4. Tarian Tradisional: Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan, Tari Rentak Besapih, Tari Kipas Keprak, Tari Selaras Pinang Masak, Tari Selendang mak Inang, Tari Sumbe (Tarian persembahan untuk para dewa), Tari Rangguk (Tarian anak pesta rakyat), Tari Musik Mumkin (Tari untuk permainan musik orang buta), Tari Lesung Gilo (Tari untuk permainan lesung diiringi mantra-mantra), Tari Bakisa (Tarian menumbuk padi), Tari Asik (Tarian untuk mengusir bala penyakit).
  5. Adat Istiadat: kesenian randai, Rarak Godang, Kayat, Zikir, dan Kaba, Tradisi Berdah (dilaksanakan ketika terjadi peristiwa dengan tujuan menolak bencana), Kenduri Seko (bertujuan untuk membersihkan pusaka dalam bentuk keris, tombak, Al Kitab dalam bentuk Ranji–ranji Kuno), Mandi Safar (dilaksanakan pada hari Rabu di tamat bulan Safar bertujuan untuk menolak bala), Mandi Belimau Gedang (dilaksanakan menjelang Ramadhan dengan tujuan menyucikan dan mengharumkan diri)
  6. Kesenian dan Lagu Daerah Lagu daerah: Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang
  7. Alat musik daerah: calempong, ogung gong, dan gendang
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Tempoyak, Gulai Rebung Jambi, Putri Kandis Pelangi, gulai tepei ikan, padamaran, dendeng batokok, nasi minyak dll.

SUMATERA SELATAN
  1. Ibukota: Palembang
  2. Suku : Melayu, Kikim, Semenda, Komering, Pasemah, Lintang, Pegagah, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Kubu, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi, Rejang, dan Ranau
  3. Bahasa daerah: Bahasa Melayu, Bebaso, Baso palembang sari sari
  4. Tarian Tradisional: Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek, Tari Kelindan Sumbay, Tari Kipas Linggau, Tarian Pagar Pengantin, Tari Gending Sriwijaya
  5. Adat Istiadat: Festifal bahtera hias dan lomba bidar di sungai musi, Tradisi Telok Abang
  6. Lagu daerah: Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai, Melati Karangan, Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut dan Ribang Kemambang
  7. Alat musik daerah: Accordion
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Pempek Palembang, Tekwan, Burgo, Sate Pentul, Mie Celor

BENGKULU
  1. Ibukota: Bengkulu
  2. Suku bangsa: Muko-muko, Pekal, Serawai, Pasemah, Enggano, Kaur, Rejang, dan Lembak
  3. Bahasa daerah: bahasa Melayu Bengkulu, Bahasa Rejang, Bahasa Serawai, Bahasa Pekal dan Bahasa Lembak.
  4. Tarian Tradisional: Tari Andun, Tari Bidadari, Tari Ganau
  5. Adat Istiadat: Upacara Ritual Tabot, Kesenian Berzikir, Kesenian Gamat, Kesenian Gambus dan Kesenian Dendang, , Upacara suku serawai
  6. Lagu daerah: Lalan Belek
  7. Alat musik daerah: Rebana, Doll
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Oncong-oncong pisang

LAMPUNG
  1. Ibukota: Bandar Lampung
  2. Suku: Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulang Bawang, Krui Abung, dan Pasemah
  3. Bahasa: Bahasa Lampung Logat Belalau, Bahasa Lampung Logat Krui, Bahasa Lampung Logat Melinting, Bahasa Lampung Logat Way Kanan, Bahasa Lampung Logat Pubian, Bahasa Lampung Logat Sungkay, Bahasa Lampung Logat Jelema Daya atau Logat Komring, Bahasa Lampung Logat Abung, Bahasa Lampung Logat Menggala
  4. Tarian Tradisional: Tari Jangget, Tari Melinting, Tari ngelajau, Tari Sembah, Tari Bedana.
  5. Adat Istiadat: Upacara cakak papadun
  6. Lagu daerah: Cangget Agung, Lipang Lipandang,
  7. Alat musik daerah: Bende, kulintang, gamolan lampung, serdam, ghujih, gung/ talo balak
  8. Senjata Tradisional: Keris, Badik
  9. Makanan Khas: Srawit Lampung, Punyeu Baung, Malbi Hati, Gulai Balak, Gulai Taboh, Maksuba,dll

DKI JAKARTA
  1. Ibukota: Jakarta
  2. Suku dan bahasa: Betawi
  3. Tarian Tradisional: Tari Topeng, Tari Ronggeng, Tari Yapong
  4. Adat Istiadat: Upacara Adat Palang Pintu, Pelengkap Pernikahan khas Betawi
  5. Lagu daerah: :Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan,dll.
  6. Kesenian Daerah: Ondel ondel Musik gambus, Orkes Tanjidor, Gambang kromong, Samrah
  7. Senjata Tradisional: Badik, Golok
  8. Makanan Khas: Kerak Telor, Ketoprak Betawi,Daging Asam, Talam Ebi,NasiUlam, Geplak Bakar Betawi, Dodol Betawi, Tauge Goreng, Soto Betawi

BANTEN
  1. Ibukota: Serang
  2. Suku: Baduy, Sunda, dan Banten
  3. Tarian Tradisional: Tari Topeng
  4. Adat Istiadat: Debus banten, Sunda wiwitan (Pemujaan terhadap arwah nenek moyang suku Badui)
  5. Lagu daerah: Dayung Sampan
  6. Alat musik daerah: Gendang
  7. Senjata Tradisional: Kujang, Golok
  8. Makanan Khas: Bubur Ayam Banten, Angeun Lada, Nasi sumsum, makanan ringan manis balok menes, gemblong, emping

JAWA BARAT
  1. Ibukota: Bandung
  2. Suku bangsa dan bahasa: Sunda, Jawa cirebon, indramayu
  3. Tarian Tradisional: Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak, Tari Jaipong
  4. Adat Istiadat dan kesenian: Rampak Gendang, Calung, Wayang Golek, Upacara Memitu (Jawa Barat, Indramayu), Lakon pantun Lutung Kasarung, sisingaan, kuda renggong, kuda lumping, degung, rengkong, bangreng, bajidoran, cianjuran
  5. Lagu daerah: Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang
  6. Alat musik daerah: Kacapi, Angklung calung, Gendang, Goong, Saron,Bonang, Kacapi, Rebab, Jenglongserta Terompet
  7. Senjata Tradisional: Kujang
  8. Makanan Khas: Oncom, pepes, Sirpan, siomay Bandung, sate Bandeng, Daging lapis, Pepes Ikan Majalaya, Sayur Asem,Empal Gentong, Nasi Jamblang, Nasi Lengko,dll

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  1. Ibukota: Yogyakarta
  2. Suku bangsa dan Bahasanya: Jawa
  3. Tarian Tradisional: Tari Serimpi Sangupati, Tari Bedaya
  4. Adat Istiadat: Upacara adat Mbah Bregas dari Ngino, Margoagung, Sayegan, Upacara adat Bathok Bolu dari Sambiroto, Purwomartani, Kalasan, Upacara adat Jumedhulinng Maeso Suro dari Srigading, Sanden, Upacara adat Dhekahan Gedhe dari Payak, Srimulyo, Piyungan, Upacara adat Daruno Daruni dari Bugel, Panjatan, Upacara adat Bersih Desa Rajaban dari Jatimulyo, Girimulyo, Upacara adat Rasulan dari desa Bobung, Putat, Patuk, Upacara adat Rasulan dari Kepek, Wonosari, Upacara adat Merti Golong Gilig dari Dipowinatan,Keparakan, Mergangsa, Upacara adat Ba’da Kupat dari Pandeyan, Umbulharjo
  5. Lagu daerah: Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah
  6. Alat musik daerah: Gendang
  7. Senjata Tradisional: Keris
  8. Makanan Khas: Bapia, Gudeg Jogja, Geplak Bantul, Ayam Bakar Kalasan,dl

JAWA TENGAH
  1. Ibukota: Semarang
  2. Suku: Jawa, Karimun, dan Samin
  3. Bahasa: Jawa
  4. Tarian Tradisional: Tari Bambangan Cakil, Tari Gandrung, Tari Sintren
  5. Adat Istiadat: Upacara Adat Dugderan
  6. Lagu daerah: Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Stasiun Balapan
  7. Alat musik daerah: Gamelan
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Lumpia, Ampyang, Nasi Kuning Banjar, Nasi Gandul,dll

JAWA TIMUR
  1. Ibukota: Surabaya
  2. Suku: Jawa, Madura, Tengger, dan Osing
  3. Bahasa: Jawa, Madura
  4. Tarian Tradisional: Tari Remong, Tari Reog Ponorogo
  5. Adat Istiadat: upacara adat kasodo di Bromo
  6. Lagu daerah: Keraban Sape, terompet reog Tanduk Majeng
  7. Alat musik daerah: Bonang,
  8. Senjata Tradisional: Clurit
  9. Makanan Khas: Semanggi, Rujak Cingur, Bakso Malang, Tahu Campur Lamongan, Pecel Tumpang Kediri, Japit Udang Madura, Kue Lapis Surabaya ,Soto Madura, Sate Ayam Madura,dll

BALI
  1. Ibukota: Denpasar
  2. Suku bangsa dan Bahasanya: Bali Aga dan Bali Majapahit
  3. Tarian Tradisional: Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet
  4. Adat Istiadat: Upacara Ngaben
  5. Lagu daerah: Mejangeran, Ratu Anom
  6. Alat musik daerah: Pareret pangasih asih, cengceng
  7. Pakaian Adat: Pakaian tradisional Payas Agung
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Be’siap Base Palaleh, Sate Be’Sampe, Zukut Undis, Ayam Bakar Betutu, Jukut Urap, Serapah Daging, Kenus Mebase,dl

NUSA TENGGARA BARAT (NTB)
  1. Ibukota: Mataram
  2. Suku: Bali, Sasak, Samawa, Mata, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, dan Sumba
  3. Bahasa: sasak
  4. Tarian Tradisional: Tari Mpaa Lenggogo, Tari Batunganga
  5. Adat Istiadat: meracik atau selarian
  6. Lagu daerah: Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
  7. Alat musik daerah: Serunai
  8. Senjata Tradisional: Keris
  9. Makanan Khas: Gecak Sape, Ayam Taliwang, dll

NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)
  1. Ibukota: Kupang
  2. Suku: Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung, dan Flores
  3. Tarian Tradisional: Tari Perang, Tari Gareng Lameng
  4. Lagu daerah: Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa
  5. Alat musik daerah: Sasando
  6. Senjata Tradisional: Sundu
  7. Makanan Khas: Gecak Sape,Petepah Manuk, dll

KALIMANTAN BARAT
  1. Ibukota: Pontianak
  2. Suku: Kayau, Ulu Aer, Mbaluh, Manyuke, Skadau, Melayu-Pontianak, Punau, Ngaju, dan Mbaluh
  3. Tarian Tradisional: Tari Monong, Tari Zapin Tembung
  4. Lagu daerah: Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon
  5. Alat musik daerah: Tuma
  6. Senjata Tradisional: Mandau
  7. Makanan Khas: Kue Limpin, Mesbah Ubi Singkong, Lapis Susu, dll

KALIMANTAN TENGAH
  1. Ibukota: Palangkaraya
  2. Suku: Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, dan Katingan
  3. Tarian Tradisional: Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai
  4. Adat Istiadat: Upacara adat Ritual Tiwah dari suku dayak
  5. Lagu daerah: Kalayar
  6. Alat musik daerah: Japen
  7. Senjata Tradisional: Mandau
  8. Makanan Khas: Kalo-kalo

KALIMANTAN SELATAN
  1. Ibukota: Banjarmasin
  2. Suku: Ngaju, Laut, Maamyan, Bukit, Dusun, Deyah, Balangan, Aba, Melayu, Banjar, dan Dayak.
  3. Tarian Tradisional: Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu
  4. Adat Istiadat: Upacara pembakaran mayat, upacara penyambutan kelahiran anak, upacara penguburan mayat
  5. Lagu daerah: Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat
  6. Alat musik daerah: Panting, saung gauk
  7. Senjata Tradisional: keris
  8. Makanan Khas: Ayam masak hijau, Buah Jinggah, Masak Habang, Amaparan Tatak pisang, Sambal Goreng Bawak Serentak,dll

KALIMANTAN TIMUR
  1. Ibukota: Samarinda
  2. Suku bangsa dan Bahasanya Suku: Ngaju, Otdanum, Apokayan,Punan, Murut, Dayak, Kutai, Kayan, Punan, dan Bugis
  3. Tarian Tradisional: Tari Perang, Tari Gong
  4. Lagu daerah: Indung-Indung
  5. Alat musik daerah: Sampek
  6. Senjata Tradisional: Mandau
  7. Makanan Khas: Sanga Cobek Salat, Petah, Ayam Cincane,dll

KALIMANTAN UTARA
  1. Ibukota: Tanjung Selor
  2. Suku: Suku Tidung, Suku Bulungan, Suku Banjar, dan Suku Dayak
  3. Bahasa: bahasa tidung, bahasa bulungan, bahasa kalabakan, bahasa murut sembakung, bahasa murut serudung.
  4. Tarian Tradisional: Tari Jepen
  5. Adat Istiadat: doa tolak bala upacara adat tidung
  6. Senjata Tradisional: Mandau

SULAWESI SELATAN
  1. Ibukota: Makasar
  2. Suku: Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Bugis, dan Makassar
  3. Tarian Tradisional: Tari Bosara, Tari Kipas
  4. Adat Istiadat: Upacara Adat Rambu Solo dari Toraja, Upacara adat Adu Kerbau (Mapasilaga Tedong) dari Tana Toraja
  5. Lagu daerah: Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong
  6. Alat musik daerah: Keso keso
  7. Senjata Tradisional: Badik
  8. Makanan Khas: Coto Makassar, Palu Konro, Palu Basa, Nasu Likku, sop Konro, Baronang Bakar, Kapurung, Pallu Mara Cakalang, Barobbo, Barongko, dll

SULAWESI BARAT
  1. Ibukota: Mamuju
  2. Suku: Mandar, Mamuju, Bugis, dan Mamasa
  3. Tarian Tradisional: Tari Patuddu, Tari Kondo Sapata, Tari Kipas.
  4. Lagu daerah: Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
  5. Alat musik daerah: Kecapi
  6. Senjata Tradisional: Tombak

SULAWESI TENGAH
  1. Ibukota: Palu
  2. Suku: Buol, Toli-toli, Tomini, Dompelas, Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Suluan, Mori, Bungku, Balantak, Banggai, dan Balatar
  3. Bahasa: Buol, toli toli
  4. Tarian Tradisional: Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Pule Cinde, Tari Torompio,Tari Dero Poso
  5. Lagu daerah: Tondok Kadadingku, Tope Gugu
  6. Alat musik daerah: Ganda
  7. Senjata Tradisional: Pasatimpo
  8. Makanan Khas: Kaledo

SULAWESI UTARA
  1. Ibukota: Menado
  2. Suku bangsa dan Bahasanya Suku: Minahasa, Bolaang Mangondow, Sangiher Talaud, Gorontalo, Sangir, Ternate, Togite, Morotai, Loda, Halmahera, Tidore, dan Obi
  3. Tarian Tradisional: Tari Maengket, Tari Polo-Palo
  4. Adat Istiadat: Upacara Mane’e (sulawesi utara, kakorotan)
  5. Lagu daerah: Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo
  6. Alat musik daerah: kulintang
  7. Senjata Tradisional: Keris
  8. Makanan Khas: Ayam Rica-Rica, Bubur Manado/Bubur Tinutuan, Ayam Garo rica, Tuturuga, Cakalang Pampis, Daging Rica-Rica, woku Belanga, Lalampa, Binte Bilihuta, dll

SULAWESI TENGGARA
  1. Ibukota: Kendari
  2. Suku: Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna, Bungku, Buton, Muna, Wolio, dan Bugis
  3. Tarian Tradisional: Tari Dinggu, Tari Balumpa, Tari Lumense, Tari Manguru
  4. Adat Istiadat: upacara adat mataa, pekande kandea, posuo, kabungea, karia, tururangiana andala, aduan kuda, Upacara Adat Religi Goraana Oputa, upacara Adat Religi Qunua
  5. Lagu daerah: Peia Tawa-Tawa
  6. Alat musik daerah: Lado lado, gambus, dole-dole
  7. Senjata Tradisional: keris
  8. Makanan Khas: Sasate Nangka,dll

GORONTALO
  1. Ibukota: Gorontalo
  2. Suku bangsa: Gorontalo, atinggola, suwaw
  3. Tarian Tradisional: Tari Paule Cinde, Tari Polo Palo, tidi lopolopalo, saronde
  4. Adat Istiadat: Upacara malonthalo
  5. Lagu daerah: Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi
  6. Alat musik daerah: Ganda
  7. Senjata Tradisional: Wamilo, badik
  8. Makanan Khas: Ayam Panggang llolabu, binte biluhuta, ilabulo, ayam bakar iloni, dll

MALUKU
  1. Ibukota: Ambon
  2. Suku: Buru, Banda, Seram, Kei, dan Ambon
  3. Tarian Tradisional: Tari Cakalele, Tari lenso
  4. Lagu daerah: Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase
  5. Alat musik daerah: Nafiri
  6. Senjata Tradisional: Parang Salawaku
  7. Makanan Khas: Palai Badar, Dabu-Dabu Sesi, Tumis Bunga Pepaya, Saba’au Sopek Odheng, dll

MALUKU UTARA
  1. Ibukota: Sofifi (dulu disebut ternate)
  2. Suku: Halmahera, Obi, Morotai, Ternate, dan Bacan
  3. Tarian Tradisional: Tari Perang Maluku, Tari nahar ilaa, Tari Lenso
  4. Adat Istiadat: bambu gila

PAPUA BARAT
  1. Ibukota: Manokwari
  2. Suku: Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, dan Sentan
  3. Tarian Tradisional: Tari Selamat Datang, Tari Musyoh
  4. Adat Istiadat: Upacara Tanam Sasi
  5. Lagu daerah: Apuse, Yamko Rambe Yamko
  6. Alat musik daerah: Guoto, triton
  7. Senjata Tradisional: Panah
  8. Makanan Khas: Papeda, Sop Hapire, Aunu Kerang, dll

PAPUA
  1. Ibukota: Jayapura
  2. Suku: Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, dan Tobati.
  3. Tarian Tradisional: Tari Selamat Datang,,Tari Musyoh
  4. Alat musik daerah: Tifa
  5. Senjata Tradisional: Pisau Belati.
  6. Makanan Khas: Papeda, Sop Hapire, Aunu Kerang, dll
2. Rumah Adat
Hampir setiap suku bangsa mempunyai bentuk rumah sebagai tempat tinggalnya yang berbeda-beda. Bangunan rumah setiap suku bangsa diubahsuaikan dengan kondisi alam. Nama rumah adat setiap kawasan pun berbeda. Berikut nama beberapa rumah adat dari banyak sekali kawasan di Indonesia.
No.Rumah AdatDaerahNo.Rumah AdatDaerah
1.Rumoh Aceh, Rumah Krong BadeAceh18.Rumah BetangKalteng
2.Rumah Balai Batak Toba, Rumah BolonSumut19.Rumah BaloyKalut
3.Rumah GadangSumbar20.Rumah LaminKaltim
4.Balai Salaso Jatuh atau Rumah Adat Selaso
Jatuh Kembar, Rumah Melayu Atap Belah
Bubung, Rumah Melayu Atap Lipat Kajang,
dan Rumah Melayu Atap Lontik
Riau21.Rumah BanjarKalsel
5.Rumah Melayu Atap Limas PotongKepri22.Gapura Candi BentarBali
6.Rumah PanggungJambi23.LaikasSulut
7.Rumah Bubungan LimaBengkulu24.Rumah Adat DoloupaGorontalo
8.Rumah LimasSumsel25.Souraja atau Rumah Raja atau Rumah Besar, Rumah TambiSulteng
9.Rumah Rakit dan rumah LimasBabel26.Rumah Adat MandarSulbar
10.Rumah Nuwou SesatLampung27.Rumah Adat TongkonanSulsel
11.Rumah KasepuhanJabar28.Rumah Adat Buton atau Rumah Adat Banua
Tada
Sultra
12.Rumah Adat BaduiBanten29.Dalam Loka SamawaNTB
13.Rumah Kebaya dan Rumah GudangDKI Jakarta30.Sao Ata Mosa LakitanaNTT
14.Rumah JogloJateng31.Rumah BaileoMaluku
15.Rumah JogloDIY32.Rumah BaileoMalut
16.Rumah JogloJatim33.HonaiPapua
17.Rumah PanjangKalbar34.HonaiPapua Barat

3. Pakaian Adat
Pakaian adat tradisional Indonesia merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki negara Indonesia. Banyaknya suku-suku dan provinsi yang ada di wilayah negara Indonesia maka banyak pula baju adat yang dimiliki oleh setiap suku di seluruh provinsi Indonesia. Pakaian adat di Indonesia mempunyai ciri-ciri khusus dalam pembuatan atau dalam mengenakan pakaian adat tersebut. Berikut beberapa nama pakaian adat dari banyak sekali kawasan di Indonesia.
No.Pakaian AdatDaerahNo.Pakaian AdatDaerah
1.Elee BalangAceh11.Kebaya KsatrianDIY
2.UlosSumut12.Pesa’anJatim
3.Bundo KanduangSumbar13.PerangKalbar
4.Pakaian Tradisional MelayuRiau14.Pengantian Bagajah Gamuling Baular LulutKalsel
5.Teluk BelangaKepri15.Kulavi (Donggala)Sulut
6.Aesan GedeSumsel16.Baju NggembeSulteng
7.PaksianBabel17.Baju BodoSulsel
8.KebayaJabar18.Baju CeleMaluku
9.Baju PangsiBanten19.Pakaian Manteren LamoMalut
10.KebayaJateng20.Lambung dan Pegon (sasak)NTB

4. Kesenian Daerah
Kesenian kawasan di wilayah Indonesia sangat beragam. Setiap suku bangsa mempunyai kesenian khas terdiri atas tari-tarian dan lagu daerah. Berikut beberapa nama tari dari banyak sekali kawasan di Indonesia.
No.KesenianDaerahNo.KesenianDaerah
1.Tari Seudati, Tari Saman MeusekatAceh18.Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean DadasKalteng
2.Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-torSumut19.Tarian Kancet LedoKalut
3.Tari Piring, Tari PayungSumbar20.Tari Gong, Tari PerangKaltim
4.Tari Tandak, Tari Makan SirihRiau21.Tari Baksa Kembang, Tari Radab RahayuKalsel
5.Tari Joget LambakKepri22.Tari Legong, Tari Kecak, Tari PendetBali
6.Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir DelJambi23.Tari Maengket, Tari PoloSulut
7.Tari Andun, Tari Bidadari Teminang AnakBengkulu24.Tari SarondeGorontalo
8.Tari Tanggai, Tari Putri BekhusekSumsel25.Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule CindeSulteng
9.Tari CampakBabel26.Tari Toerang BatuSulbar
10.Tari Jangget, Tari Melinting, Tari BadanaLampung27.Tari Kipas, Tari BosaraSulsel
11.Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari MerakJabar28.Tari Balumpa, Tari DingguSultra
12.Tari Merak, Tari CokekBanten29.Tari Mpa Lenggogo, Tari GandrungNTB
13.Tari Topeng, Tari YopongDKI Jakarta30.Tari Perang, Tari Caci, Tari GawiNTT
14.Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari GambyongJateng31.Tari Lenso, Tari CakeleleMaluku
15.Tari Golek Menak, Tari BedhayaDIY32.Tari Perang, Tari Nahar IlaaMalut
16.Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang WulanJatim33.Tari Suanggi, Tari Perang PapuaPapua
17.Tari Monong, Tari Zapin TembungKalbar34.Tari Selamat Datang, Tari MusyohPapua Barat

Itulah referensi keragaman budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia. Semua itu merupakan kekayaan negara Indonesia yang sangat dikagumi negara lain. Indonesia memang mempunyai masyarakat majemuk. Namun demikian, masyarakat Indonesia tetap hidup rukun, saling menghormati, dan bertoleransi antarwarga masyarakat. Masih banyak keragaman masyarakat Indonesia lainnya.
  1. Apa saja jenis-jenis budaya di Indonesia? Jenis-jenis budaya di Indonesia di antaranya yaitu kesenian, cara hidup, rumah adat, pakaian adat, upacara adat, dan bahasa.
  2. Bahasa kawasan apa yang kau ketahui? Dapatkah kau mengucapkan beberapa kata dalam bahasa kawasan itu? Bahasa Sunda. Contoh Saya = Abdi, Kamu =Anjeun, dll.
  3. Apa ragam kesenian kawasan di Indonesia? Ragam kesenian kawasan di Indonesia di antaranya adalah: tari, alat musik, lagu, lukisan, dan patung.
  4. Bagaimana sikapmu atas perbedaan budaya di Indonesia?Kita harus  saling menghargai atas adanya perbedaan budaya dan melestarikan aneka budaya di Indonesia.