Friday, December 6, 2019

Perkembangan Islam Di Benua Asia

Asia yakni rumah bagi negara-negara yang mempunyai populasi Muslim terbesar, dengan Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan dan Asia Tenggara yakni wilayah-wilayah yang mempunyai populasi Muslim yang signifikan. 62% populasi Muslim tinggal di Asia, dengan Indonesia, Pakistan, India and Bangladesh merupakan empat negara dengan populasi Muslim dunia.

Dari benua Asia Islam pertama kali memancarkan sinarnya semenjak masa kerasulan Nabi Muhammad saw. Semula Islam hanya berkembang di Jazirah Arab dan sekitarnya.Namun, Islam menjadi rahmatan lil-‘alamin bisa menyinari segenap umat insan di seluruh dunia. Berikut ini pembahasan menganai perkembangan Islam di beberapaNegara atau wilayah di Benua Asia yang cukup penting.
negara yang mempunyai populasi Muslim terbesar Perkembangan Islam di Benua Asia

A. India
Islam masuk ke India pada kala ke-7 bukti berkembangnya Islam di India yakni dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam serta peninggalannya. Kerajaan-kerajaan Islam di India di antaranya sebagai berikut:
  1. Kerajaan Sabaktakin. Kerajaan ini berdiri di Ghazwah wilayah Afganistan di bawah pimpinan Sabaktakin. Beliau mengembangkan agama Islam dan ilmu pengetahuan.
  2. Kerajaan Ghazi. Kerajaan Ghazi didirikan oleh Aliudin Hudain bin Husain (555 H / 1186 M), di Furoskoh, lereng gunung Afganistan. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa Muhammad Abdul Muzafar bin husain Al Ghazi. Beliau memberi kemerdekaan orang-orang Hindu dan berbuat baik terhadap budak-budak.
  3. Kerajaan Mamalik. Raja dari budak belian ini berbagi agama Islam di India. Beliau mendirikan masjid raya di Delhi yang diberi nama ”Jami” dan menara yang tinggi dengan nama ”Qhutub Manar” kini menjadi objek wisata.
  4. Kerajaan Keturunan Kilji. Kerajaan ini berdiri sehabis menaklukkan Kerajaan Mamalik dan sultannya berjulukan Alaudin dari Afganistan. Beliau tidak usang memerintah, lantaran muncul kerajaan gres dari keturunan Taglak dari Turki.
  5. Kerajaan Taglak. Kerajaan ini merupakan kerajaan terakhir di India sebelum datangnya bangsa Mongol. Di antara rajanya ialah Muhammad bin Taglak dan Firus Syah. Setelah kerajaan Taglak berdiri, kemudian berdirilah kerajaan Mongol Islam di India. Syah Jihan membangun ”Taj Mahal” di Agra sebagai penghormatan kepada permaisurinya yang manis dan dicintainya.

Umat Islam di India kini sekitar 100 juta jiwa yang berarti India negara ketiga terbesar yang berpenduduk muslim, sehabis Indonesia dan Pakistan. Di India pernah lahir para pemikir handal, ibarat Muhammad Iqbal, Syah Waliullah, Muhammad Ali Jinnah, Sayid Ahmad Khan, Abdul Kadir Azad dan Sayid Amer Ali.

B. Pakistan
Pakistan merupakan Negara yang memisahkan diri dari India. Pada Abad ke- 13 s.d 15 agama Islam berkembang dengan pesat di India. Arti penting negara ini dalam sejarah dan perkembangan Islam terutama disebabkan dua hal berikut ini.
  1. Perjuangan politiknya berlangsung pada waktu yang sama dengan usaha orang Hindu di India. Perjuangan itu bertujuan untuk mendirikan negara tersendiri bagi umat Islam.
  2. Kedua, Pakistan berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan filsafat serta berhasil melahirkan sejumlah forum pengkajian Islam dan intelektual muslim berkaliber internasional.

Pakistan merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar kedua di dunia. Bahkan aturan Islam telah diberlakukan di Pakistan. Ide wacana pembentukan negara tersendiri bagi Umat Islam bermula dari Sayid Ahmad Khan, kemudian dicetuskan oleh Muhammad Iqbal dan alhasil direalisasi oleh Muhammad Ali Jinnah.

C. Afganistan
Agama Islam masuk ke Afganistan semenjak masa Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa Khalifah Usman bin Affan, Islam telah masuk ke Kabul, dan pada tahun 870 M Islam telah mengakar di seluruh negeri Afganistan. Penduduk Afganistan 99 % beragama Islam.

Pada tahun 1933 muhammad Zahir Syah naik sebagai raja dan tahun 1953, Raja Zahir mengangkat Muhammad Daud (kader komunis) sebagai perdana menteri.. Kemudian munculah organisasi Perjuangan Gabungan Muslim yang berjulukan ”Juanan Muslim” yang kemudian pada tahun 1968 berubah nama menjadi Al-Jamiah Al-Islamiyah di bawah pimpinan Burhanudin Rabbani.

Uni Soviet (sekarang Rusia) semakin murka melihat perkembangan Islam itu. Kemudian pada tahun 1972 di bawah efek Uni Soviet, Muhammad Daud menggantikan Zahir. Pada tahun 1978 Daud tewas dibunuh dan diganti oleh Nur Taraki sebagai Presiden. Akibatnya timbul usaha mujahidin Afganistan.

Perjuangan mujahidin semakin besar lengan berkuasa dengan bergabungnya tujuh organisasi menjadi satu dengan nama ”Persatuan Mujahidin Islam Afganistan” yang mendirikan pemerintahan Islam di Afganistan. Sebagai komando tertinggi ialah Abdu Rabbi Rasul Sayyaf.

Ulama-ulama populer yang lahir di Afganistan antara lain: Ibnu Hibban Al- Basti (ulama Hadis dan Fiqih:342 H/952 M), Abu Bakar Ahmad Al-Baihaqi (penulis buku sejarah kala ke-14), dan sebagai pelopor Pan Islamisme (abad 19) di Afganistan berjulukan Said Jamaluddin Al-Afgani.

D. Tiongkok
Agama Islam masuk ke Wilayah Tiongkok sekitar kala ke-10, yaitu eksklusif dari bangsa Arab dan para saudagar yang tiba dari India. Agama Islam masuk ke Tiongkok melalui perdagangan darat dan maritim yang disebut jalan sutera. Adapun pertama kali terjadinya penyebaran Islam di Tiongkok yaitu pada masa Dinasti Tang.

H. Muhammad You Nusi Maliangjie (68) yakni salah satu pemimpin Islam di cina yang pernah berkunjung ke Indonesia. Beliau Imam besar Chin Cheen The She (Mesjid Agung) di RRC Tengah,

Menurut You Nusi, jumlah umat Islam di Tiongkok kini sekitar 20 juta. Agama Islam di Cina sanggup berkembang dengan pesat, meskipun negara itu menganut komunis. Ada satu hambatan yang dirasakan umat Islam dalam pengembangannya, yaitu sistemkomunisme yang membolehkan rakyatnya berproganda anti agama.

E. Singapura
Perkembangan Islam di Singapura boleh dikatakan tidak ada hambatan, baik dari segi politik maupun birokratis. Muslim di Singapura ± 15 % dari jumlah penduduk, yaitu ± 476.000 orang Islam. Sebagai sentra kegiatan Islam ada ± 80 masjid yang ada di sana.

Pada tanggal 1 Juli 1968, dibentuklah MUIS (Majelis Ulama Islam Singapura) yang mempunyai tanggung jawab atas kegiatan keagamaan, kesehatan, pendidikan, perekonomian, kemasyarakatan dan kebudayaan Islam.

F. Thailand
Agama Islam masuk ke Thailand melalui Kerajaan Pasai (Aceh). Ketika Kerajaan Pasai ditaklukkan Thailand, raja Zainal Abidin dan orang-orang Islam banyak yang ditawan. Setelah membayar tebusan mereka dikeluarkan dari tawanan, dan para tawanan tersebut ada yang pulang dan ada juga yang menetap di Thailand, sehingga mereka berbagi agama Islam.

G. Filipina
Berdasarkan catatan Kapten Tomas Forst tahun 1775 M, orang Arab yang mula-mula masuk Pulau Mindanau (Filipina) yakni Mubaligh yang berjulukan Kebungsuan pada kala ke-15 M. Sedangkan yang berbagi agama Islam di Pulau Sulu ialah Sayid Abdul Aziz (Sidi Abdul Aziz) dari Jeddah.

Muslim di Pilipina merupakan minoriyas hingga kini muslim Moro terus berjuang untuk memperoleh otonomi lantaran mereka selalu ditindas dan diperlakukan sebagai warga kelas dua oleh pemerintah Manila. Oleh lantaran itu, muslim Moro terus berjuang mempertahankan diri, agama, dan identitasnya sebagai muslim.

H. Malaysia (Malaka)
Seorang ulama berjulukan Sidi Abdul Aziz dari Jeddah berhasil mengislamkan pejabat pemerintah Malaka kemudian terbentuklah kerajaan Islam di Malaka dengan rajanya yang pertama Sultan Permaisura. Setelah dia wafat diganti oleh Sultan Iskandar Syah dan penyiaran Islam bertambah maju pada masa Sultan Mansyur Syah (1414-1477 M).

Sultan suka menyambung tali persahabatan dengan kerajaan lain ibarat Siam, Majapahit, dan Tiongkok. Kejayaan Malaka sanggup dibina lagi bertahap oleh Sultan Alaudin Syah I, sebagai pengganti Muhammad Syah. Kemudian memindahkan sentra pemerintahannya dari Kampar ke Johor (Semenanjung Malaka).

Sampai kini perkembangan agama Islam di Malaysia makin pesat, bahkan, ditegaskan dalam konstitusi negaranya bahwa Islam merupakan agama resmi negara. Di Kelantan, aturan hudud (pidana Islam) telah diberlakukan semenjak 1992.

I. Brunei Darussalam
Agama Islam di Brunei sanggup berkembang dengan baik tanpa ada hambatan. Bahkan, agama Islam di Brunei merupakan agama resmi negara. Masjid-masjid banyak didirikan. Umat Islam di Brunei menikmati kehidupan yang benar-benar sejahtera sesuai dengan namanya Darussalam (negeri yang damai).

Pendapatan per kapita negara ini termasuk tertinggi di dunia. Pendidikan dan perawatan kesehatan diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Negara Brunei Darussalam merupakan negara termuda di Asia Tenggara (merdeka tahun 1984 dari Inggris). Penduduk Brunei Darussalam secara umum dikuasai beragama Islam.

J. Iran
Sejarah Iran dimulai pada tahun 637, pada waktu invasi Arab menggantikan agama Zoroaster dengan Islam. Pada awal abda ke-16, iran dikuasai Kerajaan Safawi yang menganut Syiah. Dinasti Zand berkuasa dalam kurun waktu 30 tahun sehabis itu.Dinasti Qajar menguasai Iran pada selesai kala ke-19.setelah itu Dinasti Pahlevi berkuasa mulai tahun 1925-1979. revolusi Iran pada tahun 1979 meruntuhkan Dinasti Pahlevi dan Iran memasuki era modern dengan bentuk negara republik.

Sistem republik Islam iran berlandaskan konsep wilayah al-faqih, yaitu kekuasaan tertinggi di tangan ulama yang bisa memimpin sertta disetujui secara umum dikuasai umat. Pemegang kekuasaan ini disebut wali faqih atau rahbar.Wali faqih yang pertama yakni Ayatullah Khoeini.

Untuk jajaran eksekutif, kekuasaan tertinggi dipegang oleh residen yang dipilih eksklusif oleh rakyat. Dalam bidang ilmu pengetahuan, Iran melahirkan banyak tokoh besar. Tokoh-tokoh itu yakni al-Biruni, Umar Khayyam, Abu Bakar al-Juwaini, Ibnu Sina, Gazali, Bukhari, Muslim dan Abu Hanifah.

Jumlah penduduk Iran pada tahun 2001 yakni 64.650.00 jiwa.Dari jumlah itu 95% yakni penganut Syiah.Sisanya menganut Sunni dan agama minoritas lainya.

K. Irak
Irak ditaklukkan oleh tentara Arab Islam pada tahun 633-637 dengan membawa bahasa Arab dan fatwa Islam. Penyebaran agama islam dipusatkan di kota kembar Basrah Kufah yang dibangun pada masa Khalifah Umar bin Khottab. Khlaifah Umar bin Khattab mengirim Abu Musa al-Asy’ari ke Basrah dan Abdullah bin mas’ud ke Kufah.

Pada masa bani Abbasiyah, sentra pemerintahan Islam berada di Bagdad, yaitu semenjak tahun 750-1258.Kota ini dibangun oleh Abu Ja’far al-Mansur.Kerajaan bani Abbasiyah berakhir sehabis Bagdad dihancurkan Hulagu Khan.Pada tahun 1258.pada tahun 1401, Irak dikuasai Timur Lenk. Pada tahun 1508, Irak dikuasai oleh Kerajaan Safawi Persia di bawah pimpinan Isma’il Safawi dan pada tahun 1683 dikuasai oleh Kerajaan Turki Usmani.

Penduduk irak terdiri dari aneka macam macam suku yang sulit bersatu. Wilayah pegunungan di sebelah utara dihuni suku Kurdi dan minoritas Yazidi, Kristen, dan Terkmen. Wilayah Diyala, di timur Bagdad, dihuni para petani. Wilayah Jazira, diutara Bagdad, dihuni kaum Sunni Badui. Sedangkan wilayah gurun ditengah dan selatan Irak dihuni penganut Syiah..

L. Israel
Umat Islam di Israel kebanyakan berasal dari warga Arab Israel, mendirikan hampir 20% dari penduduk Israel, menciptakan mereka menjadi kelompok agama terbesar kedua di Israel sehabis Yahudi Israel.

Yerusalem yakni kota tersuci ketiga Islam sehabis Mekkah dan Madinah di Arab Saudi. Haram al Sharif (Al Haram Al Sharif) Yerusalem dipercaya oleh umat Islam sebagai lokasi dimana Nabi Muhammad naik ke Jannah (surga); tidak ada sebutan kata Yerusalem dalam al-Quran sama sekali.

M. Palestina
Palestina mulai berada di bawah efek Islam ketika ditaklukan oleh Khalifah Umar bin Khattab Penduduk Palestina secara umum dikuasai memeluk agama Islam, dengan Muslim terdiri dari 80-85% dari populasi Tepi Barat, termasuk Pemukim Israel,  dan 99% dari populasi di Jalur Gaza. Muslim Palestina mengikuti Mazhab Syafi'i, yang merupakan cabang dari Sunni Islam.

Pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah kedamaian dan ketertiban terus terjaga di Palestina. Umat Islam juga tidak pernah memaksakan umat lain untuk memeluk Islam. Keyakinan Islam yang diterima secara luas ini memunculkan kepentingan religius dan spiritual mereka dari Kubah Shakhrah dan Masjid Al-Aqsa yang berdekatan.

N. Bangladesh
Islam yakni agama terbesar di Bangladesh, penduduk muslim lebih dari 130 juta (penduduk Muslim keempat terbesar di dunia sehabis Indonesia, India dan Pakistan), dan merupakan hampir 88% dari total penduduk.

Islam yakni agama resmi Republik ini, sebagaimana dinyatakan dalam Konstitusi 2A Pasal (dimasukkan oleh Amendemen Konstitusi kedelapan Act, 1988). Mayoritas Muslim di Bangladesh yakni Sunni, yang terutama mengikuti fatwa sekolah Hanafi, banyak mengikuti gerakan Barelwi, dan ada juga sejumlah besar Sufi.

Islam tiba ke daerah Benggala semenjak kala ke-13, terutama oleh pendatang dari pedagang Arab, Persia Orang-orang Suci  dan penaklukan wilayah. Salah satu yang populer yakni suci Muslim, Shah Jalal. Dia tiba di wilayah Sylhet di 1303 dengan murid lain untuk berkhotbah agama kepada rakyat.

O. Timor Leste
Islam merupakan agama minoritas di Timor Leste lantaran umat Muslim terdiri dari 1% dari jumlah penduduk negara ini, Mari Alkatiri, perdana menteri pertama Timor Leste juga merupakan seorang Islam Sunni.

Meskipun jumlah umat Islam sangat sedikit, masih ada masjid di Timor Leste. Masjid ini hanya berada di tiga kota yaitu : Dili, Liquiça dan Baucau. Masjid tersebut antara lain: Masjid An Nur di Rua Campo Alor, Kampung Alor, Dili.. Masjid Syuhada’ di Suco Dato, Liquiça, dan Masjid Al ‘Amal di Baucau

P. Vietnam
Islam di Vietnam merupakan agama utama untuk Masyarakat Cham, yaitu kelompok etnis minoritas yang berkaitan dengan Melayu; namun, kira-kira sepertiga dari umat Islam di Vietnam yakni dari kelompok etnis lain. Penduduk Islam juga dikenal sebagai Cham, atau Muslim Cham, di sekitar wilayah Châu Đốc di barat Daya.

Penyebaran Islam di Vietnam terjadi pada era Dinasti Song, dokumen dari China yang mencatat bahwa Cham membiasakan diri dengan Islam di selesai tahun ke-10 dan awal kala ke  jumlah pengikut mulai meningkat lantaran kontak dengan Kesultanan Malaka meluas pada tahun 1471 pada ketika runtuhnya Kerajaan Champa.

Q. Kazakhstan
Islam yakni agama paling utama yang dianut di Kazakhstan. Bersamaan dengan kelompok etnik Muslim yang lain, termasuk orang Uzbek, orang Uyghur dan orang Tatar. ebagian besar orang Kazakh yakni Muslim Sunni dari mazhab Hanafi. Islam dibawa oleh orang Arab ke Kazakhstan dan mencapai daerah ini untuk pertama kali pada kala ke-8.

Islam dibawa kepada orang Kazakh pada kala ke-8 ketika orang Arab hingga di Asia Tengah. Islam pertama kali menyebar di bagian-bagian selatan Turkestan dan kemudian berangsur-angsur tersebar ke utara. Raja-raja Samanid juga membantu berbagi Islam menerusi kegiatan dakwah mereka, khususnya di sekitar daerah yang berdekatan dengan Taraz

R. Jepang
Islam di Jepang biasanya dianut oleh orang Turki, Arab, Melayu, dan Indonesia yang melaksanakan studi atau bekerja di Jepang. Agama Islam diketahui untuk pertama kali oleh penduduk Jepang pada tahun 1877 sebagai sebagian pemikiran agama barat dan pada sekitar tahun itu, kehidupan Nabi Muhammad diterjemahkan dalam Bahasa Jepang. Ini membantu agama Islam menempatkan diri dalam pemikiran intelek orang Jepang, tetapi hanya sebagai satu pengetahuan dan pemikiran.

Dengan pembentukan komunitas-komunitas Muslim  beberapa buah masjid telah didirikan. Masjid yang paling penting di antaranya ialah Masjid Kobe yang didirikan pada tahun 1935, dan Masjid Tokyo yang didirikan pada tahun 1938.

Sekarang ini di Jepang tercatat sekitar 100 ribu Muslim hidup di negara itu yang 90 persennya yakni para pendatang dari Indonesia, Pakistan, Iran dan Bangladesh. Sementara 10 persen sisanya yakni warga pribumi.

S. Korea Selatan
Di Korea Selatan, populasi Muslim terus meningkat semenjak diperkenalkannya Islam tak usang sehabis Perang Korea. Komunitas Muslim (baik orang Korea dan warga asing) ini berpusat di sekitar Seoul, di mana masjid besar yang pertama pada kala ke-20 dibangun pada tahun 1976 dengan memakai dana dari Misi Islam Malaysia dan negara-negara Islam lainnya.

Selain kurang dari 30.000 umat Muslim orisinil Korea, telah terjadi pertumbuhan yang lambat tetapi terang dari imigrasi Asia Selatan, Timur Tengah (yaitu Irak), Indonesia dan Malaysia ke Korea Selatan, secara umum dikuasai menjadi Muslim, selama 1990-an dan 2000-an, biasanya tiba sebagai tenaga kerja ekspatriat. Secara keseluruhan ada hingga 35.000 Muslim di Korea Selatan.

T Mongolia
Islam di Mongolia terutama dianut oleh etnis Kazakhstan dari Bayan-Ölgii (88,7% dari populasi total aimag) dan Khovd (11,5% dari populasi total aimag, hidup terutama di kota Khovd, jumlah Khovd dan jumlah Buyant) aimag di Mongolia barat. Selain itu, sejumlah komunitas Kazakh kecil sanggup ditemukan di aneka macam kota dan daerah tersebar di seluruh negeri. Namun secara historis, secara umum dikuasai elit Mongol selama Kekaisaran Mongol umumnya menyukai Islam atas agama lain sebagai tiga dari empat khanat utama mengadopsi Islam

Perkembangan Islam Di Benua Afrika

Secara umum, Islam memasuki Afrika semenjak masa-masa awal kelahirannya. Kemudian Islam pun berkembang dengan gampang di daerah tersebut. Untuk melihat perkembangan Islam di Benua Afrika. Berikut ditampilkan beberapa negara di wilayah tersebut, yaitu Habasyah, Mesir, dan Pantai Utara Afrika.

A. Habasyah (Ethiopia)
Ketika kaum muslimin di Makkah mendapat penganiayaan dari kafir Quraisy Nabi Muhammad saw. memerintahkan kaum muslimin, baik pria maupun perempuan, untuk berhijrah ke Habasyah (Abysinia), lantaran di Habasyah (Ethiopia) tidak ada perbuatan adikara dan
penganiayaan dari pihak pemerintahannya.

Pada suatu hari dia mengumpulkan para pengikutnya (kaum muslimin) kemudian bersabda yang artinya, “Jikalau kau keluar berpindah ke negeri Habasyah, yakni lebih baik, lantaran di sana ada seorang raja yang di daerahnya tidak ada seorang pun yang dianiaya sehingga Allah Swt. menjadikan suatu masa kegirangan dan keluasan kepada kamu, daripada keadaan ibarat kini ini.”

Akhirnya mulailah umat Islam berhijrah pada bulan Rajab tahun ke-5 dari kenabian. Proses hijrah ini berjalan dengan lancar dan disambut hangat oleh raja Habasyah tersebut. Sejak itu agama Islam mulai tumbuh dan berkembang di sana.

Sampai dengan tahun 1991, penduduk Ethopia yang menganut Islam sekitar 23,9 juta hingga 27,7 juta orang (45 – 52%), dan menduduki rangking ketiga sehabis Nigeria dan Mesir. Islam di Ethiopia mempunyai penganut yang cukup besar (mayoritas), namun peranannya terhadap pemerintahan sangat minoritas, lantaran Ethiopia mempunyai kultur kekuasaan dan politik sangat kental dengan warna Kristen Ortodox.
 Kemudian Islam pun berkembang dengan gampang di daerah tersebut Perkembangan Islam di Benua Afrika

B. Mesir
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Mesir ada di bawah kekuasaan Bizantium (Romawi Timur). Hal yang demikian inilah yang mengakibatkan umat Islam yang dipimpin oleh Panglima Perang Amru bin Ash sanggup memukul pasukan pertahanan Bizantium. Iskandariah jatuh ke tangan kaum muslimin
pada tahun 624 M.

Setelah mendapat kemenangan yang gilang gemilang, Khalifah Umar bin Khattab mengangkat Amru bin Ash menjadi gubernur di Mesir. Setelah resmi menjadi Gubernur (Wali) di Mesir Amru bin Ash berusaha untuk memajukan Mesir di banyak sekali bidang, di antaranya ibarat berikut ini.
  1. Kota Fusthath dibangun dan dijadikan ibukota, sebagai pengganti kota Iskandariyah.
  2. Mengembalikan keamanan, dengan menumpas semua kekacauan, mempersatukan bangsa Kopti dengan bangsa Arab sekalipun berlainan agama.
  3. Masih menggunakan peraturan pemerintah yang dibentuk oleh bangsa Romawi Timur, hanya di sana-sini diadakan perobahan untuk menselaraskan jalannya peraturan. Pajak yang semula berat diringankan. Oleh lantaran itu, rakyatpun bergembira.
  4. Jabatan Qadhi dipegang oleh Amru sendiri hingga tahun 23 H. Selanjutnya diangkat Qis bin Abil Ash sebagai Qadhi tetap yang pertama di Mesir.
  5. Mendirikan masjid.
  6. Membuat tempat ukuran air Sungai Nil di Halwan untuk mengetahui pasang surutnya air sungai.

Republik Mesir telah mengakui Islam sebagai agama negara semenjak tahun 1980. Mesir lebih banyak didominasi Muslim, dengan Muslim yang terdiri dari sekitar 90% dari populasi sekitar 80 juta orang Mesir. Hampir keseluruhan umat Islam Mesir yakni Sunni. Sebagian besar non-Muslim di Mesir, Kristen.

C. Afrika Utara
Pada masa jayanya kerajaan Romawi, daerah Afrika Utara ini termasuk sebahagian dari jajahannya yang terbagi dalam 5 propinsi yaitu; Propinsi Barca, Canasalia, Tripoli, Mauritania, dan Noumedia.

Pada tahun 23 H (644 M) tentara Islam mulai memasuki daerah Afrika Utara dengan menguasai wilayah Barca, yaitu satu daerah di sebelah barat Mesir. Pada tahun 446 M tentara Islam telah jauh maju ke sebelah barat menduduki Tripoli dan beberapa buah kota lainnya.

Setelah 20 tahun kemudian, hampir seluruh Afrika Utara mulai dari Mesir hingga ke Samudera Atlantik telah dikuasai oleh umat Islam, hanya tinggal beberapa negeri saja, ibarat Kartago dan Ceuta.

Pada bulan Oktober 647 M (27 H), Khalifah Usman bin Affan mengizinkan Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah memasuki wilayah Bizantium di Afrika Utara. Atas dasar inilah maka kaum muslimin membentuk pasukan di bawah pimpinan tokoh-tokoh terkemuka. Di bawah pimpinan Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sa’ad tersebut Umat Islam sanggup mengalahkan tentara Romawi, Eropa dan Barbar di bawah pimpinan Gregorius.

Pada tahun (665 M) (45 H) di bawah kekuasaan Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan umat Islam sanggup menguasai Gelula dan Banzart. Setelah itu mulailah agama Islam tersiar di kalangan bangsa Barbar Afrika Utara. Dalam perkembangan selanjutnya di bawah Gubernur Musa bin Nusair dari Afrika Utara ini sanggup mengembangkan fatwa Islam ke Andalus (Spanyol), bencana ini terjadi di tahun 710 M = 91 H pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik.

D. Liberia
Islam di Liberia diperkirakan dipraktikkan oleh 20% penduduk Liberia. Kelompok etnis utama yang muslim yakni Vai dan Mandingo, tetapi juga Gbandi, Kpelle, dan kelompok etnis lainnya. Secara historis, Muslim Liberia telah mengikuti bentuk santai dan Islam liberal yang banyak dipengaruhi oleh agama-agama adat yang diintegrasikan ke dalam Islam yang saat itu tiba ke Liberia pada kurun ke-16 dengan runtuhnya Kekaisaran Songhai di Mali.

Praktik agama yang bervariasi di kota-kota di seluruh negeri. Liberia muda, khususnya di kota-kota di sepanjang pantai, cenderung lebih sekuler tetapi masih menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Di pedesaan, Muslim Liberia lebih konservatif dalam berpakaian sederhana, melaksanakan doa dan menghadiri kajian agama.

E. Mauritania
Sejak kemerdekaan pada tahun 1960, Mauritania telah menjadi republik Islam. Piagam Konstitusi tahun 1985 menyatakan Islam agama negara dan syariah sebagai aturan negeri. Secara resmi, 100 persen dari semua warga Mauritania yakni Muslim. Meskipun ada komunitas kecil Kristen, terutama dari kewarganegaraan asing. Ada sekitar 4.500 Kristen Roma yang berasal dari luar negeri. Ada juga beberapa penganut Yahudi yang bekerja di negara itu.

Meski pemerintah melarang adanya upaya misionaris di Mauritania. Secara umum, hubungan antara komunitas Muslim dan masyarakat non-Muslim berjalan hening dan harmonis. Agama dipandang pemerintah sebagai elemen penting persatuan nasional, mengingat kemajukan suku dan etnis di negeri ini.

F. Zimbabwe
Kedatangan Islam di Zimbabwe dimulai pada kurun keempat Hijriah saat umat Islam mendirikan emirat di pantai Afrika Timur.Islam yakni agama minoritas di Zimbabwe. Kendati demikian, Islam telah mengalami pertumbuhan di Zimbabwe. Saat ini jumlah Muslim di Zimbabwe dua persen dari populasi yang berjumlah 15 juta.

Ada beberapa hal yang mengakibatkan pertumbuhan Islam di Zimbabwe. Di antaranya disebabkan oleh bermunculannya cowok Muslim yang berkualitas. Mereka mengambil tugas mengembangkan Islam. Menurut guru agama Islam, Sheik Binali, pada 2013 konstitusi Zimbabwe telah membuat peraturan yang memudahkan kelompok Muslim untuk mengembangkan pesan Islam. Konstitusi memungkinkan umat Islam untuk bergerak lebih bebas, terutama di daerah pedesaan di mana mereka diberi label ajaib oleh penduduk setempat.

G. Kenya
Sebelum kedatangan bangsa Eropa di Kenya, Islam telah hadir di sana dan mewarnai kebudayaan Kenya, khusus di daerah pantai , utara dan beberapa daerah pedalaman yang dilewati oleh kereta api yang dibangun oleh muslim Asia. Peradaban Islam juga telah merasuk dalam dunia pendidikan, aturan dan bahasa, semisal bahasa Swahili yang menjadi bahasa nasional Kenya.

Semasa masa kolonial Inggris, pertumbuhan dan perkembangan Islam di Kenya terhambat, lantaran kegigihan pihak kolonial dan gereja untuk mengubah system pendidikan di Kenya, yang menimbulkan pihak Muslim frustrasi.

Islam yakni agama yang dianut sekitar 10% warga Kenya, atau sekitar 3,9 juta orang. Pantai Kenya sebagian besar dihuni oleh umat Islam. Nairobi mempunyai beberapa masjid dan penduduk muslim terkemuka.

H. Mozambik
Muslim Mozambik Pernah Berjaya dengan Kerajaan. Keterikatan Mozambik dengan Islam mempunyai sejarah panjang. Awalnya Islam masuk ke wilayah ini melalui para pedagang Muslim, sebagian besar berasal dari Yaman. Kedatangan pedagang Arab di Mozambik dimulai pada kurun ke-4 Hijriah saat umat Islam mendirikan kerajaan  kecil di pantai Afrika Timur.

Selama periode berikutnya dari Dinasti Oman Al Bu Said, pedagang Muslim memperluas zona perdagangan mereka hingga ke selatan pantai Mozambik. Pada masa ini diyakini bahwa hampir semua penduduk kota yakni Muslim sebelum kedatangan Portugis pada kurun ke-16. Islam di Mozambik dianut sekitar empat juta warga Mozambik, atau sekitar 17,8% hingga 20% dari total penduduk

I. Somalia
Selama lebih dari 1.400 tahun, Islam menjadi belahan besar dari masyarakat Somalia. Hampir seluruh warga Somalia yang berjulah 10,3 juta jiwa. Konstitusi tetapkan Islam sebagai agama negara dari Republik Federal Somalia. Syariah Islam sebagai sumber dasar perundang-undangan nasional. Hal ini juga tetapkan bahwa aturan yang bertentangan dengan prinsip dasar syariat tidak sanggup diberlakukan.

Konstitusi juga menjamin persamaan hak dan kebebasan dari perlakuan diskriminatif bagi semua warga negara di hadapan aturan tanpa memandang agama. Namun, perkembangan Islam di negara yang terletak di Tanduk Afrika ini pernah mengalami dinamisasi sepanjang sejarah.

Pada kurun ke-19, Islam pernah mengalami masa sulit menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang dimulai dengan ekspansi kekuasaan kolonial pada simpulan kurun ke-19.

J. Angola
Islam di Angola yakni agama minoritas dengan 80,000-90,000 pengikut, sebagian besar terdiri dari pendatang dari Afrika Barat dan keluarga asal Lebanon. Islam masih dianggap ajaib di Angola. Pernah menjadi belahan wilayah kekuasaan Portugis, Angola tak hanya mengadaptasi bahasa, tapi juga agama yang dibawa negeri tetangga Spanyol itu.

Adebayo Oyebade dalam bukunya Culture and  Customs of Angola menulis, semenjak kedatangan Portugis pada kurun ke-15, Kristen menjadi agama yang dianut lebih banyak didominasi warga Angola. Dalam kurun beberapa tahun terakhir, komunitas Muslim di Angola tumbuh perlahan. Di beberapa kota besar, Islam dan Muslim semakin jamak ditemukan. Masjid dan sekolah pendidikan Quran juga dibangun. Muslim di Angola umumnya memang pendatang. Masih sedikit keturunan orisinil Angola yang memeluk Islam.

K. Kamerun
Islam pertama kali berkembang di Kamerun sekitar tahun 1800-an. Pedagang Muslim dari banyak sekali negeri berdatangan ke sana meramaikan daerah pesisir. Mereka kemudian membaur dan menetap sehingga anak dan cucu mereka beranak pinak. Semuanya memeluk Islam. Penduduk Muslim di Kamerun terdiri dari sekitar 24 persen dari sekitar 21 juta penduduk Kamerun.

Masjid besar pertama dibangun pada 1922. Jumlahnya meningkat secara signi fikan selama bertahun-tahun. Kota Douala mempunyai lebih dari 90 masjid. Kota itu menjadi tempat tinggal bagi sekitar 500 ribu Muslim.

L. Zambia
Ajaran Islam bersemi di Zambia sekitar kurun empat Hijriah. Ketika itu sedang berdiri Emirat di sisi timur Afrika. Pada masa-masa Muslim mulai mengembangkan sayapnya, para pedagang pun menjelajah hingga ke pelosok Afrika. Pedagang Arab masuk ke Zambia melalui Tanzania, Malawi, dan Mozambique yang memang menjadi daerah sentra perdagangan mereka.

Pada masa kolonial, Islam masuk melalui penduduk Muslim yang berasal dari dataran India dan sekitaranya. Mereka tiba dan tinggal di daerah Livingstone hingga ke Lusaka (ibu kota Zambia).

Walaupun telah usang hadir di Zambia, perkembangan Islam di negara yang sebagian besar warganya masih berada di bawah garis kemiskinan itu gres terlihat tiga dekade terakhir. Umat Islam kian gencar melaksanakan dakwah melalui jalur pendidikan, kesejahteraan, dan perdagangan.

M. Aljazair
Islam, agama hampir semua orang Aljazair, melingkupi sebagian besar aspek kehidupan. Pascakemerdekaan, Pemerintah Aljazair pribadi menegaskan, kontrol negara atas aktivitas keagamaan untuk tujuan konsolidasi nasional dan kontrol politik.

Islam menjadi agama negara dalam konstitusi gres (Pasal 2), dan menjadi agama pemimpinnya. Negara memonopoli pembangunan masjid, dan Departemen Agama mengendalikan 5.000 masjid publik pada pertengahan 1980-an. Para Imam dilatih, ditunjuk, dan di bayar oleh negara. Sedangkan, khutbah yang disampaikan harus mendapat per setujuan dari Departemen Agama.

Kementerian juga menunjukkan pendidikan agama dan training di sekolah-sekolah, dan membuat forum khusus untuk berguru Islam. Prinsip aturan Islam (syariah) diperkenalkan ke dalam aturan keluarga khususnya. Seperti pelarangan bagi Muslimah untuk menikah dengan non-Muslim.

Perkembangan Islam Di Benua Amerika

Menurut beberapa pakar sejarah dan arkeolog, Islam masuk ke benua Amerika jauh sebelum Columbus menginjakkan kakinya di sana pada 21 Oktober 1492. Berdasarkan inovasi banyak sekali bukti dan catatan sejarah, para pakar tersebut memperkirakan bahwa agama Islam sudah dipeluk oleh
sejumlah suku Indian, di antaranya suku Iroquois dan Alqonquin semenjak tahun 900 M. Berikut ini perkembangan Islam di beberapa Negara Amerika.

A. Amerika Serikat
Amerika merupakan negara demokrasi liberal sekaligus sekuler atau menganut prinsip pemisahan antara agama dan negara (sparation of church and state) namun sangat luas memberi kebebasan beragama bagi rakyatnya.

Setelah itu seorang muslim berjulukan Eijah Muhamad  seorang yang berkebangsaan Afrika Amerika di Chicago salah satu negara penggalan di Amerika Serikat  yang mendirikan Black Moslem dan sekaligus Pemimpin Nation Of Muslim dan alasannya yakni jasanya memperjuangkan Agama Islam Di Amerika Agam Islam pun semakin perkembang pesat hingga sekarang.

Selama dalam pimpinannya perkembangan agama Islam semakin luas. Hal itu terbukti dengan banyaknya tokohtokoh yang masuk Islam, menyerupai Malcom seorang tokoh nasional Negro Amerika sebagai orator ulung dan Casius Clay bekas juara tinju kelas berat. Malcom sesudah masuk Islam namanya diganti Al-Haji Malik Al-Sabah. Sedang Casius Clay berganti nama menjadi Muhamad Ali.
Menurut beberapa pakar sejarah dan arkeolog Perkembangan Islam di Benua Amerika
Elijah meninggal tanggal 25 februari 1975 dan digantikan putranya yang berjulukan Wallace Muhammad atau Warisudin Muhammad. Pada tahun 1976 Walace Muhamad (Warisudin Muhamad) mengubah nama Nation of Islam menjadi World Community of Islam in West. Perubahan nama itu dimaksudkan biar target anutan dan dakwah agama Islam lebih luas.

Tanggal 30 april 1980 organisasi World Comunity of Islam in West diganti namanya menjadi American Muslim Mission (AMM). Di Chicago terdapat Islamic Institute sebagai proyek organisasi Konferensi Islam Internasional di Jeddah. Di Los Angeles terdapat Islamic Center sebagai
sentra ceramah dan sebagainya. Di Mansfield, Indianapolis Amerika terdapat suatu organisasi berjulukan Islamic Society of Nort of America (ISNA).

Dengan semakin berkembangnya populasi muslim di Amerika Serikat, maka bertambah pula jumlah mesjid. Lebih dari 1.200 mesjid berdiri di beberapa kota Amerika Serikat pada awal masa ke-20. Jumlah SD dan Sekolah Menengah Pertama yang mengajarkan al-Quran juga meningkat, kurang lebih ada 1000 sentra pendidikan di Amerika ketika ini.

B. Dominika
Seperti negara-negara lain di Karibia dan Amerika Latin, sejarah Islam di Republik Dominika dimulai dengan didatangkannya budak dari Afrika. Mereka pertama kali tiba di Pulau Hispaniola, yang kini dikenal dengan Haiti dan Republik Dominika pada 1502.

Muslim di Republik Dominika diperkirakan sebesar 0,02 persen dari populasi atau 3.000 orang. Sekitar 15 persen atau sekitar 200 hingga 250 orang di antaranya merupakan orang Dominika asli. Meskipun lebih banyak didominasi penduduk beragama Kristen Roma, umat Islam telah membentuk organisasi lokal, menyerupai Círculo Islamico de República Dominicana dan Islamic Center Republik Dominika yang terletak di Miami.

Círculo Islamico mendirikan masjid pertama di Republik Dominika di sentra kota Santo Domingo berjulukan Masjid al-Noor. Mereka juga menyediakan konsultasi medis gratis dan obat-obatan gratis dari apotek Consulta Al-Foutory, yang bangunannya terpisah di belakang masjid.
Menurut beberapa pakar sejarah dan arkeolog Perkembangan Islam di Benua Amerika
Fasilitas ibadah umat Muslim sanggup ditemui dengan gampang di Republik Dominika. Terdapat sebuah masjid di lingkungan Los Llanos, San Pedro de Macorix. Masjid tersebut dipimpin seorang imam yang dulunya yakni mualaf. Jarak masjid ini kira-kira 30 menit berkendara dari Masjid al-Noor

Di Kota Santiago de los Caballeros terdapat Mushala al-Hidayya yang menyediakan layanan shalat Jumat. Bahkan, di lokasi wisata juga sanggup ditemui mushala. Di tempat wisata Bávaro-Punta Cana terdapat Mushala al-Nabawi.

C. El Salvador
Mayoritas penduduk El Salvador yakni penganut Kristen. Tetapi di negara Amerika Latin ini juga terdapat penduduk Muslim. Sama menyerupai negara penggalan Amerika lainnya dimana Muslim menjadi minoritas di negara tersebut. Tetapi bukan berarti perkembangannya tidak diketahui.

Di El Savador terdapat sebuah komonitas kecil Islam yang sebagian besar terdiri dari penduduk dan mualaf Salvador. Sampai ketika ini, sejarah awal kedatangan Islam ke El Salvador masih belum dipastikan.

Pertama kali pada tahun 1994 sebuah sentra ibadah Sunah Waljamaah Islam diresmikan di El Salvador, bergelar Centro Islámico Árabe Salvadoreño, didirikan di ibukota San Salvador oleh sekumpulan warga Salvador dan individu keturunan Palestin.

Karena Islam yang terus berkembang, pada tahun 2004 sentra ibadah kedua diresmikan di ibukota yaitu Islamic Center Fátimah Az-Zahra. Nama tersebut diberikan untuk menghormati Fatimah, anak perempuan dari nabi Islam Muhammad dari isterinya yang pertama Khadijah.

Pada tahun 2007, sebuah masjid pertama dibangun, yaitu Masjid Dar-Ibrahim yang telah dirasmikan di Alameda Franklin Delano Roosevelt, San Salvador, El Salvador. Masjid yang didirikan terlihat sederhana dan tidak tampak menyerupai sebuah masjid pada umumnya dengan kubah dan menara. Tetapi pada masjid ini terlihat menyerupai rumah pada umumnya.

D. Guatemala
Penduduk Muslim Guatemala yakni kurang lebih 1,200. Dari penduduk ini, 95% yakni pendatang Arab Palestina. Ada sebuah masjid di pinggiran Guatemala City yang dijadikan sebagai Masjid Dakwah Guatemala (bahasa Sepanyol: Mezquita de Aldawaa Islámica) yang diadakan untukk sholat 5 kali sehari dan memperlihatkan kelas dalam kajian Islam.

Presiden Komunitas Islam negara ini yakni Jamal Mubarak. Selain itu, ada juga masjid yang berjulukan Masjid Baitul Awwal yang terbuka bagi setiap orang beriman dari banyak sekali pemeluk agama yang mencari relasi murni dengan Tuhan. Masjid ini beralifiansi pada aliran Ahmadiyah.

E. Haiti
Persentase umat Islam di Haiti hanya 0,04 % atau sekitar 3000 jiwa dari total penduduk.Pertumbuhan Islam di Haiti termasuk Masjid dan Pusat Islam Bilal di Cap-Haïtien cukup signifikan, yang memperlihatkan sumbangsih terhadap perkembangan pendidikan Islam dan kualitas sholat. Masjid pertama di Gonaives yakni Mosque-ul-Munawwar.

Sejarah Islam di pulau Hispaniola (salah wilayah di Amerika Latin) bermula dengan perbudakan di Haiti. Banyak umat Islam diasingkan dan dijadikan budak ke Haiti. Bahkan diantara banyak dipaksa untuk meninggalkan Islam dari masa ke masa. Namun, warisan Islam telah infinit dalam budaya orang orisinil Haiti, sehingga mereka tetap mempertahankan keyakinannya.

Pada awal masa ke-20, imigrasi kaum muslim Arab tiba di benua Amerika ini, di mana diantara jumlah mereka menetap di Haiti (dan negara-negara lain juga). Sejarah menyebutkan bahwa gelombang pertama yang tiba di Haiti terjadi pada tahun 1920 dari seorang lelaki yang tiba dari kampung Fes di Maghribi bersama dengan 19 keluarga lain. Saat ini, lebih banyak didominasi umat Islam negara ini yakni penduduk orisinil Haitians, diikuti oleh suku Maghribi.

F. Honduras
Honduras mulai mendapatkan kehadiran gelombang imigran Arab sekitar tahun 1896 hingga 1918. Sebagian besar imigran itu warga keturunan Arab asal Palestina. Secara demografi, kebanyakan merupakan kaum Nasrani, namun terdapat pula umat beragama Islam. Di Honduras, para imigran Arab itu menjalankan banyak sekali aktivitas. Ada yang menjadi politisi atau pegawai pemerintahan, tapi paling banyak terjun di dunia bisnis dan perdagangan.

Diperkirakan jumlah mereka mencapai 100 hingga 200 ribu jiwa dari tujuh juta populasi penduduk. Hinduras pun tercatat sebagai negara dengan jumlah imigran Arab Palestina terbesar di tempat Amerika Tengah sejajar dengan Amerika Serikat, Kanada dan Chile.

Sejak tahun 1984, umat Muslim mempunyai wadah oragnisasi. Namanya Centro Islamico de Honduras yang berkedudukan di kota San Pedro Sula, pimpinan Yususf Amdani. Orgsnisasi lainnya yakni Comunidad Islamica de Honduras di Cortez. Organisasi keagamaan ini semakin cepat akselerasi umat Muslim pada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.

G. Kuba
Agama Islam rahasia ber kembang di Kuba. Sebanyak sembilan ribu Muslim beraktivitas dengan bebas di negara ini. Meskipun hanya penggalan kecil, mereka cukup menghipnotis kehidupan 11,3 juta warga negara yang dikenal dengan cerutunya

Karena tidak ada sejarah Islam di Kuba, banyak Muslim di pulau itu yakni orangorang yang gres masuk Islam. Mereka banyak menjalin komunikasi dengan Muslim dari banyak sekali negara, menyerupai Amerika, Eropa, dan Timur Tengah.

Sekarang mereka mempunyai kepemimpinan, guru, dan masjid yang dibuka di Havana semenjak Juni 2015. Pada ketika pembukaan, pengurus masjid menyumbang pakaian Muslim kepada laki-laki dan perempuan dan juga anak domba kepada jamaah selama bulan Ramadhan.

H. Meksiko
Sangat sedikit informasi mengenai sejarah awal mula kehadiran Islam di Meksiko. Akan tetapi, beberapa sumber menyebutkan, agama tersebut dibawa oleh para imigran Suriah. “Sementara, sumber lain menyampaikan Islam tiba ke Meksiko melalui tangan para imigran Turki,” tulis Michelle Al-Nasr dalam artikelnya, “A New Generation of Muslims is Introducing Islam To Mexicans.”n

Limabelas tahun sesudah pemberontakan Zapatista di Chiapas, daerah ini telah mengalami perubaham yang drastis. Salah satu di antaranya munculnya Islam sebagai agama gres di daerah ini. Kaum muslimin, yang terutama terdiri dari warga Indian suku Mayan dan Tzotzil, secara perlahan terus berkembang. Di Negara Bagian Chiapas, Meksiko ini, makin banyak saja warga Indian suku Mayan dan Tzotzil menjadi muslim.

Pada tahun 1994, dua cendikiawan Muslim asal Spanyol mendatangi Chiapas. Mereka membawa pesan hening Islam. Tidak gampang memang bagi para mubaligh tersebut memperkenalkan Islam.

I. Argentina
Argentina merupakan salah satu negara yang penduduk Muslimnya sangat banyak. bahkan, terbesar dibanding negara-negara lain di tempat Amerika Latin. Ajaran Islam juga dibawa ke Argentina oleh imigran dari negara-negara Arab, menyerupai Suriah dan Lebanon. Saat ini, di Argentina terdapat 3,5 juta keturunan Arab. Namun, lebih banyak didominasi dari mereka menganut Kristen dan Yahudi. Di Argentina, berdiri sebuah masjid terbesar di Amerika Latin berjulukan The King Fahd Islamic Cultural Center.

Akhir Januari 2011, sebuah kabar bangga terdengar dari Argentina. Umat Islam di negeri Diego Maradona itu sumringah. Betapa tidak, Negara di Amerika Latin itu tetapkan sebuah UU yang memperlihatkan kebebasan bagi kaum Muslim untuk beribadah. Lahirnya UU itu menciptakan kaum Muslimah di Argentina sanggup mengenakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, menyerupai dilaporkan laman web Press TV.

J. Suriname
Data statistik sensus penduduk Suriname tahun 2004 memperlihatkan bahwa Islam di Suriname mencapai 66,307 jiwa (13,5 % dari jumlah penduduk), menduduki peringkat ketiga sesudah agama Kristen, 200,744 jiwa (40,7 %) dan Hindu, 98,240 jiwa (19,9 %). Dari seluruh umat Islam di Suriname, yang terbanyak berasal dari suku Jawa.

Geliat Silam begitu terasa hingga pemeluk Islam bukan saja orang Jawa dan Hindustan, tapi juga satu persatu orang-orang Negro dan kulit putih pun menyayangi Islam. Masjid masyarakat Creool yang populer yakni Masjid Shadaqatul Islam di kota Paramaribo.

Perserikatan milik umat Islam keturunan India, Suriname Muslim Associatie (SMA), mempunyai andil besar dalam menyalakan cahaya Islam di Suriname. Organisasi ini mempunyai masjid terbesar di kota Paramaribo dibambah dengan 14 masjid lain yang berada dalam binaannya.

Stichting der Islamitische Gemeenten in Suriname (SIS), Yayasan Islam Suriname, yakni forum paling besar lengan berkuasa di Suriname dari kalangan suku Jawa yang membawa obor perubahan bagi kebangkitan Islam. Lembaga ini mempunyai masjid utama, Masjid Nabawi, dengan 54 masjid lainnya berada dalam binaannya tersebar luas di distrik Paramaribo dan distrik-distrik lain.

K. Venezuela
Menurut catatan sejarah, awal mula kehadiran Islam di Venezuela bergotong-royong sudah berlangsung semenjak masa ke-15 silam. Pada masa itu, kaum penjajah Eropa membawa budak-budak Muslim dari Afrika Utara dan Barat. Kemudian kedatangan imigran Muslim dari Arab, India, dan Pakistan di Amerika Selatan pada final masa ke-16.

Sejumlah organisasi keislaman juga cukup banyak. Antara lain, Caribe Islam Margarita-La Comunidad Islamica Venezolana, Centro Islamico de Venezuela, Mezquita Al-Rauda di Maracaibo, Asociacian Honorable Mezquita de Jerusalen di Valencia, Islamico Centro de Maiqueta di Vargas, serta Asociacion Benefica Islamica di Bolivar.

Selain di Caracas, pemeluk agama Islam terbesar lainnya di Venezuela yakni di Pulau Margarita. Di daerah ini, banyak bermukim penduduk Muslim yang berasal dari keturunan Arab.

Para perempuan Muslim setempat tak ragu untuk memperlihatkan jati diri mereka sebagai penganut agama Islam. Mereka senantiasa memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Baik ketika di rumah, kantor, pasar, ataupun bergaul dengan penduduk non-Muslim.

Perkembangan Islam Di Benua Eropa

Islam mempunyai sejarah tersendiri di benua yang sering disebut dengan benua biru ini. Sepuluh periode yang lalu, islam ialah agama yang berjaya dibeberapa wilayah eropa terutama Spanyol dan pemerintahan islam banyak membawa kemajuan di benua tersebut meskipun hal ini bertolak belakang dengan keadaan islam di Eropa dikala ini.

Pada masa pemerintahan Bani Umayah di Damaskus, Andalusia dipimpin oleh Amir (gubernur) di antaranya oleh putra Musa sendiri, yaitu Abdul Aziz. Runtuhnya kebesaran Bani Umayah di Damaskus dengan berdirinya daulah Bani Abbasyah di bawah pimpinan Abdul Abbas As Safah (penumpah darah) yang berpusat di Baghdad, yang menimbulkan seluruh keluarga Kerajaan Bani Umayah ditumpas.

Namun, salah seorang keturunan dari Bani Umayah, yaitu Abdur Rahman berhasil melarikan diri dan menyusup ke Spanyol. Di sana dia mendirikan Kerajaan Bani Umayah yang bisa bertahan semenjak tahun 193-458 H (756-1065 M).

A. Andalusia (Spanyol)
Keberadaan kerajaan Islam di Spanyol merupakan mediator sekaligus obor kebudayaan dan peradaban. Ilmu pengetahuan kuno dan filsafat ditemukan kembali. Di samping itu, Spanyol menjadi pusat kebudayaan, sebab banyaknya para sarjana dan mahasiswa dari aneka macam pelosok dunia berkumpul menuntut ilmu di Granada, Cordova, Seville, dan Toledo.

Di kota-kota tersebut banyak terlahir ilmuwan terkemuka, menyerupai Abdur Rabbi (sastrawan terkemuka), Ali ibnu Hazm (penulis 400 jilid buku sejarah, agama, logika, adat istiadat), Al Khatib (ahli sejarah), Ibnu Khaldun (ahli filsafat yang populer dengan bukunya “Muqaddimah”), Al Bakri dan Al Idrisi (ahli ilmu bumi), dan Ibnu Batuta (pengembara populer yang menjelajahi negeri-negeri Islam di dunia).

Kemudian lahir pula spesialis filsafat yang lain, yakni Solomon bin Gabirol, Abu Bakar Muhammad, Ibnu Bajjah (ahli filsafat periode ke-12 pentafsir karya-karya Aristoteles), dan Ibnu Rusyd (ahli bintang, sekaligus seorang dokter dan hebat filsafat). Adapun pemberian utama Ibnu Rusyd di bidang pengobatan ialah buku ensiklopedi dengan judul Al Kuliyat fit At Tibb, serta buku filsafat Thahafut At Tahafut.

Berakhirnya kekuasaan Bani Umayah di Spanyol di bawah kekuasaan Khalifah Sulaiman, diganti oleh dinasti-dinasti Islam kecil, menyerupai Al- Murabithin, Al-Muhades (Muwahidun), dan kerajaan Bani Ahmar. Setelah delapan periode umat Islam menguasai Andalusia pada tahun 898 H (1492 M). Raja Abdullah menyerahkan kunci kota Granada kepada Ferdinand pemimpin kaum Salib, yang selanjutnya dia menduduki istana Al Hambra.

Di Spanyol atau Andalusia pada tahun 1975 sekelompok perjaka masuk Islam, mereka mendirikan masyarakat muslim di Cordova. Kemudian pada tahun 1978 mereka sanggup melakukan Shalat Idul Adha di Kathedral (bekas masjid) sesudah memohon izin Uskup Cordoba Monseigneur Infantes Floredo. Di sana terdapat madrasah yang dikelola Dr. Umar Faruq Abdullah yang mengajar bahasa Arab, ilmu al-Qurān, tafsir, fiqih, hadis dan lain sebagainya.

B. Russia
Rusia jatuh ke tangan Islam di bawah pimpinan panglima Qutaibah bin Muslim pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik hingga permulaan Khalifah Sulaiman. Karena budi Qutaibah, maka banyak penduduk negeri itu masuk agama Islam.

Qutaibah berhasil mendirikan masjid besar di Bukhara yang dinamakan Jami Qutaibah. Ia mengirim para hebat fiqih ke rumah-rumah rakyat untuk mengajarkan pemikiran Islam, dan membolehkan menerjemahkan al-Qurān ke dalam bahasa yang dikenal di daerah tersebut.

Keberadaan pemerintahannya yang berpaham komunis yang anti Islam, cukup menjadi kendala bagi perkembangan Islam di Rusia. Chechnya ialah salah satu korban keganasan tentara Rusia. Chechnya merupakan negara kecil di tempat Kaukasus Rusia yang berpenduduk 1,5 juta dan lebih banyak didominasi beragama Islam.

Pasca runtuhnya rezim Bolshevik yang anti-agama pada 1991, umat Islam Rusia berdiri lagi. Kebangkitan umat Islam di Rusia terlihat dari tingginya demam isu menunaikan haji dan umrah, minat mempelajari al-Qurān, serta peningkatan jumlah jemaah dan masjid.

Diperkirakan sebanyak 7.000 masjid berdiri di seluruh Rusia, sementara ketika komunis tumbang hanya ada 100 masjid. Moskwa, dengan sekitar 2,5 juta muslim, menjadikannya sebagai kota dengan penduduk muslim terbesar di Eropa. Saat ini diperkirakan 18 persen dari total penduduk atau 25 juta warga Rusia memeluk agama Islam.

C. Inggris
Inggris termasuk salah satu negara yang cukup cantik perkembangan Islamnya. Hal ini didukung dengan pemindahan Universitas Islam Toledo di Spanyol ke Inggris. Sejak itu Inggris mempunyai Universitas Cambridge dan Oxford. Beberapa organisasi Islam yang ada di Inggris adalah:
  1. The Islamic Council of Europe (Majlis Islam Eropa) berfungsi sebagai pengawas kebudayaan Eropa.
  2. The Union of Moslem Organization (Persatuan Organisasi Islam Inggris).
  3. The Asociation of British Moslems (Perhimpunan Muslim Inggris).
  4. Islamic Fondation dan Moslem Institute. Keduanya bergerak di bidang penelitian, beranggotakan orang-orang Inggris dan imigran.
Islam mempunyai sejarah tersendiri di benua yang sering disebut dengan benua biru ini Perkembangan Islam di Benua Eropa
Di pusat kota London dibangun Central Mosque (Masjid Agung) yang selesai pembangunannya pada tahun 1977 terletak di Regents Park, dan bisa menampung 4000 jamaah. Pemeluk agama Islam di sini selain bangsa Inggris sendiri juga imigran Arab, Turki, Mesir, Cyprus, Yaman, Malaysia dan lain-lain yang jumlahnya ± 1 ½ juta orang (menurut catatan The Union of Moslem Organization), dan di sini agama Islam merupakan agama nomor dua sesudah Kristen.

Al-Quran pertama kali diperkenalkan di Inggris oleh Robert Katton yang ditejemahkan ke dalam bahasa latin. Kemudian kamus Arab-Inggris pertama disusun sarjana Inggris E.W.Lanes. Di negeri ini juga pada tahun 1985 muncul seorang walikota muslim yang berjulukan Muhammad Ajeeb di Stradford Inggris. Dan semenjak itu, masyarakat muslim dan mahasiswa Universitas Oxford mendirikan “Pusat Kajian Islam”

C. Belanda
Dalam aneka macam catatan, Islam pertama kali masuk ke Belanda terjadi sekitar pertengahan periode ke-20. Ketika itu, terjadi gelombang migrasi yang melibatkan kaum muslim ke negeri Belanda. Beberapa diantaranya tiba dari Indonesia sebagai negara jajahan Belanda dikala itu.

Populasi muslim juga tiba dari Suriname, yang juga merupakan jajahan Belanda. Sejak sekitar pertengahan tahun 1960-an terjadi migrasi tenaga kerja dari negara tersebut, yang jumlahnya mencapai 5.500 orang pada tahun 1970. Jumlah ini terus mengalami kenaikan yang puncaknya pada 1975, mencapai 36.000 orang. Hal ini dikaitkan dengan kemerdekaan Suriname pada dikala itu.

Selain itu, Islam sangat banyak berdatangan dari Turki dan Maroko, ketika pada 1964 yang dimaksudkan untuk meningkatkan tenaga kerja, Belanda menciptakan perjanjian bilateral dengan negara-negara Eropa termasuk Turki.

Jumlah Masjid di Belanda gotong royong cukup banyak. Tercatat sekitar 300 masjid yang ada di negara tersebut. Sebagian lain menyebutkan Setidaknya ada 400-500 tempat ibadah Muslim di Belanda. Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya masjid Turki dan sekitar 90 masjid Maroko.

Sebagian besar organisasi Islam di Belanda didirikan berdasarkan garis etnis kaumnya. Dari sekian banyak, organisasi muslim Turki-lah yang paling berkembang. Misalnya ialah Turks-Islamtische Culturele Federatie (TIFC) atau federasi kebudayaan Islam Turki yang berdiri tahun 1979, telah sanggup menaungi sekitar 78 asosiasi dan organisasi pada tahun 80-an.

Pada potongan lain, komunitas muslim asal Suriname tergabung dalam organisasi Stichting Weljizn voor Moslims in Nederland (yayasan untuk kesejahteraan kaum muslim di Belanda). Bentuk organisasi ini hampir menyerupai dengan model organisasi Islam di Asia Selatan. Pusatnya di Masjid Thaibah, Amsterdam dan memayungi sekitar 10 masjid di kota-kota besar.

D. Italia
Menurut sejarah, Islam masuk di Italia semenjak periode ke 8 di bawah pemerintahan Dinasti Aglabiah dan menimbulkan Palermo sebagai ibu kota Arab di pulau itu. Pada awal periode ke-11, umat muslim menjadi setengah populasi di tempat Sicilia dengan bangsa Arab mendominasi utara pulau di sekitar Palermo.

Di final periode ke-20 Islam mengalami perkembangan pesat. Pada tahun 2005 jumlah muslim di Italia diperkirakan antara 960.000 hingga 1.030.000 jiwa. Sehingga menciptakan media Italia mulai memberi perhatian pada populasi muslim.

Keberadaan umat muslim dikala ini 1,4 persen dari populasi Italia sekaligus menjadi agama kedua sesudah agama Katolik. Hanya dalam beberapa tahun saja jumlah pemeluk Islam di Italia meningkat. Sebagian besar dari mereka ialah imigran asal Afrika utara, Albania, Bosnia, Turki, Arab dan dari negara Islam lainnya. Kebanyakan tinggal di pulau Sicilia, Roma, Milan, Turin dan kota-kota besar lainnya.

Organisasi Islam bermunculan dengan sekolahnya, dan toko makanan halal mulai banyak berdiri. Jumlah Masjid bertambah dari 16 menjadi 400 buah lebih hanya dalam jangka waktu 16 tahun.

Salah satunya Masjid yang berada di Kota Milan. Masjid Segrate (Italia : Moschea di Segrate) ini juga dikenal sebagai Masjid Ar-Rahmān atau Masjid Penyayang yang terletak di perbatasan pinggiran Milano Due .

Masjid ini merupakan Masjid pertama dengan kubah dan menara yang akan dibangun di Italia sesudah pembongkaran terakhir di Lucera pada tahun 1300 silam. Masjid ini dibuka pada 28 Mei 1988, dan semenjak itu menjadi Masjid terpenting di Milan dan menjadikannya Masjid paling penting di Italia sesudah Masjid Roma .

Masjid ini juga menjadi “Pusat Muslim untuk Milan dan Lombardy”, yang menerbitkan salah satu majalah Muslim paling penting di Italia, “Il messaggero dell’Islam” (The Messenger of Islam).

E. Belgia
Muslim pertama yang tiba ke Belgia diperkirakan ada sesudah Perang Dunia II. Karena perkembangannya yang cukup baik, Mukhtar Islam Eropa pun sempat digelar di Brussel, ibukota Belgia pada tahun 1980.

Pihak kerajaan secara resmi mengakui keberadaan agama Islam dengan menciptakan sejumlah kebijakan. Beberapa diantaranya diantaranya seperti:
  1. Pertama, Islam sebagai salah satu bidang studi resmi yang diajarkan di sekolah-sekolah milik Pemerintah Belgia. Adapun Pendidikan Agama Islam yang masuk kurikulum adalah: Alquran, Bahasa Arab, dan Ilmu Agama Islam. Kurikulum tersebut berlaku bagi pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA.
  2. Kedua, pihak pemerintah berkewajiban menyiapkan dana dan tenaga pengajar Agama Islam pada setiap sekolah yang ada pelajar muslimnya.
  3. Ketiga, kaum muslimin diperbolehkan membangun tempat peribadatan berupa masjid, mushalla atau Islamic Centre. Jumlah masjid dan Islamic Centre yang bertebaran di aneka macam kota di Belgia sekitar 300 buah (di kota Broxelle saja terdapat 40 buah masjid, musolla dan Islamic Centre).
  4. Keempat, kaum muslimah diperbolehkan memakai foto berjilbab pada kartu tanda pendudu (ktp), passport dan surat surat resmi lainnya. 
  5. Kelima, kaum muslimin dibenarkan melakukan pemakaman mayat secara Islam. Namun, hingga kini belum disediakan tanah khusus buat pekuburan Islam. Aki

Sensus tahun 1989 menyebutkan, jumlah kaum Muslimin Belgia mencapai 234.815 jiwa. Pada tahun 1998, angkanya telah meningkat pesat hingga menjadi 350 ribu jiwa. Kemudian, seiring berjalannya waktu, kini muslim yang bermukim di Belgia diperkirakan mencapai 628.751 jiwa. Angka ini pun diyakini akan terus bertambah.

Ada sejumlah yayasan sosial dan forum keislaman atau oganisasi-organisasi pelajar dan mahasiswa yang populer di Belgia. Beberapa diantaraya menyerupai Persatuan Pelajar dan Pemuda Muslim Eropa, Persatuan Pelajar Muslim Eropa (Muslim Student Union), Jamaah Dakwah dan Tabligh, Haiatul Igostah Al-Islamiyah (Islamic Relief Organisation), Islamic Centre Brussel, Lembaga Para Imam Mesjid (Dibawah naungan Rabitah Alam Islamy), dan Persatuan Mesjid Belgia.

Saat ini Belgia mempunyai sekitar 300 masjid, mushala maupun pusat keislaman. Dalam hal ini pemerintah tidak menghalangi umat beragama, termasuk muslim, untuk membangun tempat beribadah atau sarana lainnya.

F. Austria
Sejarah Islam di Austria terbilang cukup panjang, semenjak tahun 1525 ketika sultan Ottoman mencoba menyerang kekaisaran Austria. Meskipun usaha ini gagal, Islam mempengaruhi budaya Austria secara signifikan, dan banyak orang Austria masuk Islam.

Dalam sejarah modern, imigrasi ke Austria, terutama dari Turki dan negara-negara Eropa Timur, meningkat sesudah konferensi Berlin 1878, yang mengasimilasi populasi Islam ke Kekaisaran Austria-Hungaria

Austria mempunyai populasi penduduk sekitar delapan juta orang. Dari total populasi itu, 4,22 persen diantaranya memeluk agama Islam. Kebanyakan Muslim tiba ke Austria sesudah tahun 1960 sebagai "pekerja tamu" dari Turki, Bosnia dan Herzegovina dan Serbia. Ada juga orang yang berasal dari keturunan Arab dan Pakistan.

Paling tidak terdapat 8-9 masjid menghiasi kota Wina. Salah satu masjid yang paling tersohor ialah Masjid Islamic Centre Wina, Austria. Masjid Islamic Center Wina dibangun selama kurun waktu tahun 1975 hingga 1979 dengan dana pemberian dari Raja Saudi Arabia waktu itu Faisal Bin Abdul Aziz. Di kota Wina juga terdapat Masjid As-Salam Wapena yang didirikan oleh muslim Indonesia di kota Wina.

Komunitas Islam resmi di Austria yaitu Islamische Glaubensgemeinschaft in Österreich (IGGIO) resmi didirikan. Organisasi ini mengelola relasi umat Muslim dengan negara termasuk pengajaran Islam dan juga tenaga pendidiknya.

Otoritas Agama Islam berdiri pada 1979 yang berfungsi sebagai perwakilan agama dan spiritual umat Islam. Selain tubuh keagamaan Islam resmi, di Austria juga muncul ormas yang didirikan perorangan, menyerupai yang didirikan mualaf Austria, Muhammad Abu Bakr Muller dengan nama Muslimische Jugend Österreich atau Perkumpulan Pemuda Muslim Austria yang didirikan final 1990.

G. Jerman
Islam masuk ke Jerman akhir adanya migrasi dari negara-negara Islam di Afrika Timur, Timur Tengah, Turki, dan Asia. Namun, kalau kita jauh menoleh ke belakang, gotong royong Islam sudah dikenal oleh bangsa Jerman semenjak zaman pendudukan kekhalifahan Islam di Spanyol.

Belakangan warga muslim dari Lebanon, Palestina, Afghanistan, Aljazair, Iran, Irak dan Bosnia banyak yang mengungsi ke Jerman sebab negara mereka dilanda perang. Jerman mulai memperbolehkan pelajaran agama Islam bagi para pelajar muslim di sekolah-sekolah umum. Pendidikan Islam juga mulai diperkenalkan pada tingkat akademik dengan membuka jurusan Teologi Islam di perguruan tinggi di Jerman

Jumlah muslim yang ada di Jerman dikala ini tercatat ada 4,4 hingga 4,7 juta jiwa atau setara dengan 5,4 hingga 5,7 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Jerman (2016). Jerman merupakan negara kedua sesudah Perancis dengan jumlah Muslim terbanyak di Benua Eropa.

Masjid Pusat Köln (Zentralmoschee Köln) yang berukuran 4.500 meter persegi yang bisa menampung 1200 jamaah. Inilah yang menciptakan Masjid Köln dianggap sebagai masjid terbesar di Jerman. Masjid yang dibangun oleh organisasi muslim Turki DiTiB ini dilengkapi perpustakaan, tempat kursus, ruang seminar, pusat olah raga, kantor serta pertokoan.

I. Perancis
Islam mulai masuk ke Prancis semenjak periode 8 M. Ketika itu, Islam masuk ke kota-kota selatan Prancis melalui Spanyol ke Tolouse, Narbonne, dan sekitarnya hingga Bourgogne di tengah-tengah Prancis. Namun, gres pada periode 12 hingga periode 15, orang-orang Islam mulai menempati kota-kota selatan Prancis yang terdapat di provinsi Roussillon, Languedoc, Provence, Pay Basque Prancis, termasuk Bearn.

Perkembangan Islam di Prancis mulai pertanda kemajuan yang berarti semenjak final periode ke-19. Bahkan pada tahun 1922, telah berdiri sebuah masjid yang sangat megah berjulukan Masjid Raya Yusuf di ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini tercatat lebih dari 1000 masjid berdiri di seantero Prancis.

Konon, masjid agung tersebut dibangun sesudah Perang Dunia I tahun 1926 sebagai penghargaan dari pemerintah Prancis, sebab sekitar 100 ribu muslim meninggal dalam perang melawan Jerman. Masjid ini diresmikan oleh presiden Prancis, Gaston Doumergue, pada tanggal 15 Juli 1926 dengan Ahmad al-Alawi, seorang Algeria yang ditunjuk sebagai Imam yang pertama.

Menurut survey yang dilakukan kelompok muslim di Prancis, hingga tahun 2003, jumlah masjid di seantero Prancis mencapai 1554 buah. Sampai kini, sedikitnya ada empat sekolah muslim swasta. Awalnya, sebuah sekolah didirikian di Vitrerie, pinggiran selatan Paris. Kemudian berdiri sekolah kedua, yaitu Education et Savior, yang dibuka di Paris setela sekolah Reussite di pinggiran Aubervilliers, utara Paris, dan yang keempat di Prancis. Dua sekolah swasta Islam lainnya ialah Ibn Rushd di kota Lille, utara Prancis dan Al Kindi di kota Lyon.

Menurut catatan yang dikeluarkan oleh Badan Statistik resmi di Prancis, dalam satu tahun, mereka mencatat 4000 warga Prancis yang beralih masuk Islam. Sejauh ini terdapat 70 ribu warga Prancis yang berpindah ke agama Islam. Hal ini menciptakan agama Islam menjadi pilihan pertama, pemikiran yang dijadikan sebagai pegangan hidup

J. Polandia
Islam pertama kali masuk ke Polandia dibawa oleh bangsa Tartar Muslim yang melarikan diri dari negara mereka akhir perang sipil. Awalnya, mereka bermigrasi ke Lithuania. Namun, kemudian Raja Polandia merekrut mereka menjadi prajurit tangguh.

Saat ini, jumlah Muslimin lebih dari 30 ribu jiwa dengan komposisi Tartar, sang Muslimin awal hanya 5.000 jiwa. Kemudian, Muslim imigran absurd sekitar 25 ribu serta Muslimin setempat atau para mualaf sekitar 500 hingga seribu orang.

Di kota-kota besar menyerupai Krakow, Wroclaw, dan Gdansk yang mempunyai masjid, tempat ibadah itu mempunyai multifungsi, sekaligus sebagai Pusat Kebudayaan dan Informasi Islam. Gdansk menjadi tempat yang khusus sebab mempunyai menara, meskipun azan tidak dikumandangkan.

Masjid Warsawa yang terletak di daerah pemukiman elit di bilangan Wilanow di Jalan Wiertnicza dan umat Islam bolehlah berbangga. Di Polandia tak simpel menemukan masjid. Lebih dari 95 persen rakyat Polandia beragama Katolik, sisanya Protestan, Ortodoks, Yahudi dan Muslim.

K. Macedonia
Era kekuasaan Turki memang menciptakan banyak bangsa Slav, yang merupakan masyarakat orisinil Macedonia, mengenal dan memeluk Islam ratusan tahun silam. Kedekatan geografis dengan negara Albania juga menciptakan banyak muslim dari Albania hijrah ke Macedonia.

Pada tahun 2016, Pew Research Center merilis data yang menyatakan bahwa jumlah jumlah Muslim di Makedonia dikala ini diperkirakan mencapai 808 ribu jiwa lebih atau sekira 39,3 persen dari total penduduk negeri itu. Artinya, Islam ialah agama terbesar kedua di Makedonia sesudah Kristen Ortodoks.

L. Portugal
Islam mulai masuk ke Portugal sekitar awal periode ke-8. Setelah panglima muslim Tariq bin Ziyad berhasil menaklukan semenanjung lberia dari bangsa Visigoth pada tahun 711 M, panglima Musa bin Nusair juga ikut membantu usaha Ziyad. Di bawah pimpinan Musa bin Nusair inilah wilayah itu Al-Garb al-Andalus (Andalusia Barat) atau Portugal berhasil ditaklukan.

Pada tahun 1968, berdiri sebuah forum Islam Portugal di Lisabon dengan nama al-Jama’ah al-Islamiyyah Lilisybunah. Lembaga ini menyewa sebuah apartemen sebagai sekretariat sekaligus tempat ibadah shalat. Pada tahun 1977, negara menghibahkan sebidang tanah untuk membangun masjid dan Islamic Center di Lisbon.

Saat ini, di Portugal telah berdiri dua masjid jami’ dan 17 mushala yang sebagian besar terletak di Lisbon dan empat mushala di kota Coimbra potongan tengah Portugal, Filado Kondah di utara, Evoradi di selatan, dan di Porto.

Ada banyak peninggalan Islam yang tak terlupakan dan masih bisa kita lihat hingga kini di Portugal. Beberapa nama kota di Portugal masih banyak yang berbau Islam, salah satunya ialah kota Fatima (diambil dari nama purti Rasulullah SAW). Selain kota Fatima, nuansa Islam bisa kita rasakan di kota Algarve. Nama Algarve berasal dari kata Arab yaitu al gharb yang berarti sang barat.

N. Yunani
Minimnya muslim di Yunani tak bisa lepas dari sejarah masa lalu. Dua negara ini (Turki dan Yunani) menandatangani perjanjian Treaty of Lausanne di tahun 1923 wacana pertukaran penduduk diantara kedua negara tersebut paska perang Balkan.

Merujuk kepada hasil sensus di tahun 1991, jumlah muslim di negara itu tercatat sejumlah 97,605 jiwa atau sekitar 0.91% saja dari keseluruhan penduduknya. Muslim Yunani terkonsentrasi di wilayah Western Thrace (Thrace potongan barat) yang berada di wilayah utara Yunani berbatasan pribadi dengan Turki, dan dulunya memang pernah menjadi potongan dari wilayah emperium Usmaniyah Turki.

Perkembangan Islam Di Australia

Australia yaitu sebuah benua yang berdiri diatas satu negara saja, artinya hanya ada satu negara saja yang menempati satu benua, tidak ibarat benua lainnya yaitu Asia, Eropa, Amerika maupun Afrika yang dihuni oleh banyak sekali bangsa dan negara.

Penduduknya terbagi dari banyak sekali etnis yaitu Aborigin sebagai penduduk kulit putih keturunan Eropa, pribumi, penduduk keturunan Asia baik dari Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara maupun dari Asia Barat.

Australia tidak mempunyai agama resmi di negaranya, artinya bahwa setiap masyarakat bebas untuk menganut setiap agama, kebudayaan dan kepercayaan yang mereka pilih bahkan penduduk Australia juga bebas untuk tidak mempunyai kepercayaan atau memeluk.

A. Perkembangan Islam Di Australia
Muslim di Australia mempunyai sejarah yang panjang dan bervariasi yang diperkirakan sudah hadir sebelum pemukiman Eropa. Beberapa pengunjung awal Australia yaitu muslim dari Indonesia Timur. Mereka membangun hubungan dengan daratan Australia semenjak masa ke 16 dan 17.

Nelayan dan pedagang dari Makassar Indonesia tiba di pinggiran utara Australia Barat, Australia Utara dan Queensland. Mereka melaksanakan perdagangan dengan penduduk orisinil setempat dan mencari teripang sebagai masakan yang akan di perdagangkan di pasar Cina untuk mendapat keuntungan. Bukti dari kunjungan awal ini sanggup terlihat dari beberapa kesamaan bahasa yang dimiliki oran Makassa dengan penduduk orisinil pinggitan di Australia.

Migran muslim dari pesisir Afrika dan wilayah pulau di bawah Kerajaan Inggris tiba ke Australia sebagai pelaut pada final dasawarsa 1700an. Populasi muslim semi permanen pertama dalam jumlah yang signifikan terbentuk dengan kedatangan penunggang unta (julukan untuk orang Arab yang menetap di pedalaman Australia) pada dasawarsa 1800-an.

Salah satu proyek besar yang melibatkan penunggang unta Afganistan yaitu pembangunan jaringan rel kereta api antara Port Augusta dan Alice Springs, yang kemudian dikenal sebagai Ghan. Jalur kereta api dilanjutkan sampai ke Darwin pada 2004. Mereka juga berperan penting dalam pembangunan jalur telegrafi darat antara Adelaide dan Darwin pada 1870-1872, yang alhasil menghubungkan Australia dengan London lewat India.

Melalui karya awal ini, sejumlah kota Ghan berdiri di sepanjang jalur kereta api. Banyak dari antara kota-kota ini yang mempunyai sedikitnya satu masjid, biasanya dibangun dari besi bergelombang dengan menara kecil.

Jumlah umat Islam Australia modern meningkat dengan cepat sehabis Perang Dunia Kedua. Pada 1947-1971, jumlah warga Muslim meningkat dari 2.704 menjadi 22.331. Hal ini terjadi terutama alasannya yaitu ledakan ekonomi pasca perang, yang membuka lapangan kerja baru.

Banyak muslim Eropa, terutama dari Turki, memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari kehidupan dan rumah gres di Australia. Pada Sensus 2006, tercatat 23.126 muslim kelahiran Turki di Australia. Perkembangan Islam di Australia sudah merambah ke kalangan masyarakat Aborigin, suku orisinil Benua Kanguru itu.
Australia yaitu sebuah benua yang berdiri diatas satu negara saja Perkembangan Islam di Australia
Dalam tiga dasawarsa terakhir, banyak muslim bermigrasi ke Australia melalui aktivitas pengungsi atau kemanusiaan, dari negara-negara Afrika ibarat Somalia dan Sudan. Muslim di Australia merupakan kelompok agama terbesar keempat, sehabis Kristen, Atheisme (Tanpa Agama), dan Buddhisme.

Jumlah penganut Islam meningkat pada kurun 26 tahun terakhir di Australia. Menurut hasil sensus 2016 yang dirilis pada selasa (27/6), dilansir dari news.com.au, jumlah masyarakat Australia yang mengidentifikasikan dirinya sebagai Muslim tumbuh 160 persen semenjak 1991. Jumlah penganut Islam mencapai 2,6% dari total populasi Australia, hal ini terjadi peningkatan dibandingkan pada tahun 2001 dengan presentase hanya 2,2% (Puspita, Sensus: Penganut Islam di Australia Naik 160 Persen, 2017).

B. Pendidikan Muslim di Australia
Pada dasarnya pemerintah federal Australia tidak campur tangan eksklusif dengan tujuan pendidikan kecuali hanya melalui tujuan umum yang dinyatakan dalam undang-undang. Tetapi pemerintah federal menyediakan hampir seluruh dana pendidikan, dan menunjukkan instruksi pendidikan.

Kebijakan di Bidang Pendidikan Agama Sekolah-sekolah Islam di Australia sudah mulai didirikan semenjak tahun 1970-an oleh orang-orang muslim. Seperti : “Queensland Islamic Society” dan “Goulbourn College of Advanced Education.

Sekolah “Quesland Islamic Society” didirikan di Brisbone, tujuan dari sekolah ini yaitu untuk mengajak dan menyadarkan belum dewasa Muslim untuk mendirikan shalat dan meningkatkaan hubungan silaturami. Pelajarnya berasan dari India, Indonesia, Afrika, Turki, Pakistan, Lebanon, dan penduduk orisinil Australia sendiri. Kemudian “Goulbourn Collage of Advanced Education” didirikan di Goulbourn yaitu sebuah pendidikan guru yang telah melahirkan sarjana muda.

C. Masjid Di Australia
Masjid pertama di Australia didirikan di Marree di sebelah utara Australia Selatan pada 1861. Masjid besar pertama dibangun di Adelaide pada 1890, dan satu lagi didirikan di Broken Hill (New South Wales) pada 1891.
Australia yaitu sebuah benua yang berdiri diatas satu negara saja Perkembangan Islam di Australia

Masjid tertua yang masih ada di Australia, pernah digambarkan sebagai "Kapel Afghanistan", dibangun di Adelaide tahun 1888-1889. Ini merupakan bantuan penting bagi sejarah Adelaide, yang terdiri dari struktur gres bluestone yang pertnah dilengkapi taman bunga dan pondok penjaga.

D. Organisasi Muslim di Australia
Ada beberapa organisasi Islam yang cukup populer dikalangan warga Australia diantaranya:
  1. AFIC (Australian Federation of Islamic Council) Australian Federation of Islamic Council (AFIC) dibuat pada tahun 1976. AFIC merupakan bentuk organisasi Islam yang bertaraf nasional. Tugas AFIC sebagai organisasi Islam yaitu melaksanakan koordinasi, khususnya dalam memberikan dakwah Islam diseluruh wilayah Benua Australia.
  2. Federation of Islamic Societies Federation of Islamic Societies yaitu himpunan masyarakat muslim, terdiri atas 35 organisas masyarakat Muslim lokal dan 9 dewan Islam negara-negara bagian. 
  3. Moslem Student Association Moslem Student Association (Himpunan Mahasiswa Muslim). Organisasi-organisasi ini mengeluarkan majalah Al-Manar (majalah berbahasa arab) dan Australia Mimaret (berbahasa Inggris).
  4. Moslem Women’s Center Moslem Women’s Center (pusat Wanita Islam) mempunyai tujuan yaitu pelajaran bahasa Inggris bagi kaum Muslimin yang gres tiba ke Australia dan mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang kurang