Monday, November 18, 2019

Pintar Pelajaran Penyebab Dan Ciri-Ciri Atau Tanda-Tanda Penyakit Diabetes

Diabetes - Diabetes merupakan sebuah penyakit yang menjadi mimpi jelek bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Penyakit ini menyerang sistem metabolisme pada tubuh melalui kadar gula darah yang tinggi. Sudah terang bahwa diabetes yaitu penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah pada diri tubuh manusia.

Kadar gula darah yang tinggi disebabkan oleh banyak hal, baik itu faktor genetis maupun faktor yang disebabkan oleh individunya sendiri. Banyak pasien diabetes yang terlanjur memasuki level tertinggi dalam penyakit tersebut lantaran mereka tidak tahu menahu apa saja yang menjadi ciri atau tanda-tanda penyakit diabetes sehingga tubuh mereka tidak mempersiapkan untuk terjangkit penyakit diabetes. Hal ini tentunya sangat sanggup diantisipasi demi menghindarkan tubuh dari penyakit diabetes yang terkadang sulit untuk dibuktikan. Untuk itu, artikel berikut akan mengulas tanda awal tubuh yang mulai terkena diabetes berikut penyebab terjadinya penyakit diabetes pada tubuh seseorang.

1. Faktor Penyebab Diabetes

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa penyakit diabetes disebabkan oleh tingginya kadar gula darah pada tubuh. Lalu, bagaimana sanggup kadar gula darah hingga setinggi itu? Hal ini tentu saja dipengaruhi berbagai hal yang mungkin tidak pernah terduga sebelumnya bahwa hal tersebut sanggup menjadikan naiknya kadar gula darah dalam tubuh.

Adanya gula yang larut dalam darah disebabkan oleh kurangnya kinerja organ dalam tubuh yang berfungsi untuk mengolah gula tersebut untuk kemudian menjadi energi dan zat baik yang diharapkan oleh tubuh. Sebenarnya, adanya gula yang larut dalam darah yaitu hal yang lumrah, namun tidak menjadi demikian apabila kadar yang terdapat atau larut dalam darah melebihi batas maksimal. Jika sudah demikian, tentunya tubuh akan menyerupai diracuni, lantaran darah tidak lagi berfungsi dengan optimal sebagai pengangkut oksigen dan juga nutrisi lain yang dibutuhkan oleh jaringan dalam tubuh.

Mengkonsumsi masakan yang anggun bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya diabetes, menyerupai yang dianggap banyak masyarakat pada umumnya. Banyak hal lain yang mendukung terjadinya diabetes, menyerupai kekurangan gizi atau insulin saat masih usia anak-anak, dan juga kehamilan yang mana menyerap insulin dari tubuh sang ibu untuk janin dalam rahimnya. 

2. Gejala Diabetes

Penyakit diabetes tolong-menolong sanggup diatasi bila mengenali tanda-tanda yang terjadi lebih awal. Seseorang yang terkena diabetes biasanya mengalami gangguan tertentu pada penglihatan dan pencernaan. Pandangan dirasa mulai kabur atau tidak sejelas biasanya, dan pencernaannya pun sering mengalami mual yang dibarengi oleh sakit kepala tanpa alasan yang jelas, atau terjadi secara tiba-tiba.

Kadar gula darah yang tinggi tidak selalu menciptakan seseorang yang terkena diabetes mempunyai berat tubuh yang melebihi batasan normal, justru penurunan berat tubuh lebih sering terjadi pada pasien penyakit diabetes. Hal lain yang sanggup dianggap sebagai tanda-tanda terkena diabetes yaitu seringnya tenggorokan menjadi kering sehingga menjadikan kehausan yang jauh lebih sering daripada biasanya.

Hal tersebut berlanjut pada seringnya seseorang tersebut pergi ke toilet untuk kencing. Jika sudah mempunyai satu atau beberapa dari tanda-tanda yang mungkin saja menjadi tanda bahwa tubuh telah terjangkit penyakit diabetes, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, atau sanggup juga mengecek kadar gula darah di apotek terdekat untuk memastikan apakah tubuh memang konkret terkena penyakit diabetes. Selagi belum terlambat, alangkah baiknya bila tubuh terus menjalani teladan hidup yang sehat sehingga tubuh akan terhindar dari penyakit diabetes dan penyakit lainnya yang juga mengancam kesehatan tubuh.

Semoga artikel mengenai Diabetes menambah wawasan kita. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Demam Berdarah Dengue (Dbd), Tanda-Tanda Dan Pencegahan

Demam Berdarah Dengue (DBD), Gejala dan Pencegahan - Indonesia mempunyai iklim tropis yang membuatnya Indonesia mempunyai dua musim, yaitu ekspresi dominan kemarau dan ekspresi dominan penghujan. Masa peralihan dari ekspresi dominan satu ke ekspresi dominan lainnya disebut pancaroba. Ketika pancaroba, banyak sekali virus yang berkeliaran sehingga terkadang ekspresi dominan ini disebut sebagai ekspresi dominan yang penuh dengan penyakit. Akan tetapi, penyakit yang tiba juga sanggup dilihat dari ekspresi dominan apa yang tengah terjadi di Indonesia.

Demam berdarah yaitu salah satu penyakit yang sering kali terjadi di aneka macam tempat di Indonesia dikala ekspresi dominan penghujan sedang berlangsung. Hal ini disebabkan oleh banyaknya serangga-serangga yang berkeliaran mencari mangsa sebagai materi utama persediaan masakan mereka. Terkait dengan penyakit demam berdarah, nyamuk Aedes aegypti adalah biang kerok dari timbulnya penyakit demam berdarah. Satu gigitan nyamuk ini sudah bisa menciptakan seseorang menderita penyakit demam berdarah. Nyamuk Aedes aegypti mempunyai sebuah virus berjulukan dengue yang terkadang juga menjadi nama komplemen di belakang demam berdarah, sehingga sering disingkat sebagai DBD (Demam Berdarah Dengue). Virus ini awalnya tidak mematikan, namun jikalau pasien mengalami kesalahan dalam penanganan tentunya akan berdampak fatal pada keselamatan jiwa pasien. Oleh alasannya yaitu itu, ada baiknya untuk mengenali lebih jauh wacana tanda-tanda yang terjadi pada penyakit demam berdarah berikut cara mencegah dan mengatasinya.

1. Gejala DBD

Daya tahan badan seseorang berbeda-beda, tetapi satu gigitan nyamuk Aedes aegypti sanggup menciptakan seseorang yang berdaya tahan badan elok pun menjadi lemah. Seseorang yang terkena gigitan nyamuk satu ini, biasanya akan cepat bereaksi dengan mengalami pusing yang tidak tertahankan dan berpusat pada kepala potongan depan atau dahi. Suhu badan juga akan mengalami peningkatan yang sangat ekstrim, tanpa disebabkan oleh alasan yang jelas. Rasa nyeri juga akan sedikit banyak terasa pada persendian tubuh, tanpa terkecuali, dan menciptakan badan terasa sangat lemas dan tidak berdaya. Hal ini diperburuk oleh rasa mual yang melanda, terkadang juga menciptakan seseorang tersebut sering muntah-muntah. Semua hal yang telah disebutkan ini merupakan tanda-tanda awal yang terjadi dikala seseorang terkena demam berdarah. Akan tetapi, seseorang yang gres terkena gejalanya saja masih bisa diberikan dukungan pertama supaya badan tidak berproses untuk lebih dalam lagi menderita DBD. Salah satu dukungan pertama yang bisa dilakukan yaitu memenuhi cairan badan yang terbuang lewat muntahan, supaya daya tahan badan cepat kembali dan badan bisa melawan virus yang dibawa oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Akan tetapi jikalau penyakit dirasa semakin parah, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter.

2. Awas Nyamuk!

Bukan tempat kumuh dan kotor yang menjadi sarang bagi nyamuk aedes aegypti, melainkan tempat yang sejuk dan lembab. Suasana tersebut tentunya sanggup dengan gampang ditemukan di setiap sudut rumah dikala ekspresi dominan penghujan tiba. Untuk mengatasi berkembangnya nyamuk aedes aegypti di rumah, pastikan rumah tidak mempunyai genangan air, yang bisa diakibatkan dari atap rumah yang bocor. Jika mempunyai tempat penampungan air, pastikan tempatnya tertutup sehingga nyamuk tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang biak di dalamnya. Akan lebih baik jikalau di dalam penampungan air tersebut ditaburi bubuk abate yang mempunyai kegunaan untuk membunuh jentik nyamuk. Kebersihan rumah yaitu suatu hal yang harus selalu dijaga, supaya tidak ada sedikit celah pun bagi nyamuk untuk berkembang biak. Fogging juga menjadi salah satu pencegahan nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak yang biasanya dilakukan sesudah muncul satu atau sejumlah pasien konkret DBD di suatu daerah.

Semoga artikel mengenai Demam Berdarah menambah wawasan kita. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Pintar Pelajaran Kelas Reptilia : Pengertian, Ciri-Ciri, Reproduksi, Contoh

Kelas Reptilia : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh - Reptilia artinya binatang melata. Reptilia berasal dari kata latin yaitu reptum yang berarti melata. Ciri-ciri reptilia ialah :
  • Tubuh terdiri atas kepala, badan, ekor dan 2 pasang alat pergerakan.
  • Seluruh tubuhnya teradaptasi secara maksimal untuk kehidupan terestrial, termasuk dijumpai adanya selaput embrio dan kulit yang tahan terhadap kekeringan. Hal ini sebab reptilia merupakan kelas pertama dari Superkelas Tertrapoda.
  • Retilia berkembang biak dengan bertelur (ovipar), namun ada juga yang ovovivipar (hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dan beranak, embrionya berkembang di dalam telur, dan telur tetap berada di dalam tubuh induknya hingga telur menetas. Setelah telur menetas, individu gres tersebut keluar dari tubuh induknya, misalnya ialah kadal dan beberapa jenis ular),
  • Sebagian besar reptilia hidup di darat dan beberapa ada yang hidup di air.
Sebenarnya, sebagian besar jenis dari kelas reptilia telah punah, meskipun demikian keberadaan beberapa jenis yang masih ada tetap merupakan fauna yang penting walaupun populasinya relatif lebih sedikit dibandingkan masa lalu. (Baca juga : Hewan Bertulang Belakang)

Berdasarkan ada tidaknya lubang temporal pada tulang tengkoraknya kelas reptilia diklasifikasikan menjadi 4 ordo, yaitu :

1. Ordo Chelonia

Ordo Chelonia merupakan subkelas Anasipda, hal ini berarti bahwa tidak ada lubang pada tulang yang menjadi pecahan atas dari kawasan temporalnya. Contoh Ordo Chelonia ialah penyu dan kura-kura.

2. Ordo Rhynchocephalia

Ordo Rynchocephala termasuk Subkelas Lepidosauria, hal ini berarti bahwa pada tengkoraknya terdapat dua lubang pada tulang-tulang yang menjadi atapnya di kawasan temporal (jika tidak ada perubahan sekunder, lubang-lubang di antara tulang langit-langit dan gigi selalu berada pada atap rongga verbal dan pada tepi rahang). Ordo Rhynchocephalia hanya mempunyai 1 jenis yang masih hidup, yaitu tuatara (Spenodon punctatum).


3. Ordo Squamata

Ordo Squamata juga termasuk Subkelas Lepidosauria. Contoh Ordo Squamata ialah ular, komodo dan kadal. Perhatikan Gambar 1.
 Reptilia berasal dari kata latin yaitu reptum yang berarti melata Pintar Pelajaran Kelas Reptilia : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh
Gambar 1. Komodo (Varanus komodoensis) (Niall Corbet / Flickr)
4. Ordo Crocodilia

Ordo Crocodilia merupakan anggota Subkelas Archosaurus. Ciri-ciri utama Subkelas Archosaurus ialah tengkoraknya mempunyai dua lubang temporal selalu berlipat pada pelat tulang yang terbuka. Sering terdapat lubang-lubang pada tengkorak Crocodilia, yaitu di depan mata dan pada pinggiran rahang bawah, sedangkan gigi semuanya marginal. Contoh Ordo Crocodilia ialah buaya.

Baca juga :

1. Sistem pernapasan pada reptil

2. Sistem peredaran darah pada reptil

Anda kini sudah mengetahui Kelas Reptilia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Kelas Aves (Burung) : Pengertian, Ciri-Ciri, Reproduksi, Contoh

Kelas Aves (Burung) : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh - Kelas aves yaitu binatang yang kita sebagai kelompok burung. Ciri-ciri aves antara lain :
  • Secara umum tubuhnya terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor.
  • Tubuhnya ditutupi oleh bulu. 
  • Lengan depannya mengalami modifikasi sebagai sayap yang umumnya dipakai untuk terbang.
  • Alat gerak belakang dipakai untuk berjalan, bertengger, atau berenang, dan umumnya dilengkapi dengan 4 jari.
  • Mulut Aves meluas sebagai paruh dan tidak bergigi.
  • Bentuk paruhnya bervariasi.
Kelas aves digolongkan menjadi 2 subkelas, yaitu Subkelas Archaeornithes dan Subkelas Neornithes.

1. Subkelas Archaeornithes

Archaeornithes yaitu burung purba dan ketika ini telah punah. Ciri-ciri Archaeornithes antara lain mempunyai gigi pada paruhnya, ekornya masih bertulang, serta sayapnya masih bercakar. Contoh Subkelas Archaeornithes yaitu Archaeopteryx sp. (Baca juga : Hewan Bertulang Belakang)
 Kelas aves yaitu binatang yang kita sebagai kelompok burung Pintar Pelajaran Kelas Aves (Burung) : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh
Gambar 1. Bentuk paruh dan kaki pada burung
2. Subkelas Neornithes

Neornithes yaitu kelompok burung sejati. Ciri-ciri Subkelas Neornithes antara lain :
  • Tulang metacarpalia bersatu membentuk carpometacarpus
  • Jari kaki keduanya merupakan jari terpanjang
  • Memiliki 13 vertebrae caudal atau kurang
  • Tulang dada (sternum) dengan atau tanpa carina, dan
  • Ekornya berbulu dan berukuran pendek.

Neornithes merupakan kelompok burung modern yang sering kita jumpai pada ketika ini. Contoh Subkelas Neornithes antara lain :
  • Burung pelari yang cepat, contohnya burung unta (Struthio camelus)
  • Burung terestial yang tidak sanggup terbang, contohnya kiwi (Apteryx sp.),
  • Burung perenang di Antartika, pinguin (Aptenodytes sp.), dan
  • Kelompok burung penyanyi, contohnya burung gelatik (Padda oryzivora), serta kelompok-kelompok yang lain. Perhatikan Gambar 2.
 Kelas aves yaitu binatang yang kita sebagai kelompok burung Pintar Pelajaran Kelas Aves (Burung) : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh
Gambar 2. Pinguin emperor (Aptenodytes forsteri) (Wikimedia Commons)
Baca juga :

1. Sistem Peredaran Darah pada Aves

2. Sistem Pernapasan pada Burung

Anda kini sudah mengetahui Kelas Aves. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Pintar Pelajaran Kelas Mamalia : Pengertian, Ciri-Ciri, Reproduksi, Contoh

Kelas Mamalia : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh - Ciri-ciri mamalia ialah :
  1. Ciri utamanya ialah mempunyai kelenjar susu (glandula mammae) yang berfungsi untuk menyusui anaknya yang gres lahir. 
  2. Tubuhnya umumnya ditutupi oleh rambut
  3. Kulitnya dilengkapi dengan banyak sekali macam kelenjar
  4. Rahangnya umumnya dilengkapi dengan gigi. 
  5. Mammalia mempunyai tungkai yang sesuai untuk berjalan, memanjat, menggali, berenang, dan terbang.
    Jarinya dilengkapi cakar, kuku atau teracak. 
  6. Perkembangbiakan dengan beranak atau melahirkan (vivipar) dan bertelur (ovipar). Ordo Monotremata merupakan satu-satunya Mamalia yang berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Contoh Ordo Monotremata yang populer ialah Platypus sp. dari Australia, yang hidupnya di sungai. Sedangkan teladan dari Indonesia ialah nokdiak atau landak irian (Zaglossus bruijni). Perhatikan Gambar 1. (Baca juga : Hewan Vertebrata)
Ciri-ciri tersebut telah menunjukkan bahwa Mamalia merupakan kelas yang paling maju di antara kelas-kelas yang lain dari filum animalia. Kelas mamalia dibagi menjadi 28 ordo, dan beberapa ordo diantaranya telah punah. (Baca juga : Sistem Pernapasan pada Mamalia)
Ciri utamanya ialah mempunyai kelenjar susu  Pintar Pelajaran Kelas Mamalia : Pengertian, Ciri-ciri, Reproduksi, Contoh
Gambar 1. Zaglossus bruijni (Ekidna moncong panjang barat / Landak Irian) (Wikimedia Commons)
1. Ordo Marsupialia

Ordo Marsupialia merupakan kelompok binatang dari Kelas Mamalia yang mempunyai kantung (berkantung), yaitu Ordo Marsupialia. Ciri-ciri Ordo Marsupialia antara lain :
  1. Kantung (marsupium) ini umumnya dijumpai pada binatang betina di bab ventral badan (Ventral berarti perut. Istilah ini digunakan untuk menyatakan sisi depan/perut dari suatu bab tubuh, atau sisi yang lebih jauh dengan poros (axis)) atau lipatan marsupial di sekeliling puting susu pada abdomen.
  2. Umumnya ordo ini tidak mempunyai plasenta sehingga telurnya dibuahi secara internal dan mulai berkembang di dalam uterus. Selanjutnya anak-anaknya akan dilahirkan dalam keadaan prematur yang lalu bergerak perlahan-lahan atau merambat ke kantung marsupium.
  3. Kantung tersebut merupakan daerah yang sangat akrab dengan puting susu induknya.
  4. Contoh Ordo Marsupialia ialah kanguru yang hidup di Australia (Macropus sp.) dan teladan Ordo Marsupialia yang hidup di Indonesia ialah tikus berkantung ekor panjang (Muretia longicauda) dan tikur berkantung ekor hitam (Abthechinus melanurus).
2. Ordo Chiroptera

Ordo Chiroptera ialah kelompok Mammalia yang sanggup terbang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenalnya sebagai kelelawar. Kelelawar ialah mamalia terbang. Ciri-ciri kelelawar ialah berukuran kecil, dengan lengan depan dan jari ke-2 dan ke-5 sangat panjang, disokong dengan lapisan membran kulit integumental atau sanggup disebut ’sayap’, yang juga menyelingkupi tungkai belakang. Pada beberapa jenis, bahkan ada yang hingga menyelingkupi ekornya.

Ordo Ordo Chiroptera dibagi lagi menjadi 2 subordo, yaitu Megachiroptera dan Microchiroptera. Contoh subordo Megachiroptera yang hidup di Indonesia ialah kalong (Pteropus vampyrus) dan cecudu pisang (Macroglossus maximus). Sedangkan yang merupakan teladan subordo Microcheroptiera yang ada di Indonesia ialah kelelawar coklat (Myotis spp.) dan kelelawar ekor bebas (Tadarida spp.). Kedua kelelawar tersebut merupakan pemakan serangga.

3. Ordo Karnivora (Carnivora)


Karnivora ialah kelompok mamalia pemakan daging. Kelompok ini terdiri atas hewan-hewan yang berukuran kecil hingga besar. Ciri-ciri karnivora ialah jari kaki umumnya berjumlah 5 atau paling sedikit 4 dan semuanya bercakar. Carnivora juga mempunyai gigi taring. Contohnya Karnivora ialah anjing peliharaan (Canis sp.), beruang madu (Helarcos malayanus), dan harimau (Felis tigris).

4. Ordo Primata

Ciri utama Ordo Primata ialah matanya stereoskopik menghadap ke depan. Contoh Ordo Primata yang gampang kita jumpai di Indonesia ialah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan orang utan (Pongo pygmeus). Orang utan merupakan Primata yang hanya sanggup ditemukan di hutan Kalimantan dan hutan Sumatera. Saat ini, orang utan hanya tersisa sedikit jumlahnya dan terancam punah akhir adanya perburuan liar, pembalakan liar, dan kebakaran hutan.

Selanjutnya, pelajarilah bahan wacana peranan kelompok binatang tersebut dalam kehidupan.

Anda kini sudah mengetahui Kelas Mamalia. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.