Showing posts sorted by date for query musim-hujan. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query musim-hujan. Sort by relevance Show all posts

Friday, July 31, 2020

Membandingkan Teks “Siklus Hidrologi” Dengan Teks “Banjir”

Membandingkan teks sanggup diartikan sebagai acara yang dilakukan untuk menemukan perbedaan dan persamaan diantara dua buah teks. Kegiatan membandingkan teks sanggup dilakukan dengan cara membandingkan dari segi struktur teks maupun bahasa yang dipakai dalam teks tersebut. Untuk sanggup membandingkan dua buah teks diperlukan pengetahuan perihal struktur dan unsur kebahasaan teks tersebut. Pada goresan pena ini teks yang dibandingkan berbentuk teks eksplanasi. Teks eksplanasi berisi klarifikasi perihal keadaan sesuatu sebagai akhir dari sesuatu yang lain yang telah terjadi sebelumnya dan mengakibatkan sesuatu yang lain lagi akan terjadi kemudian.

Struktur teks eksplanasi terdiri dari pernyataan umum^urutan lantaran akibat^penutup. Pernyataan umum yaitu citra awal perihal apa yang disampaikan dengan pernyataan yang bersifat umum atau tahap pembuka perihal hal yang akan dijelaskan. Biasanya terdapat pada pecahan awal teks atau paragraf pertama. Urutan lantaran akhir yaitu inti klarifikasi apa yang disampaikan, berisi urutan lantaran akhir dari fenomena yang dibahas. Dalam pecahan ini terdapat aneka macam konjungsi yang digunakan. Biasanya urutan sebab-akibat terdapat beberapa bagian. sedangkan epilog berisi pandangan atau simpulan penulis, bersifat opsional sehingga bisa ada maupun tidak ada dalam suatu teks eksplanasi. Beriikut ini tumpuan teks berjudul banjir.

No.Struktur TeksPeristiwa
1.Pernyataan UmumBanjir yaitu fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi usang pada daerah ajaran sungai (DAS). Banjir terjadi lantaran karena alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir yaitu abrasi dan sedimentasi, curah hujan, efek fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan efek air pasang. Penyebab banjir lantaran tindakan insan yaitu perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, tempat padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.
2.Penyebab Alami BanjirSebagai akhir perubahan tata guna lahan, terjadi abrasi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi ajaran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu tempat hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan ajaran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi ajaran permukaan kecil. Akibatnya ada ajaran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit ajaran sungai yang besar. Apabila kondisi tanahnya relatif tetap, air yang meresap ke dalam tanah akan relatif tetap. Faktor epilog lahan vegetasi cukup signifikan dalam pengurangan atau peningkatan ajaran permukaan. Hutan yang lebat mempunyai tingkat epilog lahan yang tinggi sehingga apabila hujan turun ke wilayah hutan tersebut, faktor epilog lahan ini akan memperlambat kecepatan ajaran permukaan.

Curah hujan yang sangat lebat mempunyai tetes hujan besar. Karena tetes hujan berukuran besar, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air hujan sangat kecil. Sebaliknya, limpasan air hujan menjadi sangat besar.

Fisiografi atau geografi fisik sungai menyerupai bentuk, fungsi, dan kemiringan daerah ajaran sungai (DAS), kemiringan sungai, geometrik hidrolik (bentuk penampang), dan lokasi sungai merupakan penyebab banjir dari segi fisiografi.

Pengurangan kapasitas ajaran banjir pada sungai disebabkan oleh pengendapan yang berasal dari abrasi DAS dan abrasi tanggul sungai yang berlebihan dan sedimentasi di sungai itu lantaran tidak adanya vegetasi epilog dan adanya penggunaan lahan yang tidak tepat.

Akibat adanya peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan infrastruktur, terutama permukiman akan meningkat, sehingga mengubah sifat dan karakteristik tata guna lahan. Kecenderungan kapasitas kanal drainase menurun sehingga mengakibatkan ajaran permukaan meningkat. Drainase perkotaan dan pengembangan pertanian pada daerah banjir akan mengurangi kemampuan bantaran dalam menampung debit air yang tinggi.

Air pasang memperlambat ajaran sungai ke laut. Pada waktu terjadi banjir bersamaan dengan air pasang tinggi, tinggi genangan air atau banjir menjadi besar lantaran terjadi ajaran balik.
3.Penyebab Banjir lantaran Faktor SosialPerubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu ajaran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 hingga 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan sanggup mengakibatkan musibah banjir.

Pembuangan sampah di DAS menciptakan sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai lantaran daya tampung kanal berkurang.

Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase sanggup menjadi penghambat ajaran dan daya tampung sungai. Masalah tempat kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap problem banjir daerah perkotaan.

Pemeliharaan kurang memadai pada bangunan pengendali banjir sanggup menimbulkan kerusakan dan kesudahannya tidak berfungsi sanggup meningkatkan kuantitas banjir.
(Diolah dari Kodoatie, R.J. & Sjarief, R. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu)

Banjir yaitu fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi usang pada daerah ajaran sungai. Alam dan insan mempunyai andil penyebab terjadinya banjir. Sebutkan apa saja penyebab banjir yang diakibatkan oleh alam dan manusia. Dengan sumbangan diagram, buatlah pembagian terstruktur mengenai penyebab terjadinya banjir.
 Membandingkan teks sanggup diartikan sebagai acara yang dilakukan untuk menemukan perbed Membandingkan Teks “Siklus Hidrologi” dengan Teks “Banjir”

Klausa Kompleks dan Kalusa Simpleks
Teks eksplanasi memakai konjungsi eksternal, yakni konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa, deskripsi benda, atau kualitas di dalam klausa kompleks atau antara dua klausa simpleks. Klausa kompleks yaitu klausa yang terdiri atas lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur. Struktur yang satu dan struktur yang lain dihubungkan oleh konjungsi. Namun, sering hubungan itu hanya ditunjukkan oleh tanda koma atau titik koma, bahkan tidak ditunjukkan oleh tanda baca apa pun. Klausa simpleks yaitu klausa yang terdiri atas satu verba utama yang menggambarkan aksi, peristiwa, atau keadaan. Klausa simpleks hanya mengandung satu struktur: subjek^predikator^(pelengkap)^(keterangan). Unsur yang diletakkan di dalam kurung belum tentu ada dalam klausa.baca

Contoh Klausa Simpleks dan Klausa Kompleks
Contoh Klausa Simpleks
Tanamanmenyerapairmelalui akar.
SubjekPredikatorObjekKeterangan cara
Banjiradalahfenomena alamyang sumbernya dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi usang pada daerah ajaran sungai (DAS).
SubjekPredikatorObjekKeterangan
Contoh Klausa Kompleks
Struktur 1
Akibatperubahan tata guna lahan,terjadierosi
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibatSubjekPredikatorObjek
Struktur 2
yang berakibatsedimentasimasukke sungai.
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibatSubjekPredikatorObjek
Struktur 3
sehinggadaya tampung sungaiberkurang.
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibatSubjekPredikator

Tugas mengurai kalimat berikut menyerupai contoh:
Temperatur yang berada di bawah titik beku menjadikan kristal es terbentuk.
Temperatur yang berada di bawah titik bekumengakibatkankristal es terbentuk.
Butir-butir air terjadi lantaran tetesan air kecil yang timbul akhir kondensasi berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terbawa oleh gerakan udara.
Struktur 1
Butir-butir airterjadikarena
SubjekPredikatorKata perangkai: konjungsi sebab-akibat
Struktur 2
tetesan air kecil (tiny droplet)yang timbulakibatkondensasi.
PredikatorObjekKata perangkai: konjungsi sebab-akibatObjek
Struktur 3
berbenturan dengantetesan air lainnya
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibatObjek
Struktur 4
danterbawa olehgerakan udara.
kata perangkai : konjungsiPredikatorObjek

Bila temperatur udara turun hingga di bawah 0° Celcius, butiran air akan berkembang menjadi salju.
Bila temperatur udara turun hingga di bawah 0° Celcius, butiran air akan berkembang menjadi salju.
Struktur 1
Bilatemperatur udaraturunsampai di bawah 0° Celcius,
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibatSubjekPredikatorKeterangan
Struktur 2
butiran airakan berubah menjadisalju.
SubjekPredikatorObjek

Curah hujan yang sangat lebat mempunyai tetes hujan besar.
Curah hujan yang sangat lebat mempunyai tetes hujan besar.
Curah hujan yang sangat lebatmempunyaitetes hujan besar.
SubjekPredikatorObjek

Karena tetes hujan berukuran besar, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air hujan sangat kecil, sebaliknya limpasan air hujan menjadi sangat besar.
Karena tetes hujan berukuran besar, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air hujan sangat kecil, sebaliknya limpasan air hujan menjadi sangat besar.
Struktur 1
Karenatetes hujanberukuranbesar
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibatSubjekPredikatorObjek
Struktur 2
pori-pori permukaan tanahakan tertutup
SubjekPredikator
Struktur 3
sehinggainfiltrasi air hujansangat kecil,
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibatSubjekKeterangan
Struktur 4
sebaliknyalimpasan air hujanmenjadisangat besar.
Kata perangkai: konjungsi sebab-akibatSubjekPredikatorKeterangan

Pada tahap awal eksplanasi ditandai oleh pernyataan umum dan diakhiri oleh urutan sebab-akibat. Apa yang kalian temukan dari struktur teks “Banjir”? Apakah kalian menemukan perbedaan antara struktur teks “Siklus Hidrologi” dengan struktur teks “Banjir”? Di mana letak perbedaannya?
Teks “Banjir” ternyata tidak mempunyai kesimpulan. Teks ini dibagi menjadi 3 bagian: pernyataan umum, penyebab alam, dan penyebab sosial. Perbedaan diantara kedua teks yaitu Teks “Siklus Hidrologi” mempunyai urutan sebab-akibat yang secara umum menjelaskan proses terjadinya siklus hidrologi. Sedangkan teks “Banjir” mempunyai urutan sebab-akibat yang menjelaskan penyebab banjir, secara khusus lantaran alam maupun sosial.

Istilah
Istilah yaitu kata atau campuran kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Istilah yang dipakai untuk bidang tertentu dan pemakaiannya hanya sanggup dipahami oleh orang yang berkecimpung dalam bidang tersebut dinamai istilah khusus. Beberapa istilah dalam teks bajir yaitu sebagai berikut.
  1. Fisiografi yaitu salah satu cabang ilmu geografi yang mempelajari suatu wilayah daerah atau negara menurut segi fisiknya, menyerupai dari segi garis lintang dan garis bujur, posisi dengan daerah lain, batuan yang ada dalam bumi, relief permukaan bumi, serta kaitannya dengan laut.
  2. Geofisik (geofisika) yaitu ilmu perihal sifat-sifat alami bumi (panas, magnetisme, dsb) dan gejala-gejalanya (mencakupi bidang-bidang meteorologi, oseanografi, seismologi, vulkanologi, magnetisme, dan geodesi).
  3. Sedimentasi yaitu suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan.
  4. Erosi yaitu kejadian pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akhir transportasi angin, air, atau es.
  5. Drainase yaitu lengkungan atau kanal air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara alami maupun dibentuk oleh manusia.
  6. Resistensi artinya ketahanan
  7. Vegetasi yaitu kehidupan (dunia) tumbuh-tumbuhan atau (dunia) tanam-tanaman.
  8. Infiltrasi yaitu ajaran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah, perembesan.
  9. Deforestasi yaitu acara penebangan hutan atau tegakan pohon sehingga lahannya sanggup dialihgunakan untuk penggunaan nir-hutan, yakni pertanian, peternakan, atau tempat perkotaan.
  10. Degradasi yaitu penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh acara pembangunan yang dicirikan oleh tidak berfungsinya secara baik komponen-komponen lingkungan sebagaimana mestinya.

Membandingkan struktur teks “Banjir” dengan struktur teks “Kekeringan”.
Kekeringan
Kekeringan merupakan fenomena hidrologi yang paling kompleks, perwujudan dan penambahan isu-isu berkaitan dengan iklim, tata guna lahan, dan norma pemakaian air. Kompleksitas bertambah lantaran diketahui kekeringan merupakan tragedi dengan prosesnya berjalan lambat sehingga dikatakan sebagai tragedi merangkak. Kekeringan tiba tidak tiba-tiba menyerupai banjir atau gempa bumi, tetapi timbul perlahan-lahan sehingga sangat gampang diabaikan. Tidak bisa diketahui secara niscaya awal dan kapan tragedi ini berakhir, tetapi semua gres sadar sehabis berada di periode tengahnya.

Definisi Kekeringan
Kekeringan diklasifikasikan menjadi dua: kekeringan alamiah dan kekeringan antropogenik. Kekeringan alamiah terjadi akhir tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah, kekurangan kandungan air di dalam tanah sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan tumbuhan tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas, pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal. Kekeringan antropogenik yaitu kekeringan yang disebabkan oleh ketidakpatuhan pada aturan. Kekeringan antropogenik terjadi lantaran kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akhir ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air dan kerusakan tempat tangkapan air, sumber air akhir perbuatan manusia.

Iklim
Kekeringan di Indonesia sangat berkaitan dengan fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscilation). El-Nino yaitu kondisi aneh iklim yang menjadikan kemarau panjang. Pengaruh El-Nino lebih kuat pada ekspresi dominan kemarau dibandingkan pada ekspresi dominan hujan. Pengaruh El-Nino pada keragaman hujan mempunyai beberapa pola, yakni selesai ekspresi dominan kemarau mundur dari normal; awal masuk ekspresi dominan hujan mundur dari normal; curah hujan ekspresi dominan kemarau turun tajam kalau dibandingkan dengan normal; deret hari kering makin panjang, khususnya di daerah Indonesia pecahan timur.

Tata Guna Lahan
Semakin meningkatnya jumlah luas lahan pertanian yang diubah menjadi permukiman sanggup menjadikan semakin menurunnya jumlah air resapan. Hal ini menjadikan ajaran permukaan meningkat. Peningkatan ini mengakibatkan air yang seharusnya tertampung di dalam tanah menjadi terbawa ajaran permukaan sehingga terjadi kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah.

Norma Pemakaian Air
Penggunaan air yang berlebihan pada waktu ekspresi dominan tanam di lahan pertanian pada industri dan pada rumah tangga mengakibatkan menurunnya jumlah air pada waktu ekspresi dominan kemarau.

Penyebab tragedi kekeringan yaitu :
  1. Akibat tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah, dan kekurangan kandungan air di dalam tanah 
  2. Kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akhir ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air dan kerusakan tempat tangkapan air, sumber air akhir perbuatan manusia.
  3. El-Nino yang menjadikan kemarau panjang. El-Nino menjadikan kemarau dan ekspresi dominan hujan mundur dari normal sehingga  deret hari kering makin panjang.
  4. Tata guna lahan, banyaknya lahan pertanian menjadi perumahan menjadikan berkurangnya jumlah air resapan dan memperbanyak air permukaan. Air yang seharusnya tertampung di dalam tanah terbawa ajaran permukaan sehingga mengurangi pasokan air tanah.
  5. Penggunaan air berlebihan pada ekspresi dominan tanam mengakibatkan menurunya jumlah air pada ekspresi dominan kemarau.

Masyarakat yang mengandalkan mata pencaharian dari bidang pertanian akan sangat terpengaruh oleh adanya tragedi kekeringan. Hal ini disebabkan karena  tanaman membutuhkan air untuk tumbuh sedangkan pada waktu terjadi kekeringan, jumlah air sedikit atau hampir tidak ada. Selain itu, suhu udara juga menjadi panas. Suhu udara yang panas dan jumlah air yang sedikit mengakibatkan tumbuhan mengering. Akibatnya, masyarakat petani akan terpengaruh, lantaran pertanian membutuhkan air dalam jumlah yang besar.

No.Penyebab Terjadinya
BanjirKekeringan
1.Curah hujan dengan intensitas tinggi Curah hujan di bawah normal
2.Pengurangan kapasitas ajaran airKebutuhan air lebih besar dari pasokan
3.Membuang sampah di DASDeret hari kering makin panjang akhir El-Nino
4.Kawasan padat penduduk sepanjang aliran
sungai
Banyaknya lahan resapan air yang beralih fungsi
5.Pemeliharaan bangunan pengendali banjir
yang kurang memadai
Penggunaan air berlebihan waktu ekspresi dominan hujan
No.Akibat yang ditimbulkan oleh
BanjirKekeringan
1.Menurunya kesehatan akhir timbulnya
aneka macam penyakit
Kekurangan pasokan air
2.Munculnya aneka macam kerawanan sosialTanaman pertanian mati
3.Menurunya tingkat kesejahteraan masyarakatKesehatan masyarakat menurun
4.Rusaknya lahan pertanianKekurangan air bersih
5.Rusaknya sarana dan prasarana umumKekurangan materi pangan

Teks Ekspalanasi Banjir dan Kekeringan
No.Struktur TeksPeristiwa
1.Pernyataan
Umum
Beberapa musibah yang sering melanda Indonesia yaitu banjir dan kekeringan. Banjir yaitu kejadian yang terjadi dikala ajaran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir biasanya terjadi pada ekspresi dominan hujan. Kekeringan yaitu keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahun-tahun). Banjir dan kekeringan sama-sama mempunyai dampak bagi kehidupan insan di sekitarnya.
2.Penyebab banjir dan kekeringanBencana banjir disebabkan oleh faktor insan dan faktor alam. Beberapa faktor penyebab banjir antara lain yaitu sebagai berikut.
  1. Banjir disebabkan akhir curah hujan yang tinggi pada ekspresi dominan hujan Curah hujan yang sangat lebat mempunyai tetes hujan besar. Karena tetes hujan berukuran besar, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air hujan sangat kecil. Sebaliknya, limpasan air hujan menjadi sangat besar.
  2. Pengurangan kapasitas ajaran banjir pada sungai disebabkan oleh pengendapan yang berasal dari abrasi DAS dan abrasi tanggul sungai yang berlebihan dan sedimentasi di sungai itu lantaran tidak adanya vegetasi epilog dan adanya penggunaan lahan yang tidak tepat.
  3. Pembuangan sampah di DAS menciptakan sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai lantaran daya tampung kanal berkurang.
  4. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase sanggup menjadi penghambat ajaran dan daya tampung sungai. Masalah tempat kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap problem banjir daerah perkotaan.
  5. Pemeliharaan kurang memadai pada bangunan pengendali banjir sanggup menimbulkan kerusakan dan kesudahannya tidak berfungsi sanggup meningkatkan kuantitas banjir.
Kekeringan yang sering melanda Indonesia disebabkan oleh beberapa sebab, antara lain sebagai berikut.
  1. Akibat tingkat curah hujan di bawah normal dalam satu musim, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah, dan kekurangan kandungan air di dalam tanah 
  2. Kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan akhir ketidak-patuhan pengguna terhadap pola tanam/pola penggunaan air dan kerusakan tempat tangkapan air, sumber air akhir perbuatan manusia.
  3. El-Nino yang menjadikan kemarau panjang. El-Nino menjadikan kemarau dan ekspresi dominan hujan mundur dari normal sehingga  deret hari kering makin panjang.
  4. Tata guna lahan, banyaknya lahan pertanian menjadi perumahan menjadikan berkurangnya jumlah air resapan dan memperbanyak air permukaan. Air yang seharusnya tertampung di dalam tanah terbawa ajaran permukaan sehingga mengurangi pasokan air tanah.
  5. Penggunaan air berlebihan pada ekspresi dominan tanam mengakibatkan menurunya jumlah air pada ekspresi dominan kemarau.
3.Akibat banjir dan kekeringanBencana alam banjir menjadikan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat. Banjir yang menggenangi wilayah pemukiman tentu mencemari lingkungan shingga menimbulkan aneka macam macam penyakit. Banjir juga sanggup menjadikan kerawanan sosial menyerupai kelaparan dan tindak kejahatan. Banjir menjadikan menurunya kesejahteraan masyarakat lantaran selama terjadinya banjir masyarakat tidak sanggup melaksanakan aktifitas ekonomi. Banjir juga mengakibatkan lahan pertanian. Banyak lahan pertanian yang tergenang air sehingga menjadikan tumbuhan menjadi membusuk dan gagal panen. Banjir juga merusak kemudahan umum. Jalur transportasi juga terputus akhir banjir menggenangi jalan-jalan sehingga kendaraan tidak bisa lewat.

Bencana alam kekeringan menjadikan kerugian yang cukup banyak bagi masyarakat. Kekeringan yang terjadi sanggup menjadikan pasokan air berkurang, kekurangan pasokan air menjadikan acara pertanian terganggu. Banyak sawah yang mengalami gagal panen akhir kekeringan. Karena suhu yang tinggi dan kekurangan air, tanaman-tanaman menjadi kering layu sedangkan hewan-hewan mati kehausan. Kekeringan sangat kuat terhadap beberapa sektor ekonomi. Akibat kekeringan, tanaman-tanaman pertanian menjadi layu dan mati sehingga petani merugi. Selain itu, kekeringan juga menjadikan menurunya derajat kesehatan masyarakat. Akibat kekeringan banyak penyakit timbul lantaran kurangnya air higienis yang dipakai untuk keperluan sehari-hari. Kekeringan yang panjang menjadikan sedikitnya persediaan air besih sehingga masyarakat terpaksa memakai air kotor untuk acara rumah tangga. Kekeringan menjadikan berkurangnya produksi materi pangan. Kegagalan panen menjadikan masyarakat terancam ancaman kelaparan.

Menganalisis Isi Teks Eksplanasi

Menganalisis yakni aktivitas mengkaji sebuah teks guna meneliti struktur dan bahasa teks tersebut secara mendalam. Menganalisis teks eksplanasi berarti menguraikan, membedakan, memilah isi pokok teks eksplanasi dengan memperhatikan struktur dan bahasa yang digunakan. Pada goresan pena ini teks yang dipakai yakni teks eksplanasi ihwal tanah longsor. Pada ketika demam isu hujan sering diiringi dengan insiden alam menyerupai tanah longsor. Tanah longsor terjadi disebabkan oleh alam atau tindakan manusia. Secara umum insiden longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong yakni faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu yakni faktor yang menimbulkan bergeraknya material tersebut.

Langkah-langkah menganalisis teks eksplanasi antara lain dilakukan dengan cara membaca teks secara mendetail sebuah teks eksplanasi yang akan dianalisis. Untuk memahami struktur dari teks eksplanasi sanggup dilihat dari struktur teks tersebut yaitu pernyataan umum^urutan lantaran akibat. Bagian pernyataan umum biasanya terdapat pada paragraph pertama. Pernyataan umum berisikan satu statemen ihwal suatu topik, yang akan dijelaskan. Bersifat ringkas, menarik, terperinci dan bisa meningkatkan minat pembaca untuk membaca detailnya. Menentukan urutan lantaran akhir yang biasanya terdapat pada paragraph kedua dan seterusnya. Urutan lantaran akhir ini biasanya berisikan penjelasn tetang topik yang dibahas. Dengan mengetahui struktur dan unsur kebahasaan teks eksplanasi dibutuhkan sanggup menganalisis isi teks eksplanasi tersebut dengan baik.

Teks yang berjudul “Penyebab Tanah Longsor” berisi klarifikasi ihwal proses terjadinya tanah longsor. Bacalah teks tersebut sekali lagi dan temukan penyebab terjadinya tanah longsor, kemudian isilah diagram berikut ini.
 Menganalisis yakni aktivitas mengkaji sebuah teks guna meneliti struktur dan bahasa teks  Menganalisis Isi Teks Eksplanasi

Verba Material dan Relasional
Teks eksplanasi lebih banyak memakai kata kerja material dan relasional. Kata kerja material dipakai untuk mengatakan perbuatan fisik atau peristiwa. Kata kerja relasional dipakai untuk mengatakan korelasi sebab-akibat. Setelah membaca dan mencermati penggalan yang dicetak tebal dan digarisbawahi. Baca, cermati, dan beri tanda (cetak tebal untuk kata kerja material dan beri garis bawah untuk kata kerja relasional) pada kalimat berikut.
  1. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/ punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal, berpotensi mengakibatkan tanah longsor pada demam isu hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi.
  2. Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan.
  3. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah, sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng, air, beban, serta berat jenis tanah/batuan.
  4. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar.
  5. Lereng yang terjal terbentuk lantaran pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.
  6. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah lantaran menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.
  7. Pada lahan persawahan akar tanamannya kurang berpengaruh untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga gampang terjadi longsor.
  8. Akibat susutnya muka air yang cepat di danau, gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 gampang terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.

Teks eksplanasi yang berjudul “Penyebab Tanah Longsor” sanggup disajikan secara ringkas. Caranya, kalian hanya menulis ulang kalimat-kalimat inti dari setiap tahap pada struktur teks itu. Pertama, kalian mengemukakan pernyataan umum ihwal tanah longsor. Kedua, sebutkan penyebab terjadinya tanah longsor. Sebagai latihan, lengkapilah kerangka ini.

Jenis tanah pelapukan yang sering dijumpai di Indonesia yakni hasil letusan gunung berapi. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/ punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal, berpotensi menjadikan tanah longsor pada demam isu hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi. 

Tanah longsor terjadi lantaran hujan, lereng terjal, tanah yang kurang padat/tebal, batuan yang kurang kuat, jenis tata lahan, getaran, susut muka danau/ bendungan, adanya beban tambahan, pengkisan/erosi, adanya material timbunan pada tebing, bekas longsoran lama, adanya bidang diskontinuitas, penggundulan hutan, dan kawasan pembuangan sampah.

Musim kering yang panjang akan menimbulkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar, kemudian muncullah pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan dan rekahan tanah di permukaan. Hujan lebat pada awal demam isu sanggup menimbulkan longsor. Melalui tanah yang merekah itulah air akan masuk dan terakumulasi di penggalan dasar lereng sehingga menimbulkan gerakan lateral. 

Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk lantaran  pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.

Tanah lempung atau tanah liat mempunyai potensi untuk terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah lantaran menjadi lembek kalau terkena air dan pecah kalau udara terlalu panas.

Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen akan gampang menjadi tanah kalau mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat pada lereng yang terjal.  

Pada lahan persawahan akar tanamannya kurang berpengaruh untuk mengikat butir tanah dan menciptakan tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga gampang terjadi longsor.

Untuk kawasan perladangan penyebabnya yakni lantaran  akar pohon tidak sanggup menembus bidang longsoran yang dalam dan pada umumnya terjadi di kawasan longsoran lama.

Getaran gempa bumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran kemudian lintas menjadikan tanah, tubuh jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak

Akibat susutnya muka air yang cepat di danau gaya penahan lereng menjadi hilang.

Adanya beban perhiasan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada kawasan lembah. Akibatnya sering terjadi penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke lembah.

Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu, akhir penggundulan hutan  (di sekitar tikungan sungai), tebing akan menjadi terjal.

Tanah timbunan pada lembah yang dipakai untuk menyebarkan dan memperluas lahan permukiman belum terpadatkan tepat menyerupai tanah orisinil yang berada di bawahnya, sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah.

Longsoran usang umumnya terjadi selama dan sesudah terjadi.

Bidang tidak sinambung merupakan bidang lemah dan sanggup berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor.

Tanah longsor umumnya banyak terjadi di kawasan yang relatif gundul lantaran pengikatan air tanah sangat kurang.

Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak sanggup menjadikan tanah longsor, apalagi ditambah dengan guyuran hujan.

Ternyata dalam menciptakan ringkasan dan isi ringkasan harus sama dengan isi teks yang diringkas. Kalian juga sanggup memanfaatkan struktur teks itu sebagai panduan. Bandingkan hasil ringkasan kalian dengan yang telah dibentuk oleh teman-teman kalian, apakah isinya sama antara ringkasan dan teks eksplanasi berjudul “Penyebab Tanah Longsor”. Jika belum sama, perbaiki lagi ringkasan hingga berhasi

Bacalah teks berjudul “Erosi” ini dengan cermat. Analisislah struktur teks tersebut, benarkah struktur teks berjudul “Erosi” ini sesuai dengan struktur teks eksplanasi yang terdiri atas pernyataan umum^urutan sebab-akibat? Jika benar, tulislah penggalan mana yang merupakan pernyataan umum dan penggalan mana saja yang merupakan urutan sebab-akibat. Paragraf 1: pernyataan umum, paragraph 2-4: urutan sebab-akibat menyerupai di bawah ini.
No.Struktur TeksPeristiwa
1.Pernyataan
Umum
Erosi yakni suatu proses atau insiden hilangnya lapisan permukaan tanah atas, baik disebabkan oleh pergerakan air maupun angin. Erosi merupakan tiga proses yang berurutan, yaitu pelepasan partikel tunggal dari massa tanah, pengangkutan oleh media yang erosif menyerupai ajaran air dan angin, dan pengendapan bahan-bahan tanah oleh penyebab erosi, pada kondisi ketika energi yang tersedia tidak cukup lagi untuk mengangkut partikel. Di daerah-daerah tropis yang lembab menyerupai di Indonesia, air merupakan penyebab utama terjadinya erosi, sedangkan untuk daerah-daerah panas yang kering, angin merupakan faktor penyebab utamanya.
2.Urutan Sebab-AkibatPercikan air hujan merupakan media utama pelepasan partikel tanah pada pengikisan yang disebabkan oleh air. Pada ketika butiran air hujan mengenai permukaan tanah yang gundul, partikel tanah terlepas dan terlempar ke udara. Karena gravitasi bumi, partikel tersebut jatuh kembali ke bumi. Pada lahan miring partikel tanah tersebar ke arah bawah searah lereng. Partikel tanah yang terlepas akan menyumbat pori-pori tanah. Percikan air hujan juga menimbulkan pembentukan lapisan tanah keras pada lapisan permukaan. Hal ini menjadikan menurunnya kapasitas dan laju infiltrasi tanah. Pada kondisi ketika intensitas hujan melebihi laju infiltrasi, akan terjadi genangan air di permukaan tanah, yang kemudian akan menjadi ajaran permukaan. Aliran permukaan ini menyediakan energi untuk mengangkut partikel yang terlepas, baik oleh percikan air hujan maupun oleh adanya ajaran permukaan itu sendiri. Pada ketika energi ajaran permukaan menurun dan tidak bisa lagi mengangkut partikel tanah yang terlepas, partikel tanah tersebut akan mengendap baik untuk sementara maupun tetap.
3.Urutan Sebab-AkibatProses pengendapan sementara terjadi pada lereng yang bergelombang, yaitu penggalan lereng yang cekung akan menampung endapan partikel yang hanyut untuk sementara dan pada hujan berikutnya endapan ini akan terangkut kembali menuju dataran rendah atau sungai. Pengendapan selesai terjadi pada kaki bukit yang relatif datar, sungai, dan waduk. Pada kawasan ajaran sungai, partikel dan unsur hara yang larut dalam ajaran permukaan akan mengalir dan mengendap ke sungai dan waduk sehingga menimbulkan pendangkalan.
4.Urutan Sebab-AkibatBesarnya pengikisan bergantung pada kuantitas suplai material yang terlepas dan kapasitas media pengangkut. Jika media pengangkut mempunyai kapasitas lebih besar daripada suplai material yang terlepas, proses pengikisan dibatasi oleh pelepasan. Sebaliknya, kalau kuantitas suplai materi melebihi kapasitas, proses pengikisan dibatasi oleh kapasitas (Suripin, 2004).

Bacalah kembali teks “Erosi” di atas. Temukan kata kerja material dan kata kerja relasional yang ada dalam teks tersebut. Isikan ke kolom berikut ini.
ParagrafKata kerja materialKata kerja relasional
1MengangkutDisebabkan
-Tersedia
2MengenaiDisebabkan
JatuhMenimbulkan
TerlepasMengakibatkan
TerlemparMelebihi
TersebarMenyediakan
Menurun-
Terjadi-
Menjadi-
Mengangkut-
Mengendap-
3TerjadiMenyebabkan
Menampung-
Terangkut-
Mengalir-
Mengendap-
4TerlepasMempunyai
DibatasiMelebihi

Mengevaluasi Teks Eksplanasi

Bencana kekeringan terjadi hampir setiap tahun di Indonesia. Hal ini disebabkan lantaran ekspresi dominan yang ada di Indonesia ada dua yaitu ekspresi dominan hujan dan ekspresi dominan kemarau. Kekeringan biasanya terjadi pada ketika sedang berlangsung ekspresi dominan kemarau. Kekeringan yaitu keadaan kekurangan pasokan air pada suatu kawasan dalam masa yang berkepanjangan . Biasanya peristiwa ini muncul kalau suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata. Musim kemarau yang panjang akan menimbulkan kekeringan lantaran cadangan air tanah akan habis akhir penguapan, transpirasi, ataupun penggunaan lain oleh manusia.

Kekeringan berkaitan dengan menurunnya tingkat curah hujan dibawah normal dalam satu musim. Pengukuran kekeringan Meteorologis merupakan indikasi pertama adanya peristiwa kekeringan. Tahap kekeringan selanjutnya yaitu terjadinya kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah. Kekeringan ini diukur berdasarkan elevasi muka air sungai, waduk, danau dan air tanah. Kekeringan Hidrologis bukan merupakan indikasi awal adanya kekeringan. Kekeringan pada lahan pertanian ditandai dengan kekurangan lengas tanah (kandungan air di dalam tanah) sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan tumbuhan tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas yang menimbulkan tumbuhan menjadi kering dan mengering.

Ternyata peristiwa kekeringan yang terjadi menimbulkan banyak warga kesulitan mendapat air higienis untuk kebutuhan sehari-hari. Jika peristiwa ini terjadi maka sering terjadi peristiwa berebut jatah air yang diberikan oleh pemerintah. Peristiwa semacam ini sering kita saksikan di televisi. Seperti pada pola teks laporan berikut ini.
 Bencana kekeringan terjadi hampir setiap tahun di Indonesia Mengevaluasi Teks Eksplanasi
Ratusan Warga di Malang Berebut Air Bersih
StrukturKalimat
Pernyataan umum atau klasifikasiRatusan warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur antre dalam pembagian air minum yang diberikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Rabu (26/9/2012) siang. Warga di desa tersebut sudah semenjak Juli kemudian mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Tak hanya itu, air untuk kebutuhan tumbuhan pun tidak ada sehingga terpaksa mereka biarkan tumbuhan itu mati kekeringan.
Anggota/aspek yang dilaporkanPihak PMI Kabupaten Malang memperlihatkan sumbangan air minum secara pribadi dengan mendatangi warga setempat. Pada ketika tangki air dari PMI tiba di rumah seorang warga, tanpa disuruh, ratusan warga pribadi menyerbu tangki air dengan membawa jeriken.

Petugas meminta warga untuk menata dengan tertib jerigen-jerigen yang mereka bawa.Namun imbauan petugas PMI itu tidak digubris. Warga malah rebutan menaruh jerigen di depan tangki supaya lebih dulu mendapat air.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Wonorejo Jun Eko Rakhmad, yang ditemui Kompas.com di lokasi pembagian air mengatakan, krisis air di Desa Wonorejo sudah berlangsung semenjak Juli lalu. "Setelah mengajukan sumbangan air minum ke Kabupaten Malang, gres kini terpenuhi," saya Eko.

Eko berharap, Pemerintah Kabupaten Malang terus memperlihatkan sumbangan air minum untuk warga di Desa Wonorejo, minimal dua hari sekali.

"Di desa ini sama sekali tak ada air. Total KK (kepala keluarga, red) yang krisis air sebanyak 350 KK. Sedangkan warga di sini ada 1970 KK. Memang ada tandong, tapi kosong semua," katanya.

Selain tandong yang sudah kosong, sumur milik warga juga kering. "Ada sebagian yang tidak kering. Tapi satu sumur hanya berdebit 2,5 liter. "Selama ini sumur itu yang digunakan sekitar 350 KK, dengan cara bergiliran dalam dua hari sekali," kata Eko.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo mengatakan, air yang didistribusikan ke Desa Wonorejo sebanyak 10.000 liter. "Isi tangki air sebanyak 5000 liter. Untuk hari ini ada 10.000 liter," kata Mudji.

Pengiriman air ke warga Wonorejo ini, berdasarkan Mudi, sesuai dengan undangan yang masuk ke Kabupaten Malang. "Selama ini gres satu desa yang minta pengiriman air. Desa lain belum ada. Pada Februari lalu, pihak PMI, sudah pernah mendistribusikan air di desa setempat. Program ini dilakukan secara bergantian. Yakni oleh Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD), PMI, PDAM dan Cipta Karya," katanya.(K/Gs)

Pada teks “Ratusan Warga di Malang Berebut Air Bersih” kalian masih dihadapkan pada tema peristiwa alam yang menimbulkan terjadinya peristiwa sosial yang berupa berebut air bersih. Namun, jenis teks yang digunakan bukan merupakan jenis teks eksplanasi, melainkan teks laporan. Ubahlah teks laporan tersebut menjadi teks eksplanasi.
No.Struktur TeksPeristiwa
1.Pernyataan
Umum
Ratusan warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur antre dalam pembagian air minum yang diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Rabu (26/9/2012) siang. warga di desa tersebut sudah semenjak Juli kemudian mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
2.Urutan Sebab-AkibatKekeringan dan krisis air higienis di desa tersebut menimbulkan tidak ada air untuk kebutuhan tanaman. Wargapun membiarkan tanaman-tanaman mati kekeringan. Air di sumur warga mengering sehingga warga tidak memiliki air untuk minum dan memasak. Kekeringan juga menimbulkan tandon air warga kosong.
3.Urutan Sebab-AkibatPMI Kabupaten Malang memperlihatkan sumbangan air minum secara pribadi dengan mendatangi warga setempat. Pada ketika tangki air dari PMI tiba warga pribadi menyerbu tangki air sambil membawa jeriken. Tak mengherankan, warga desa yang mengalami krisis air higienis ini telah kedatangan tangki berisi 10.000 liter air. Jelas saja mereka pribadi berebut untuk mendapatkannya. Petugas PMI sudah berusaha menenangkan warga dan menghimbau warga untuk menata jeriken mereka dijejer secara tertib. Petugas ini bermaksud untuk menciptakan suasana lebih tertib dan memudahkan pembagian air serta memastikan semua warga mendapat air.
4.Urutan Sebab-AkibatNamun, imbauan petugas PMI itu tidak digubris. Warga malah berebut meletakkan jeriken masing-masing di barisan depan supaya lebih cepat mendapat air. Kekeringan yang terjadi di desa ini memang telah menimbulkan krisis air higienis yang cukup parah. Tetapi ternyata gres satu desa yang mengajukan undangan persediaan air kepada pemerintah. Dikarenakan krisis air higienis yang terus berkelanjutan, BPBD, PMI, PDAM, dan Cipta Karya bergantian memperlihatkan sumbangan air higienis pada warga.

Tulislah kalimat yang mengandung unsur sebab-akibat yang terdapat dalam teks di atas.
  1. Kekeringan dan krisis air higienis di desa tersebut menyebabkan tidak ada air untuk kebutuhan tanaman.
  2. Kekeringan juga menyebabkan tandong air warga kosong.
  3. Kekeringan yang terjadi di desa ini memang telah mengakibatkan krisis air higienis yang cukup parah.
  4. Dikarenakan krisis air higienis yang terus berkelanjutan, BPBD, PMI, PDAM, dan Cipta Karya bergantian memperlihatkan sumbangan air higienis pada warga.

Perhatikan skema berikut ini secara saksama. Amatilah kepingan yang rumpang, kemudian isilah dengan memperlihatkan konjungsi sebab-akibat yang tepat. Kalian bisa memakai pilihan konjungsi berikut.
sebab, tetapi, lantaran akibat, mengakibatkan, sementara itu, sehingga, meskipun

Peristiwa berebut air higienis sering terjadi pada ketika ekspresi dominan kemarau. Hal ini karena semakin minimnya jumlah air higienis yang ada di sumur-sumur atau tempat penampungan air sementara jumlah kebutuhan air higienis semakin meningkat dari waktu ke waktu. Berebut air tidak hanya terjadi pada air bersih tetapi juga pada air untuk kebutuhan pengairan di lahan pertanian. Kekeringan akibat musim kemarau melanda sejumlah kawasan dan memicu berebut fatwa air antarpetani. Berebut air terjadi sebab debit air irigasi induk yang mengaliri sejumlah persawahan berkurang, sementara air sungai mulai menyusut. Akibat menyusutnya air sungai, petani harus berebut air di hulu sungai dengan cara menutup dan membuka fatwa anak sungai yang melintasi areal pertanian. Mereka meronda dan berjaga di pintu pembagi untuk memastikan air hingga ke petak sawah masing-masing. Beberapa petani terpaksa menanam tumbuhan yang tidak terlalu banyak membutuhkan pasokan air. Bahkan, ada petani yang menentukan melaksanakan panen lebih awal guna mengantisipasi ekspresi dominan kemarau meskipun padi belum waktunya dipanen. Air yang tak hingga ke persawahan mengakibatkan tumbuhan padi terhambat pertumbuhannya. Proses pengisian bulir di petak-petak yang kering menjadi tidak maksimal.

Thursday, March 26, 2020

Jenis Jenis Hujan Di Indonesia

Sebagai negara yang terletak di kawasan khatulistiwa Indonesia mengalami dua demam isu yaitu demam isu penghujan dan demam isu kemarau. Musim hujan biasanya akan dimulai pada bulan Oktober hingga bulan Maret. Musim hujan ini sangat menguntungkan beberapa petani yang sudah usang kekurangan air dan beberapa wilayah yang kekeringan. Namun beberapa wilayah dengan lingkungan jelek akan terjadi banjir. Ketika demam isu hujan hampir setiap hari terjadi hujang

Hujan ialah sebuah kejadian Presipitasi yaitu jatuhnya cairan dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku ke permukaan bumi. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal semoga sanggup menemui suhi di atas titik leleh es di bersahabat dan beliau atas permukaan Bumi.

Di Bumi, hujan ialah proses kondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat ) uap air di atmosfer menjadi butiran air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan sanggup mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Butir hujan mempunyai ukuran yang bermacam-macam mulai dari yang menyerupai penekuk (butiran besar), hingga butiran kecilnya.

A. Proses Terjadinya Hujan
Hujan yang sering kita lihat pada demam isu penghujan sanggup diartikan sebagai kejadian turunnya air dari langit ke bumi. Secara sederhana kejadian terjadinya hujan berafiliasi dengan daur air yang sanggup dijelaskan sebagai berikut.
  1. Pada awalnya air hujan berasal dari penguapan atau disebut evaporasi yang berasal dari air di bumi, menyerupai air laut, air sungai, air danau. Bahkan dari makhluk hidup menyerupai dari badan manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan yang mengandung air, akan menguap sanggup membentuk hujan. Penguapan yang terjadi itu tanggapan adanya derma dari panas matahari.
  2. Setelah air yang menguap melayang ke udara, menuju langit yang tinggi, uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan adanya derma awan-awan yang sanggup bergerak vertikal maupun horizontal.
  3. Akibat angin atau udara yang bergerak, awan-awan saling bertemu dan membesar menuju langit atau atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin, jadinya membentuk butiran es dan air. 
  4. Karena berat dan tidak bisa ditopang di udara, butiran air atau es tersebut jatuh ke bumi disebut proses presipitasi. Suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, tapi juka suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.

B. Jenis Jenis Hujan
Para hebat meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan memakai peralatan mutakhir menyerupai pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Di wilayah Republik Indonesia sanggup kita jumpai tiga macam hujan  yang turun, yaitu antara lain :
 Sebagai negara yang terletak di kawasan khatulistiwa Indonesia mengalami dua demam isu yaitu m Jenis Jenis Hujan di Indonesia
  1. Hujan Frontal. Hujan frontal ialah hujan yang disebabkan oleh bertemunya angin demam isu panas yang membawa uap air yang lembab dengan udara masbodoh bersuhu rendah sehingga mengakibatkan pengembunan di udara yang pada jadinya menurunkan hujan. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
  2. Hujan Orografis. Hujan orografis ialah hujan yang diakibatkan oleh adanya uap air yang terbawa atau tertiup angin hingga naik ke atas pegunungan dan membentuk awan. Ketika awan telah mencapai titik jenuh maka akan turun hujan. Terjadilah hujan ini biasanya di sekitar pegunungan.
  3. Hujan Zenital. Hujan zenit ialah hujan yang penyebabnya ialah suhu yang panas pada garis khatulistiwa sehingga memicu penguapan air ke atas langit bertemu dengan udara yang masbodoh menjadi hujan. Hujan zenit terjadi di sekitar kawasan garis khatulistiwa saja. Hujan ini tanggapan pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan.

C. Manfaat Hujan
Walaupun kalau dalam jumlah yang besar hujan sanggup mendatangkan peristiwa bagi manusia, namun hujan juga sangat besar keuntungannya bagi kehidupan di bumi. Berikut ini beberapa manfaat hujan bagi kehidupan di bumi.
  1. Air hujan yang turun di permukaan bumi sangat memperlihatkan efek baik bagi kehidupan petani. Ketika demam isu hujan sudah tiba aneka macam para petani yang melaksanakan pekerjaannya dis awah untuk menanam padi atau menunggu hasil panennya berhasil lantaran mempunyai banyak laba bagi para petani’
  2. Air hujan yang turun dari langit sangat mempunyai manfaat bagi kehidupan insan untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-harinya. Manusia memanfaatkan air tanah tersebut untuk dikelola kembali dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  3. Air hujan juga ikut berperan dalam perekonomian insan lantaran air hujan juga mempunyai tugas penting bagi pekerjaan insan menyerupai pengolahan hutan, perikanan, dan pertanian. Pertanian dan perikanan membutuhkan air. Air hujan sangat berperan penting di bidang perikanan lantaran dikala hujan tiba air di laut, sungai dan danau. sungai juga mempunyai beberapa manfaat sungai bagi kehidupan manusia.
  4. Air hujan yang turun ke permukaan bumi sangat berperan penting dalam pelestarian lingkungan, menyerupai untuk tumbuhan melaksanakan fotosintesis, penanaman pohon-pohon di hutan maupun untuk ditanam sendiri. 
  5. Air hujan sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup hutan lantaran di dalam hutan banyak hewan-hewan, tumbuhan, pohon-pohon yang menggantungkan hidupnya pada air.
  6. Air hujan sangat berperan penting untuk menjaga sumber air tanah karen air hujan yang turun dipermukaan bumi akan menyerap ke permukaan lapisan tanah sebagai cadangan air yang disimpan dalam kedalaman tertentu. 

Ketika hujan turun, bermacam-macam cara kita menyikapinya. Ada yang senang, gembira, dan penuh suka cita lantaran sudah usang hujan tak turun. Tapi banyak pula yang kesal, marah, jengkel, dan kecewa, lantaran merasa dirugikan tanggapan hujan tersebut. Bagi yang bahagia dengan turunnya hujan, di antaranya ialah petani. Sebab, hujan akan menyuburkan lahannya yang tandus atau gersang. Hujan menciptakan tanamannya menjadi subur, sehingga penghasilannya pun akan bertambah.

Tetapi hujan yang turun secara terus menerus, terkadang juga menjadi peristiwa bagi petani. Hujan yang terus-menerus itu bisa mengakibatkan tanamannya rusak. Apalagi kalau hingga terjadi banjir, petani kerap mengeluh lantaran tanamannya menjadi puso atau gagal panen.

Sunday, February 16, 2020

Pengelompokkan Karya Musik

Seni musik berasal dari dua kata, yaitu “seni” dan “musik”. Seni yaitu hasil cipta, rasa, dan karsa insan yang diwujudkan dalam banyak sekali sarana. Sedangkan musik yaitu hasil pengolahan suara, melodi, harmoni, ritme, vokal, dan tempo. Jadi, secara harfiah seni musik yaitu hasil cipta, rasa, dan karsa mausia yang diwujudkan dalam olahan suara, melodi, harmoni, ritme, vokal, dan tempo.

Karya musik sanggup dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya musik instrumental dan karya musik vokal. Karya musik vokal berupa lagu. Sebaliknya, karya musik instrumental berupa permainan alat musik tanpa nyanyian.

Penyajian musik dalam bentuk instrumental ialah penyajian musik yang hanya memakai alat-alat musik tanpa adanya penyanyi di dalam penyajiannya. Bentuk musik instrumental sanggup berupa Ansamble dan Orkestra.
  1. Ansamble yaitu bentuk penyajian musik instrumental yang dilakukan oleh beberapa instrument yang main secara gotong royong dengan format yang tidak terlalu besar.
  2. Orkestra merupakan bentuk penyajian musik instrumental dengan format yang besar dengan memakai alat musik yang beragam. Alat musik yang dipakai dalam sebuah orkestra mencakup alat musik gesek ( biola, cello, contra bass ), Alat musik tiup ( Flute, oboe, clarinet, trombone, terompet, horn, dan lain-lain), alat musik petik ( gitar, harpa ), dan alat musik pukul ( timpani, marimba, drum ).

Musik vokal yaitu jenis musik yang disajikan hanya dengan bunyi vokal insan saja tanpa adanya iringan bunyi alat musik. Musik Instrumental yaitu jenis musik yang disajikan hanya bunyi alat-alat musik saja tanpa adanya vokal.

Setiap jenis lagu mempunyai ciri khusus dan misi tertentu pula. Untuk mengetahui aksara atau adab setiap jenis lagu, kita sanggup memperhatikan bentuk, tema, dan tingkat kesulitan lagu tersebut.

1. Lagu Anak-Anak
Bentuk lagu anak anak biasanya sederhana dan temanya sesuai dengan jiwa anak-anak. Syair lagu tidak terlalu panjang, bahasa sederhana, dan gampang dimengerti artinya. Ambitus bunyi belum dewasa masih terbatas. Oleh alasannya yaitu itu, nada-nada yang dipakai dalam melodi lagu dilarang melebihi sepuluh nada. Semakin sedikit jumlah nada yang dipergunakan untuk menyusun melodi lagu akan mengakibatkan lagu belum dewasa tersebut lebih berbobot. Perhatikan pola lagu belum dewasa di bawah ini.
No.KelompokJudul dan Pencipta
1.A
  1. Ade Irma Suryani (AT Mahmud)
  2. Abang Tukang Baso (Mamo/Agil)
  3. Aku Anak Indonesia (lagu) (AT Mahmud)
  4. Aku Seorang Kapiten
  5. Ambilkan Bulan Bu (AT Mahmud)
  6. Amelia (AT Mahmud)
  7. Amrin Membolos
  8. Ampar Ampar Pisang (lagu anak tempat dari Kalimantan Selatan)
  9. Anak Gembala (AT Mahmud)
  10. Anak Kambing Saya
  11. Anak Kuat (Ibu Sud)
  12. Apuse (lagu anak tempat dari Papua)
  13. Ayo Mama
  14. Andai Aku Besar Nanti (Sherina)
2.B
  1. Balonku (AT Mahmud
  2. Bagi Dua
  3. Bangun Tidur
  4. Bermain (N.N)
  5. Bernyanyi Bergembira
  6. Bintang Kecil(Daljono)
  7. Bintang Kejora (lagu) (AT Mahmud)
  8. Buka Pintu
  9. Bulan Sabit (AT Mahmud)
  10. Bunda (Umay Shahab)
  11. Bunda Piara
  12. Bunga Hiasan
  13. Bungaku (Cornel Simanjuntak)
  14. Burung Hantu
  15. Burung Kakatua (Lagu tempat Maluku)
  16. Burung Kutilang (Ibu Sud)
  17. Burung Nuri (AT Mahmud)
  18. Burung Unta
3.C
  1. Cemara (AT Mahmud)
  2. Cerita Tikus
  3. Cicak di Dinding
  4. Cik Cik Periuk
  5. Citaria (AT Mahmud)
  6. Cilukba (AT Mahmud)
4.D-F
  1. Di Sini Senang di Sana Senang
  2. Dakocan
  3. Dengar Katak Bernyanyi (Ibu Sud)
  4. Desaku (Ibu Sud)
  5. Di Pantai (AT Mahmud)
  6. Dua Ekor Anak Kucing (AT Mahmud)
  7. Dua Mata Saya (Pak Kasur)
  8. Cangkul (Ibu Sud)
5.J-L
  1. Jangan Marah
  2. Jangkrik (AT Mahmud)
  3. Jakarta Berulang Tahun (AT Mahmud)
  4. Jaranan (lagu anak tempat dari Yogyakarta Ciptaan Ki Hadi Sukatno)
  5. Kakak Nia
  6. Kampung Halamanku (Ibu Sud)
  7. Kapal Api
  8. Kasih Ibu (SM. Muchtar)
  9. Kelasku Yang Baru (M. Suharto)
  10. Kelinciku
  11. Kincir Air (AT Mahmud)
  12. Kembang Apiku (Pak Kasur)
  13. Ke Pasar Ikan (AT Mahmud)
  14. Keranjang Sampah
  15. Kereta Apiku (AT Mahmud)
  16. Kring Ada Sepeda
  17. Kucingku (Pak Kasur)
  18. Kunang-Kunang (AT Mahmud)
  19. Kupu-kupu (Ibu Sud)
  20. Lagu Bermain (Ibu Sud)
  21. Lagu Gembira (Ibu Sud)
  22. Lagu Tor-Tor (AT Mahmud)
  23. Layang Layang
  24. Layang-layangku (AT Mahmud)
  25. Lenggang Kangkung (lagu anak tempat dari DKI Jakarta)
  26. Lihat Kebunku (Ibu Sud)
6.M-O
  1. Mandi (Pak Dal)
  2. Matahari (Kak Irwan)
  3. Main Ular-Ularan (Ibu Sud)
  4. Menanam Jagung (Ibu Sud)
  5. Mendaki Gunung (AT Mahmud)
  6. Mobilku
  7. Musim Panen (AT Mahmud)
  8. Naik Becak
  9. Naik Delman (Ibu Sud)
  10. Naik Kelas (AT Mahmud)
  11. Naik Kereta Api (lagu anak)
  12. Naik Naik ke Puncak Gunung (Ibu Sud)
  13. Nasihat Ibu (AT Mahmud)
  14. Nenek Moyang (Ibu Sud)
  15. Nina Bobo
  16. Nona Manis (lagu anak tempat dari Maluku)
  17. Oh Ibu dan Ayah
7.P-R
  1. Pagi-pagi (Ibu Sud)
  2. pak polisi (umay shahab)
  3. Paman Datang (AT Mahmud)
  4. Pelangi (AT Mahmud)
  5. Pemandangan (AT Mahmud)
  6. Peramah Dan Sopan (Pak Dal)
  7. Pergi Belajar (Ibu Sud)
  8. Pulang Memancing (AT Mahmud)
  9. Rasa Sayange (Lagu anak tempat dari Maluku)
  10. Ruri Abangku (AT Mahmud)
8.S-U
  1. Satu-Satu
  2. Sapu Tangan
  3. Sayonara
  4. Selamat Ulang Tahun (lagu) (Adikarso)
  5. Sekuntum Mawar (AT Mahmud)
  6. Selamat Pagi Bu Guru (Pak Kasur)
  7. Semut Kecil
  8. Senam (AT Mahmud)
  9. Serumpun Padi (R Maladi)
  10. Sepasang Burung Kenari (SM Mochtar)
  11. Si Kancil Nakal
  12. SKJ(umay shahab)
  13. Soleram
  14. Suka Hati (lagu) (Kalau kamu Suka Hati tepuk tangan)
  15. Taman Kanak-Kanak
  16. Tari Topeng
  17. Teka-Teki (Ibu Sud)
  18. Tek Kotek-Kotek
  19. Tepuk Tangan (AT Mahmud)
  20. Tidur Anakku (Ibu Sud)
  21. Tidurlah Adik (AT Mahmud)
  22. Timang Adik Timang (AT Mahmud)
  23. Tik Tik Bunyi Hujan (Ibu Sud)
  24. Tukang Kayu
  25. Tukang Pos
  26. Tupai (AT Mahmud)
  27. Topi Saya Bundar (Pak Kasur)
9.W
  1. Waktu Sekolah Usai (Ibu Sud)
  2. Walang Kekek

2. Lagu Daerah
Syair lagu tempat berisi citra tingkah laris masyarakat setempat secara umum. Bahasa yang dipakai yaitu bahasa tempat setempat. Teknik ucapan harus dibawakan sesuai de ngan dialek bahasa tempat setempat. Bentuk dan pola susunan melodi sederhana sehingga gampang untuk segera di kuasai oleh semua lapisan masyarakat. Berikut ini beberapa lagu tempat yang ada di Indonesia.
 dan karsa insan yang diwujudkan dalam banyak sekali sarana Pengelompokkan Karya Musik
No.ProvinsiLagu Daerah
1 Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit, Sepakat Segenap
2 SumateraUtaraAnju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso,
Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Tapian Nauli
3 Sumatera
Barat
Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, Rang Talu
4 Riau Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, Kutang Barendo.
5 Kepulauan Riau (KEPRI) Segantang Lada, Pulau Bintan, Pantai Solop
6 Jambi Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, Selendang Mayang
7 Sumatera Selatan Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, Tari Tanggai
8 Bangka
Belitung (BABEL)
Men Sahang Lah Mirah, Miak Ku Sayang, Berage, Icak-Icak Dek Tau, Gunung Tajam
9 Bengkulu Lalan Belek, Yoi Botoi Botoi, Sungai Suci, Anak Kumang
10 Lampung Cangget Agung, Tanoh Lado, Bumi Lampung
11 DKI Jakarta Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan
12 Jawa Barat Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, Tokecang
13 Banten Dayung Sampan, Jereh Bu Guru, Tong Sarakah, Ibu, Yu Ragem Belajar
14 Jawa Tengah Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang
15 D.I. Yogyakarta Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah
16 Jawa Timur Keraban Sape, Tanduk Majeng
17 Bali Putri Cening Ayu, Mejangeran, Ratu Anom, Juru Pencar
18 Nusa Tenggara Barat Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, Tutu Koda
19 Nusa Tenggara Timur Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, Potong Bebek Angsa
20 Kalimantan  Barat Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas, Sungai Sambas Kebanjiran, Alon-Alon
21 Kalimantan Tengah Kalayar, Nuluya, Palu Lempong Pupoi, Tumpi Wayu, Saluang
Kitik-kitik, Manasai
22 Kalimantan Selatan Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
23 Kalimantan Timur Indung-Indung, Burung Enggang, Meharit, Sabar'ai, Anjat
Manik, Bebilin, Andang Sigurandang
24 Sulawesi Utara Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo,
Tahanusangkara.
25 Sulawesi Barat Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
26 Sulawesi Tengah Tondok Kadadingku, Tope Gugu, Tumpiwanyu
27 Sulawesi Tenggara Peia Tawa-Tawa, Ma rencong-rencong, Indo Lugo
28 Sulawesi Selatan Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong.
29 Gorontalo Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , Wanu Mamo Leleyangi
30 Maluku Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, Tanase, Sayang Kene.
31 Maluku Utara Barero, Sarinande. Moluku Kie Raha, Dana-dana
32 Papua Barat Apuse, Yamko Rambe Yamko
33 Papua Apuse, Yamko Rambe Yamko, Wesupe, Rasine Ma Rasine
34 Kalimantan Utara Bebalen, Pinang Sendawar, dan Tuyang

3. Lagu Nasional
Maksud dan tujuan diciptakannya lagu nasional yaitu menumbuhkan nasionalisme, kepahlawanan, dan mengobarkan semangat juang bangsa. Sesuai dengan tujuan tersebut, banyak syair lagu nasional mengungkapkan semangat berjuang dan persatuan.
No.KelompokJudul dan Pencipta
1.A-D
  1. Andika Bhayangkari (Amir Pasaribu)
  2. Api Kemerdekaan (Joko Lelono / Marlene)
  3. Bagimu Negeri (R. Kusbini)
  4. Bangun Pemudi Pemuda (Alfred Simanjuntak)
  5. Bendera Kita (Dirman Sasmokoadi)
  6. Bungaku (Cornel Simanjuntak)
  7. Bendera Merah Putih (Ibu Soed)
  8. Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)
  9. Bhinneka Tunggal Ika (Binsar Sitompul/A Thalib)
  10. Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo)
  11. Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman)
  12. Dirgahayu Indonesia (Husein Mutahar)
  13. Desaku (Ibu Soed)
  14. Berkibarlah Bendera Negriku (Gombloh)
  15. Tanah air indonesia (E.L Pohan)
2.E-H
  1. Garuda Pancasila (Sudharnoto)
  2. Gugur Bunga (Ismail Marzuki)
  3. Halo, Halo Bandung (Ismail Marzuki)
  4. Hamba Menyanyi (R. Sutedjo)
  5. Hari Merdeka (lagu nasional) (Husein Mutahar)
  6. Himne Kemerdekaan (Ibu Soed/Wiratmo Sukito)
  7. Himne Guru (Sartono)
  8. Himne Pramuka (Husein Mutahar)
  9. Himne Siswa (Husein Mutahar)
3.I-L
  1. Ibu Kita Kartini (Wage Rudolf Soepratman)
  2. Ibu Pertiwi (Lirik : Ismail Marzuki)
  3. Indonesia Bersatulah (Alfred Simanjuntak)
  4. Indonesia Jaya (Chaken M)
  5. Indonesia Raya (Wage Rudolf Soepratman)
  6. Indonesia Subur (M Syafei)
  7. Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki)
  8. Indonesia Tetap Merdeka (Cornel Simanjuntak)
  9. Indonesia Tumpah Darahku (Ibu Soed)
  10. Jembatan Merah (Gesang)
  11. Kebyar Kebyar (Gombloh)
  12. Ku Pinta Lagi (Cornel Simanjuntak)
  13. Karang bunga dari selatan (Izmail Marzuki)
4.M-P
  1. Mengheningkan Cipta (Ismail Marzuki)
  2. Maju Indonesia (Cornel Simanjuntak)
  3. Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak)
  4. Mars Bambu Runcing (Kamsidi/Daldjono)
  5. Mars Harapan Bangsa (Kamsidi/Daldjono)
  6. Mars Pancasila (Sudharnoto)
  7. Melati di Tapal Batas (Ismail Marzuki)
  8. (Hymne Pahlawan) Mengheningkan Cipta (Truno Prawit)
  9. Merah Putih (Ibu Soed)
  10. Merah Putih (Gombloh)
  11. Nusantara
  12. Nyiur Hijau (Maladi)
  13. Pada Pahlawan (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)
  14. padi menguning (Kusbini)
  15. Pahlawan Merdeka (Wage Rudolf Soepratman)
  16. Pantang Mundur (Titiek Puspa)
5.Q-T
  1. Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)
  2. Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik)
  3. Selamat Datang Pahlawan Muda (Ismail Marzuki)
  4. Serumpun Padi (Maladi)
  5. Syukur (Husein Mutahar)
  6. Tanah Airku (Ibu Soed)
  7. Tanah Airku (R. Iskak)
  8. Tanah Tumpah Darahku (Cornel Simanjuntak/Sanusi Pane)
  9. Teguh Kukuh Berlapis Baja (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)
  10. Terima Kasih Kepada Pahlawanku (Husein Mutahar)
  11. Sumpah Kita (AE Wairata)
  12. Sepasang Mata Bola (Izmail Marzuki)
  13. Syukur (Husein Mutahar)

4. Lagu Wajib Nasional
Di antara banyak judul lagu nasional terdapat dua belas judul lagu yang dikelompokkan dalam jenis lagu wajib nasional. Jenis lagu ini wajib diajarkan di sekolah dalam rangka menghidupkan dan menanamkan rasa kebangsaan, persatuan, persaudaraan, serta memupuk semangat proklamasi kepada pemuda, pelajar, dan bangsa Indonesia.

Berikut ini yaitu dua belas judul lagu wajib nasional.
  1. ”Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman
  2. ”Garuda Pancasila” ciptaan Prohar/ Sudarnoto
  3. ”Merah Putih” ciptaan Ibu Sud
  4. ”Berkibarlah Bendera ku” ciptaan Ibu Sud
  5. ”Dari Sabang Sampai Merauke” ciptaan R. Suraryo
  6. ”Indonesia Tetap Merdeka” ciptaan C. Simanjuntak
  7. ”Halo-Halo Bandung” ciptaan Ismail Marzuki
  8. ”Hari Merdeka” ciptaan H. Mutahar
  9. ”Maju Tak Gentar” ciptaan C. Simanjuntak
  10. ”Satu Nusa Satu Bangsa” ciptaan L. Manik
  11. ”Bagimu Negeri” ciptaan Kusbini
  12. ”Syukur” ciptaan H. Mutahar

Ragam Lagu Dan Musik Nusantara

Musik merupakan salah satu cabang seni yang tidak sanggup dipisahkan dengan kehidupan manusia. Musik dipakai oleh insan sebagai media untuk mencurahkan hasil pikiran dan perasaan. Berbagai musik yang kita dengar setiap hari, selain sebagai sarana hiburan bagi masyarakat juga merupakan media komunikasi.

Bentuk musik yang dikenal ada dua yaitu musik vokal dan musik instrumental. Musik cokal merupakan mulut musik memalui bunyi manusia, sedangkan musik instrumental ialah mulut musik melalui alat musik. Selain itu kita juga mengenal musik tradisional dan musik modern.

A. Musik Nusantara
Musik Nusantara ialah musik yang berkembang diseluruh wilayah kepulauan dan merupakan kebiasaan tutun temurun yang masih dijalankan oleh masyarakat. Musik Nusantara tersebat hampir diseluruh pelosok negeri dan masing-masing tempat mempunyai ciri-ciri yang berbeda.

Fungsi Musik Nusantara
Musik nusantara mempunyai banyak fungsi. secara umum, fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain sebagai sarana atau media upacara ritual, media hiburan, media mulut diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. Fungsi musik nusantara antara lain yaitu:
  1. Sebagai Media Pendidikan. Dalam proses belajar, musik sangat berperan dalam pembentukan berfikir kreatif, sebagai media pendidikan lagu-lagu dan musik nusantara harus sanggup menanamkan jiwa dan budi perkerrti yang luhur, contohnya keagungan Tuhan, cinta orang tua, cinta tanah air dan sikap baik lainnya.
  2. Sebagai Media Hiburan. Dalam media hiburan, musik nusantara menempati ruang yang paling luas. Baik dari musik tradisional hingga musik modern, telah banyak digunkan insan sebagai media rekreatif untuk melepas kecapekan atau kepenatan hidup sehari-hari.
  3. Sarana Ekspresi Diri. Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik ialah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya.
  4. Sarana upacara budaya (ritual). Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini mempunyai kekuatan magis.
  5. Pengiring Tarian. Di aneka macam tempat di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh alasannya ialah itu, kebanyakan tarian tempat di Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik wilayahnya sendiri.
  6. Sarana Ekonomi. Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media mulut dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran.

B. Jenis-Jenis Musik Nusantara
Musik nusantara ialah seluruh musik yang berkembang di nusantara, yang memperlihatkan ciri keindonesiaan. Musik mempunyai fungsi sebagai sarana atau media ritual, media hiburan media mulut diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi. Ragam musik nusantara yang berkembang sanggup dibedakan menjadi musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop Jenis-jenis lagu-lagu di Indonesia sangat bermacam-macam dan banyak sekali di antaranya:

1. Lagu Daerah.
Lagu tempat ialah lagu yang lahir lantaran budaya setempat yang bersifat turun temurun dan kedaerahan. Bahasa yang dipakai dan gaya yang dipakai sesuai sengan bahasa dan gaya tempat setempat. Berikut ini beberapa pola lagu daerah.
No.Judul Lagu DaerahAsal DaerahIsi Lagu
1.Manuk DadaliJawa BaratIsi lirik lagu ini berisi ihwal keperkasaan manuk dadali alias burung garuda.
2.Bungong JeumpaNADLagu ini menggambarkan, bahwa Aceh ialah salah satu propinsi di Indonesia yang ingin menciptakan harum negaranya ibarat bunga Jeumpa / Bunga melati
3.Ampar-ampar PisangKalimantan SelatanAmpar pisang menceritakan ihwal pisang yang diampar ( disusun ) dan dikerebuti oleh hewan kecil yang bisa terbang yang bahagia dengan aroma pisang. hewan ini di kalimantan dengan nama bari - bari. pada simpulan lagu diceritakan ihwal hewan yang ditakuti anak kecilpada zaman dulu ( lihat di kata "dikitipi dawang" ) yang artinya digigit biawak. katanya kata "dikitipi dawang" itu dipakai untuk menakuti anak - anak yang suka mencuri pisang.
4.Anging MamiriSulawesi SelatanAnging mammiri ciptaan Bora D. G. Irate ialah lagu Makassar, Sulawesi Selatan, yang artinya “angin bertiup, yang membawa kesegaran dan pesan untuk memberikan kerinduan kepada orang yang disayang”.
5.Ayam Den LapehSumatera SelatanLagu Ayam Den Lapeh lagu ini ialah mulut perasaan kehilangan sesuatu yang berharga, yang kemudian dikonotasikan dengan (ayam). Lagu ini dimaksudkan untuk menertawakan nasib jelek yang telah lewat dan ibarat berpesan tak ada gunanya berlarut-larut dalam kesedihan.
6.Kambanglah BungoSumatera BaratSebuah lagu bernuansa melayu pedalaman Padang di serpihan barat pulau Sumatera yang secara spektakuler lirisnya sangat kaya dengan perlambang yang unik sekali. Kemegahan budaya berkait dengan kegagahan yang maskulin dan ayoman yang feminin sekaligus dalam bentuk mekarnya kembang.
7.Padhang WulanJawa tengahDalam tembang dolanan padang bulan mengandung makna religius (kagamaan). Maksud dari tembang dolanan tersebut ialah kita hendaknya bersyukur kepada yang Maha Kuasa untuk menikmati keindahan alam. Untuk memperlihatkan rasa syukur itu kita diperlukan tidak tidur terlalu sore lantaran kita bisa melakukan ibadah di waktu malam.
8.Piso SuritSumatera UtaraMenceritakan ihwal sang gadis yang sering sekali tidak mendapat kesempatan untuk bertemu dengan kekasihnya dan selalu teringat akan kekasihnya itu sehingga mengandaikan dirinya sebagai burung Piso Surit yang selalu berkicau sendu. Sang gadis ini selalu menanyakan keadaan dan keberadaan kekasihnya sambil menangis dalam penantiannya.sang gadis menyampaikan di dalam hatinya kepada kekasihnya untuk segera pulang dan menyudahi penantiannya.
9.Sinanggar TuloSumatera UtaraSinanggar tulo itu tidak ada artinya, itu semacam bunyi- bunyi khas para penyair di tapanuli. Makna lagunya ialah seseorang yang lagi gundah lantaran ingin mencariranting- ranting untuk di jadikan kayu bakar. Yang meruupakan ungkapan seseorang lantaran kebingungan untuk mencari gadis bemarga tobing yang unyuk dijadikan pacar atau teman.
10.ButetSumatera UtaraSeorang ibu yang mengasih tau putrinya bahwa ayahnya si putri itu sedang pergi ke medan perang tuk melawan penjajah yang waktu itu dalah tentara belanda,, jadi si ibu berpesan ke putrinya biar yakin bahwa ayahnya niscaya mengalahkan penjajah yaitu belanda,, dan si ibu juga berpesan pada si putri biar cepat gede dan jadilah generasi penerus bangsa yang tangguh dan cendekia supaya jangan dibodoh bodohi bangsa lain.
2. Lagu Pop.
Lagu pop ialah lagu yang sedang digemari atau disenangi oleh masyarakat pada ketika tertentu atau dalam kurun waktu tertentu. Beberapa pola lagu pop antara lain sebagai berikut.
NoMusisi/penyanyiJudul laguKeunggulan karya
1ArmadaMabuk CintaLirik lagu yang sangat yummy didengar sehingga banyak orang menyukainya
2.Iwan FalsIbuMakna ihwal kasih sayang ibu terhadap anaknya hingga rela berkorban mempertaruhkan nyawanya demi anaknya.
3RossaAyat-ayat CintaIrama lagu yang sangat menyentuh dan disukai oleh kalangan cukup umur
4AfganTerimah Kasih CintaUngkapan perasaan melalui lagu yang sanggup memikat hati perempuan
5GeishaLumpuhkanlah Ingatanku Lirik lagu yang mengenai pasangan yang telah usang menjalin kekerabatan
6Anang HermansyahSeparuh Jiwaku PergiLagu yang mengingatkan kita biar menyayangi seseorang dan menyentuh
7WaliBang Toyib Lirik lagu yang romantis, lucu-lucu, dan yummy didengar disuguhkan di dalam lagunya
3. Lagu Hiburan.
Lagu hiburan ialah lagu yang bertujuan untuk menghibur pendengarnya dengan syair-syair atau liriknya.

4. Lagu Perjuangan.
Lagu usaha ialah lagu yang lahir lantaran kondisi masyarakat Indonesia yang sedang dijajah oleh bangsa lain. Dengan musik para pejuang berusaha membangkitkan semangat persatuan untuk melawan penjajah.Beberapa pola lagu usaha antara lain sebagai berikut.
No.Judul LaguIsi Lagu
1.Bangun Pemudi PemudaLagu ini bisa menciptakan kita lebih semangat dalam melaksakan kewajiban-kewajiban kita, baik sebagai pelajar, pekerja, kepala rumah tangga, dan lain-lain.
2.SyukurLagu ini bercerita ihwal rasa syukur yang syahdu dari seorang anak bangsa yang merasa sangat beruntung telah dilahirkan di Indonesia. Ia pun bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang sudah dikaruniakan ke dalam hidupnya.
3.Bagimu NegeriLagu Bagimu Negeri ini mengingatkan kita ihwal janji bawah umur bangsa untuk berjuang sepenuh hati demi kesejahteraan negaranya. Sangat bertema nasionalis dan menyentuh!
4.Gugur BungaGugur Bunga bercerita ihwal wafatnya jagoan negara yang telah mengabdikan dirinya untuk Indonesia. Lagu ini berisi puji-pujian terhadap jagoan yang telah wafat, kenangan terhadap jasa-jasanya, serta impian akan tumbuhnya pahlawan-pahlawan gres yang bisa membela nama Indonesia.
5.Rayuan Pulau KelapaRayuan Pulau Kelapa ialah salah satu lagu terbaik yang memperlihatkan aneka macam puji-pujian terhadap keindahan Indonesia yang begitu erat di hati kita. Berbagai aspek, mulai dari keindahan alam hingga ramah tamah masyarakat Indonesia, semua dibahas dalam lagu ini.
6.Garuda PancasilaGaruda Pancasila juga mempunyai nilai filosofi yang luar biasa. Lagu ini seolah ingin memperlihatkan keperkasaan Indonesia yang mengusung Burung Garuda sebagai lambang dan Pancasila sebagai dasar negara.
7.Berkibarlah BenderakuLagu Berkibarlah Benderaku memperlihatkan kebanggaan rakyat Indonesia ihwal berhasilnya Sang Merah Putih berkibar dengan gagah di bumi nusantara.
8.Tanah AirkuLagu ini mempunyai makna yang sangat dalam. Benar-benar sebuah lagu yang bisa membangkitkan rasa nasionalisme dalam waktu singkat.
9.Indonesia RayaLagu kebanggaan Indonesia yang menjadi bukti kedaulatan negara. Lagu inilah yang diputar setiap kali atlet-atlet Indonesia meraih prestasi di dunia internasional.
10.Indonesia PusakaIndonesia ialah tanah tempat kita lahir, tumbuh besar, sekaligus tempat beristirahat kelak di hari tua. Sudah sewajarnya apabila kita mencoba untuk sedikit memberi balas budi pada tanah pertiwi, setidaknya dengan menumbuhkan rasa cinta Indonesia.
5. Lagu Seriosa
Lagu seriosa ialah lagu yang harus dinyanyikan oleh penyanyi dengan serius yang mendekati kemampuan penciptanya dan bernilai teknik tinggi art music. Beberapa pola lagu seriosa natara lain sebagai berikut.
Seuntai Manikam (Djohari), Keluhan Kuncup Melati (Ibu Sud), Cempaka Kuning (Syafei Embut), Taufan (C. Simandjuntak), Fajar Harapan (Ismail Marzuki), Karam (Iskandar), Kasih di Ambang Pintu (Iskandar), Bukit Kemenangan (saya lupa penciptanya), Bintang Sejuta (Ismail Marzuki), Senja Semerah Bara (F.A. Warsono), Mekar Melati (C. Simandjuntak), Kisah Angin Malam (Saiful Bahri), Puisi Rumah Bambu (FX Sutopo), Wanita (Ismail Marzuki), Kisah Mawar di Malam Hari (Iskandar), Embun (GWR Sinsu), Di Sela-Sela Rumput Hijau (Maladi), Citra (C. Simandjuntak), Dewi Anggraeni (F.X. Sutopo), Kembang dan Kumpang (Sancaya HR).

6. Lagu Dangdut.
Lagu dangdut ialah merupakan perpaduan antara musik india dengan musik melayu, iramanya sangat ringan sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya menggerakkan anggota badan. Lagu dangdut juga berasal dari indonesia asli. Berikut ini beberapa pola lagu dangdut.
  1. Haram (Rhoma Irama feat Noer Halimah). 
  2. Kangen (Evie Tamala). 
  3. Terbayang-bayang (Ona Sutera)
  4. Jogja-Bandung (Johny Iskandar feat Evie Tamala). 
  5. Dokter Cinta (Evie Tamala) 
  6. Tamu Tak Diundang (Iis Dahlia). 
  7. Gubuk Bambu (Meggy Z). 
  8. Bukan Pengemis Cinta (Johny Iskandar).

7. Lagu Anak-Anak.
Lagu bawah umur ialah lagu yang diciptakan untuk mendidik bawah umur yang lagunya sederhana, dan kalimatnya tidak terlalu panjang, lagu bawah umur sangat gampang dimengerti dan dipahami. Beberapa pola lagu anak antara lain sebagai berikut.
Judul Lagu AnakJudul Lagu AnakJudul Lagu Anak
  1. Abang Tukang Baso (Mamo/Agil)
  2. Aku Anak Indonesia (lagu) (AT Mahmud)
  3. Aku Seorang Kapiten
  4. Ambilkan Bulan Bu (AT Mahmud)
  5. Amelia (AT Mahmud)
  6. Amrin Membolos
  7. Anak Gembala (AT Mahmud)
  8. Anak Kuat (Ibu Sud)
  9. Ayo Mama
  10. Andai Aku Besar Nanti (Sherina)
  11. Balonku (AT Mahmud
  12. Bagi Dua
  13. Bangun Tidur
  14. Bermain (N.N)
  15. Bernyanyi Bergembira
  16. Bintang Kecil(Daljono)
  17. Bintang Kejora (lagu) (AT Mahmud)
  18. Buka Pintu
  19. Bulan Sabit (AT Mahmud)
  20. Bunda (Umay Shahab)
  21. Bunda Piara
  22. Bunga Hiasan
  23. Bungaku (Cornel Simanjuntak)
  24. Burung Hantu
  25. Burung Kakatua (Lagu tempat Maluku)
  26. Burung Kutilang (Ibu Sud)
  27. Burung Nuri (AT Mahmud)
  28. Burung Unta
  29. Cemara (AT Mahmud)
  30. Cerita Tikus
  31. Cicak di Dinding
  32. Cik Cik Periuk
  33. Citaria (AT Mahmud)
  34. Cilukba (AT Mahmud)
  35. Di Sini Senang di Sana Senang
  36. Dakocan
  37. Dengar Katak Bernyanyi (Ibu Sud)
  38. Desaku (Ibu Sud)
  39. Di Pantai (AT Mahmud)
  40. Dua Ekor Anak Kucing (AT Mahmud)
  41. Dua Mata Saya (Pak Kasur)
  1. Cangkul (Ibu Sud)
  2. Jangan Marah
  3. Jangkrik (AT Mahmud)
  4. Jakarta Berulang Tahun (AT Mahmud)
  5. Jaranan (lagu anak tempat dari Yogyakarta)
  6. Kakak Nia
  7. Kampung Halamanku (Ibu Sud)
  8. Kapal Api
  9. Kasih Ibu (SM. Muchtar)
  10. Kelasku Yang Baru (M. Suharto)
  11. Kelinciku
  12. Kincir Air (AT Mahmud)
  13. Kembang Apiku (Pak Kasur)
  14. Ke Pasar Ikan (AT Mahmud)
  15. Keranjang Sampah
  16. Kereta Apiku (AT Mahmud)
  17. Kring Ada Sepeda
  18. Kucingku (Pak Kasur)
  19. Kunang-Kunang (AT Mahmud)
  20. Kupu-kupu (Ibu Sud)
  21. Lagu Bermain (Ibu Sud)
  22. Lagu Gembira (Ibu Sud)
  23. Lagu Tor-Tor (AT Mahmud)
  24. Layang Layang
  25. Layang-layangku (AT Mahmud)
  26. Lenggang Kangkung (lagu anak tempat dari DKI Jakarta)
  27. Lihat Kebunku (Ibu Sud)
  28. Mandi (Pak Dal)
  29. Matahari (Kak Irwan)
  30. Main Ular-Ularan (Ibu Sud)
  31. Menanam Jagung (Ibu Sud)
  32. Mendaki Gunung (AT Mahmud)
  33. Mobilku
  34. Musim Panen (AT Mahmud)
  35. Naik Becak
  36. Naik Delman (Ibu Sud)
  37. Naik Kelas (AT Mahmud)
  38. Naik Kereta Api (lagu anak)
  39. Naik Naik ke Puncak Gunung (Ibu Sud)
  40. Nasihat Ibu (AT Mahmud)
  41. Nenek Moyang (Ibu Sud)
  1. Nina Bobo
  2. Nona Manis (lagu anak tempat dari Maluku)
  3. Oh Ibu dan Ayah
  4. Pagi-pagi (Ibu Sud)
  5. pak polisi (umay shahab)
  6. Paman Datang (AT Mahmud)
  7. Pelangi (AT Mahmud)
  8. Pemandangan (AT Mahmud)
  9. Peramah Dan Sopan (Pak Dal)
  10. Pergi Belajar (Ibu Sud)
  11. Pulang Memancing (AT Mahmud)
  12. Rasa Sayange (Lagu anak tempat dari Maluku)
  13. Ruri Abangku (AT Mahmud)
  14. Satu-Satu
  15. Sapu Tangan
  16. Sayonara
  17. Selamat Ulang Tahun (lagu) (Adikarso)
  18. Sekuntum Mawar (AT Mahmud)
  19. Selamat Pagi Bu Guru (Pak Kasur)
  20. Semut Kecil
  21. Senam (AT Mahmud)
  22. Serumpun Padi (R Maladi)
  23. Sepasang Burung Kenari (SM Mochtar)
  24. Si Kancil Nakal
  25. SKJ(umay shahab)
  26. Soleram
  27. Suka Hati (lagu) (Kalau kamu Suka Hati tepuk tangan)
  28. Taman Kanak-Kanak
  29. Tari Topeng
  30. Teka-Teki (Ibu Sud)
  31. Tek Kotek-Kotek
  32. Tepuk Tangan (AT Mahmud)
  33. Tidur Anakku (Ibu Sud)
  34. Tidurlah Adik (AT Mahmud)
  35. Timang Adik Timang (AT Mahmud)
  36. Tik Tik Bunyi Hujan (Ibu Sud)
  37. Tukang Kayu
  38. Tukang Pos
  39. Tupai (AT Mahmud)
  40. Topi Saya Bundar (Pak Kasur)
8. Lagu Keroncong.
Lagu keroncong ialah lagu yang mempunyai harmoni musik dan improvisai yang sangat terbatas, umumnya lagu-lagunya mempunyai bentuk dan susunan yang sama. Beberapa pola lagu keroncong antara lain sebagai berikut.
  1. Aryati M. Rivany
  2. JANGAN DI TANYA KEMANA AKU PERGI Tuti Maryati
  3. Jembatan Merah Rita S
  4. TINGGI GUNUNG SERIBU JANJI Narsih K
  5. SEPASANG MATA BOLA Sri Hartati
  6. KECEWA Ismanto
  7. Mengapa Kau Menangis Lagi Khairizal Khaidir
  8. Pasar Gambir Waljinah
  9. Rayuan Pulau Kelapa Waljinah
  10. Sabda Alam Wiwiek Sumbogo

9. Lagu Langgam.
Lagu langgam ialah lagu yang sejenis dengan keroncong tapi tidak menggunakan ukulele pada musiknya. Beberapa lagu langgam Jawa sangat popular dan dikenal hampir setiap orang di wilayah berbahasa Jawa, seperti
Musik merupakan salah satu cabang seni yang tidak sanggup dipisahkan dengan kehidupan manusi Ragam Lagu dan Musik Nusantara
  1. Gambang Suling (ciptaan Ki Narto Sabdo)
  2. Yen Ing Tawang (ciptaan Andjar Any)
  3. Caping Gunung (ciptaan Gesang, 1973)
  4. Jenang Gula (ciptaan Andjar Any)
  5. Jangkrik Genggong (ciptaan Andjar Any)
  6. Pamitan (ciptaan Gesang)
  7. Aja Lamis (ciptaan Gesang).

10. Lagu Stambul.
Lagu stambul ialah lagu yang berirama mendayu-dayu, bait dan liriknya lazim berupa pantun “A-B-A-B” dalam tutur atau bahasa yang indah yang berisi puji-pujian dan nasihat. Beberapa pola lagu stambul antara lain sebagai berikut.
  1. Stambul I, contohnya lagu Terang Bulan, Potong Padi. Ciri permainannya dimulai dengan Tonika. Terdiri dari 8 birama yang dinyanyikan 2 X 8 birama, dengan kata-kata yang umumnya berupa pantun.
  2. Stambul II, pola lagu Kenangan (Sapari & WS Nardi), Kecewa (Samsidi). Permainannya dimulai dengan solo vocal, kemudian disusul musiknya dengan kord Sub Dominan. Biasanya terdiri dari 18 birama, kodanya Tonika – Sub Dominan – Dominan – Tonika. Terdiri dari 16 birama, yang dinyanyikan 2 X 16 birama, dengan syair berupa pantun.
  3. Stambul III, contohnya lagu Sarinah, Keroncong Kemayoran. Merupakan adonan antara lagu stambul dan keroncong. Harmoni dimulai dengan kord Dominan septim kemudian beralih ke Tonika, adakala sebagai komplemen juga menggunakan Dubbledominan.